
Belum sempat Anastasya berucap Al sudah lebih dulu menarik tubuhnya. ‘’Pak Al tolong lepaskan! Ini sangat sakit.’’ Anastasya meronta dan berusaha melepaskan diri.
‘’Diamlah, kalau kau membuat keributan disini mau tidak mau aku akan mengatakan kebenarannya pada orang tuamu.’’ Ancam pak Al bersungguh-sungguh membuat Anastasya diam seketika.
Pasrah saat pak Al terus menarik tubuhnya memasuki mobil yang diyakininya sebagai mobil pak Al.
Didalam mobil, Al mengangkat dagu Anastasya lalu mencium bibirnya. Anastasya yang terkejut dengan serangan tiba-tiba hanya bisa berkedip beberapa kali.
Yang menciumnya sekarang adalah pria brengsek yang begitu dibencinya.
Pria yang sudah lancang mengambil hal berharganya dan bahkan tak henti-hentinya mengganggunya.
Dengan sekuat tenaga Anastasya mendorong paksa tubuh pak Al. ‘’Kau apa yang kau lakukan di depan rumahku?’’ Anastasya menunjuk Al tepat di wajahnya.
‘’Tentu saja aku merindukan calon istriku.’’ Jawabnya santai.
‘’Calon istri? Jangan sembarangan kalau bicara.’’
‘’Aku tidak asal bicara, kita akan menikah dua minggu lagi.’’ Ucap Al dengan penuh keyakinan.
‘’Menikah saja sendiri aku tak ingin menikah denganmu, begitu banyak pria diluar sana kenapa aku harus menikah dengan pria brengsek sepertimu?’’
‘’Kau milikku dan hanya milikku, ini, ini, ini, ini, dan ini semuanya milikku.’’ Al mengecup kening, pipi kiri kanan, hidung dan bibir Anastasya sambil mendeklarasikan bahwa semua yang disentuhnya tadi adalah miliknya.
‘’Brengsek kenapa kau suka sekali mencuri kesempatan.’’
Al menarik Anastasya dalam pelukannya tak peduli wanita itu sedang marah dan berontak. ‘’Kau akan menjadi milikku dan hanya milikku, dan tak ada yang bisa mengambilmu dariku"
Anastasya mengangkat kepalanya untuk sejenak melihat wajah Al wajah pria brengsek itu. ‘’Kau bisa memiliki wanita yang lebih segalanya dibandingkan aku, jadi tolong lepaskan aku karena aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun untukmu.’’
‘’Jangan bermimpi selamanya kau tidak akan lepas dariku, kau adalah wanita pertama yang merasakan kegagahan Arnold dan Arnold tidak menginginkan milik wanita lain untuk memuaskannya.
__ADS_1
‘’Hei pria gila, aku sedang membicarakan tentang kita kenapa kau membawa orang lain, aku tidak mengenal siapa itu Arnold dan tidak ingin mengenalnya.’’ Ucap Anastasya marah ia berbicara serius pada Al dan Al hanya membicarakan tentang orang lain bahkan dia tidak mengenal siapa itu.
‘’Kau mengenalnya baby, kalian sudah bertemu bahkan kau sudah merasakannya.’’
‘’Pria brengsek ini sebenarnya sedang berbicara tentang apa. wajahnya begitu menjengkelkan ’’
‘’Sudahlah aku tidak ingin membicarakan tentang siapa tadi namanya Ar.. Ar sudahlah tidak peduli siapa namanya yang jelas aku tidak mengenalnya dan sekarang tolong lepaskan aku, aku ingin pergi kerumah sahabatku.’’
Tanpa memperdulikan ucapan Anastasya, sekali lagi Al mengangkat dagu Anastasya lalu mengecupnya lagi. Kali ini ciuman itu lebih lama, Al terus melu mat bibir bawah dan atas secara bergantian dan dengan lihainya lidah Al mengabsen setiap sudut mulut Anastasya.
Anastasya mengumpat dalam hati saat dirinya tak bisa membebaskan diri. Menghujani Al dengan berbagai sumpah serapahnya. Sempat terbesit dalam pikirannya untuk meramas aset berharga Al untuk melepaskan dirinya, tapi ia sedikit takut jika Al malah akan melakukan hal yang lebih gila padanya.
‘’Al..lien ini, sampai kapan ia akan menciumku? Bisa-bisa aku mati kehabisan napas sekarang.’’
Al melepaskan ciuman panasnya saat tau lawannya hampir kehabisan napas, dengan lembut Al mengusap bibir Anastasya untuk menghilangkan sisa saliva yang menempel di bibir itu.
‘’Dasar alien, dasar gila, dasar brengsek, dasar bajingan, dasar pria tak punya hati. Kau hampir membunuhku, apa kau sengaja?’’ Teriak Anastasya kesal meluapkan semua emosi yang sudah ditahannya.
Al tak menghiraukan teriakan itu, ia menyalakan mobilnya berniat membawa Anastasya kerumahnya. Rumah pribadinya bukan rumah orang tuanya. ‘’Yak.. Pria gila turunkan aku, kau mau membawaku kemana?’’ Teriak Anastasya sambil memukul tubuh Al.
*****
‘’Kenapa kau membawaku kesini? Tanya Anastasya panik.
‘’Apa kau tidak bosan, dari tadi kau terus berteriak padaku.’’ Al menggendong paksa tubuh Anastasya membawanya ke kamar pribadinya.
‘’Alien kau sangat keterlaluan, cepat turunkan aku sekarang, kalau tidak aku akan melaporkan tindakanmu ini pada pihak kampus.’’ Ancam Anastasya.
‘’Aku tidak peduli, lagipula itu adalah kampus milik keluargaku jadi siapa yang berani memecatku?’’ Wajah Al terlihat merah menahan emosi, membuat nyali Anastasya sedikit ciut dan tak berontak lagi. Ia terus diam dalam gendongan Al sampai Al menurunkannya di atas ranjang empuk.
‘’Dimana ini?.’’ Seketika wajah Anastasya menjadi panik dan takut.
__ADS_1
‘Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau takut padaku sekarang?’’
Dengan pelan Anastasya mengangguk. ‘’Kau adalah pria yang paling menyeramkan yang pernah kutemui.’’
Al mengusap pelan punggung Anastasya. ‘’Tenang saja walaupun katamu aku menyeramkan tapi aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin kau menemaniku tidur.’’ Al menarik tubuh Anastasya dan membawanya dalam pelukannya. Hanya dengan mencium wangi tubuh Anastasya Al sudah tertidur dengan lelap.
Sementara, Anastasya tak bisa langsung memejamkan matanya, sedikit gugup tidur diranjang yang sama dengan seorang pria. Jantungnya berdebar kencang, gugup dan cemas.
*****
Cahaya matahari mulai menyelinap masuk dari cela gorden kamar, menandakan bahwa pagi telah tiba. Anastasya masih nyaman dalam tidurnya, masih nyaman dalam posisinya memeluk tubuh Al.
Disampingnya Al tengah menatap kagum padanya. Al sudah bangun sekitar 10 menit lalu, Dengan pelan Al mengusap wajah Anastasya. Ia tersenyum bahagia.
Perasaannya tak karuan hanya dengan melihat wajah cantik Anastasya. Niat untuk menikahinya pun semakin besar. Al ingin menjadi orang terakhir dan pertama yang dilihat Anastasya sebelum wanita itu tidur dan bangun.
Al terus mengusap wajah Anastasya membuat tidur wanita itu sedikit terganggu. Masih menutup mata Anastasya menyingkirkan tangan Al dari wajahnya. ‘’Mama, biarkan aku tidur sebentar lagi.’’
Kening Al mengerut sedikit bingung. Namun, beberapa detik kemudian tersenyum, sepertinya Anastasya mengira dirinya sebagai mamanya, dengan jahil Al menarik hidung Anastasya.
‘’Astaga mama ganggu banget sih.’’ Rengeknya. Beberapa detik kemudian matanya membola mendengar suara pria dari sampingnya.
Khem, Al sengaja berdehem untuk menyadarkan Anastasya.
Anastasya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. ‘’Yak.. Apa yang pak Al lakukan dikamarku?’’
‘’Sepertinya kau belum benar-benar sadar baby, coba kau perhatikan baik-baik apa benar ini kamarmu?’’
Anastasya memperhatikan seluruh ruang yang sangat asing baginya. Matanya kembali melotot saat sadar semalam Al membawanya ke kamar ini. Al bahkan tidur sambil memeluknya.
‘’Tunggu, apa semalam kita benar-benar tidur bersama? Atau kau keluar setelah aku benar-benar tertidur?’’
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa like dan komennya ya😉