
Saat Aurora tiba di samping Shuwa dia melihat satu mayat pria di hadapan Shuwa yang sedang menangis terisak-isak
(adakah itu Shubae???) tanya Aurora di dalam hatinya
"Shubae...... bangun...bunda datang.....hiks hiks" Kata Shuwa dengan menggoncang tubuh Shubae yang sudah penuh dengan luka di tubuhnya dan juga dikelilingi darah
"Ini Shubae??" tanya Aurora
"Iya ini Shubae...hiks" jawab Shuwa
setelah itu Aurora menyuruh salah satu pelgawal nya untuk menyampaikan berita kepada Baeyi untuk hadir ke majlis pemakaman Shubae
(maaf kan aku shuwa bagaimana pun Shubae adalah putra Baeyi juga) kata Aurora
Info❤
Bagaimana Aurora tahu kalau Shubae adalah putra Shuwa bersama dengan Baeyi???
Aurora telah meminta Zen mencari orang yang visa mendapatkan semua maklumat yang dia mahu dan saat itu dia meminta oranf itu untuk mencari tahu siapa ayah nya Baeyi
Back to...... ~~ story❤❤
Aurora menarik Shuwa masuk ke dalam pelukannya
"menangis lah lagi jika masih belum cukup" kata Aurora dengan menepuk nepuk belakang Shuwa
__ADS_1
"Hiks...hiks..bisakah kau makam kan aku di sebelah makam putra ku??" tanya Shuwa
"Iya jika itu permintaan terakhir mu" kata Aurora
Mereka berbincang untuk memakamkan Shubae Setelah pagi besok karna sekarang hari sudah gelap
Shuwa tertidur di atas ranjang putranya sambil memegang pakaian putra nya
"Shuwa...kesihan sekali aku melihat dirimu... pada mulanya aku mahu menghukum mu untuk membahagiakan putra mu...namun saat ini kau memohon diri ku untuk memakamkan mu di tepi makam anak mu" kata Aurora
Aurora keluar dari dalam kamar Shubae
Sementara di tempat Baeyi
"Siapakau??? " tanya Baeyi
"Aku adalah pegawal yang di perintah oleh Permaisuri Aurora untuk datang untuk memberi tahu sesuatu pada Anda " kata Pegawal itu
(Info: Setelah majlis itu Arora menukar nama nya Dari pada Permaisuri Fang yin menjadi Permaisuri Aurora dan berita itu telah heboh di semua kerajaan)
"Beritahu tentang apa??" tanya Baeyi
"Permaisuri meminta anda untuk untuk hasir ke majlis permakaman esok hari di gunung Biru" kata pelgawal itu
"permakaman siapa??? " tanya Baeyi
__ADS_1
"Maaf, tapi permaisuri meminta hamba tidak di bolehkan beritahu anda" kata Pelgawal itu
"Baiklah kamu bisa pulang" kata Baeyi
"Apakah Aurora benar benar akan membunuh Shuwa" tanya Baeyi
Keesokan paginya...
Baeyi tiba si gunung itu lalu mencari keberadaan Aurora...dia masuk di ke dalam kamar Shubae dan dia melihat Shuwa yang sedang tidur di atas ranjang itu..lalu dia mendekati nya
"Shuwa..." bisik Baeyi dengan menyemtuh pipi lembut Shuwa
"Sekiranya... saat itu kau tidak di jodohi oleh Booyu kita pasti sudah memiliki putra sekarang...meskipun kita pernah melakukanya namun..." Belum sempat dia menghabiskan kata katanya Shuwa malah menariknya ke pelukan shuwa
Deg..Deg...Deg...
Jantung Baeyi berdegup dengan sangat laju
"Shuwa...shuwa...shuwa..." panggil Baeyi namun shuwa tetap tidak bangun akhirnya dia menyerah dan berada di dalam pelukan Shuwa sehingga shuwa bangun
Setelah beberapa minit
Aurora Masuk ke kamar Shubae dia terkejut melihat Baeyi sedang berada di dalam pelukan Shuwa melambai lambai tangan ke arah nya
(ke..kenapa dia ada didalam pelukan Shuwa??)tanya Aurora di dalam hatinya
__ADS_1