KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
109. Lembah berkabut


__ADS_3

Didalam cincin penyegel benua Yang Lun tertawa terbahak-bahak melihat Yang Xuan terluka dan dia tidak mau membantunya. dia terus tertawa seperti orang kesetanan.


"Hanya segerombolan serangga kecil Tuan sudah terluka, urungkan saja niat itu untuk mengambil alih kembali benua matahari" kata Yang Lun telak membuat tubuh Yang Xuan membeku. Selama ribuan tahun baru kali ini dia melihat Yang Lun marah.


"Dasar manusia api sialan....." teriak Yang Xuan kesal. Setelah Yang Lun tertawa terbahak-bahak dan pergi begitu saja.


"Tuan terlalu memaksakan diri untuk menggunakan formasi terkutuk itu, masih banyak celah yang membuat tubuh anda menerima efek serangan dari lawan. Sebelum anda menjadi semi abadi sebaiknya urungkan niat anda untuk menggunakan formasi itu"


"Kekhawatiran mu terlalu berlebihan, kita di benua kultivator dan bukan di dunia dewa, untuk sementara waktu aku belum bisa berlatih, terlalu berbahaya membuka celah dimensi cincin penyegel benua di sembarang tempat.


*****


Setelah formasi kubah api menghilang, Tuan kota hunan bersama seluruh warga yang menyaksikan pertempuran itu dari dalam array perlindungan merasa heran. Mereka tidak menemukan satu jasad pun di lokasi dimana Yang Xuan bertempur dengan keluarga Li. Mereka juga tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana pertempuran itu berlangsung karena terhalang oleh dinding formasi kubah api, mereka sangat penasaran siapa yang menang dan siapa yang kalah.


Tubuh tuan kota tiba-tiba bergetar kembali, dia berpikir jika Yang Xuan kalah bagaimana dengan nasib kota hunan. Dia tidak bisa berpikir tenang sekarang, jadi dia berhalusinasi tentang leluhur keluarga Li membantai seluruh penduduk kota dan tidak ada yang selamat. Setelah membantai seluruh penduduk kota leluhur Li berjalan santai kearahnya sambil menenteng pedang panjang karena gilirannya sudah tiba untuk di bunuh.


"Aah.... tidak... jangan.... jangan bunuh aku. tolong jangan bunuh aku" teriak tuan kota bertindak seperti orang gila bahkan dia sudah membasahi celananya.


Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu tercengang lalu tertawa terbahak-bahak, mereka tahu bahwa tuan kota memiliki ketakutan yang berlebihan sehingga dia tidak bisa mengontrol pikirannya.


"Paman.... Paman.... Siapa yang ingin membunuhmu?" ucap Yang Xuan sambil menggelengkan kepala.


Tiba-tiba tuan kota tersadar lalu menatap semua orang kemudian dia meloncat dari sana karena tersadar oleh sesuatu. Semua orang kembali tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan tuan kota tersebut.


"Anak muda... kemana tujuanmu setelah ini?" tanya salah seorang tetua.


Para pedagang kaya dan para tetua sekte yang ada disekitar kota hunan sebenarnya ingin mengundang Yang Xuan setelah melihat kemampuannya. Mereka ingin menjalin kerja sama atau hanya sekedar berbasa-basi, melihat Yang Xuan yang ingin pergi, seketika mereka terlihat kecewa.


"Aku sekarang harus pergi kek, karena aku tidak mau membahayakan kalian, jika ada orang yang mencari ku di kota ini bilang saja aku menuju kota Teng Chong. Jika ada yang bertanya tentangku bilang saja aku di bayar oleh Tuan kota Teng Chong untuk membunuh Tuan Muda keluarga Li"


Yang Xuan sebenarnya ingin kekota Ning Xia untuk mengunjungi markas perompak di hilir sungai gang ming. Kelompok perompak itu sangat meresahkan kaum pedagang dari kota Ning Xia menuju kota Tian Hei begitu juga sebaliknya.


"Apakah kamu tidak ingin singgah hanya sebentar saja?" tanya tetua itu kembali karena mereka ingin menjamu Yang Xuan.


"Tidak tetua, maafkan aku karena terlalu egois. Leluhur keluarga Li pasti akan mencari ku dan aku tidak mau kota ini akan menerima imbas dari masalah ini" ucap Yang Xuan merasa bersalah akan tetapi dia tidak mau membahayakan kota tersebut.


Tiba-tiba Yang Xuan menghilang seperti angin dan muncul di udara lalu meleset kearah timur kerajaan air.


*****


Menuju kota Ning Xia


Saat melintas di atas kota Tian Hei yang Xuan berhenti sejenak lalu meleset kembali dengan kecepatan tinggi. pada saat melintas di atas sungai gang ming Yang Xuan tidak sengaja melihat keanehan di sebuah lembah. Dia merasa kabut yang menutupi lembah tersebut bukanlah kabut biasa.


Yang Xuan turun secara perlahan untuk memeriksa tempat tersebut. Menurut penjelasan para pemuda kota hunan lembah berkabut itulah markas dari kelompok perompak tersebut. Yang Xuan sangat penasaran seberapa hebat kelompok itu sehingga pihak kerajaan air tidak bisa menumpasnya hingga kini.


"Segel tingkat tinggi" gumam Yang Xuan sambil memperhatikan kabut beracun di depannya.


Pada saat Yang Xuan akan bergerak untuk memeriksa wilayah itu, tiba-tiba serangan bermunculan dari dalam kabut beracun tanpa henti membuat dia kerepotan untuk menghindarinya. Yang Xuan terus menghindari panah dan tombak yang terus mengikutinya. Dia langsung tersadar bahwa itu adalah serangan ilusi. Jika dia terkena serangan itu maka dia pasti terjerat ilusi.


Pusaran-pusaran kabut beracun bermunculan lalu bergerak liar seperti mengusir siapa saja yang ingin memasuki kabut tersebut kemudian dari pusaran kabut itu bermunculan senjata dan langsung meleset menyerang. Melihat itu Yang Xuan kembali menghindar dan menjauh. Dia menjadi bersemangat untuk mengetahui siapa dalang di balik kelompok perompak tersebut karena dia tidak merasakan aura negatif setelah menyebarkan aura spritual-nya.

__ADS_1


Yang Xuan langsung mengalirkan energi kepada armor ditubuhnya, kemudian dia membuat perisai pertahanan dari api di tangannya, setelah itu dia kembali mendekat kearah kabut beracun tersebut.


Gelombang kabut langsung menderu sambil mengeluarkan tombak-tombak besar dan langsung meleset kearahnya dengan ganas.


DUARR


Ledakan besar terjadi saat tombak-tombak itu bertabrakan dengan tubuh Yang Xuan. Dia terlempar kebawah hingga menghantam pohon-pohon besar dan merobohkannya.


Saat Yang Xuan kembali berdiri dan ingin kembali merenggangkan otot-ototnya, gelombang angin kembali menderu memunculkan pusaran-pusaran berkabut dan menyapu seluruh permukaan lembah tersebut.


"Formasi pembunuhan tingkat tinggi dan segel ilusi tingkat tinggi, sepertinya aku akan menemukan harta karun. Tidak mungkin markas perompak ada di balik ilusi berkabut ini?" gumam Yang Xuan lalu tertawa keras sering getaran di tanah muncul, getaran itu perlahan-lahan mengguncang kawasan tersebut seperti gempa bumi hingga puluhan kilometer.


Yang Xuan sangat penasaran seperti apa di balik ilusi tersebut. Biasanya, harta berharga menyimpan bahaya besar. Dia tahu akan hal itu akan tetapi seperti apa harta berharga di dunia kultivator tersebut.


Yang Xuan meleset keudara lalu mengaktifkan mata emas, kemudian mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru lembah berkabut tersebut. Setelah dirasa cukup dia langsung meleset dengan kecepatan tinggi sambil menghindari serangan dari berbagai arah yang ingin menjangkaunya. Sosoknya tiba-tiba menghilang setelah menembus kabut beracun yang sangat pekat tersebut.


Setelah menembus kabut beracun tersebut Yang Xuan langsung merasakan seperti telah berpindah dimensi akan tetapi serangan dari berbagai arah terus berlanjut. Serangan itu sangat ganas hingga membuat pohon-pohon raksasa di sekitarnya hancur menjadi serpihan-serpihan kecil.


Yang Xuan terus meleset di sela-sela pohon-pohon raksasa dan terus menghindari serangan yang datang dari berbagai arah.


Yang Xuan memperhatikan keseluruh penjuru seketika dia tiba-tiba tersadar bahwa dia sudah terkena ilusi tingkat tinggi. Dia kembali meleset dan terus mengaktifkan mata emas untuk menghindari serangan yang datang kepadanya.


Yang Xuan tiba-tiba melihat beberapa tanaman bunga beracun paling mematikan, Salah satu diantaranya sangat cantik dan lumayan lebat. Bunga beracun itu seperti mengeluarkan asap hitam dan aura kematian yang sangat pekat. seekor ular raksasa melingkar seperti melindungi bunga tersebut.


Kapak Pembelah Matahari


Sebuah energi kecil berbentuk bola keluar dari ujung kapak dan meluncur seperti peluru dengan kecepatan tinggi kearah ular tersebut.


BOMM


Saat akan memulihkan diri tiba-tiba sebuah tombak besar meleset kearahnya, suara dengungan terdengar nyaring membuat Yang Xuan membuka matanya. Dia langsung meleset keudara sambil memuntahkan beberapa kali darah hitam kemerahan dari mulutnya.


Tombak itu kembali mengejarnya membuat Yang Xuan mengeluarkan chakra surya dari cincin penyimpanan nya.


Chakra Api Abadi


Tubuh Yang Xuan langsung diselimuti oleh api abadi ketika chakra surya di tangannya bersinar terang seiring tanda matahari di keningnya juga memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Chakra surya di tangannya langsung bergetar dan meleset kearah tombak tersebut.


BOMM


Ledakan dahsyat terjadi ketika chakra surya bertabrakan dengan tombak yang mengejarnya. Tombak itu berubah menjadi debu ketika api abadi melahapnya.


Yang Xuan kembali terlempar dari posisinya dan dia terjatuh kesebuah lereng bukit setelah menerobos sesuatu. Matanya langsung terbelalak setelah berhasil melewati berbagai rintangan di didalam ilusi tersebut. Aura spritual yang begitu pekat langsung menenangkan jiwanya yang secara tiba-tiba merengsek memasuki tubuhnya.


Yang Xuan diam-diam mengeluarkan sebuah pagoda kecil untuk menghisap energi tersebut secara perlahan. Kemudian dia mengarahkan pandangannya keberbagai arah untuk memastikan apakah tempat itu aman atau tidak? Sebenarnya dia ingin sekali menyerap energi yang ada di tempat itu karena dia merasakan Aura spritual di tempat itu sangat menenangkan jiwanya.


"Ilusi tingkat tinggi, formasi pembunuhan tingkat tinggi, array perlindungan tingkat tinggi dan berbagai jenis racun di dalamnya. Aku yakin ada seseorang yang sangat kuat telah bersembunyi di wilayah ini" gumam Yang Xuan kesal.


Dia perlahan-lahan berdiri dari posisi duduknya setelah memastikan api abadi melahap semua jenis racun yang ada di tubuhnya. Matanya tidak lepas dari berbagai tanaman herbal yang ada di tempat itu bahkan lahan tersebut di penuhi berbagai macam bunga yang sangat cantik dan indah. Yang Xuan tahu itu adalah jenis bunga herbal tingkat tinggi bahkan ada beberapa bunga yang sangat langka.


Luas tempat itu sekitar satu kilometer persegi atau sepuluh hektar dan di tengah-tengah lahan tersebut ada sebuah bukit. Diatas bukit itu ada sebuah bangunan yang sangat indah dan dikelilingi pohon-pohon langka serta kolam pemandian tujuh warna. Yang Xuan berdecak kagum menyaksikan tempat tersebut dan juga penasaran siapa pemiliknya.

__ADS_1


Saat kakinya akan melangkah menuju bangunan yang ada diatas bukit, tiba-tiba suara lembut muncul di udara.


"Bocah Yang malang, aku tidak menyangka di tempat busuk ini masih ada yang berhasil menerobos ketempat ini"


Sesosok gadis cantik bak bidadari secara perlahan melayang dari atas bukit kearah Yang Xuan, dia memakai gaun berwarna putih transparan dan sangat **** bahkan seluruh lekuk tubuhnya hampir kelihatan. Bola matanya yang berwarna biru laut menatap tajam kearah Yang Xuan dan sedikit terkejut ketika melihat Yang Xuan masih baik-baik saja.


"Perawan tua yang malang. Apakah tidak ada laki-laki yang mau menyentuhmu sehingga kau memilih tempat busuk ini untuk mengasingkan diri?" sambil melepaskan topengnya karena Yang Xuan tahu gadis itu pasti mengetahui wajah aslinya.


"Hehehe..... menarik, bukankah kau berkunjung ketempat ini hanya untuk bersenang-senang denganku?"


Senyum manis tersungging dibibir gadis itu akan tetapi aura pertarungan semakin meningkat ketika dia memperhatikan seluruh tubuh Yang Xuan. Kejutan demi kejutan muncul di hatinya ketika matanya terus menelanjangi tubuh Yang Xuan.


"Perawan tua yang malang, sebenarnya aku ingin bersenang-senang denganmu. Apakah kau tidak malu menindas bocah sepertiku? Bagaimana jika seluruh orang di tempat ini tahu akan hal tersebut...!"


Yang Xuan tahu gadis tersebut sangatlah kuat bahkan jauh lebih kuat dari kelima jendral yang bertemu dengannya tempo hari. Hanya saja dia heran untuk apa gadis itu mengasingkan diri di dunia kultivator...?


"Kurang ajar .... Apakah mulutmu tidak bisa berbicara dengan baik? Aku yakin kau tidak akan menemukan gadis secantik diriku di tempat busuk ini. lagi pula, Siapa yang tahu jika aku menindas-mu di tempat ini" bentak gadis itu sambil mengeluarkan aura pembunuhan.


"Ciih..... Mungkin di tempat busuk ini aku belum pernah bertemu gadis jelek kecuali dirimu. Apakah kau mengerti maksudku?" Yang Xuan terus berbicara sambil memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Badjingan.... aku akan menutup mulutmu" teriak gadis itu sangat marah sambil menjentikkan jarinya.


Yang Xuan terlempar dan kembali memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, dia mengeluarkan beberapa butir pil dan langsung mengkonsumsinya. Dia kembali mendekat kearah gadis tersebut sambil mengeluarkan kapak berlian dari cincin penyimpanannya lalu mengalirkan energi kepada Armor di tubuhnya.


"Aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa kekuatan di tempat busuk ini setelah itu kau boleh menendang ku kemanapun yang kau inginkan"


Yang Xuan tertawa keras seiring getaran hebat terjadi.


Kapak penggetar bumi


Yang Xuan mengayunkan kapaknya kearah tanah membuat getaran hebat kembali terjadi. Kemudian dia meleset secepat kilat kearah gadis itu akan tetapi secepat kilat juga Yang Xuan kembali ketempat nya semula sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya. Yang Xuan kembali mengkonsumsi pil sembari mengendalikan kapaknya.


Kapak pembelah awan


Yang Xuan melemparkan kapaknya keudara, kapak itu langsung meleset kesana kemari membuat hawa panas meningkat tajam.


Melihat aura spritual di Sekitarnya menjadi kacau dan membuat keseimbangannya di udara terganggu, gadis itu menjentikkan jarinya membuat kapak itu seketika terlempar.


"Apa hanya segitu kekuatan orang-orang di tempat busuk ini? Bagaimana mungkin kau bisa memasuki tempat ini! Apakah kau tidak menyimpan kartu truf atau kartu As di kantong celana mu?" gadis itu tersenyum mengejek lalu menjulurkan lidahnya.


Kapak Ilusi Pembunuh Iblis


Yang Xuan menyelipkan chakra surya di balik kapaknya lalu dia kembali melemparkan kapak itu keudara seiring aura panas yang meningkat tajam dengan ektrim. Kapak itu langsung membelah diri dan mengelilingi gadis tersebut.


Mata gadis itu menatap tajam kepada kapak yang mengelilinginya untuk memastikan dimana kapak yang asli, dari dua puluh kapak yang terus berputar-putar di udara ada dua kapak yang hampir persis seperti aslinya. Kapak itu terus menerus memancarkan hawa panas akan tetapi itu tidak berpengaruh kepada gadis tersebut. Energi pedang di ditangan gadis tersebut menghantam salah satu kapak membuat kapak lainnya tiba-tiba menghilang dan dia langsung berputar-putar di udara untuk menstabilkan posisinya. tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang melintas secepat kilat di samping lehernya.


"Hahaha...... " Tawa Yang Xuan meledak ketika gaun gadis itu melorot sebelah kiri.


"Tubuh gadis itu bergetar menahan amarah ketika melihat gaunnya melorot akibat tali gaun diatas bahunya terputus, tubuhnya yang mulus langsung terekspos begitu juga dengan gundukan kembar yang di balut oleh kain sutra tersebut.


Kini Yang Xuan yang menjulurkan lidahnya membuat gadis itu menjadi murka.

__ADS_1


"Gawat" ucap Yang Xuan sambil melarikan diri.


__ADS_2