
"Tuan penjaga. Siapa mereka...?"
Yang Xuan menatap tajam kepada rombongan yang baru saja menghancurkan pintu gerbang tersebut. Rombongan itu terlihat begitu arogan dan sombong, padahal kultivasi mereka rata-rata hanya di tingkat master dan tingkat grand master. Dia juga tidak menyangka, kemana pun dia pergi pasti selalu ada serangga yang muncul membuatnya merasa tidak nyaman.
"Mereka adalah kelompok dari bangsawan keluarga Li Tuaan muda, tapi ada juga dari kelompok bajak laut dan prajurit kota Teng Chong. Setiap mereka berkunjung kekota ini pasti mereka membuat keributan dan memeras tuan kota kami" jawab ketua penjaga gerbang lalu bangkit dari posisinya untuk menyambutnya.
"Tuan Muda Li" sambut ketua penjaga gerbang.
"Apakah Tuan kalian sudah mengumpulkan gadis-gadis cantik seperti yang kami inginkan tempo lalu" Tanya salah satu diantara mereka tanpa peduli kepada sambutan ketua penjaga itu.
"Tuan Muda Li , kami tidak berani, seluruh warga kota akan marah jika tuan kota mengambil paksa anak gadis mereka" jawab ketua penjaga gerbang dengan wajah ketakutan.
"Dasar tidak berguna" Sambil menendang ketua penjaga gerbang tersebut.
Mereka semua mengeroyok ketua penjaga gerbang sesuka hatinya. Ketua penjaga gerbang itu berteriak kesakitan dan minta ampun, bahkan anak buahnya tidak ada yang berani menolongnya. Mereka hanya menatap dari kejauhan dengan wajah sedih.
"Kami selalu membayar harga tinggi bagi siapa saja yang mau, karena yang membutuhkan gadis-gadis itu adalah bos besar kami di semenanjung Lei Zhu. Apakah tuan kota kalian sudah bosan hidup" Ucap tuan muda Li dengan arogan.
Ketua penjaga gerbang hanya diam saja dan sesekali meringis kesakitan, beberapa tulangnya patah, darah segar keluar dari berbagai lubang ditubuhnya. Dia juga heran setiap gadis yang mereka berikan tidak pernah kembali. Setiap Tuan Muda Li datang berkunjung Tuan Kota selalu memenuhi permintaan mereka.
Tapi kali ini para orang tua dan anak gadisnya berusaha menolak permintaan Tuan Kota, bahkan para gadis- gadis bersembunyi dan menghilang entah kemana. Walaupun orang tua mereka di siksa itu lebih baik menurut orang tua mereka karena itu masih batas wajar untuk melindungi keluarganya.
Yang Xuan dari awal sudah merasa risih dan aneh karena permintaan rombongan tersebut sudah tidak wajar, dia menahan amarahnya untuk sementara dan melihat sampai mana tindakan orang tersebut. Dia juga memilih kota hunan untuk dikunjungi hanya untuk menenangkan diri. Hatinya yang kesal sekarang menjadi kacau, lalu bertanya kepada salah satu penjaga.
"Apa kelompok serangga itu selalu berbuat seenaknya jika berkunjung kekota ini" tanya Yang Xuan sambil menunjuk kelompok tersebut.
"Benar Tuan Muda, Keluarga Li menjadi arogan dan sombong dalam beberapa bulan terakhir setelah bergabung dengan Jendral besar untuk memberontak kerajaan ini" jawab salah satu penjaga.
"Tuan muda, kami harap anda jangan sampai berurusan dengan mereka" celetuk penjaga gerbang lainnya.
"Tidak usah takut, setiap serangga yang datang kerumah kita, harus di bunuh atau di usir. Jika tidak, maka kita merasa kurang nyaman untuk beristirahat. Sama seperti mereka yang mengganggu kenyamanan kota ini, kita tinggal membunuhnya" ucap Yang Xuan singkat.
Para penjaga gerbang saling pandang, dan berbisik satu sama lainnya. Mereka heran apakah pemuda didepan mereka menganggap keluarga Li sebagai salah satu keluarga terkuat di kerajaan air sama seperti serangga? pikir mereka masing-masing. Akan tetapi detik berikutnya wajah mereka menegang dan ketakutan tubuh mereka ikut bergetar.
"Baihu, Bersihkan serangga yang menggangu kenyamanan kota ini, bagikan kepada saudara-saudaramu, dan jangan bunuh bos dari serangga itu" perintah Yang Xuan.
"Apakah yang terkapar itu juga" tanya baihu.
"Tidak... Itu saudara kita" Ucap Yang Xuan singkat sambil menenggak arak dari kendi.
"Baik tuan" Jawab Baihu sambil mengeluarkan bos kalajengking dari kalung yang ada dilehernya.
"Tuan penjaga, ayo kita lanjutkan kembali. Arak ini akan busuk jika kita tidak menikmatinya, dan aku tidak bisa menghabiskan arak sebanyak ini"
Tubuh para penjaga tiba-tiba bergetar, begitu juga warga kota Yang bermunculan entah dari mana. Mereka menyaksikan hewan buas tersebut membantai kelompok Tuan muda Li dengan brutal, teriakan-teriakan bergema hingga penjuru kota, Baihu dan Kalajengking menyiksa mereka dengan ganas. Dalam beberapa tarikan nafas sekitar lima puluh orang dalam kelompok tersebut menghilang begitu saja.
Baihu mengangkat tubuh ketua penjaga gerbang menuju pos jaga, begitu juga dengan Tuan Muda Li, dia berteriak histeris setelah salah satu kakinya di jepit oleh capit dari kalajengking itu dan membawanya kepos jaga.
"Baihu. Apakah ketua penjaga masih hidup?"
Masih tuan muda, akan tetapi tubuhnya sudah remuk ada puluhan tulangnya yang patah" jawab Baihu sambil menyerahkan tubuh penjaga itu kepada Yang Xuan.
Mata para penjaga gerbang melotot ketika Kalajengking mengayun-ayunkan tubuh Tuan Muda dari Keluarga Li tersebut hingga beberapa kali, wajah mereka juga memucat karena baru tersadar bahwa babi hutan tersebut bisa berbicara.
Kalajengking itu melemparkan Tuan Muda Li begitu saja dan mengambil dua kendi arak tersebut lalu memberikannya satu kendi kepada Baihu, mereka mengobrol sebentar sambil menikmati arak tersebut, kemudian kembali membawa Tuan Muda Li ketempat yang lebih luas.
Mulut semua orang terbuka lebar kemudian tertawa terbahak-bahak setelah melihat Tuan Muda Li di buat seperti bola voli oleh kedua hewan buas tersebut.
__ADS_1
Mata para penjaga kembali melotot karena hanya dalam hitungan detik ketua mereka sudah pulih seperti biasa.
"Bagaimana perasaanmu" Tanya Yang Xuan setelah menyembuhkan ketua penjaga gerbang yang terluka parah tersebut.
"Tubuhku sudah sangat bugar tuan muda, bahkan lebih segar dari biasanya, terimakasih tuan muda" ucap ketua penjaga gerbang itu dengan tulus. Dia tahu pil yang di berikan oleh Yang Xuan tidak akan bisa dia ganti sampai dia mati di kemudian hari.
"Kau harus berterimakasih kepada mereka" Ucap Yang Xuan sambil menunjuk kearah kedua hewan buas tersebut.
"Tu.... Tu... Tuan Muda, Apakah itu Tuan Muda Li?" Tanya ketua penjaga gerbang itu dengan mulut terbuka lebar.
"Tuan Muda Li itu belum layak berurusan denganku, bahkan dengan peliharaan, ku keluarga Li belum layak" ucap Yang Xuan santai sambil mengeluarkan puluhan kendi arak dari cincin penyimpanannya.
Mata mereka melotot mendengar perkataan Yang Xuan, mereka menganggap Yang Xaun sudah gila karena mabuk, mereka juga merasa takut karena telah ikut-ikutan berurusan dengan keluarga Li. Karena mereka lah yang paling tahu bahwa keluarga Li salah satu keluarga terkuat di kerajaan air, tapi semuanya sudah terlanjur.
"Tuan penjaga, sampaikan salam ku kepada Tuan Kota, kirim pesan kepada seluruh keluarga Li, bahwa Tuan muda mereka di gantung di gerbang kota Hunan. Aku akan menunggu mereka satu jam dari sekarang"
"Baik Tuan Muda" Ucap ketua penjaga gerbang. Dia berlari sekuat tenaga menuju kediaman tuan kota.
"Baihu, bawa serangga itu kemari"
"Baik tuan muda" Sambil menyuruh Kalajengking raksasa itu untuk kembali,
"Baihu, bawa serangga itu kehadapan Yang Lun saja, usahakan mendapat informasi yang kita butuhkan"
"Baik Tuan Muda" Ucap Baihu sambil mengambil satu kendi arak lagi dan menghilang dari sana bersama Tuan Muda Li.
"Tuan muda, Apakah hewan peliharaan anda sudah terbiasa minum arak" tanya salah satu warga yang ikut bergabung dengan mereka.
"Ya, mereka sudah sering minum arak dan mabuk ketika aku dan mereka menghancurkan puluhan sekte aliran hitam di kekaisaran Jiang. " Jawab Yang Xuan.
Mendengar hal itu dari mulut Yang Xuan mereka hanya bisa melongo. Bagaiman mungkin menghancurkan puluhan sekte di wilayah kekaisaran sorang diri! mereka tidak percaya akan hal tersebut karena mereka bisa menebak bahwa yang Xuan masih muda. Akan tetapi ketika Yang Xuan mengundang keluarga Li mereka kembali terdiam, hati mereka kembali diliputi kecemasan.
"Tuan Muda, Apakah anda tidak berlebihan memanggil kami seperti itu, dan apakah anda tidak berlebihan mengundang keluarga Li kekota ini" ucap salah satu penjaga. Dia merasa risih ketika dipanggil oleh Yang Xuan sebagai Tuan Padahal mereka adalah penjaga gerbang. Dan dia juga merasa cemas kota Hunan akan kedatangan tamu.
"Baiklah, kalau begitu kalian boleh memanggilku Tuan Muda Yang. Dan tidak usah dipikirkan tentang keluarga Li aku akan bertanggung jawab dan juga bertarung di luar kota ini.
Satu persatu para penjaga gerbang memperkenalkan diri, begitu juga para pemuda kota yang ikut bergabung. Yang Xuan merasa terhibur karena melupakan sejenak beban pikirannya, karena para penjaga gerbang dan pemuda kota itu sangatlah ramah dan suka bercanda. Wajar saja itu karena mereka mendapatkan minuman gratis.
Yang Xuan juga mempromosikan semua usaha yang baru saja ia dirikan di kerajaan api, Ia juga menceritakan akan mengadakan lelang setiap satu bulan sekali. Dia menceritakan ingin membuka kuil diperbatasan kota Hunan dan kota Teng Chong jika tuan kota Hunan dan Tuan Kota Teng Chong mengizinkannya.
Para pemuda kota yang ikut bergabung begitu senang ketika pemuda yang baru mereka kenal akan mendirikan kuil di wilayah mereka dan akan melindungi kota mereka. Ketika mereka asyik mengobrol tiba-tiba Yang Xuan bangkit dari tempat duduknya dan menggantung Tuan Muda Li di gapura kota.
"Sial... Apakah Tuan Muda Yang sudah gila? ucap salah satu diantara mereka.
"Tuan Muda Hee, Sebaiknya anda sampaikan hal ini kepada Tuan besar. Kota ini akan mendapat masalah dari keluarga Li dan suruh Tuan besar bersembunyi untuk beberapa waktu yang tidak ditentukan" ucap salah satu penjaga gerbang.
Mendengar itu Yang Xuan menggelengkan kepalanya, mereka kira Yang Xuan tidak mendengar obrolan mereka, walaupun jaraknya jauh akan tetapi itu tidak masalah bagi kultivator tingkat tinggi. Tapi itu juga wajar saja mereka takut karena bagaimanapun kota Hunan adalah kota paling lemah di kerajaan air.
"Kalian tidak perlu takut, aku sudah mengatakan bahwa mereka hanyalah serangga"
"Tuan Muda Yang. Apa tindakan anda tidak berlebihan? Apakah kita sanggup menghadapi kemarahan keluarga Li?" ucap Tuan Muda He.
"Kita bagaimana! aku sendiri yang akan menghadapi mereka, kalian tidak perlu ikut campur, itu akan sangat berbahaya bagi kota ini. lagi pula kalian bukan tandingan mereka, kalian cukup menonton saja, karena pertandingan itu pasti akan seru bukan" kata Yang Xuan dengan tegas.
Mereka semua terdiam, termasuk orang-orang yang baru bergabung, mereka mengira Yang Xuan sudah mabuk, karena mengatakan akan menghadapi keluarga Li seorang diri. Mereka juga berpikir pemuda yang ada dihadapan mereka sedikit sombong karena mempunyai hewan peliharaannya. Itu juga karena mereka belum melihat kemampuan Yang Xuan.
"Tidak usah dipikirkan, karena aku memang sedikit gila makanya orang-orang menyebutku kultivator gila. Jika keluarga Li tiba, kita tinggal kabur saja dan bersembunyi. lagi pula apakah kalian pernah melihat putra Tuan Kota menikmati arak bersama para penjaga gerbang di pos jaga, sekarang udah jelas kan ?" Ucap Yang Xuan karena dia mendengar mereka menyebutnya sedikit agak gila.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka semua saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak.
"Saudara Hee. Apakah cuma kelompok mereka yang membuat keributan di kota ini selama Putri Mahkota Hai Rong menghilang"
"Masih ada beberapa kelompok Tuan Muda, termasuk kelompok bajak laut, kelompok Tuan Kota Teng Chong dan Kelompok perompak di wilayah sungai Mutiara"
"Apakah tidak ada sekte Yang Melindungi kota ini?"
"Tidak ada Tuan muda, tidak ada yang berani melindungi kota ini, walaupun ada beberapa sekte di sekitar kota Hunan ini akan tetapi semua sekte itu hanyalah sekte kecil. Itulah kenapa sekte itu takut bila berurusan dengan kelompok bajak laut"
Mereka terus mengobrol, semua yang di butuhkan Yang Xuan mereka jawab dengan lugas. Yang Xuan juga berjanji dalam satu minggu kedepan akan mendatangkan puluhan tetua dari kekaisaran Jiang untuk mendirikan kuil secepatnya. Warga kota akan siap bergabung untuk membangun Kuil tersebut karena mendapat upah yang tinggi.
Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba ledakan aura pembunuhan menggetarkan pintu gerbang kota seiring teriakan keras menggema di seluruh kota Hunan.
"Arrrggh ...... Siapa yang berani melakukan perbuatan biadap ini kepada putraku...?" Teriak kepala keluarga Li histeris. Dia hanya mempunyai satu putra itupun dia tidak tahu apakah masih hidup atau bukan. Dia melihat tubuh putranya dengan sedikit Linglung.
"Tuan Muda He, aktifkan perlindungan kota" perintah Yang Xuan.
"Baik tuan muda" Ucap Tuan muda Hee sambil mengambil lencana dari cincin penyimpanannya.
wush....
Tiba-tiba array perlindungan kota aktif, para tetua yang kebetulan berada di kota Hunan bermunculan untuk menjaga titik pusat array. Mereka muncul bukan tanpa alsan, jika array perlindungan diatifkan berarti bahaya besar telah mengintai.
"Kalian semua lindungi titik pusat Formasi di setiap pilar" sambil melemparkan batu spritual kepada para penjaga gerbang.
Yang Xuan bangkit dari posisinya dan mengambil dua kendi arak lalu menghilang dari sana.
"Selamat datang di kota Hunan Tuan" ucap Yang Xuan ramah.
"Ahhh ... Siapa yang berani melakukan hal keji seperti ini kepada putraku" teriak kepala keluarga Li dengan amarah yang memuncak.
Ledakan aura pembunuhan merembes begitu saja dari puluhan tetua keluarga Li membuat array perlindungan bergetar. Orang-orang yang menyaksikan dari dalam array perlindungan merasa takut dan juga merinding melihat kemarahan dari kelurga Li.
"Serangga itu pantas mendapatkannya, karena dia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk" Jawab Yang Xuan tegas sambil mengisi energi Qi kedalam kendi arak yang ada di tangannya. Kemudian memadatkannya seperti bola hingga ukurannya sampai kecil, akan tetapi akan memiliki ledakan Yang lebih dahsyat.
"Dasar badjingan.... Berani seka......
Wush....
Boom
Ledakan besar terjadi ketika kendi arak menghantam murid-murid elit keluarga Li ketika menurunkan Tuan Muda mereka. Seketika dua puluh orang yang berada di gapura tersebut tewas mengenaskan.
"Aahhh...Bunuh badjingam itu, bunuh badjingan itu,,,"
Teriak Kepala keluarga Li hampir gila, Dia sebenarnya bisa menghentikan kendi arak tersebut akan tetapi dia tidak menyangka efeknya akan sedahsyat itu. Dia juga baru tersadar bahwa aura pembunuhan yang mereka keluarkan ternyata tidak berpengaruh kepada Yang Xuan.
Salah satu tetua meleset kearah Yang Xuan dengan energi Qi berbentuk tombak besar di tangannya seiring dergan aura kematian yang lumayan pekat. Dia langsung melemparkan tombak yang sudah bersinar terang dan memancarkan Cahaya ungu itu kepada Yang Xuan.
Ledakan Dahsyat bergema ketika tombak itu bertabrakan dengan kendi arak dari arah berlawanan.
asap mengepul menutupi pandangan mata, tiba-tiba suara dengungan kembali terdengar, Chakra surya meleset dengan kecepatan tinggi menembus tubuh tetua itu tanpa dia sadari. tetua itu masih ingin menyerang kembali akan tetapi dia tiba-tiba terjatuh dari ketinggian.
🙏🙏🙏
Sahur... sahur....
__ADS_1
Sahur...... sahur....
Selamat menunaikan ibadah puasa.