KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
135. Munculnya awan hitam.


__ADS_3

Saat Ilena sibuk membangkitkan semua elemennya dan akan menyerap energi di setiap bola formasi, Yang Xuan berpikir akan meningkatkan pedang siluman yang berada di tingkat langit menjadi tingkat surgawi.


Yang Xuan sudah beberapa minggu menempa berbagai jenis senjata sampai tingkat ilahi, dia juga meningkatkan ribuan senjata tingkat langit untuk di jual di rumah lelang milik kuil di kekaisaran jiang.


Sebenarnya Yang Xuan meningkatkan semua senjata yang diambilnya dari berbagai tempat karena dia akan melakukan perjalanan menuju wilayah selatan. Dia juga menempa banyak senjata untuk membiasakan diri agar tidak ada kesalahan saat menempa senjata tingkat surgawi. Sebagai Dewa penempa di kehidupan pertamanya tentu Yang Xuan akan menerima petir kesengsaraan penempa untuk pertama kalinya. Jadi sebelum hal itu terjadi tentu juga dia harus butuh persiapan yang matang.


Yang Xuan mengeluarkan bejana dari cincin penyimpanannya lalu mencari tempat yang aman agar Ilena tidak terganggu. Sedangkan Ilena baru selesai menyerap energi di dalam satu bola formasi matahari bahkan membutuhkan waktu satu minggu. Energi didalam tiga bola formasi matahari akan membutuhkan setidaknya satu bulan bagi Ilena untuk menyerapnya.


******


Rencana yang gagal.


Di wilayah Kuil halilintar tepatnya di desa-desa dan kota-kota kecil tampak kebahagian di wajah-wajah para penduduk, wilayah itu terlihat lebih hidup dari sebelumnya. Wilayah kuil halilintar sekarang memiliki lima kota kecil dan puluhan desa di bawah perlindungan kuil halilintar. Musnahnya sekte angin timur dan kota shenzhen serta puluhan sekte di sekitar wilayah itu membuat wilayah di sekitar kuil halilintar terlihat sepi dan tidak ada penjagaan yang ketat.


Hutan halilintar tempat terlarang sekte angin timur sebelumnya menjadi tempat berdirinya kuil halilintar, Yang Xuan memilih lokasi kuil di wilayah itu agar pihak kuil dapat dengan mudah menjangkau beberapa desa dan kota-kota kecil jika ada serangan. Kehancuran klan Cao nyatanya sangat berpengaruh bagi Cao Ming sehingga dia tidak bisa mengembangkan wilayah itu dengan maksimal. Di antara puluhan kuil perkembangan kuil halilintar termasuk dalam kategori lambat, hanya saja Yang Xuan tidak pernah mempermasalahkannya. Nayatanya kehancuran kota shenzhen sangat berpengaruh bagi wilayah itu.


Setelah lama mengamati wilayah itu beberapa pria berjubah hitam keluar dari persembunyiannya, mereka bahkan berjalan santai menuju kota lembah angin yang merupakan kota terdekat dari persembunyian mereka untuk mencari informasi.


Setelah tiba di gerbang kota lembah angin ternyata mereka tidak bisa lolos dengan mudah. Tetapi, setelah membayar dengan puluhan koin emas akhirnya pria berjubah hitam itu di biarkan masuk.


Setelah memasuki kota lembah angin mereka memasuki sebuah kedai sederhana.


"Selamat datang di kedai lembah timur, tuan. Silahkan duduk." seorang pelayan dengan sopan mengarahkan tamunya untuk duduk. Namun perasaannya sudah tidak enak didekat tamunya, keringat dingin menetes dari keningnya. Dia segera buru-buru bertanya untuk menghilangkan kegugupannya.


"Kami ingin arak dan makanan terbaik." salah satu di antara mereka berbicara dengan sopan sambil meletakkan puluhan koin emas.


"Apakah cukup." pria sepuh tersebut bertanya dengan sopan setelah meletakkan koin emas di atas meja. Mereka sepertinya sangat berhati-hati untuk menjalankan rencananya.


"Cukup Tuan, malah ini terlalu banyak." jawab pelayan itu dengan sopan sambil mengembalikan beberapa koin emas.


"Ambil saja Nona, hidangkan arak untuk tamu-tamu yang berkunjung kekedai ini." Pria sepuh lainnya berbicara sopan sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih Tuan," jawab pelayan itu lalu bergegas menuju dapur untuk menyiapkan pesanan tamunya.


Saat kelompok pria berjubah hitam itu asyik menyantap hidangan yang mereka pesan, tiba-tiba Cao Ming muncul bersama tiga murid elit kuil halilintar. Walaupun wilayah kuil halilintar sepi, nyatanya kabar kemunculan tamu asing bukanlah hal sulit untuk di deteksi pihak kuil, padahal, jarak antara kuil halilintar dengan kota lembah angin lumayan jauh.


"Saudara Wo, ternyata itu anda." ucap Cao Ming ketika melihat tamu asing itu.


Cao Ming terlihat berhati-hati kepada para pria berjubah hitam itu, walaupun dia mengenal salah satu di antara mereka biasanya tamu itu langsung mengabarinya jika berkunjung kewilayah kuil halilintar.


"Saudara Ming, anda memang luar biasa, tidak heran orang-orang memuji loyalitas para ketua kuil di wilayah ini. Kami bahkan baru tiba di wilayah ini tetapi anda sudah mengetahuinya." jawab ketua sekte padang iblis.


"Saudara Wo, Ada keperluan apa anda tiba-tiba mengunjungi wilayahku?"

__ADS_1


Cao Ming berkata sangat hati-hati, kekuatan para tamu asing itu bahkan beberapa tingkat diatasnya. jika hanya ketua sekte pedang iblis dia yakin masih sanggup membunuhnya. Tetapi, beberapa pria sepuh ikut bersama ketua pedang iblis sehingga dia menjadi waspada.


Cao Ming mengirim pesan kepada puluham tetua kuil halilintar karena dia merasa ada yang tidak beres, dia tidak mau hal buruk terjadi. Walaupun dia mengenal ketua sekte pedang iblis sejak muda, nyatanya dia tetap waspada karena tidak biasanaya dia melihat kelompok sekte pedang iblis tiba-tiba muncul di wilayah itu dan membawa puluhan kultivator tingkat tinggi.


Katua sekte pedang iblis tersenyum ketika melihat kewaspadaan Cao Ming, dia mempersilahkan Cao Ming duduk sambil memesan arak.


"Saudara Ming, anda terlalu sungkan. Aku tidak pernah berniat jahat datang ke wilayah ini, anda tahu sendiri bukan, bahkan kita sudah berteman semenjak masih muda." ucap ketua pedang iblis dengan sopan.


"Terimakasih, saudara Wo. Anda memang teman yang baik." balas Cao Ming tidak sungkan lagi.


Mereka terus berbincang-bincang di dalam kedai itu hingga tengah malam, saat akan pulang kekuil, Cao Ming sudah merasakan tubuhnya sangat berat, tiba-tiba dia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Ketua sekte pedang iblis tiba-tiba bangkit dari posisi duduknya lalu menolong Cao Ming.


"Saudara Ming, apa yang terjadi." ketua sekte pedang iblis terlihat panik dan menyuruh bawahan Cao Ming membawanya kekuil halilintar.


Beberapa orang Yang kebetulan ikut berasa Cao Ming bergegas membawa ketua mereka dan kembali mengirim pesan kepada seluruh kuil untuk bersiap menyambut mereka di tengah jalan karena mereka merasa ada yang tidak beres, apalagi setelah ketua mereka memuntahkan darah segar. Dari awal mereka tidak setuju kepada Cao Ming karena membiarkan orang asing berkeliaran di tempat mereka.


Kelompok ketua sekte pedang iblis mengikuti bahawan Cao Ming dengan sangat hati-hati hingga tiba di sebuah bukit. Saat melewati bukit tersebut, ketua sekte pedang iblis langsung menyerang orang-orang yang membawa Cao Ming, kelompok itu dengan mudah melumpuhkan bawahan Cao Ming.


Namun saat mereka melancarkan aksinya ribuan kelompok kuil tiba-tiba muncul dari atas bukit mengejutkan mereka.


Serang?!


******


Kota gurun putih sebelumnya adalah kota gurun hitam yang diambil alih oleh Xuan Li bersama kerajaan zhang hua. Kota itu terlihat mewah setelah mereka membenahinya. Pemimpin setiap kota di wilayah utara adalah raja kota dan memiliki istana disetiap kota.


Seorang pengumpul informasi memasuki aula pertemuan istana kota gurun putih dengan santai.


"Kakek agung dan para tetua semua, mohon maaf jika saya terlalu lancang mengganggu pertemuan berharga ini." sambil membungkuk hormat.


"Hu'er, informasi apa yang ingin kamu sampaikan sehingga kamu buru-buru kembali dari wilayah kota laut utara?" Xuan Li berbicara sambil mengangkat alis. Ketua kelompok pengumpul informasi seluruh kuil adalah masih keturunan Xuan Li.


"Kakek agung, saat kelompok kita menyisiri pegunungan hitam untuk mencari lokasi pengendali siluman, kami tidak sengaja menemukan sekte besar aliran hitam di sana. Kelompok kita memata-matainya hingga beberapa waktu dan kami tidak sengaja melihat kapal mereka berlayar menuju timur. Kami masih sempat mengikutinya tetapi kami kehilangan jejak karena kami tidak berani memasuki gurun purba. Kami yakin mereka akan menuju klan Hou karena para nelayan juga berkata demikian." Xuan Hulian membeberkan informasi yang mereka kumpulkan.


"Ketua, hal ini perlu kita selidiki, kota laut utara adalah kota yang sangat kaya akan sumberdaya, akan tetapi, hingga kini kota itu belum termasuk dalam kategori kota besar. Dari awal aku sudah yakin bahwa di daerah itu bukan hanya pengendali siluman yang ada dan terbukti sekte besar aliran hitam juga ada di sekitar gunung hitam." ujar seorang tetua.


Xuan Li masih tenang duduk di kursinya, sebenarnya dia ingin mengambil tindakan untuk menyelidiki hutan misterius karena sumber masalah terus berpusat dari sana. Hanya saja, kawasan itu terlalu menakutkan. Kota laut utara juga bukan bagian dari wilayahnya, namun pihak kuil sudah terlalu banyak mengeluarkan biaya kesana sehingga dia akan membantu Xuan Liang menyelesaikan masalah itu.


Lagi pula kelompok kuil sudah kelabakan hanya untuk mencari pengendali siluman, bagaimana mungkin kelompoknya akan memasuki gurun purba hingga hutan misterius. Walaupun gunung hitam dan kota laut utara bukan termasuk dalam wilayahnya, itu juga akan menggangu perkembangan seluruh wilayah gurun busur jika masalah ditempat itu tidak segera di selesaikan. Adapun wilayah itu adalah bagian dari Xuan Liang atau wilayah kota matahari.


Hanya saja Xuan Li heran pergerekan kelompok yang tersisa seperti klan Hou, klan darah iblis, sekte pedang iblis dan sekte laut hitam terlalu mencurigakan sehingga dia berpikir masalah itu perlu di selidiki.


"Hu'er, sampaikan salamku kepada pamanmu di kota Matahari dan kota-kota lainnya, kita akan pergi kekota laut utara untuk meminta penjelasan dari sekte laut hitam. Kita akan mendengar apa alasan mereka menuju bagian timur wilayah ini. jadi katakan kepada para tetua setiap kota untuk menyiapkan pasukan di kota laut utara." perintah Xuan Li.

__ADS_1


"Baik kakek agung."


Mendengar jawaban Xuan Li, Xuan Hulian segera keluar dari aula pertemuan, dia sangat senang ketika Xuan Li menanggapi laporannya. Dia juga sudah memperhitungkan kerugian pihak kuil selama beberapa bulan terakhir di wilayah itu. Dia memanggil anak buahnya untuk menyampaikan pesan kepada setiap raja kota di seluruh gurun busur.


"Liang'er, sudah beberapa kali mengirim pesan padaku karena dia sangat ingin menguasai kota laut utara, hanya saja, kekuatannya sangat lemah sehingga dia tidak berani untuk menginvasi wilayah itu." Xuan Li menghela nafas berat. Kenyataannya cucunya Xuan Liang atau ketua kuil bukit matahari belum mampu menguasai setengah wilayah gurun busur. Kekuatan Xuan Liang masih di tingkat bumi bintang Lima dan itu belum cukup untuk menguasai setengah wilayah gurun busur.


"Apakah Tuan Muda Yang tidak pernah berkunjung kewilayah itu?" seorang tetua bertanya kepada Xuan Li karena mereka tidak mengetahui dimana keberadaan Yang Xuan.


"Tetua, kita tidak bisa mengharapkan Yang'er selalu berada digaris depan, bahkan saat ini kita tidak tahu di mana posisinya. Jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini, aku yakin Yang'er akan kecewa kepada kita." ucap Xuan Li tegas.


"Benar apa yang di katakan oleh, ketua. Walaupun Tuan Muda mengambil alih wilayah ini, bukan berarti wilayah ini untuknya tetapi untuk kita semua, bahkan sejauh ini kita belum pernah memberikan hadiah kepadanya. Jika kita tidak bisa hanya membenahi wilayah ini, apakah kita masih berani menampakkan wajah di hadapan, Tuan Muda." ucap tetua yang lainnya menimpali.


Xuan Li berdiri dari tempat duduknya bersama puluhan tetua mengikutinya dari belakang. Mereka akan berangkat kekota matahari dengan ratusan tetua kuil dari berbagai kota.


Setelah menunggu beberapa jam akhiranya aliansinya terus bermunculan. Mereka adalah tetua tingkat rendah hingga tetua tungkat tinggi. Kelompok Xuan Li terbang menuju kota matahari.


Melihat itu para warga yang sudah mengenal pihak kuil merasa heran siapa yang membuat kekacauan lagi di wilayah itu sehingga para aliansi kuil tiba-tiba berkumpul. Mereka sudah tahu bahwa pihak kuil hanya suka dengan kedamaian sehingga mereka tahu kelompok kuil terus menyebarkan kebaikan-kebaikan hingga pelosok desa, tetapi jika kelompok kuil marah maka bencana akan datang.


Tentu hal itu tidak luput dari mata para kultivator penggelana, mereka segera berkumpul untuk memberikan bantuan karena mereka akan mendapatkan bayaran yang tidak sedikit.


******


Kota Matahari


Kota busur yang membeku sebelumnya sudah berubah menjadi kota matahari dan sudah di huni oleh ribuan warga. Xuan Liang mengumpulkan desa-desa tepencil dan memindahkannaya kekota matahari agar kota itu terlihat lebih hidup. Baru beberapa minggu kota itu di benahi akan tetapi sudah ramai penduduk.


Xuan Liang sudah mendapat pesan dari kakeknya Xuan Li agar mereka menuju kota laut utara, tentu hal itu membuatnya sangat senang, karena bagaimanpun kota matahari adalah kota paling tandus di wilayah gurun busur. Dia harus bisa memberikan perlindungan kepada seluruh wilayahnya agar bisa mengumpulkan koin emas, jika hanya mengumpulkan pajak dia tidak yakin bisa mengembangkan kota itu.


Saat melihat Xuan Li telah tiba, Xuan Liang segera menyambutnya karena pihak kuil yang datang langsung dipimpin oleh kakeknya.


"Kakek, selamat datang di istanaku. ini benar-benar hari yang membahagiakan bagi kota matahari setelah selesai kami benahi." sambut Xuan Liang bersama puluhan tetua.


"Apakah kamu sudah mengumpulkan aliansi kuil wilayah kota matahari untuk penyeranagan ini. Sebaiknya kita musnahkan saja sekte itu, sehingga kelompok siluman tidak berani berbuat seenaknya karena aku yakin kelompok siluman pasti tahu penyeranagan yang kita lakukan jika tempat tinggal mereka di sekitar gunung hitam." ucap Xuan Li setelah melihat ribuan dari kelompok Xuan Liang berkumpul.


Dia berpikir sebelum Yang Xuan berkunjung kedaerah itu tidak ada salahnya mereka meyerang sekte laut hitam agar kelompok pengendali silumam tidak membuat kekacauan seenaknya. Mereka semua memperhatikan keatas langit karena merasa janggal dengan awan hitam yang tiba-tiba berkumpul dan mengeluarkan aliran-aliaran listrik.


Saat mereka berkumpul di halaman istana kota matahari untuk membahas strategi penyerangan, getaran hebat tiba-tiba terjadi membuat mereka kaget. Penduduk kota matahari panik dan berusaha menyelamatkan diri, di seluruh wilayah kota matahari awan hitam secara perlahan berkumpul dan terus meluas hingga seluruh wilayah timur dan langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap.


Tentu para petinggi kuil yang melihat fenomena itu menjadi waspada, pertanda awan hitam itu muncul hanya ada dua kemungkinan. Seseorang menerima petir kesengsaraan stau seseorang memanggil petir untuk menggunakan jurus tingkat tinggi.


BOMM!!


BOOM!!

__ADS_1


__ADS_2