
Ratusan para tahanan berjalan terhuyung-huyung keluar menuju permukaan setelah mereka di bebaskan oleh Baihu, seakan kaki mereka sulit digerakkan, akan tetapi mereka terus berusaha bertahan karena ketakutan melihat beberapa hewan buas mengawasi mereka.
Seluruh tubuh mereka bergetar, ketika melihat hewan buas tersebut meneteskan air liurnya seakan ingin menyantap mereka, apalagi setelah melihat Baihu bisa berbicara.
"Kalian tidak usah buru-buru dan jangan takut, karena tuanku lah yang telah membebaskan kalian," ucap baihu, seakan ia tahu kekhawatiran para tahanan tersebut.
"Ba... Baik tuan." jawab mereka terbata-bata. Akan tetapi wajah-wajah mereka masih diliputi ketakutan.
Setelah tiba di permukaan, mulut para tahanan terbuka lebar karena tidak menemukan satu bangunan pun Yang tersisa, mereka seakan ingin mengatakan sesuatu karena penasaran, bahkan mereka tidak pernah mendengar ada getaran atau ledakan, akan tetapi mereka tidak berani bertanya, lagi pula sebagian dari mereka sudah kehabisan tenaga.
Kemunculan para tahanan membuat Yang Xuan membuka matanya, mulutnya juga langsung terbuka lebar, matanya ikut terbelalak, melihat ratusan para tahanan terseok-seok menuju kearahnya, wajahnya menegang, matanya memerah menahan amarah, melihat fisik para tahanan seperti kerangka manusia yang sedang berjalan, itu mungkin akibat dirantai atau di belenggu selama beberapa tahun.
Semua tahanan langsung berlutut didepan Yang Xuan sambil memohon pengampunan, wajah-wajah mereka terlihat ketakutan dan menyedihkan dan ada sebagian yang masih linglung, akan tetapi mereka berusaha supaya tetap sadar.
"Tu.. Tuan.. Ampuni kami tuan, kami mohon belas kasihan anda." ucap mereka satu-persatu dengan tubuh gemetaran dan suara serak karena mungkin tenggorokan mereka kering.
Mereka sebenarnya sudah siap untuk mati, akan tetapi jika diperbolehkan, mereka hanya ingin bertemu dengan keluarganya, untuk yang terakhir kalinya, karena bagaimanapun mereka sudah lama tidak bertemu.
"Untuk apa aku mengampuni kalian, apa untungnya bagiku, bukankah nyawa kalian sudah diambang batas." jawab Yang Xuan sambil menatap mereka satu-persatu dengan tatapan tajam, para tahanan tersebut seakan tidak perlu hidup baginya.
"Tuan, nyawa kami adalah milik anda, jika kami berbohong kami siap menanggung konsikuensinya." Jawab salah satu dari mereka setelah terdiam cukup lama.
Setelah lama terdiam, salah satu dari mereka memutuskan untuk menyerahkan nyawa mereka semua, lagi pula jika Yang Xuan tidak menginginkan mereka, sudah dari awal mereka dibunuh.
"Bagus, itulah jawaban yang aku inginkan, seakan kalian mengerti juga apa yang aku inginkan.
"Terimakasih tuan, karena telah membebaskan kami."
"Baik, sekarang ambil posisi lotus, aku akan mulai mengobati kalian sekaligus dan mengisi sedikit energi kedalam tubuh kalian," kata Yang Xaun sambil mengarahkan mereka duduk berdekatan dan saling berpegangan tangan.
Para tahan tidak ada yang berani membantah, walau mereka tidak percaya atas metode pengobatan ratusan orang sekaligus, mereka tidak ingin membantah pahlawan baru yang menolong mereka.
Akan tetapi wajah-wajah mereka terlihat bersemangat karena masih diberi kesempatan, Walaupun mereka belum tahu identitas yang menolong mereka,
"Tutup mata kalian, usahakan jangan sampai pingsan, jika tidak kuat, pegang tangan yang lainnya dengan erat supaya jangan sampai terlepas." ucap Yang Xuan.
"Baik tuan." jawab mereka dengan mantap.
Tiba-tiba tubuh para tahanan itu sedikit gelisah, mereka mengira itu adalah sinar matahari, karena mereka merasakan sedikit suhu udara meningkat beberapa derajat celcius. Yang Xuan membuat segel tangan, sebuah lingkaran muncul di udara sambil mengeluarkan api penyembuhan, kobaran api merah tersebut semakin lama semakin melebar hingga menjangkau mereka semua.
Sebelum para tahanan tersebut menyadari apa yang akan terjadi, kobaran api tersebut langsung memanggang tubuh mereka, seketika raungan terjadi dimana-mana.
__ADS_1
Yang Xuan kembali membuat segel tangan untuk menciptakan formasi bola matahari raksasa, ia juga meneteskan air kehidupan dan air spritual kedalam bola formasi, dan ia terus menggerakkan tangan kirinya, seketika teriakan mereka langsung terhenti, karena tidak merasakan panas lagi, walaupun kobaran api sudah berubah seperti badai.
"Bertahanlah, api itu tidak akan membakar tubuh kalian." ucap Yang Xuan sambil mengendalikan Hukum dao apinya,
Beberapa saat kemudian ia menarik kekuatannya dan membiarkan mereka memulihkan diri didalam formasi bola matahari.
"Baihu Awasi mereka." perintah Yang Xuan.
"Baik tuan." jawab Baihu.
Yang Xuan langsung meleset keatas langit, sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah.
"Kawasan ini sungguh sangat indah, tidak heran Hong Zhun bersama jagoan nomor satu kerajaan ini, mengambil alih tempat ini dari sekte mutiara biru." batinnya.
"Baiklah mari kita mulai,"
Yang Xuan langsung membuat segel tangan, sambil mengeluarkan sebuah tombak tingkat surgawi, lalu meneteskan darahnya kepada tombak tersebut sambil melemparkannya, kemudian ia mengedarkan aura spritual hingga puluhan kilometer, tiba-tiba wilayah tersebut bergetar, tidak lama kemudian array pelindung kubah transparan muncul menutupi area tertentu yang sudah ia tetapkan.
Ia kembali membuat segel tangan dan menciptakan dua pilar berukuran sedang untuk menopang array pelindung tersebut.
Tombak yang ia lemparkan meleset keberbagai arah dengan ganas seperti mencari buruannya, tetapi tidak lama kemudian tombak itu berubah menjadi tenang dan meleset kearahnya.
"Selesai..... " gumam Yang Xuan sambil menangkap tombak tersebut dan ia juga langsung turun kebawah, untuk kembali memeriksa para tahanan yang masih dalam proses penyembuhan.
"Tidak aku sangka mereka begitu lihai mengumpulkan informasi," batin Yang Xuan, seketika seringai jahat muncul diwajahnya.
Ia buru-buru membalas pesan tersebut. dan menyuruh Dou Sheng dan Huang Qin mengawasi kediaman Hong Zhun, ia tidak mau buruannya melarikan diri sebelum menangkapnya.
Yang Xuan langsung Menghentikan proses penyembuhan karena ia merasa sudah cukup.
"Bagaiman perasaan kalian." Tanya Yang Xuan sambil memperhatikan para tahanan tersebut.
"Sudah lebih baik tuan, kami kira cukup berkultivasi atau mengkonsumsi sumber daya untuk memulihkan luka fisik dan juga mengembalikan kekuatan kami." jawab salah satu dari mereka dan yang lainnya juga ikut menganggukkan kepalanya.
"Bagus aku senang mendengarnya." sambil mengeluarkan beberapa bingkisan dari cincin penyimpanannya.
"Terimakasih tuan." ucap mereka begitu tulus.
Yang Xuan hanya menganggukkan kepalanya dan menyuruh mereka untuk mengambil bagiannya masing-masing.
"Sebelum kalian melakukan sesuatu, sebaiknya kalian membersihkan diri dan membuka bingkisan itu, langsung saja kalian kenakan apa yang ada didalamnya," ucap Yang Xuan sambil mengipasi wajahnya dengan tangan kirinya,
__ADS_1
"Baik tuan,..." jawab mereka sambil melarikan diri untuk mencari sumber air.
Setelah sekian lama Yang Xuan menunggu, satu persatu mereka muncul kembali dengan wajah berbinar-binar.
"Kenapa dengan wajah-wajah kalian?" tanya Yang Xuan keheranan.
"Tuan, jika boleh kami tahu, apakah anda patriark dari salah satu sekte?" Tanya kembali salah satu dari mereka dan yang lainnya juga sangat penasaran dengan jubah yang mereka kenakan.
"Aku bukan patriark sekte, akan tetapi ada ratusan ribu orang yang menggunakan jubah seperti yang kalian pakai."
"Tuan.... " jawab mereka dan langsung terhenti karena tidak berani bertanya lebih lanjut, seakan tenggorokan mereka tercekik, setelah melihat perubahan diwajah Yang Xuan.
"Aku sudah memasang array perlindungan dikawasan ini, sebelum mereka datang untuk bergabung dengan kalian, sebaiknya kalian merenggangkan otot-otot kalian yang sudah lama menjadi kaku."
"Baik tuan, kalau boleh kami tahu, apa yang akan kami lakukan?" tanya salah satu dari mereka.
"Untuk sementara waktu tugas kalian berkultivasi dulu, setelah itu mengumpulkan berbagai macam material disekitar tempat ini seperti kayu, batu-batuan dan yang lainnya, guna untuk mendirikan bangunan, kita akan mengubah bekas sekte ini untuk menjadi tempat tinggal." jelas Yang Xuan.
"Kami mengerti tuan." jawab mereka dengan semangat.
"Kau .... Siapa namamu...?" tanya Yang Xuan menunjuk salah satu dari mereka.
"Dou Pan tuan... "
"Baik, Dou Pan untuk sementara waktu kamu yang akan memimpin mereka, gunakan sumber daya dengan adil, aku akan keluar sebentar," perintah Yang Xuan.
"Baik tuan." Jawab Dou Pan tegas.
Yang Xuan hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kondisi fisik para tahanan tersebut, walapun sudah ada perubahan akan tetapi masih terlihat kaku untuk berjalan.
*Bagaimana pun pasti mereka orang-orang baik, terbukti mereka semua menuruti apa yang tuan perintahkan." tiba-tiba suara muncul diudara tanpa melihat Yang Xuan.
"Apakah kamu sudah bosan hidup.....?"
"Tuan, aku hanya bercanda." jawab baihu akan tetapi ia tetap malas berdiri dari tempat duduknya.
"Baihu, awasi mereka, aku akan pergi sebentar." perintah Yang Xuan sambil memberikan beberapa sumber daya kepada Baihu.
"Baik tuan." jawab Baihu.
Yang Xuan tahu Baihu akan segera naik tingkat setelah mengkonsumsi sumber daya berharga, apalagi kebanyakan dari mereka para petinggi sekte mutiara mereah, terlebih jagoan nomor satu kerajaan api tersebut, sebagai patriark sekte mutiara merah.
__ADS_1
Setelah istirahat Yang cukup, Yang Xuan meninggalkan bekas sekte mutiara merah, Ia meleset dengan kecepatan tinggi menuju kota Ceng Du, Ia khawatir Hong Zun pergi meninggalkan kerajaan api setelah melihat aliansinya sudah binasa. Apalagi saat ini kerajaan api terguncang di berbagai wilayah, akbibat perbuatannya.
Yang Xuan juga yakin Dou Sheng dan Huang Qin tidak mampu menghentikan Hong Zun, dan ia juga tidak membahayakan kedua pria paruh baya tersebut, seteleh melihat kemampuan mereka berdua, ia berpikir akan sangat disayangkan mereka berdua terbunuh dengan sia-sia.