KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
128. Peperangan


__ADS_3

Saat rombongan itu mendekat dan melepaskan hujan panah sebagai serangan pembuka, kelompok kuil hanya berdiam diri seperti tidak ada penghuni kuil tersebut. Ketika rombongan itu tiba di kaki gunung jing shang, suara gemuruh terdengar ribuan batu-batu besar yang sudah di lapisi unsur energi Qi menembak dari lereng gunung menuju kelompok gurun busur.


Jendral Xu dan Jendral Lui Xang segera melancarkan serangan kedua, ribuan tombak energi Qi meleset dari kaki gunung. Ledakan-ledakan dahsyat terjadi secara bersamaan, mengubah sungai gang ming menjadi merah darah, cekungan-cekungan dalam tercipta akibat hantaman batu-batu besar. Batu-batu besar terus bermunculan dari lereng gunung mengguncang kawasan gunung jing shang secara keseluruhan dan tidak terhitung jumlah yang menjadi korban.


"Mundur! mundur! menjauh!"


Rombongan dari gurun busur yang berhasil menghindari serangan kejutan itu panik dan memperingatkan yang lainnya supaya menjauh. Rombongan itu secara perlahan mundur dan membentuk perisai pertahanan, sebagian dari mereka langsung mengendalikan bumi untuk membuat benteng perlindungan. Dalam waktu singkat benteng sudah terbentuk bahkan batu-batu besar dan tombak energi tidak mampu menembusnya.


Melihat puluhan ribu dari kelompok mereka terbunuh dalam waktu singkat, ribuan kultivator tingkat tinggi melayang keudara. Kelompok itu mengendalikan bumi di sekitarnya dan mengubahnya menjadi tombak-tombak kecil, tombak-tombak itu seperti badai dan meleset kelereng gunung tanpa henti. Disaat yang sama kelompok kuil yang berada dilereng gunung segera bersembunyi kedalam goa yang sudah disiapkan sebelumnya. Mereka sebenarnya bisa menghalau tombak-tombak itu hanya saja mereka tidak mau menguras energi.


Serang?!


Kelompok musuh kembali merengsek mendekati lereng gunung, mereka membuat formasi dan perisai pertahanan dari tanah. Kelompok dari gurun busur terpecah menjadi dua bagian, satu kelompok berada di daratan dam kelompok lainnya berada di udara.


Kelompok kuil secara perlahan mundur ketika melihat lawan mereka menyerang dengan kekuatan penuh, yang berada di lereng gunung terus bersembunyi. bahkan formasi dari gurun busur tidak bisa mereka tembus karena satu kelompok dari udara seperti lebah melindungi kelompok yang ada di daratan. Ledakan-ledakan beruntun terus terjadi ketika senjata energi berbenturan, kelompok kuil terus dipaksa mundur karena mereka tidak bisa menahan gempuran dari kelompok gurun busur. Hutan sebelah utara gunung jing shang sudah gundul dan menyisakan tanah gosong.


"Mundur, Mundur. Semuanya berlindung kehalaman kuil, lebih baik kita berkumpul menjadi satu kelompok untuk mengantisipasi korban?" teriak Xiao Lien.


Para tetua menggiring kelompoknya kearah kuil, ribuan tetua terus melindungi mereka dari udara. Para tetua kuil sedikit kesulitan untuk melindungi murid- murid mereka karena jumlah mereka terlalu sedikit sehingga memutuskan untuk menjadi satu kelompok.


Melihat kelompok musuh secara perlahan mundur, kelompok gurun busur terus maju dan melancarkan serangan dari udara. Hanya saja mereka yang tidak bisa terbang kesulitan menjangkau letak kuil akibat medan yang terlalu terjal. Bagi kelompok gurun busur yang tidak bisa terbang terus terbunuh akibat serangan dari goa-goa yang ada di lereng gunung tersebut. Pihak gurun busur tidak tahu bahwa ribuan goa-goa di lereng gunung masih ada penghuninya.


Kelompok kuil dari pisau terbang dan kultivator yang bisa mengendalikan senjata jarak jauh sebagai ujung tombak dari kelompok kuil terus melancarkan serangan dan bahkan terus memakan korban. Ribuan pisau terbang terus meleset kesana-sini untuk menghalau serangan yang datang dari berbagai arah.


Tiba-tiba suara gemuruh terdengar, puluhan ribu kultivator tingkat tinggi dari kelompok gurun busur tiba-tiba menggempur dari udara dengan kekuatan penuh dan terus bergantian. Secara perlahan-lahan kelompok kuil mulai terdesak, satu persatu anggota kuil dan prajurit kekaisaran terus terbunuh. Begitu juga yang berada di udara, perbedaan kekuatan dan jumlah yang begitu signifikan membuat kelompok kuil tidak berdaya.


Walaupun dari kelompok gurun busur masih lebih banyak korban akibat serangan kejutan, akan tetapi, perbedaan jumlah yang tidak sedikit membuat kelompok gurun busur tidak terpengaruh.


"Aaarrrggh......" teriak tetua kuil pisau terbang jatuh dari ketinggian setelah paha kirinya hancur terkena tombak. Ketua kuil pisau terbang kurang fokus karena murid-muridnya terus terbunuh karena murid-murid elitnya sebagai ujung tombak dari pihak kuil.


Satu persatu para tetua kuil terus berjatuhan dari udara akibat tidak kuat menahan gempuran dari pihak kuil. Peperangan itu terlihat seperti pembantaian, hanya saja pihak kuil yang bersembunyi di dalam goa terus bermunculan dan menyelamatkan tetua mereka dan mengobatinya.


"Arrrggghh...." teriak Jendral Lui Xang jatuh dari ketinggian. Untung saja di tangkap oleh Xiao Lien dan langsung membawanya kedalam kuil lalu membaringkannya di sudut ruangan.


"Nona Lien, Aku mencintaimu?! ucap Jendral Lui Xang terbata-bata sambil memuntahkan darah segar beberapa kali,


"Jendral Xang, a-apakah ini akhir dari perjuangan kita." ucap ketua kuil pisau terbang lemah. Dia terus meringis kesakitan, wajahnya sudah mulai pucat.


Jendral Lui Xang hanya tersenyum tipis sebelum menutup matanya di pangkuan Xiao Lien dan dia kehilangan kesadaran.


"A-Aku juga mencintaimu." Jawab Xiao Lien terbata-bata sambil memeluk Jendral Lui Xang.


Wajah-wajah putus asa terlihat jelas di wajah murid-murid kuil dan prajurit kekaisaran jiang. Dentuman keras terus terjadi di udara dan di daratan, pihak gurun busur terus menekan pihak kuil hingga mencapai kuil.


Ribuan murid-murid kuil, prajurit kekaisaran serta para tetua terluka parah dan tergeletak di luar array perlindungan untuk menahan serangan pihak musuh yang terus menggempur array perlindungan kuil.

__ADS_1


Wajah-wajah mereka yang berada di dalam array perlindungan menegang, mereka juga sesekali menahan nafas ketika array perlindungan mengalami keretakan, jika array perlindungan hancur dipastikan mereka semua terbunuh.


Pihak kuil terus bolak-balik keluar masuk kuil untuk membawa yang terluka kedalam hutan, mereka yakin kehancuran kuil sebentar lagi akan terjadi. Semua yang ada di dalam kuil sudah dipindahkan kedalam hutan melalui lorong bawah tanah. Lorong bawah tanah saling terhubung satu sama lainnya sehingga mereka bisa menyelamatkan yang terluka.


Kiyak


Kiyak


Saat kelompok kuil menunjukkan wajah keputusasaan, elang api dan elang putih tiba-tiba melancarkan serangan dari dua disi yang berbeda, untuk memecah pasukan dari gurun busur yang berada di udara.


Badai panah api dan badai pisau angin terus meleset dari puncak gunung, pusaran-pusaran panah api dan badai pisau angin terus bermunculan menyapu lereng gunung jing shang.


Elang api dan elang putih terus melancarkan serangan membuat kelompok gurun busur menghentikan serangan mereka. Kelompok gurun busur langsung membuat array pelindung untuk menyelamatkan diri. karena panah api sangat panas dan bahkan menghanguskan kultivator-kultivator yamg lemah diantara mereka.


"Hentikan burung sialan itu." teriak pria tua dari dalam kreta kuda, murka.


Seketika elang api dan elang putih meleset kesana- sini dengan kecepatan tinggi dan terus melancarkan serangan kesembarang arah. Kelompok gurun busur bahkan begitu kesulitan mendekati kedua elang itu karena kedua elang itu tidak mau bertarung secara langsung. Mana mungkin mereka mau berhadapan secara langsung dengan ribuan kultivator tingkat tinggi.


Di saat yang bersamaan ketika ribuan kultivator tingkat tinggi pergi kesegala arah untuk menangkap kedua elang itu. Xiao Lien langsung mengeluarkan bola formasi chakra surya. Awan hitam di langit gunung jing shang segera berkumpul saat cahaya emas yang sangat menyilaukan menembak kelangit dari bola formasi, tiba-tiba chakra energi raksasa melayang keatas langit, ketika ratusan murid murid kuil menyuntikkan unsur energi Qi kepada bola formasi chakra surya tersebut.


Suara gemuruh memekakkan telinga ketika energi chakra raksasa meleset dengan kecepatan tinggi dari kuil jing shang menuju kelompok gurun busur yang berada di dalam array pelindung.


BOOMM!!


Ledakan dahsyat bergema ketika energi chakra raksasa menghantam daratan, seluruh kawasan gunung jing shang bergetar hebat. Ratusan meter tempat kelompok gurun busur berlindung berubah menjadi cekungan yang sangat dalam. Ribuan tetua yang berada di udara langsung mematung di tempatnya masing-masing karena tidak menyangka akan ada serangan tiba-tiba.


"Bentuk formasi, hancurkan gunung jing shang." teriaknya, murka.


Pria tua itu tidak menyangka akan kehilangan anak buahnya sekitar tiga puluh ribu orang dalam waktu singkat, padahal mata-mata mereka mengatakan jumlah musuh hanya sekitar tiga puluh lima ribu orang. Sulitnya medan untuk menjangkau posisi kuil membuat mereka mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Saat kelompok gurun busur mengumpulkan kekuatan untuk melancarkan serangan, pihak kuil segera berhamburan kedalam hutan untuk menyelamatkan diri. Bahkan dari awal mereka terus membawa yang terluka kedalam hutan secara perlahan-lahan karena mereka sudah yakin kuil jing shang akan hancur.


Ribuan tetua dari pihak kuil yang berada di udara menahan nafas dengan wajah pucat pasi ketika sepuluh naga terbentuk di udara dari elemen bumi.


Melihat itu, elang api mengeluarkan kekuatan penuh dan menukik tajam menunju daratan.


Kiyak


kiyak


Suara lengkingan elang api disertai suara gemuruh terdengar ketika badai api surgawi yang begitu liar dan ganas tiba-tiba turun dari langit menyapu kelompok gurun busur yang mengendalikan sepuluh naga di udara.


"Aarrrgghh... " teriakan-teriakan keras mengisi udara sebelum ratusan orang yang mengendalikan elemen bumi berubah menjadi debu. Naga yang terbentuk dari elemen bumi langsung menyerang balik karena tidak ada yang mengendalikannya.


Seketika naga yang terbuat dari elemen bumi tersebut menatap kelompok dari gurun busur dan langsung meleset dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


BOOMM!!


BOOMM!!


Ledakan-ledakan beruntun terus bergema memporak porandakan kelompok gurun busur, bahkan aliran sungai gang ming kembali berubah menjadi merah darah.


Ribuan tetua dari pihak kuil yang berada di udara segera menjauh karena fluktuasi udara menjadi kacau. Mereka juga tidak menyangka elang api itu bisa melihat celah dan mengetahui kelemahan formasi musuh dan bahkan elang api tersebut langsung melakukan serangan mematikan.


Darah mereka kembali bergejolak ketika hal itu terjadi, puluhan ribu dari kelompok gurun busur tewas seketika akibat serangan balik tersebut dan puluhan ribu terluka parah.


"Aarrgghh... " teriak pria tua itu kembali dan menghancurkan kereta kuda emas miliknya.


Amukan dari puluhan ribu para panatua tingkat tinggi dari kelompok gurun busur segera memuncak, mereka menyerang secara brutal membuat kelompok kuil terus berjatuhan dari udara.


Saat kelompok gurun busur fokus menghancurkan kuil, tiba-tiba serangan kejut dari dalam hutan kembali terjadi karena di dalam kuil tidak ada lagi orang.


Akhirnya pembantaian pecah di daratan dan di udara, ribuan tetua dari kelompok kuil melawan puluhan ribu dari kelompok gurun busur membuat satu persatu tetua dari kelompok kuil jatuh dari udara. Kelompok dari kedua belah pihak yang tidak bisa terbang langsung berbenturan. Dentingan senjata memekakkan telinga, percikan-percikan api terjadi dimana-mana. ledakan-ledakan dahsyat terus bergema di udara, Bahkan gunung jing shang terus bergetar sepanjang waktu.


Peperangan itu bahkan sudah berlangsung beberapa jam, akan tetapi, kelompok kuil masih bisa bertahan, hanya saja, korban terus berjatuhan di pihak mereka, bahkan jumlah mereka yang bisa bertarung hanya terisa lima belas ribu orang, tu artinya sebentar lagi peperangan akan berakhir. Namun pihak gurun busur bukan berarti tidak ada yang terluka, bahkan mereka membayar mahal untuk hal tersebut. Korban di pihak gurun busur bahkan mencapai enam puluh orang akibat serangan balik dari formasi mereka.


Di saat kelompok kuil terdesak hebat tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari arah selatan gunung jing shang, langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap ketika puluhan ribu kultivator tingkat tinggi seperti lebah memenuhi langit gunung jing shang.


*****


Puluhan kapal melaju dengan kecepatan tinggi di aliran sungai gang ming, kapal-kapal itu sedikit mangalami kerusakan karena terus menghantam batu-batu besar dan kayu-kayu besar yang berada di aliran sungai gang ming. Mereka memacu kecepatan kapal karena air sungai gang ming sudah bercampur darah manusia.


Puluhan kultivator yang berada di dalam kapal berdecak kagum melihat pengemudi kapal begitu lihai mengendalikan kapal-kapal tersebut padahal mereka mengetahui bahwa pengemudi kapal bukanlah kultivator, bahkan di aliran sungai tersebut begitu banyak rintangan karena tidak pernah lagi di jamah oleh manusia.


"Tetua Feng, jangan terlalu banyak menyuntikkan unsur energi Qi kepada titik pusat formasi." ujar Ming Kun memperingatkan.


"Baik tetua, tapi, kenapa kapal dari selat lei hong anda tidak pernah memperingatkan kami?." tanya Kai Feng penasaran.


"Tetua Feng, formasi kapal itu di buat oleh, Tuan Muda Yang." jawab Ming Kun singkat.


Mereka semua menganggukkan kepala ketika mendengar penjelasan Ming Kun. Kelompok dari sungai gang ming terus memacu kapal dengan kecepatan maksimal karena mereka sudah mulai mendengar dentuman-dentuman keras, bahkan sungai gang ming sesekali terguncang.


******


Di balik awan seorang pria berjubah hitam terus menyaksikan peperangan itu dengan mata yang tidak pernah berkedip. Dia bahkan dapat melihat seluruh wilayah gurun busur mengalami kehancuran.


Saat dia menyaksikan peperangan di gunung jing shang dari balik awan, dia juga melihat ratusan ribu kultivator mengobrak-abrik seluruh wilayah gurun busur.


Dia juga melihat puluhan ribu kultivator muncul dari kekaisaran jiang dan bahkan sudah tiba di gunung jing shang dan satu kelompok lagi akan segera menyusul.


"Apa...?" pria berjubah hitam itu kaget ketika melihat puluhan kapal melaju dengan kecepatan tinggi di aliran sungai gang ming.

__ADS_1


Pria berjubah itu hitam itu belum menampakkan diri karena menunggu seseorang terlebih dahulu muncul.


__ADS_2