
"Whus..." Yang Xuan bergerak sambil membawa Putri Hai Rong di dalam pelukannya. Setelah mereka tiba, ia memeriksa tebing batu itu terlebih dahulu dengan mata emas.
"Segel kuno dan formasi pembunuhan hewan suci... " gumam Yang Xuan keheranan. Ia memperhatikan titik pusat formasi di lorong goa dan mengeluarkan elang hitam dari cincin penyegel benua lalu menyuruhnya membawa Putri Hai Rong menjauh.
Yang Xuan menatap tajam kearah dinding batu dengan alis berkedut. Ia bisa mendengar suara lengkingan phoenix api ketika pusaran-pusaran api muncul di lorong goa.
"Whus ..." Chakra surya keluar dari tubuh Yang Xuan seiring api abadi berkobar menyelimuti tubuhnya. Chakra surya meleset dengan kecepatan tinggi menuju tebing batu tersebut.
Dhuar
Ledakan dahsyat terjadi ketika chakra surya menghantam tebing batu tersebut, seketika mulut goa mengeluarkan aura kematian bersamaan dengan hawa panas.
Suara ledakan beruntun memekakkan telinga keluar dari mulut goa ketika chakra surya terus menghancurkan ratusan jebakan mematikan yang tersusun di sepanjang lorong goa.
Yang Xuan memasuki lorong goa di ikuti elang hitam dari belakang sambil mengamati dinding lorong. Yang Xuan mengeluarkan elang api dan elang putih lalu memberi perintah untuk memastikan anggota kuil di wilayah gurun busur dan hutan misterius. Setelah memastikan kedua elang itu sudah pergi ia kembali menyegel mulut goa dan memasang formasi pembunuhan.
"Dari susunan titik pusat segel dan formasi yang ada di dalam lorong ini, seharusnya formasi ini adalah jenis formasi pembunuhan hewan suci." batin Yang Xuan penasaran.
Yang Xuan melihat ratusan pedang tingkat tinggi terlempar dari beberapa titik setelah chakra surya menghancurkan titik pusat segel dan formasi.
Yang Xuan mengambil sebilah pedang phoenix api dan sebilah pedang gagak emas yang tergeletak di tanah. Ia mengamati kedua pedang itu sudah berada di tingkatan suci lalu mengambil semua pedang yang tergeletak di beberapa titik sebagi jebakan.
"Apakah di wilayah ini dulu pernah terjadi peperangan sehingga hewan suci jenis burung melakukan tehnik formasi penyatuan tubuh untuk menyegel tempat ini ketika kalah dari musuh? Lalu siapa musuh mereka... ?" Yang Xuan merinding memikirkan hal tersebut.
Yang Xuan berpikir, jika phoenix api dan gagak emas kalah dalam peperangan itu, maka siapa yang menjadi lawan mereka dan sekuat apa lawan mereka sehingga mereka terkubur di tempat ini.
"Hei, apa yang kamu pikirkan?"
Putri Hai Rong bertanya sambil mengambil sebuah tombak emas yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri lalu meyerahkannya kepada Yang Xuan.
"Apakah kamu pernah mendengar atau membaca di perpustakaan istana kerajaan air bahwa ada sebuah legenda di wilayah desa Ming Ini atau wilayah kerajaan air." tanya Yang Xuan berharap mendapat sedikit titik terang.
"Kalau soal itu aku tidak tahu, tapi leluhur kami pernah mengatakan bahwa desa Ming adalah kutukan 'Dewi Phoenix Api' sehingga tidak ada yang mau memperhatikan desa itu, bahkan sampai saat ini penduduk dari desa Ming tidak pernah ada lagi yang bisa menjadi kultivator." jawab Putri Hai Rong seperti mencoba mengingat-ingat.
"Apakah penjelasanmu tidak mengada-ngada?"
__ADS_1
Yang Xuan mengangkat sebelah alisnya dan menatap tajam Putri Hai Rong seperti minta penjelasan. Ia tidak mengerti kenapa Dewi Phoenix Api sampai mengutuk penduduk desa Ming.
Yang Xuan melingkarkan tangannya kepundak Putri Hai Rong. Mereka terus berjalan santai menelusuri lorong lalu menyuruh gadis itu melanjutkan ceritanya. Putri Hai Rong bahkan memeluk pinggang Yang Xuan dengan erat karena ia tidak bisa melihat apapun.
"Desa Ming dulunya adalah sebuah kota besar, sebelum kerajaan air berdiri kota Ming sudah ada, bahkan kota itu melahirkan kultivator-kultivator hebat di zamannya. Menurut cerita para leluhur di sekitar kota Ming Jendral utama Dewi Phoenix Api yang bersekutu dengan iblis bersembunyi di tempat itu, sehingga Dewi Phoenix Api tiba-tiba muncul di benua ini. Peperangan antara Dewi Phoenix Api melawan ribuan orang membuat kota Ming menjadi reruntuhan."
"Kalau tidak salah, orang-orang mengatakan bahwa gunung berkabut tempat keluarnya kelelawar hitam tempo hari adalah bekas kota Ming. Tetapi, sampai sekarang tidak ada yang dapat memastikan kebenaran cerita tersebut, karena tidak ada yang berani mendekati gunung yang menakutkan itu." sambung Putri Hai Rong dan mengakhiri penjelasannya.
"Teruskan saja ceritamu aku akan mendengarkannya, apakah kau bisa melihatku?" tanya Yang Xuan.
"Aku tidak bisa melihat apapun di lorong ini." jawab Putri Hai Rong.
Mereka berdua terus menelusuri lorong goa dengan hati-hati, Putri Hai Rong bercerita panjang lebar dan terus memeluk pinggang Yang Xuan dengan erat karena ia tidak bisa melihat di sekitarnya. Yang Xuan mendengarkan cerita Putri Hai Rong dengan seksama. Di dalam kegelapan lorong aura kematian yang begitu pekat sesekali menyapu lorong membuat Putri Hai Rong jatuh berlutut dan memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat sesekali tekanan meningkat, akan tetapi, disaat bersamaan aura spiritual yang menenangkan juga muncul.
Yang Xuan mengedarkan aura spiritual untuk menetralkan aura gelap yang muncul membuat Putri Hai Rong bisa bernafas lega. Mereka berdua berjalan tanpa menggunakan cahaya atau penerangan supaya tidak menarik perhatian kekuatan yang ada di kedalaman lorong.
Di kedalaman lorong yang gelap Yang Xuan terus bergerak semakin dalam. Ia merasakan aura gelap semakin ekstrim, untung saja aura gelap tersebut muncul hanya sesekali menyapu lorong goa sehingga ia tidak perlu secara terus menerus melindungi Putri Hai Rong. Namun Putri Hai Rong juga terlihat kelelahan sehingga Yang Xuan memutuskan untuk beristirahat setelah beberapa jam mereka menelusuri lorong.
Yang Xuan memutuskan beristirahat untuk memulihkan diri karena ia merasa lorong goa tersebut seperti tidak ada ujungnya. Yang Xuan memberikan cincin penyimpanan kepada Putri Hai Rong sambil terus mengamati di sekitarnya. Yang Xuan merasa heran karena mereka belum menemukan tantangan berupa hewan buas atau siluman.
Ternyata Putri Hai Rong juga penasaran. Gadis itu merasa sudah beberapa jam mereka menelusuri lorong akan tetapi mereka belum sampai. Putri Hai Rong juga tidak tahu lorong itu seperti apa karena tidak bisa melihat apapun.
Setelah selesai memulihkan diri mereka kembali menelusuri lorong, setelah berjalan sejauh dua kilometer lagi, akhirnya Yang Xuan menemukan sebuah pintu batu yang menutupi lorong. Pintu batu itu juga tersegel dengan formasi penyatuan tubuh hewan suci jenis burung, membuat Yang Xuan yakin Jendral phoenix api bersama kelompoknya pasti menyegel tubuh mereka di balik pintu batu itu karena terluka parah.
Yang Xuan merasakan aura gelap dan aura emas secara bersamaan merembes dari pintu batu tersebut. Ia mengambil jarak dari pintu batu itu lalu memasang formasi cincin pelindung matahari sambil mengeluarkan beberapa kristal cahaya untuk penerangan. Ia juga melapisi formasi cincin matahari dengan array pelindung dan segel ilusi tingkat tinggi. Lalu membawa Putri Hai Rong memasukinya.
"Jangan pernah keluar dari formasi ini, pulihkan saja dirimu?" perintah Yang Xuan.
"Terimakasih," jawab Putri Hai Rong. Selama puluhan jam di dalam lorong tersebut, baru kali ini ia melihat cahaya. Namun cahaya itu hanya ada di dalam formasi cincin matahari sehingga dia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi luar formasi.
Tiba-tiba chakra surya muncul di udara seiring tubuh Yang Xuan di selimuti oleh api abadi. Yang Xuan segera mengedarkan aura spiritual, ia yakin dibalik pintu batu itu ada bahaya besar yang tengah menanti kedatangannya karena sepanjang lorong sebelumnya mereka tidak menemukan rintangan sama sekali.
Chakra surya meleset dengan kecepatan tinggi menuju pintu batu tersebut.
Dhuar
__ADS_1
Ledakan dahsyat terjadi membuat pintu batu itu hancur berkeping-keping bersamaan dengan munculnya seekor burung phoenix api, Yang Xuan menatap tajam phoenix api tersebut yang masih bertengger di atas batu besar, begitu juga sebaliknya. Yang Xuan terus mengamati phoenix api itu dengan seksama.
"Hei bocah, berani sekali kau memasuki tempat ini?" phoenix api itu melompat dari tempatnya lalu berubah menjadi pria tua dengan jenggot panjang menjuntai kebawah. Wajah pria tua itu berubah-ubah ketika mengamati tubuh Yang Xuan.
Yang Xuan terus mengamati tubuh pria tua itu sambil menyunggingkan senyum jahat. Ia bahkan sangat malas untuk menjawab pertanyaan pria tua itu, Yang Xuan yakin pria tua itu adalah energi Yang tersisa dari kekuatan dewa.
"Hei bocah, apakah kau mau menjadi murid ku? Jika kau mau semua harta yang ada disini menjadi milikmu?" pria tua itu seperti menemukan secercah cahaya di dalam kegelapan, matanya bahkan tidak lepas dari tubuh Yang Xuan.
"Hahaha! kau adalah sumber daya langka untuk meningkatkan kultivasiku, maafkan bocah ini pak tua?" Yang Xuan tertawa terbahak-bahak dan tidak menanggapi pertanyaan pria tua tersebut.
Menyerap pria tua itu bahkan sepuluh kali lebih baik dari pada memasuki pagoda phoenix api dan pagoda gagak emas. Yang Xuan yakin setelah menyerap pria tua itu dia akan menerima petir kesengsaraan penempa, bahkan semua pengetahuan pria tua itu akan muncul di kepalanya.
"Kau!" Hanya itu kata yang keluar dari mulut pria tua itu, dia yakin pemuda dihadapannya tahu bahwa dirinya adalah kekuatan energi yang tersisa. Pria tua itu mencoba mencari cara untuk melarikan diri, akan tetapi tidak menemukan celah karena dia melihat tempat itu sudah di segel oleh pemuda di hadapannya dengan formasi cincin matahari.
"Sebaiknya kau menyerah saja, kau masih beruntung di akhir hidupmu bisa bergabung dengan diriku." ucap Yang Xuan sambil membuat formasi cincin matahari dari api abadi di tangan kanannya. Seketika empat cincin api meleset keempat sudut yang berbeda untuk mengunci pergerakan pria tua tersebut. Bahkan cincin api terus berputar-putar mengelilinginya.
"Formasi cincin matahari." gumam pria itu tanpa sadar. Dia juga tahu bahwa api yang ada ditubuhnya tidak akan mampu membunuh pemuda di hadapannya.
"Y-Yang Mulia penguasa benua matahari, hamba siap bergabung dengan tubuh anda. Hamba adalah prajurit Permaisuri Liena, hanya saja hamba tertangkap oleh kelompok Jendral utama yang telah bersekutu dengan iblis, sehingga hamba berakhir di tempat ini.
"Apakah klan phoenix dulu berhasil disusupi oleh iblis?" tanya Yang Xuan penuh selidik.
"Benar Yang Mulia, walaupun Permaisuri Liena berhasil membersihkan klan tersebut, akan tetapi, beberapa Jendral dan komandan serta ribuan prajurit berhasil melarikan diri ketempat ini. Namun persembunyian mereka di ketahui oleh Permaisuri Liena, sehingga kelompok Jendral terkubur ditempat ini bersama hamba."
"Yang Mulia, saya Huang Lanfen dari klan phoenix sangat berterimakasih karena dapat bertemu dengan anda." sambung Huang lanfen.
Huang Lanfen sangat berterimakasih kepada Yang Xuan, karena diakhir hidupnya ada seseorang yang menemukan dirinya walaupun awalnya terpaksa, akan tetapi, setelah Yang Xuan menjelaskan akan mengunjungi klan phoenix suatu saat nanti membuat Huang Lanfen bernafas lega. Pria tua itu juga terlihat tulus di hadapan Yang Xuan.
Mereka terus berbincang-bincang membahas berbagai macam hal hingga beberapa jam. Setelah itu, Yang Xuan mengambil posisi lotus dan mengedarkan tehnik kultivasi dewa kuno. Huang Lanfen berubah menjadi cahaya putih lalu memasuki tubuh Yang Xuan. Saat Huang Lanfen akan memasuki kekuatan jiwa Yang Xuan, segel pengikat jiwa tiba-tiba muncul dan membelenggu tubuh Huang Lanfen.
"Hei bocah, apa yang kau lakukan?" suara Huang Lanfen muncul di kepala Yang Xuan.
"Hahaha! dari awal aku sudah mengatakan akan menyerapmu, apakah kau pikir aku percaya kepada iblis licik sepertimu. Lagi pula kau hanya energi yang tersisa dan bukan pecahan jiwa," Yang Xuan tertawa terbahak-bahak menanggapi kemarahan Huang Lanfen.
"Bajingan! lepaskan... Aaahh..." teriak Huang Lanfen kesakitan setelah dimurnikan oleh petir emas dan petir merah. Yang Xuan terus mengedarkan kekuatannya untuk memurnikan energi lanfen. Yang Xuan melempar tubuh lanfen kedalam kekuatan jiwanya lalu memurnikan energi pria tua itu didalam bola formasi, setelah itu ia mulai menyerapnya.
__ADS_1