
Di dalam lorong, badai api berkobar dari tubuh Yang Xuan, semua api yang keluar dari tubuhnya mengamuk karena kehadiran api phoenix. Lorong goa tersebut sudah berubah menjadi neraka pusaran- pusaran api saling bergesekan menimbulkan suara bergemuruh. Jika Yang Xuan tidak menyegel lorong goa dipastikan lorong itu akan runtuh.
Lima jam berlalu ledakan-ledakan bermacam api terus berkobar dari tubuh Yang Xuan dengan extrim.
"Aaaaarrrgh... " Yang Xuan berteriak kesakitan hingga memuntahkan darah segar dan darah emas beberapa kali dari mulutnya. Akan tetapi, ia masih berusaha bertahan dan tidak akan menyerah begitu saja. Yang Xuan tahu energi dari kekuatan dewa tersebut bukanlah hal mudah untuk di serap.
Yang Xuan juga merasakan kepalanya ingin meledak setelah bermacam-macam pengetahuan memenuhi kepalanya." T-Ternyata mereka menggunakan artevak untuk melarikan diri ke benua ini." gumam Yang Xuan terbata-bata.
Yang Xuan tersenyum puas sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, energi Yang tersisa tersebut ternyata dari kekuatan semua yang ada didalam peti mati. Semua yang ada didalam peti mati itu ternyata dua Jendral dan dua tetua tingkat tinggi serta dua Jendral dari alam dewa.
Sepuluh jam berlalu akan tetapi energi kekuatan dewa tersebut belum juga selesai diserap oleh Yang xuan," Aku salah perhitungan." ucap Yang Xuan terbata- bata karena terlalu buru-buru menyerap energi tersebut.
"Aaaarrrgh.... S-Sedikit lagi." Yang Xuan menyemangati dirinya sendiri. Saat ia akan kehilangan kesadaran setelah satu hari satu malam berlalu api abadi berkobar dari tubuhnya. Badai api abadi menyambar semua api yang keluar dari tubuhnya, hingga semua api yang keluar dari tubuhnya menjadi tenang.
Setelah itu, Yang Xuan merasakan gejolak yang hebat di dalam tubuhnya,
"Bhus... bhus... bhus... bhus... bhus....bhus." Kultivasinya meningkat drastis setelah selesai menyerap energi dewa milik Huang Lanfen. Yang Xuan mengeluarkan bermacam-macam sumber daya dari cincin penyimpanannya untuk memperbaiki pondasi kultivasinya dan menyembuhkan luka tubuhnya akibat terlalu memaksakan diri.
"Jendral surgawi bintang empat." gumam Yang Xuan sambil tertawa jahat. Ia tahu pekerjaan yang ia lakukan adalah hal terlarang, menyerap energi seseorang secara paksa adalah hal tabu untuk dilakukan. Akan tetapi, ia tidak peduli. Kejatuhan benua matahari membuat dirinya banyak belajar.
"Itu adalah bayaran yang setimpal setelah mereka membuat kekacauan di tempat ini." gumam Yang Xuan tidak peduli.
Ia bangkit dari posisi lotusnya setelah beberapa jam berkultivasi. Yang Xuan juga memperkuat segel pengikat jiwa menggunakan petir emas dan petir merah untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya sampai tingkat kaisar.
Yang Xuan kembali mengunjungi Putri Hai Rong di dalam formasi pelindung cincin matahari. Ia memperhatikan kultivasi gadis itu sudah menembus tingkat raja bintang satu, hanya saja di benua tersebut tingkat raja belum bisa terbang secara sempurna akan tetapi sudah bisa terbang jarak dekat. Untuk bisa terbang dengan sempurna harus menembus tingkat kaisar.
"Perbaiki pondasi kultivasimu." perintah Yang Xuan. Ia meletakkan beberapa batu spiritual disekitar Putri Hai Rong.
Putri Hai Ring Hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menutup matanya. Yang Xuan mengamati gadis itu memang memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kekuatannya, karena memang ia memberikan cincin penyimpanan berupa sumber daya. Yang Xuan melihat gadis itu masih tenggelam kedalam kultivasi.
Yang Xuan keluar dari dalam formasi cincin matahari lalu berjalan santai menelusuri lorong. Yang Xuan menghancurkan pintu batu yang ada disisi kiri dan sisi kanan lorong. Disisi kiri lorong Yang Xuan menemukan gunungan harta dan sumber daya, bahkan mulutnya terbuka lebar melihat gunungan sumber daya tersebut. Ia lalu mengibaskan tangannya dan sumber daya dari ruangan itu seketika menghilang kedalam cincin penyimpanannya.
Yang Xuan keluar dari ruangan itu dan menuju keruangan sisi kanan lorong. Ia menemukan ada enam peti mati didalam ruangan itu dan hanya itu isi dari ruangan tersebut. Yang Xuan menduga bahwa itu adalah makam para Jendral yang bersekutu dengan ras iblis.
Yang Xuan menghancurkan segel yang mengunci peti mati tersebut. Tiba-tiba aura kematian yang begitu pekat dan bau busuk keluar dari dalam peti lalu memenuhi seluruh ruangan. Yang Xuan melihat kerangka phoenix api di dalam peti, ia mengambil beberapa gulungan dari dalam peti lalu membukanya.
"Formasi penyatuan tubuh phoenix api, Formasi pembunuhan binatang suci, segel kuno binatang suci, formasi ilusi binatang suci." gumam Yang Xuan sambil tersenyum puas. Ia yakin kitab-kitab pusaka klan phoenix api tersebut pasti di curi oleh mereka.
Yang Xuan yakin kerangka yang ada di dalam peti tersebut adalah Jenderal phoenix api yang bersekutu dengan iblis." Maafkan bocah ini Jendral, tetapi aku ingin membuat tulang-tulangmu menjadi senjata." Yang Xuan tertawa keras.
Ia mengambil cincin penyimpanan dan sebuah busur emas serta tombak merah darah. Yang Xuan tidak bisa memeriksa cincin penyimpanan tersebut. karena ada dinding penghalang yang sangat kuat. Ia berpikir akan mempelajari kitab itu terlebih dahulu supaya bisa mengakses cincin pusaka tersebut.
__ADS_1
Yang Xuan memasukkan peti mati phoeanix api kedalam cincin penyegel benua lalu membuka peti selanjutnya. Yang Xuan melihat kerangka gagak emas di dalam peti kedua lalu mengambil beberapa gulungan dari sisi kerangka tersebut." Formasi penyatuan tubuh gagak emas, formasi teratai api, penempa. Luar biasa?" teriak Yang Xuan sambil tertawa puas.
Yang Xuan bingung kenapa gulungan itu ada di luar cincin penyimpanan binatang suci tersebut. Ia yakin setelah berhasil membuka cincin penyimpanan para Jendral itu pasti banyak kitab-kitab dan harta serta sumber daya langka di dalamnya. Yang Xuan mengambil sebilah pedang bergambar gagak emas di tengah-tengah pedang tersebut. Ia mengamati pedang pusaka itu dengan seksama, pedang itu terlihat seperti karatan dan sudah tidak layak di pakai. Yang Xuan tahu pedang itu di lapisi oleh segel ilusi tingkat tinggi.
Yang Xuan memasukkan peti mati Jendral gagak emas kedalam cincin penyegel benua lalu memasukkan empat peti mati lainnya kedalam cincin penyimpanannya. Setelah itu ia kembali menelusuri semua lorong hingga beberapa jam dan tidak menemukan apa-apa lagi. Yang Xuan terus menyegel lorong yang di lewatinya dan memasang formasi pembunuhan.
"Mungkin mereka terdesak waktu itu sehingga tidak sempat menangkap beberapa binatang buas atau siluman untuk menjaga makam ini." gumam Yang Xuan sambil berjalan santai menemui Putri Hai Rong.
Ia memasuki formasi pelindung cincin matahari dan melihat Putri Hai Rong telah selesai berkultivasi dan sedang sibuk membaca kitab.
"Ayo kita tinggalkan tempat ini," Ucap Yang Xuan sambil menghilangkan segel dan formasi Yang dipasang sebelumnya. Kemudian menutup mata gadis itu.
Yang Xuan memeluk tubuh Putri Hai rong sambil merobek ruang didepannya. Ia kembali muncul di udara di dekat gunung berkabut. Yang Xuan membuka penutup mata Putri Hai Rong dan menyuruh elang hitam mengantarnya kekota Tian Hei, gadis itu ingin menyaksikan acara Tournament generasi muda seluruh kerajaan air.
"Aku tidak mau pulang, aku ingin bertualang denganmu." Putri Hai Rong berisi keras menolak untuk pulang. Ia yakin mereka tidak akan pernah bertemu lagi.
Yang Xuan memberikan dua cincin penyimpanan dan berbagai sumber daya di dalamnya, satu cincin penyimpanan untuk hadiah para kultivaor di pulau sihai yang sedang melakukan pembersihan. Yang Xuan sebenarnya menyukai Putri Hai Rong akan tetapi ia tidak mau membuat banyak gadis terluka.
"Pulanglah, saat ini kerajaan air butuh pemulihan, aku sudah mengatakan bahwa kamu tidak akan sanggup menerima energi dariku, semakin aku kuat kamu semakin tersiksa di dekatku. Kamu lebih banyak menanggung kesedihan dari pada kesenangan jika ingin bersamaku."
Air mata bening Putri Hai Rong tumpah begitu saja, selama kebersamaan mereka pemuda di hadapannya mengajari banyak hal kepadanya. Yang Xuan menghapus air mata gadis itu dan dia menyuruh elang hitam segera mengantarnya.
Setelah kepergian elang hitam Yang Xuan menatap gunung berkabut yang tidak jauh dari tempatnya. Angin hitam sesekali menderu menyapu lereng pegunungan berkabut tersebut, pusaran-pusaran angin sesekali muncul bahkan terlihat liar dan ganas.
Langit bergemuruh dan suara guntur menggelegar saat Yang Xuan melemparkan chakra energi raksasa kepada gunung berkabut tersebut.
BoM
Dhuar
Ledakan dahsyat terjadi ketika Energi chakra surya menghantam gunung berkabut seiring petir emas dan petir merah turun dari langit menghancurkan gunung tersebut. Getaran hebat terjadi melanda seluruh kerajaan air, fluktuasi udara menembak kesegala arah dan memporak-porandakan hutan beberapa mil. Asap tebal membumbung kelangit hingga beberapa mil.
Yang Xuan langsung mengendalikan angin disekitarnya dalam sekejap asap tebal menghilang setelah terbawa angin halilintar. Ia tersenyum puas setelah melihat seluruh wilayah timur ditutupi oleh awan hitam. Ternyata memanggil petir tidak semudah yang ia bayangkan walaupun menggunakan segel tangan.
Yang Xuan menatap cekungan yang dalam di hadapannya, ia memperkirakan kedalaman cekungan itu hingga dua ratus meter dan lebarnya juga ratusan meter. Orang-orang tahu bahwa itu adalah reruntuhan kota Ming. Akan tetapi, reruntuhan kota itu sudah berubah menjadi klan Li.
Yang Xuan tahu ada ribuan orang di balik segel ilusi dan formasi pembunuhan tersebut. Yang Xuan terbang kedalam cekungan tersebut lalu membuat formasi ruang. Setelah itu, dia mengeluarkan mutiara naga dari cincin penyimpanannya lalu kembali membuat segel tangan dalam hitungan detik cekungan itu sudah berubah menjadi danau. Yang Xuan menghilang dari sana dan muncul di tepi danau.
"Apakah orang-orang yang ingin bersekutu dengan iblis masih ada yang mau menempati wilayah ini?" teriak Yang Xuan sambil tertawa jahat. Ia duduk di tepi danau menunggu kedatangan seseorang. Yang Xuan juga heran kenapa wilayah tersebut selalu menjadi langganan para iblis. Yang Xuan akan memeriksa kawasan itu untuk beberapa waktu.
******
__ADS_1
"Aaarrrghh.... tidak." seorang pria berjubah hitam menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya setelah melihat tempat tinggalnya selama ini sudah berubah menjadi danau. Pria tua itu terduduk lemas sambil meneteskan air mata setelah kehancuran klannya di wilayah timur tersebut.
"A-Aku tidak akan sanggup melawannya." pria tua itu terbata-bata lalu memanggil seseorang.
"tetua, aku akan kembali menuju wilayah selatan, cepat atau lambat pemuda itu akan menemukan keberadaan kita. Apakah tetua akan kembali kelembah kematian?" Tanya pria tua tersebut.
"Leluhur Li, Saat ini wilayah hutan misterius sedang kedatangan tamu, tidak kemungkinan wilayah kami juga. Bagaimanapun hutan misterius adalah tempat leluhur kami. Wilayah gurun busur juga saat ini bergejolak. Akan tetapi, aku tahu bahwa klan kami di jadikan tameng oleh penguasa gurun busur. Aku akan mengikuti anda kesana. Apakah leluhur mau membawaku dari wilayah .....?!"
Leluhur Li Zhun Hua langsung menarik tangan tetua tersebut lalu menghilang dari sana, pria tua itu meleset dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan wilayah tersebut.
"Kemana bajingan itu pergi." teriak Yang Xuan sambil menahan amarah. Ia bahkan heran kenapa leluhur klan Li selalu menghindar darinya. Ia yakin leluhur klan Li pasti memiliki artevak karena sudah beberapa kali ia merasakan aura pria tua itu akan tetapi tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Yang Xuan meleset kesana kemari sambil terus mengedarkan aura spiritual hingga beberapa mil. Akan tetapi ia tidak bisa merasakan aura pria tua itu lagi. Elang hitam juga muncul dan tidak menemukan keberadaan seseorang.
Yang Xuan turun kedanau kai, ia ingin mengobrak-abrik tempat itu karena Leluhur Li bersembunyi di wilayah tersebut.
******
Benteng pertahanan kuil Gunung Jing Shang.
Wilayah gunung Jing Shang satu-satunya wilayah di gurun busur yang memiliki pemandangan indah, di sekitar gunung itu juga di tumbuhi pohon-pohon raksasa dan banyak tumbuhan herbal tumbuh subur di tempat itu, berbagai macam siluman dan hewan buas tinggal di lereng gunung tersebut. gunung itu juga memiliki luas puluhan hektar dan hulu sungai gang ming mengalir di lereng gunung tersebut. bahkan gunung jing shang satu-satunya gunung di wilayah gurun busur, wilayah itu juga paling di minati oleh banyak orang untuk berburu walaupun harus membayar puluhan koin emas.
Di bawah awan hitam suara bergemuruh memenuhi udara, ratusan ribu orang menuju gunung jing shang untuk melakukan peperangan setelah pihak penguasa gurun busur mengetahui kelompok yang bermunculan di wilayahnya ternyata sudah mempunyai markas di daerah tersebut.
"Nona Lien, ada apa tiba-tiba memanggil ku?" tanya Jendral Xang sambil menyunggingkan senyum manis. Ia juga melihat para petinggi kuil sudah berkumpul.
"Jendral Lui Xang, Saat ini mata-mata kita sudah mengirim informasi bahwa ratusan ribu orang dari gurun busur melakukan perjalanan menuju wilayah ini, aku yakin mereka sudah mengetahui rencana kita setelah beberapa anggota kuil dan prajurit tertangkap. Apakah kamu sudah mengirim pesan kekuil pusat?" Jendral Xu tiba-tiba menjawab dengan suara bergetar.
"Jendral Xu, saya sudah mengirim pesan kepada Paman Tang, Mereka sudah melakukan perjalan menuju wilayah gurun busur. Saat ini mereka sudah keluar dari hutan misterius." jawab Jendral Xu dengan wajah memucat.
"Saya juga sudah meminta bantuan kepada pemimpin di kekaisaran Jiang. Nyonya kita sudah mengirim bantuan sekitar lima puluh ribu orang termasuk para ketua kuil dan kultivator penggelana serta mengirim dua tabib, puluhan orang dari organisasi al kemis." ujar ketua kuil pisau terbang.
"Kenapa pihak kerajaan zhang hua menuju wilayah gurun busur." Tanya salah satu tetua dari kuil bukit naga penasaran.
"Menurutku itu juga ide yang bagus tetua, kita akan bertahan untuk sementara waktu sebelum bantuan tiba dari kekaisaran jiang. biarkan kelompok paman Tang mengobrak-abrik seluruh wilayah ini." jawab salah satu tetua dari kuil tombak baja.
"Apakah kelompok pembunuh bayaran yang menakutkan itu ikut dalam kelompok tersebut?" tanya ketua kuil golok kembar.
"Tidak mungkin penguasa gurun busur langsung mengirim mereka semua menuju wilayah ini sebelum mengetahui informasi yang detail." jawab Jendral Xu terlihat begitu khawatir.
"Sebaiknya kita mempersiapkan diri dan suruh semua anggota kuil dan prajurit untuk beristirahat. Karena masih banyak waktu, walaupun jumlah kita lebih sedikit kita akan mencoba bertahan." ucap salah satu tetua dari kuil bukit matahari sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
Mereka semua-harap cemas karena saat ini ketua kuil tidak semua ada di sana, sebab, setiap minggu akan ada pergantian ketua. Untuk menghadapi gempuran ratusan ribu orang bukanlah hal mudah karena jumlah mereka juga hanya sekitar tiga puluh ribu orang setelah semua berkumpul.