KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI
Apa Aku Kecolongan?


__ADS_3

Segera aku menelfon camer lagi.


[ Ada apa Ndri? Kok nelfon lagi? ]


"Om bilang besok makan malam kan? Terus itu artinya kita mau ngakuin semua ke Tisa besok Om?"


[ Nggak lah Ndri. Besok itu kamu akan didandani supaya Tisa nggak ngenalin kamu. Om akan mendatangkan orang buat dandanin kamu. ]


Setelah mengatakan itu camer mamatikan sambungan telfon.


Heran deh! Kenapa ribet banget sih pakek drama ini itu. Kenapa nggak langsung nikah aja coba?


Haaahh. Tapi ya mau gimana lagi. Sebagai calon menantu yang baik, aku harus nurut.


"Besok aku makan malam sama Tisa. Kayaknya beliin dress buat dia ide bagus!"


Aku segera menyambar hp dan ingin menghubungi Romi agar mencarikan dress untuk Tisa.


Aku udah kebiasaan sering mengandalkan dia.


"Eh, tapi Tisa suka warna apa ya?" Aku yang tadinya ingin menelfon Romi jadi urung.


"Tanya ke Pipit aja deh!"


[ Pit, warna kesukaan Tisa apa? ] Kukirim pesan itu ke Pipit.


Tring!


Cepet juga Pipit balasnya.


[ Maroon. ]


Aku tersenyum membaca pesan itu. Segera aku menghubungi Romi dan meminta tolong padanya untuk mencarikan sebuah dress warna maroon di butik.


Setelah selesai menghubungi Romi walau sempat jelasin panjang lebar karena tiba-tiba aku minta tolong dia buat nyariin baju perempuan, aku pergi ke dapur berniat membuat teh anget.

__ADS_1


Aku mengantongi hp keduaku yang buat penyamaran ke dapur. Aku berniat menghubunginya nanti.


Sambil nunggu air mendidih, aku nunggu sambil main hp. Berniat menghubungi Tisa.


Baru juga mau nelfon Tisa, eh airnya udah mendidih aja. Terpaksa aku menaruh hpku ke meja dan mendekat ke kompor.


Setelah membuat teh, aku langsung balik ke kamar. Minum teh sambil dengerin musik enak nih!


Baru juga masuk ke kamar, di luar ada suara Tisa lagi ngobrol sama si Pakis. Siapa Pakis? Faiz maksdutnya.


Dari percakapannya sih si Pakis lagi bagi-bagi makanan sebagai salam tetangga baru.


Halah! Bilang aja dia caper sama Tisa.


Tapi biarin ajalah. Toh Tisa udah jadi punya aku.


Kudengarkan saja mereka ngobrol-ngobrol entah tentang apa nggak terlalu jelas dan aku nggak niat mau nguping.


Sampai akhirnya tak terdengar suara mereka ngobrol lagi.


Tunggu dulu! Hp? Hpku yang satunya mana?! Hpku yang buat penyamaran!


Aku obrak-abrik bantal mencari hp baru itu.


Astaga! Aku baru ingat! Aku meninggalkannya di meja dapur!


Gegas aku berlari ke dapur. Takutnya Tisa yang nemuin itu hp dan dia buka isinya dan jadinya dia tau semuanya.


Mataku membulat begitu sampai di dapur dan melihat Tisa ada di dapur.


"Ini hp siapa?" Tisa meraih hpku yang tergeletak di meja. "Siapa yang meninggalkan hpnya di sini?"


"Itu hpku!" Aku langsung mengambil hpku dari tangannya.


Haahh, untung masih selamat. Setelah itu aku langsung kembali ke kamar. Meninggalkan Tisa dengan kedua alis menyatu.

__ADS_1


Begitu sampai di kamar, hp lamaku berdering. Dari Romi rupanya.


"Halo Rom?"


[ Halo. Ini aku udah mau nyampek kosanmu nih. Lagian yang mau nikah siapa, yang ribet siapa. Dulu aja sok-sokan nolak perjodohan sampek keluar dari rumah segala. Disuruh nemuin malah nyuruh aku dateng. Udah dibilang orangnya cantik masih kekeuh nolak. Dan sekarang, lihat apa yang terjadi! ]


Aku hanya terkekeh mendengar ucapan Romi yang panjang lebar.


"Ya aku mana tahu dia kalau cewek yang dijodohkan sama aku itu ternyata cewek yang aku suka Rom. Kalau aku tahu, udah lama aku setuju!"


[ Udah nyampek nih aku. Buruan keluar! ]


"Kamu kasih aja ke penghuni kosan yang lagi ada di luar. Bilang kalau buat Tisa. Dan jangan lupa pakek masker kalau ngasih!"


[ Ck! Ngerepotin banget sih! ]


Telfon aku tutup sebelum Romi protes lagi.


Tak berapa lama, masuk pesan dari Romi yang mengatakan dia sudah menitipkan drees untuk Tisa ke penghuni kos cowok katanya. Palingan itu Faiz.


Paling sekarang dia udah nerima dress dariku.


Segera aku mengetik pesan untuk Tisa.


[ Pakailah pas makan malam besok! ]


Centang duanya langsung berubah jadi biru.


Dia pasti sekarang sangat senang karena aku memberinya dress dengan warna kesukaannya.


Aku gegas keluar dari kamar. Ingin melihat wajah Tisa yang lagi bahagia setelah menerima dress itu.


Tapi ketika aku membuka pintu kamar, pemandangan yang bikin mata sepet langsung menyambut.


Aku melihat Tisa sedang memegang tangan Faiz yang hendak masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Sejak kapan mereka jadi sedekat itu?! Apa aku sudah kecolongan?


__ADS_2