Love By Mistake

Love By Mistake
Berusaha menggoda Al


__ADS_3

‘’Hai kak.’’ Eva menghampiri Al dan duduk di kursi depan Al sembari memperlihatkan senyum manisnya. Bahkan pagi ini ia sudah berdandan.


‘’Pagi.’’ jawab Al cuek tanpa melihat Eva. menurutnya Eva tak lebih menarik dari layar ponselnya.


‘’Kak Sya-nya mana?’’ Tanya Eva basa basi.


Al melihat malas pada wanita itu, entah kenapa sejak pertama bertemu Al sudah sangat tak menyukainya.


Al memang belum pernah berpacaran hanya saja ia bisa mengenali mana wanita baik dan mana wanita yang kurang baik.


Mungkin feelingnya yang terlalu kuat atau karena begitu banyak wanita yang berusaha mendekatinya membuatnya bisa mengenali dengan benar mana yang baik dan mana yang buruk.


‘’Cih.. Istriku ribuan kali lipat lebih baik dan lebih segalanya dibanding mu.’’


‘’Kak Al.’’ Eva mencoba menyentuh tangan Al namun, langsung ditepis.


‘’Pak Al kok nggak bangunin aku.’’ Anastasya menghampiri sambil berjalan pelan.


Al menghampiri lalu mencium pucuk kepala Anastasya, menggenggam tangannya lalu mendudukan wanita itu dikursi tepat disampingnya.


‘’Masih pagi udah cantik aja sih.’’ Al mencolek hidung Anastasya dengan gemas tanpa malu karena sekarang di meja itu sudah ada kedua mertuanya juga.


‘’Ih apaan sih masih pagi udah gombal aja.’’


Al menarik ujung hidung Anastasya dengan gemas.


‘’Aku nggak gombal bae, istriku ini sangat cantik bahkan dengan wajah polos begini tetap sangat sangat cantik, iya kan ma, pa, Ev?’’ tanya Al tanpa melihat tiga orang yang disebutkan tadi.


‘’Apaan sih malu tau.’’ Anastasya menyikut perut Al pelan.


‘’KDRT bae.’’ Al meletakan tangannya di kepala Anastasya dengan keningnya ditempelkan pada kening Anastasya.


‘’Kalian ini.. Nggak malu apa bermesraan didepan orang tua mana di depan Eva lagi.’’ Omel mama.

__ADS_1


‘’Bukan Sya ma, tapi menantu kesayangan mama ini.’’ Anastasya menatap Al ‘’Dia selalu mencuri kesempatan ma, pa.’’


Bukannya tersindir Al malah melingkarkan tangannya dipinggang Anastasya. ‘’Nggak pa-pa dong bae, aku kan nyuri kesempatan dari istriku bukan wanita lain.’’ Ucapnya terkekeh


‘’Mana ada, dari sebelum kita menikah kau selalu suka mencuri kesempatan dariku.’’


‘’Itu kan karena aku sangat.. Sangat.. Sangat mencintaimu.’’


‘’Eva permisi dulu ya om, tan.’’ Eva berdiri dari duduknya, hatinya begitu geram melihat cara Al memperlakukan Anastasya. Ia bahkan sudah berdandan secantik mungkin untuk menarik perhatian pria itu tapi tak dilirik sama sekali.


Padahal menurutnya ia tak kalah cantik dari Anastasya hanya saja Anastasya ditunjang oleh tubuh tinggi bak model sedang dirinya sedikit lebih pendek dengan badan yang lebih berisi.


‘’Mbak Sya didepan ada den Raka katanya mau ketemu mbak Sya.’’ seorang ART memberitahu.


‘’Raka? Kamu nggak kasih tau dia Sya kalau kamu udah nikah?’’ Tanya papa yang tak tau sama sekali tentang alasan putusnya Anastasya dan Raka karena memang Anastasya sama sekali tak memberitahu kejadian itu selain pada kedua sahabatnya.


‘’Udah pa, Sya juga nggak tau kenapa dia kesini lagi.’’ Anastasya meminta izin Al lewat tatapan matanya untuk menemui Raka.


‘’Oke tapi aku ikut.’’


Setelah mendapat persetujuan Al, perlahan Anastasya membawa langkahnya menuju ruang tamu dimana Raka sedang menunggunya.


Anastasya menguatkan hatinya untuk mempertahankan rumah tangganya tak peduli apapun yang akan Raka katakan nanti.


Walau belum mencintai Al, Anastasya cukup tau diri dan tau posisinya sebagai istri apalagi belakangan ini ia  merasa sangat nyaman berada disamping suaminya.


Suami yang dulu dilihat sebagai pria yang menjengkelkan perlahan berubah menjadi suami yang mengagumkan di matanya. Mungkin benar kata orang kebersamaan bisa menumbuhkan perasaan sedikit demi sedikit dan itulah yang dirasakan Anastasya untuk Al.


Anastasya mendudukan badannya di sofa depan Raka duduk.


‘’Ada apa Rak?’’ Tanyanya dengan santai sambil memperlihatkan senyum manisnya.


‘’Aku datang kesini cuma mau bilang kalau aku nggak akan menyerah tentang hubungan kita, aku nggak akan melepasmu Sya.’’ Raka mendekat dan berjongkok di depan Anastasya.

__ADS_1


‘’Jangan begini, hubungan kita sungguh telah berakhir, aku tak akan mampu meninggalkan suamiku jadi tolong pergilah dan ingat kenangan kita sebagai sesuatu yang membahagiakan untukmu.’’


‘’Aku nggak peduli kamu udah nikah atau belum yang jelas sejak tiga tahun lalu kau adalah kekasihku dan aku sama sekali tak pernah meninggalkanmu Sya, aku mungkin melakukan kesalahan tapi bukan berarti aku tak pantas mendapatkan kesempatan kedua Sya.’’


‘’Tolong mengerti kita sudah berakhir sejak saat dimana aku memergokimu saat itu.’’


‘’Tolong jangan terus menyinggung masalah itu, aku tau aku salah saat itu tapi setelah mendengar pernikahanmu aku juga jadi berpikir kau menghianatiku saat itu, kalau tidak bagaimana bisa kau menikah secepat ini Sya.’’ Dengan tidak tau malunya Raka menuduh Anastasya.


Mendengar ucapan Raka, Anastasya refleks mendorong tubuh pria itu. Ia tak pernah menyangka Raka akan berpikiran sepicik itu. Jelas-jelas Rakalah yang menghianatinya tapi sekarang pria itu seakan mengecam pernikahannya dengan perselingkuhan.


Padahal Raka tau dengan pasti selama mereka pacaran Anastasya sama sekali tak pernah dekat dengan pria manapun selain Ardy karena memang Raka terbilang pria yang cukup sering mengatur apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan.


Raka bahkan selalu mengecek ponsel Anastasya saat mereka bertemu, selalu mengomel jika Anastasya terlambat menjawab telponnya, marah saat ada pria yang menyukainya hingga Anastasya berpikir bahwa Raka sangat mencintainya tapi ternyata apa yang dilakukan Raka dibelakangnya?


Raka tidur dengan wanita lain saat Raka begitu melarangnya untuk dekat dengan pria lain bahkan di kontak ponsel Anastasya sama sekali tak ada kontak pria kecuali Raka, Ardy dan papanya.


‘’Kau sangat keterlaluan Raka, bisa-bisanya kau menuduhku seperti itu? Apa menurutmu aku seorang wanita yang mudah berselingkuh disaat aku memiliki seseorang yang kusayangi disisiku? Aku tidak sepertimu Raka, aku tidak sepertimu yang selalu mengatakan cinta tapi bermain gila dengan wanita lain. Kau tau dengan jelas bahwa saat itu hanya kau satu-satunya bagiku aku bahkan tak pernah melihat pria lain karena selalu menjaga perasaanmu.’’ Anastasya mengeluarkan unek-uneknya.


‘’Bagaimana aku bisa percaya Sya, bahkan kau menikah sebelum dua bulan kita berpisah.’’


‘’Aku memang menikah cepat tapi bukan berarti aku selingkuh, lebih baik kau pergi sekarang sebelum suamiku keluar dan mengusirmu.’’Anastasya mendorong tubuh Raka memaksanya keluar dari rumah itu.


‘’Ingat Sya, aku nggak akan rela ngebiarin kamu sama orang lain.’’ Raka berucap sebelum meninggalkan rumah itu.


*****


‘’Kamu nggak pa-pa Sya? Tanya Al saat Anastasya memasuki kamar.


Anastasya hanya menggeleng, menghampiri Al dan memeluk erat tubuh Al. menghirup aroma tubuh yang sangat membuatnya nyaman.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2