KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
116. Gejolak kerajaan air.


__ADS_3

BOOM


Ledakan dahsyat terjadi didalam aula ketika tubuh Leluhur keluarga Shan terlempar menuju dinding besi, akan tetapi ledakan besar terjadi sekali lagi setelah menabrak dinding besi yang sudah di lapisi segel dan leluhur Shan terlempar kembali menuju tengah- tengah aula.


Sebenarnya Leluhur keluarga Shan tahu bahwa prajurit rendahan itu akan menyerangnya, akan tetapi dia tidak menyangka efeknya akan mengerikan dan dia tidak sanggup lagi untuk berdiri. Beberapa tulang rusuknya patah setelah perisai yang dibuatnya hancur bahkan darah menembak dari berbagai lubang ditubuhnya. Dia merasa tubuhnya langsung remuk hanya dengan sekali pukulan.


"Jangan pernah meremehkan musuhmu" ucap Yang Xuan sambil melemparkan energi cakra surya.


Saat akan mengambil sesuatu dari balik jubahnya dengan bersusah payah, sebuah energi chakra surya meleset dengan kecepatan tinggi tanpa bisa dia bendung membuat kepalanya terpisah dari tubuhnya.


Semua yang tersisa di dalam ruangan itu langsung ketakutan setelah kedua leluhur itu tidak berdaya dihadapan Yang Xuan. Tubuh mereka satu persatu dipaksa berlutut akibat tekanan aura memenuhi aula tersebut.


"Aku tahu kemelut di kerajaan ini dan aku tahu pendiri kerajaan ini adalah leluhur Tian akan tetapi kerajaan ini menemukan masa kejayaannya berada ditangan Qian Fan. Seharusnya masalah ini bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan bukan dengan pertumpahan darah, bahkan pihak kalian pun bersekutu dengan iblis. Siapapun yang bersekutu dengan iblis akan berakhir di tanganku. Bukankah ras manusia itu paling tinggi derajatnya dari pada semua ras yang ada?"


Yang Xuan mengeluarkan lencana Leluhur Shang dan lencana kepala keluarga Li sambil berkata." Aku di bayar oleh kedua leluhur ini untuk mengambil alih kerajaan ini. Silahkan kirim pesan kepada keluarga kalian masing-masing,"


Yang Xuan mengeluarkan kapak berlian dari cincin penyimpanannya dan melemparkannya keudara seketika aura panas yang begitu ekstrim memenuhi aula pertemuan tersebut.


"Lakukan sekarang..... " teriak Yang Xuan sangat marah.


Satu persatu mereka mengeluarkan lencana dan mengirim pesan entah kepada siapa. Setelah itu Yang Xuan membunuh mereka semua tanpa ada perlawanan yang berarti.


"Cihh, jika saja kalian tidak bekerja sama dengan iblis aku akan mempertimbangkan nyawa kalian, aku paling benci siapapun yang bersekutu dengan iblis."


Yang Xuan mengumpat serapah dan menyayangkan kejadian tersebut. Bahkan dia masih memberikan kesempatan kepada Keluarga Hong di kerajaan api karena tidak bersekutu dengan iblis.


Kematian puluhan tetua sebagi pilar kerajaan air sangat di sayangkan oleh Yang Xuan, bahkan pilar paling kuat adalah keluarga Tian dan keluarga Shan. Jika mereka tidak berteman baik dengan kekaisaran Jiang, maka kerajaan api dan kerajaan air sudah lama hancur oleh kekaisaran Jiang.


Yang Xuan memenggal kepala mereka semua dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya, lalu dia berjalan menuju pintu besi penjara bawah tanah, kemudian menghilangkan segel ilusi tersebut. Setelah itu, dia menghilangkan semua segel yang dipasang sebelumnya.


Yang Xuan memanggil Jendral Feng untuk membebaskan Raja Qian Fan dan yang lainnya dari penjara bawah tanah setelah ia meninggalkan istana. Dia menyuruh Jendral Fen untuk mengobati mereka di dalam penjara. Dia juga memanggil tetua sebelumnya yang dia perintahkan untuk menangkap Komandan Sio.


Para tetua itu menyeret Komandan Sio kehadapan Yang Xuan dengan kemarahan menyala. Komandan Sio langsung menyerang Yang Xuan akan tetapi dia terlempar dan menabrak dinding istana setelah Yang Xuan mengibaskan tangannya.


Yang Xuan mengeluarkan puluhan kepala dari cincin penyimpanannya kelantai istana. Dia menatap tajam Komandan Sio sambil berkata." Aku akan memberikanmu kesempatan untuk hidup dengan satu syarat. Gantung semua kepala itu di gerbang istana ini dan pergi dari kerajaan ini, aku akan menunggu itikad baikmu."


Yang Xuan menatap semua orang sambil mengintimidasinya, dia bahkan mengeluarkan aura spritual untuk menekan semua orang yang ada didalam istana tersebut.


"Panggil leluhur Qian, jika kepala tuan kota Teng Chong bersama kepala perompak sungai mutiara tidak ada di gerbang istana ini hingga aku kembali, aku akan menghancurkan kerajaan ini." perintah Yang Xuan sambil menatap Komandan Sio menggantung semua kepala di gerbang istana yang dia berikan sebelumnya.


Ratusan penduduk kota tiba-tiba muncul di depan gerbang istana, mereka tidak menyangka Komandan Sio berani menggantung kepala Leluhur Shan dan kepala Leluhur Tian. Mereka semua berbisik-bisik karena tidak ada yang mengetahui sebenarnya apa yang terjadi di lingkungan istana.

__ADS_1


"Ini akan menjadi berita menggemparkan sepanjang sejarah kerajaan air" Ujar seorang pria sepuh.


"Benar apa yang anda katakan tetua, sebaiknya untuk saat ini kita lebih baik mencari tempat aman, karena masalah ini bisa mengguncang kerajaan ini" tebak salah satu tetua memberikan gambaran tentang masalah yang terjadi.


Bahkan orang-orang yang mendengar obrolan mereka membenarkan apa yang kedua tetua itu katakan. karena mereka juga tahu bahwa Leluhur Tian dan Leluhur Shan adalah termasuk kultivator paling kuat di kerajaan air.


Bahkan para prajurit kerajaan bersorak gembira ketika menyaksikan keberanian Komandan mereka. akan tetapi mereka juga takut ketika memikirkan seluruh aliansi Jendral Tian Hu akan murka.


Para tetua dari desa Ming sebenarnya ada diantara kerumunan orang-orang tersebut, akan tetapi mereka hanya menyaksikannya tanpa mengatakan apapun. Mereka sudah mengetahui rencana Yang Xuan datang kekota itu, hanya saja mereka tidak menyangka kejadiannya akan seheboh itu.


"Tinggalkan kerajaan ini sekarang juga, temukan Kuil utara di kota Xuan Xu kekaisaran Jiang. Katakan kepada mereka bahwa aku yang menyuruhmu datang kesana. Berhati-hatilah...!" perintah Yang Xuan setelah melihat Komandan Sio turun dari atas gerbang dan berjalan kearahnya dengan wajah memucat karena mendengar bisik-bisikan para penduduk kota.


"Baik Tuan..... " ucap Komandan Sio dan langsung menghilang dari istana tersebut.


Yang Xuan juga menghilang dari istana dan muncul di ketinggian lalu menghilangkan segel yang dipasang sebelumnya, kemudian dia meleset kearah utara kota Tian Hei. Tidak membutuhkan waktu lama dia sudah mendarat di atas atap kediaman Jendral Tian Hu dan langsung menyegelnya.


Yang Xuan membunuh beberapa penjaga yang kebetulan ada di pos jaga, serta beberapa orang yang kebetulan berada di luar kediaman Jendral Tian Hu yang sedang bermain di sebuah taman.


Suara teriakan-teriakan menggelegar memenuhi seluruh kediaman Jendral Tian Hu setelah menemukan putranya, menantunya, putri bungsunya serta cucunya tewas bersimbah darah.


Seluruh penghuni kediaman Jendral Tian Hu segera bermunculan ketika mendengar teriakan. Tubuh mereka Semua langsung membeku ketika melihat semua keturunan Jendral Tian Hu sudah binasa.


Jendral Tian Hu langsung hilang kendali, seketika dia mengamuk dan menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya. Matanya tiba-tiba bersinar memancarkan cahaya merah darah, aura kematian yang sangat pekat tiba-tiba merembes dari tubuhnya. Orang-orang langsung menjauh sambil memuntahkan darah dari mulut mereka.


Melihat hal itu, Yang Xuan langsung menyebarkan aura spritual secara perlahan-lahan dan tidak lama kemudian dia menghilang dari tempatnya dan muncul di sebuah ruangan. Yang Xuan langsung meninju sebuah dinding batu dan menghancurkannya. Dia melihat ada sebuah tangga batu di balik dinding batu itu lalu memasukinya.


Yang Xuan terus menelusuri tangga batu itu hingga dia tiba di sebuah ruangan yang lumayan luas. Matanya melebar melihat tumpukan tengkorak kepala manusia memenuhi ruangan bawah tanah tersebut.


Dia mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan dan melihat sesosok wanita cantik duduk di atas batu giok sambil berkultivasi, bahkan ada juga altar hitam di tengah-tengah ruangan tersebut.


Yang Xuan diam-diam tertawa ketika melihat wanita itu sedang berusaha naik tingkat. Dia melemparkan pisau energi membuat wanita itu terlempar dari posisinya dan memuntahkan darah merah kehitaman beberapa kali.


"Siapa kamu....?" ucap wanita itu gelagapan sambil memegang dadanya, bahkan dia tidak tahu bahwa ada seseorang yang memperhatikannya. Dia memuntahkan darah kehitaman secara terus menerus dari mulutnya dan aura kehidupannya langsung melemah.


"Dasar nenek sialan, sudah berapa banyak manusia yang kau korbankan? Apakah tugas Jendral dan istrinya beralih menjadi pembunuh? Apakah semua penduduk kota ini akan kalian jadikan sebagai tumbal pengorbanan?"


Yang Xuan berteriak marah dan bertanya secara bertubi-tubi lalu dia menyerang wanita itu dan langsung membunuhnya. Walaupun wanita itu sudah menjadi iblis akan tetapi tubuhnya terluka parah karena terkena serangan saat dia berusaha naik tingkat.


Yang Xuan membuat segel tangan tiba-tiba sebuah lingkaran muncul di udara, dari lingkaran tersebut muncul rantai api lalu mengikat altar hitam tersebut kemudian Yang Xuan menggerakkan tangannya dan mencabut altar tersebut lalu memasukkannya kedalam cincin penyegel benua.


Setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu dan langsung menghancurkannya. Yang Xuan mengibaskan tangannya membuat semua yang ada di ruangan itu menghilang kedalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Yang Xuan langsung menyegel ruangan itu dengan segel tingkat tinggi dan memasang formasi pembunuhan tingkat tinggi lalu menyegelnya kembali dengan segel ilusi tingkat tinggi. Dia langsung menancapkan ratusan tombak, pisau dan pedang di empat sudut ruangan sebagai titik pusat segel dan formasi.


Yang Xuan keluar dari ruangan bawah tanah, lalu meleset secepat kilat keudara karena dia melihat kediaman Jendral Tian Hu sudah tinggal reruntuhan, Ledakan-ledakan keras terjadi di berbagai tempat ketika semua orang sudah berubah menjadi iblis bertanduk. Mereka saling menyerang dan tidak kenal kawan maupun lawan. Yang Xuan menatap kearah tanah dan dia melihat jasad-jasad itu langsung kering dan hanya tinggal tengkorak saja.


Yang Xuan langsung bersemangat dan bergabung kedalam pertempuran dan langsung mengeluarkan kapak pembunuh iblis dari cincin penyimpanannya. Dia tahu mereka hanya di jadikan pion oleh para iblis untuk mendapatkan darah manusia. Bahkan tranformasi mereka tidak stabil dan tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan.


"Hahaha.... Ini sangat menyenangkan."


Yang Xuan langsung meleset secepat kilat seiring Ledakan aura spritual keluar dari tubuhnya, membuat para iblis gila itu susah untuk menggerakkan tubuh mereka. Tangan kanan langsung mengayunkan kapak yang ada ditangannya dan tangan kiri mencakar siapa saja yang ingin mendekat.


Ting.... Ting... Ting.


"Apa....?" teriak Yang Xuan kaget ketika kapak pembunuh iblis tidak bisa menggores tubuh iblis tersebut. padahal kekuatan mereka jauh di bawah kekuatannya.


"Walaupun aku tidak mengalirkan unsur energi Qi seharusnya kapak ini bisa membelah tubuh mereka, dasar kapak sialan..." gerutu Yang Xuan kesal padahal dia sudah melapisi kapak itu dengan elemen besinya.


Yang Xuan Kembali mengalirkan sejumlah unsur energi Qi kepada kapak pembunuh iblis setelah mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan kapak berlian dari cincin penyimpanannya. Dia kembali meleset secepat kilat dan menghindari setiap serangan yang dilepaskan oleh para iblis tersebut. Kapak pembunuh iblis mengoyak apa saja yang mencoba menghalangi langkahnya.


Dalam waktu singkat sekitar sembilan iblis bertanduk itu terkapar dengan kepala terpisah dari tubuhnya. Yang Xuan langsung membakar semua jasad yang tergeletak di atas tanah, jasad-jasad itu seketika berubah menjadi abu dan beterbangan keberbagai arah karena terbawa oleh angin yang dikendalikan olehnya.


"Hari ini hantu pulau telah berakhir, sekarang aku harus mencari hantu laut. Semoga leluhur Qian bisa membersihkan sisanya."


Yang Xuan meleset keudara setelah menatap kediaman Jendral besar kerajaan air itu sudah berubah menjadi reruntuhan lalu menghilangkan segel yang dipasang sebelumnya. Kemudian dia meleset dengan kecepatan tinggi menuju semenanjung Lei Zhu.


Yang Xuan mengirim pesan kepada Kakeknya supaya mengirim Kai Feng bersama beberapa tetua menuju wilayah perbatasan kerajaan air dan kerajaan api, tepatnya dihulu semenanjung Lei Zhu untuk membuka sebuah pelabuhan besar.


Yang Xuan memilih menyerang semenanjung Lei Zhu terlebih dahulu karena Huang Qin gagal menuju pulau sihai karena pelabuhan selat Lei Hong sudah lama tidak beroperasi.


Saat Yang Xuan meninggalkan kediaman Jendral Tian Hu, Leluhur keluarga Qian bersama Raja Qian Fan dan hampir ratusan tetua tiba di tempat itu. Mereka menatap kediaman Jendral besar itu hanya tinggal reruntuhan.


Para tetua yang dipenjara yaitu pendukung Raja Qian Fan terlihat sangat marah karena mereka mendapat siksaan ketika berada dipenjara, jika saja mereka menemukan lawan saat ini juga, dipastikan mereka akan mencabik-cabiknya.


Jendral Fen menggelengkan kepalanya, hanya dalam waktu singkat gejolak terjadi dan mengguncang seluruh kerajaan air, keributan terjadi di beberapa tempat dan tidak dapat dikendalikan oleh leluhur Qian. Kepala yang tergantung di gerbang istana membuat kemarahan sebagian orang langsung meledak dan sebagian orang menghancurkan keluarga Shang dan sebagian mencari keluarga Li.


Leluhur Qian mengajak kelompoknya menuju kota Teng Chong dan sebagian besar menuju berbagai tempat untuk menjaga kota Tian Hei dan akan menumpas sisa pemberontakan tersebut.


Para penduduk kota dan pedagang serta para saudagar kaya bahkan tidak segan-segan mengeluarkan koin emas, agar kultivator di berbagai sudut di kota Tian Hei ikut membantu untuk menumpas pemberontakan tersebut setelah mereka melihat ratusan kultivator bergerak keberbagi tempat.


Leluhur keluarga Qian dan Raja Qian Fan tertegun saat melintas di atas sungai mutiara menuju kota Teng Chong. Mereka melihat ratusan kultivator berjubah putih berlambang matahari membantai kelompok perompak sungai mutiara. Kekuatan mereka sangat lemah hanya ditingkat pemula hingga tingkat kaisar, akan tetapi mereka sanggup melawan hingga tingkat bumi.


Beberapa tetua tingkat legenda hanya memberikan instruksi kepada murid-muridnya supaya tidak terpisah dari formasi kebanggaan mereka. Satu orang yang berada di tingkat bumi hanya menonton dari kejauhan sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


Tentu saja mereka menggunakan artevak yang diberikan oleh Yang Xuan. walaupun kuil Kunlun baru berdiri di kerajaan air akan tetapi semua petingginya sudah pernah berperang dan langsung di bawah instruksi oleh Yang Xuan.


Leluhur Qian langsung meleset kearah pertempuran dan memenggal kepala pemimpin perompak itu. Dia tidak ingin melewatkan momen langka tersebut, dia tidak mau Yang Xuan marah gara-gara tidak menemukan kepala kelompok perompak sungai mutiara di gerbang istana.


__ADS_2