
Klan Cao dan sekte angin timur benar-benar mempelajari elemen angin secara sempurna." teriak ketua kuil golok kembar terbata-bata.
"Ya, benar sekali apa yang anda ucapkan ketua, ternyata informasi itu memang benar dan bukan bualan belaka. Pantas saja kerajaan Zhang Hua di masa lalu hancur, bahkan aliran putih dan netral seluruh wilayah timur tidak berani bertindak." sambung ketua kuil tongkat keadilan karena sekte mereka dulunya dekat dengan dengan kerajaan Zhang Hua.
Melihat Yang Xuan tidak bergeming dari tempatnya, Shen Fu mengeluarkan kekuatan penuh yang di bantu oleh leluhur hutan misterius untuk memperkuat pusaran angin tersebut dan melemparkan gada iblis kedalam pusaran angin tersebut.
Mengetahui pusaran Angin kekacauan semakin bertambah kuat, Yang Xuan menciptakan perisai tambahan dari tanah di sekitarnya di luar formasi cincin matahari. Ia menciptakan perisai dari tanah yang ada disekitarnya seperti bola formasi matahari dan bahkan sudah sebesar rumah. Perisai itu juga sangat tebal bahkan ruangan didalam perisai tanah tersebut hanya seukuran kamar saja, setelah itu ia langsung memulihkan diri di dalam perisai tersebut.
Melihat Yang Xuan sudah menciptakan dua perisai, leluhur lembah kematian bersama Shen Fu hampir tidak percaya kepada Yang Xuan karena berbagai benda bisa dikendalikan oleh Yang Xuan.
"Kenapa bjingan itu bisa menciptakan apapun menjadi senjata." teriak kedua leluhur itu frustasi.
Bahkan gada raksasa yang ada di dalam pusaran angin kekacauan tersebut, sudah puluhan kali menghantam perisai tanah yang di ciptakan oleh Yang Xuan, akan tetapi hanya untuk membuat retakan halus sepertinya gada iblis itu tidak sanggup.
Bahkan akibat memaksakan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan senjatanya leluhur lembah kematian beberapa kali memuntahkan darah hitam kebiruan.
Mereka berdua tidak tahu bahwa perisai tanah yang seperti bola tersebut sudah dilapisi oleh Yang Xuan dengan berbagai elemen tambahan. Didalam perisai tanah itu masih ada formasi perlindungan cincin matahari.
Setelah selesai memulihkan diri, Yang Xuan merobek ruang didalam perisai tanah tersebut dan muncul di belakang leluhur hutan misterius sambil melancarkan serangan, ia juga menyuntikkan elemen besi kepada tubuhnya serta menyuntikkan elemen petir dan elemen cahaya serta elemen api kepada senjatanya. dan juga ia membuat beberapa perisai tambahan.
Amarah dewa surya
Bom
Dhuar
Ledakan dahsyat terjadi, perisai iblis yang di buat oleh leluhur hutan misterius hancur berkeping-keping, kapak berlian terus melaju dan membelah tubuh leluhur tersebut. Seketika leluhur hutan misterius mati tanpa ia ketahui serangan tiba-tiba tersebut.
__ADS_1
Shen Fu juga terlempar dari tempatnya dan memuntahkan seteguk darah merah kehitaman karena dia terlalu dekat dengan ledakan tersebut. Bahkan mereka masih memperhatikan pusaran angin kekacauan saat Yang Xuan melancarkan serangan kepada leluhur hutan misterius.
"Se..... Se.... Sejak kapan Tuan Muda ada disitu." teriak ketua kuil bukit naga.
"Aku tidak tahu ketua, yang jelas aku pernah mendengar jurus seperti itu," jawab ketua kuil golok kembar.
"Bukankah itu hukum ruang dan waktu." celetuk ketua kuil pisau terbang.
"Ya, aku ingat sekarang, benar apa yang di ucapkan ketua kuil pisau terbang," kata ketua kuil golok kembar.
Kelompok kuil dikagetkan dengan ledakan besar yang secar tiba-tiba terjadi begitu juga dengan Shen Fu, karena mereka fokus melihat kedalam pusaran angin yang di buat oleh Shen Fu, bahkan wajah-wajah pucat pasi dan ketakutan terlihat jelas pada kelompok kuil. Mereka mengira Yang Xuan masih ada di tengah-tengah pusaran angin tersebut, karena pandangan mereka terganggu akibat putaran pusaran angin kekacauan berputar dengan kecepatan tinggi.
Yang Xuan juga membuat energi bola hitam di atas telapak tangannya lalu melemparkannya kedalam pusaran angin kekacauan badai raksasa tersebut untuk mengantisipasi kerusakan.
Seketika pusaran angin raksasa tersebut di hisap oleh hukum ruang tanpa terkecuali dan menghilang kedalam kehampaan.
Shen Fu yang melihat itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya akibat Yang Xuan memaksa menghilangkan jurus terkuatnya. Pusaran angin kekacauan tersebut menghilang begitu saja di telan oleh kehampaan, membuat tubuhnya mendadak lemas dan terjatuh.
"Cih, walaupun harus mati aku tetap melakukan perlawanan." teriak Shen Fu.
Shen Fu hanya menatap Yang Xuan dengan tatapan nanar. Ia masih tidak menyangka bocah di hadapannya begitu kuat dan bahkan ia bersama kedua leluhur lainnya tidak berdaya." Langit benar-benar tidak adil bahkan kami sudah bersekutu dengan iblis. Akan tetapi, untuk melawan bocah saja.... arrrrrgh....." Teriak leluhur klan Cao itu seperti putus asa.
"Apa kau ingin bertarung denganku menggunakan seni bela diri tanpa menggunakan elemen." Tanya Yang Xuan sambil tertawa.
"Apa kau yakin bocah." jawab Shen Fu.
"Untuk menghargai mu sebagai salah satu kultivator terkuat wilayah timur, aku ingin bertarung denganmu menggunakan seni beladiri dan tehnik serta skill, tanpa menggunakan elemen atau hukum ruang dan waktu serta formasi dan aura spiritual yang pasti tidak boleh terbang, namun boleh menggunakan pusaka. Bagaiman....?"
__ADS_1
"Baik jika itu permintaanmu."
Shen Fu langsung mengeluarkan pedangnya begitu juga dengan Yang Xuan Yang langsung mengeluarkan tongkatnya.
Tongkat milik Yang Xuan adalah bukan tongkat sembarangan di antara semua pusaka miliknya tongkat itu termasuk pusaka terkuat di antara semua pusaka miliknya. tongkat itu juga paling lama menemani dirinya di kehidupan pertamanya. Di urutan kedua ada busur emas, pusaka cangkang keong, teratai biru. Pusaka chakra surya belum termasuk kedalam sepuluh pusaka terkuat miliknya. Hanya saja pusaka itu pemberian saudara gurunya di kehidupan pertamanya sehingga ia menjadikan pusaka chakra surya sebagai salah satu senjata kedalam delapan kitab pusaka klan surya.
Para kelompok kuil yang melihat pertarungan itu mengerutkan dahi, mereka tidak mengerti kenapa kedua manusia yang berbeda zaman itu bertarung seperti di arena tournament.
"Apakah sekarang kita lagi menonton tournament." ucap jendral Xang secara tiba-tiba.
"Hahaha! benar Jendral, kapan lagi kita menonton hiburan." jawab Pen Lin tetua kuil tongkat keadilan.
"Di saat-saat seperti ini kita juga butuh hiburan, supaya kita bisa dengan cepat melupakan saudara kita, murid-murid kita, prajurit kekaisaran, serta kultivator penggelana yang tewas di tempat ini." Sambung ketua kuil bukit naga dengan wajah sedih karena muridnya dan murid kuil golok kembar paling banyak menjadi korban karena formasi murid-murid mereka belum stabil.
"Benar apa yang anda ucapkan ketua." kata ketua kuil golok kembar dengan wajah sedih karena murid kesayangannya juga turut menjadi korban.
"Ketua, apakah kalian tahu di mana Tuan Muda menemukan elang api itu, bukan kah itu hewan buas jenis burung paling menakutkan," sambil menunjuk elang api tersebut.
"Hahaha! semua hewan peliharaan Tuan Muda kita sangat menakutkan dan tidak ada yang lemah, lihatlah badak bercula satu itu, ratusan tombak dan pedang hancur berkeping-keping saat menyentuh kulitnya, akan tetapi hidupnya benar-benar berakhir disini setelah serangan salah satu leluhur sialan itu menghancurkan kepalanya." jawab Ketua kuil pisau terbang.
"Ehm, Ketua. Apakah lukamu sudah membaik...?" tanya Pen Xang tiba-tiba setelah ia melihat ketiga wanita itu sudah membuka matanya dan bangkit dari posisi lotusnya.
Para tetua kuil yang lainnya juga sangat khawatir ketika ketua kuil teratai merah, biru dan putih terluka parah, karena kuil teratai adalah kuil terakhir yang didirikan oleh Long Yue, di antara semua tetua kuil, kekuatan mereka juga paling lemah.
"Sudah mendingan ketua, kenapa kalian menggosip....? Apakah tidak ada lagi kerjaan yang lain......?" tanya Xiao Lien sambil mengerutkan dahi.
Tiba-tiba Xiao Li Qin menunjuk pertarungan Yang Xuan." Kenapa Tuan Muda bersama pria tua itu bertengkar seperti anak kecil," dengan wajah keheranan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Xiao Li Qin para ketua dan tetua kuil hanya membuka tangan mereka lebar-lebar sambil tertawa, karena tidak mengerti akan keputusan kedua pria yang berbeda Zaman itu.
Akan tetapi sepertinya Shen Fu sudah benar-benar kehabisan energi Qi dan tenaga dalam sehingga pria tua itu terduduk lemas tanpa ada serangan yang menghantam tubuhnya, akhirnya Yang Xuan menyegel tubuh Shen Fu dan memasukkannya kedalam cincin penyegel benua, karena ia ingin secepatnya menyerang sekte angin timur sebab sejauh ini Cao Bun belum menunjukkan diri membuat Yang Xuan khawatir patriak sekte angin timur itu melarikan diri, dan ia juga mengirim pesan kepada Naga air dan Ibunya supaya melakukan perjalanan menuju sekte angin timur setelah tiga bulan berlatih didalam dunia di mensi.