KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
83. Tiba di kerajaan api


__ADS_3

Setelah kepergian kelompoknya Yang Xuan langsung berdiri dari tempatnya, lalu memasukkan Baihu kedalam cincin penyegel benua dan ia langsung merobek ruang didepannya dan muncul diatas langit lalu ia meleset dengan kecepatan tinggi menuju reruntuhan sekte pedang bintang.


Tidak lama kemudian ia tiba di tempat tersebut, Yang Xuan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru bekas sekte pedang bintang tersebut, ia bisa melihat hanya bendera berwarna putih berlambang matahari yang berkibar di tengah-tengah reruntuhan sekte itu, disertai aura kematian yang lumayan pekat.


Yang Xuan mengibaskan tangannya, segel dan array pelindung yang ada didepannya seketika hancur berkeping-keping dan menimbulkan ledakan kecil.


Setelah berpikir cukup lama ia mengeluarkan rantai emas kehitaman, untuk mengikat altar iblis tersebut dan akan mencabutnya.


Saat akan mencabut altar iblis tersebut Yang Xuan mengurungkan niatnya.


"Jika aku mencabut semua altar iblis yang ada di benua tengah ini, suatu saat aku akan kesulitan menuju benua hitam, lebih baik aku menyegel tempat ini." gumam Yang Xuan sambil melepaskan rantai emas tersebut.


Yang Xuan mengeluarkan api abadi dari telapak tangannya, lalu mengubahnya menjadi formasi pelindung cincin matahari, lalu melemparkannya kearah altar iblis didepannya, ia juga menggerakkan tangannya seketika segel kuno berbentuk benang petir emas dan berbentuk rantai emas mengunci altar tersebut dengan sebuah tombak perak, dan ia juga membuat formasi pembunuhan yang di topang oleh tombak perak tersebut, kemudian ia kembali menyegel tempat itu dengan segel ilusi tingkat tinggi dan bekas sekte pedang bintang tersebut berubah menjadi sebuah danau.


"Swhus... " Yang Xuan bergerak meninggalkan tempat itu menuju kekaisaran api.


Sebuah kilatan cahaya meleset dengan kecepatan tinggi menuju kearah selatan kekaisaran jiang, dan tidak membutuhkan waktu lama yang Xuan tiba di atas langit kota kerajaan api, lalu ia merobek ruang didepannya dan ia muncul kembali dengan penampilan yang berbeda setelah memakai topeng ilusi dan penampilannya berubah seperti gembel. ia juga muncul sekitar lima ratus meter dari gerbang kota kerajaan api dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Di pintu gerbang kota berdiri beberapa prajurit jaga yang terus memeriksa beberapa pengunjung dan meminta dua koin emas untuk biaya masuk.


"Dari aura mereka, sepertinya kota ini bekerja sama dengan aliran hitam, apa sebenarnya yang terjadi dengan kerajaan ini...? batin Yang Xuan.


Yang Xuan tahu dari cerita Kai Feng bahwa kota ini belum bekerja sama dengan aliran hitam dan juga biaya masuk kota ini hanya satu koin perak, sekarang ia bisa melihat biaya masuk dua koin emas.


"Kenapa mereka memeriksa para pengunjung dan meminta koin emas..?"


Dalam lamunannya seorang penjaga tiba-tiba menegurnya, bahkan suara penjaga itu terdengar seperti membentaknya.

__ADS_1


"Kamu.... ?" Bentak penjaga gerbang tersebut sambil menunjuk Yang Xuan dan menatapnya dengan tajam.


Yang Xuan perlahan melangkahkan kakinya mendekat ketempat pemeriksaan sambil terus mengedarkan pandangannya untuk memeriksa semua tempat tersebut dengan teliti.


"Untuk apa gelandangan sepertimu memasuki kota ini..? apakah kamu memiliki tanda pengenal serta memiliki tujuan...?" tanya prajurit tersebut sambil terus memperhatikan Yang Xuan dengan penuh selidik.


Yang Xuan mengeluarkan lencana pemberian Kai Feng, seketika para penjaga gerbang tersebut mengeluarkan senjata masing-masing dan mengacungkannya kepada Yang Xuan, bahkan mereka ingin menangkapnya.


"Sebenarnya kesalahan apa yang di lakukan keluarga Kai....? sehingga pihak kerajaan ini begitu agresif hanya dengan melihat lencana ini." membatin sambil memperhatikan lencana ditangannya.


"Dengar baik-baik, aku paling benci melihat orang yang mengacungkan senjata kepadaku, jika kalian masih ingin hidup, turunkan senjata kalian." teriak Yang Xuan dengan tatapan tajam.


Para penjaga gerbang tersebut tertawa terbahak-bahak mendengar gertakan Yang Xuan, bahkan para pengunjung yang datang begitu murka melihatnya karena Yang Xuan berani melawan putra mahkota dari kerajaan api tersebut.


Karena terlanjur marah Yang Xuan pergi begitu saja tanpa menghiraukan mereka semua, bahkan ia berjalan santai tanpa memperdulikan tatapan semua orang.


Tiba-tiba puluhan prajurit bermunculan dari berbagai arah, mereka ingin menangkapnya. Akan tetapi, Yang Xuan menghilang dari sana tanpa jejak mengejutkan mereka semua.


"Tetua, apakah anda tahu di mana arak yang enak dan makanan yang enak di kota ini...?" tanya Yang Xuan kepada tetua tersebut.


"Anak muda, jika kau ingin menikmati makanan, banyak restoran disini yang menyajikan makanan lezat, yang pasti harganya lumayan mahal. Akan tetapi, jika kau ingin menikmati makanan sekaligus arak yang enak, kedai gunung api adalah tempatnya, dan kedai tersebut sekitar dua ratus meter lagi, kau sedikit belok kiri setelah persimpangan didepan." jawab tetua tersebut.


"Terimakasih tetua." sambil melangkah pergi.


"Sama-sama anak muda." jawab tetua tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


Yang Xuan terus berjalan dan terlebih dahulu mengelilingi kota tersebut setelah merubah penampilannya dari yang sebelumnya untuk menghindari puluhan prajurit yang mengikutinya. Ia terus mengelilingi kota kerajaan api dan juga mempelajari situasi didalam kota, bahkan terus bertanya kepada para pengunjung, tentang seluk-beluk kota tersebut dan bertanya tentang yang lainnya, Akan tetapi, karena penampilannya, tidak ada yang menjawab pertanyaannya dengan benar, ia memutuskan singgah di kedai arak gunung api.

__ADS_1


Dari para pengunjung Yang Xuan tahu, ibukota kerajaan api tersebut bernama kota Hong Li, dan raja dari kerajaan api tersebut adalah Hong Chun, yang memiliki dua putra dan satu putri, dan putra pertama Hong Chun adalah Hong Zhun,


Di tunjuk sebagai putra mahkota membuat Hong Zhun marah, ia tidak terima karena ayahnya berlaku tidak adil menurutnya, ia ingin mengambil alih kekuasaan ayahnya dan melakukan segala cara. Bahkan belakangan ini ia sering melakukan teror kepada rakyat jelata serta warga kota, dan juga para bangsawan turut menjadi korban atas ulahnya. Hong Zhun juga menjadi perbincangan hangat para warga kota dan para bangsawan yang memihak kepada putra kedua raja Hong Chun yang diangkat menjadi pangeran.


Yang Xuan juga tahu ada beberapa pasang mata yang terus mengikutinya dari kejauhan. Akan tetapi, ia tidak mempermasalahkannya, karena sepertinya orang-orang tersebut tidak lagi mengenalnya.


Tidak lama kemudian ia tiba kembali di kedai arak gunung api, sebuah kedai yang cukup mewah dan lumayan luas, dengan meja giok tertata rapi dan juga hampir semua meja sudah terisi dengan pelanggan kedai tersebut, bahkan hanya beberapa meja lagi yang terlihat kosong.


"Selamat datang di kedai arak gunung api." ucap salah satu pelayan dengan senyuman hangat.


Yang Xuan menatap pelayan itu dengan tatapan tidak percaya, biasanya pemuda gembel sepertinya akan di usir ketika memasuki kedai mewah seperti itu, ia persilahkan duduk di atas karpet merah, dengan meja giok di hadapannya karena kedai itu tidak memiliki kursi.


"Hidangkan arak terbaik dan makanan terbaik milik kalian." ucapnya sambil memperhatikan seluruh pelanggan kedai tersebut.


"Baik tuan dan tunggu sebentar, arak terbaik dan makanan terbaik dari kedai kami akan segera diantar." sambil melangkah pergi.


Tidak lama kemudian pelayan itu kembali dan membawa dua kendi arak.


"Silahkan tuan, makanannya sebentar lagi menyusul." ucap pelayan itu lalu pergi dari sana.


Tiba-tiba Yang Xuan mendengar pembicaraan lima orang yang baru tiba dan juga tidak terlalu jauh dari mejanya.


"Apakah kalian sudah tahu bahwa putra mahkota bekerja sama dengan sekte giok merah serta sekte golok api untuk menangkap para bangsawan yang memihak kepada pangeran, lalu memenjarakan para bangsawan itu di pulau sihai." ucap salah satu dari lima orang tesebut, bahkan di sekitar mereka telah dipasang segel supaya orang-orang tidak mendengar pembicaraan mereka.


"Ya, kami sudah tahu, bahkan putra mahkota juga menangkap tuan putri kerajaan air, karena menolak bekerja sama dengannya, aku yakin tuan putri itu juga pasti di penjara di pulau sihai...." jawab salah satu diantara mereka.


"Bahkan putra mahkota juga membuat organisasi bajak laut untuk menguasai pulau sihai dan membuat orang-orang berpikir bahwa ini adalah ulah dari kerajaan air, padahal organisasi bajak laut tersebut sangat meresahkan kerajaan air belakangan ini." kata salah satu di antara kelima pria tersebut.

__ADS_1


"Hm...?"


Pulau sihai, satu-satunya pulau yang paling banyak penghuninya di antara puluhan pulau yang ada di wilayah timur ini." batin Yang Xuan.


__ADS_2