Love By Mistake

Love By Mistake
kegiatan amal


__ADS_3

‘’Iya nggak pa-pa kan? Gw nggak mungkin biarin lo pulang sendiri tapi gw juga harus jemput Stevi jadi kita jemput Stevi dulu terus anterin dia habis itu gw anterin lo pulang.’’


‘’Lo jemput Stevi aja biar gw pulang naik taxi.’’ Tolak Andrea.


Bagaimana bisa Ardy mengajaknya, melihat Stevi saja tak suka apalagi harus berada satu mobil dengan wanita itu.


‘’Nggak gw nggak izinin lo pulang naik taxi.’’ Tolak Ardy tak terima dengan keinginan Andrea. Sudah hampir jam sebelas malam bagaimana bisa Ardy membiarkan Andrea pulang naik taxi. Ia sama sekali tak akan tenang jika hal itu terjadi.


‘’Idih gw nggak mau ya semobil sama Stevi mending gw naik taxi, lagian rumah gw nggak terlalu jauh jadi amanlah untuk naik taxi.’’


‘’Lo jemput Stevi aja Dy nanti gw minta sopir gw buat anterin Rea.’’


Saran Anastasya karena jika berada di posisi Rea maka ia juga akan memilih untuk pulang naik taxi dari pada harus satu mobil dengan Stevi wanita yang tidak disukai olehnya dan Rea tapi apesnya wanita itu sekarang sudah menjadi pacar dari sahabat mereka.


Ardy melihat Rea, sebenarnya Ardy ingin mengantar wanita itu pulang kerumahnya karena tadi Rea datang bersamanya tapi ia juga tidak bisa memaksa karena pada dasarnya ia tau tentang rasa tidak suka kedua sahabatnya itu pada pacarnya, dan dengan berat hati Ardy mempercayakan Rea untuk diantar sopir Anastasya.


‘’Sepertinya sekarang kita harus membiasakan diri karena pasti perhatian Ardy akan terbagi untuk kita dan Stevi.’’


Anastasya membuang nafas tidak suka dengan keputusan Ardy yang menjadikan Stevi pacar tapi mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa karena itu adalah perasaan Ardy dan Ardy sudah menentukan pilihannya.


*****


‘’Baby, hari ini kamu diantar sopir nggak pa-pa kan?’’ Tanya Al dan Anastasya mengangguk. Hari ini Al menjadi dosen tamu di kampus lain dan otomatis mereka tak bisa berangkat bersama seperti yang biasa mereka lakukan.


*****


‘’Ardy mana?’’ Tanya Anastasya menghampiri Andrea yang duduk sendirian sambil membaca buku.


Andrea tak menjawab tapi mengarahkan dagunya pada Ardy yang sedang duduk sambil mengobrol santai dengan Stevi.


Anastasya hanya melihat sekilas karena pemandangan itu bukan merupakan pemandangan yang disukainya.


Lalu mendekatkan wajahnya melihat buku yang sedang dibaca Andrea dan akhirnya mereka membaca buku itu bersama dengan kepala yang menempel sambil sesekali tertawa.

__ADS_1


Bukan buku pelajaran tapi kedua wanita itu sedang asyik membaca novel dengan genre komedi romantis.


‘’Ah so sweet banget sih.’’ Ucap Anastasya dan Andrea mengagumi karakter utama pria dalam novel itu.


‘’Eh Sya gw mau ngomong sesuatu.’’ Andrea menutup novel itu dan menghadap pada Anastasya sedang Anastasya memasang wajah penasaran dengan apa yang akan disampaikan Andrea.


‘’Lo ingat nggak cowok yang waktu itu gw bilang yang anak motor teman kakak gw.’’


Anastasya mengangguk.


‘’Dia nembak gw, menurut lo gw harus gimana?.’’


Anastasya mengangkat satu alisnya. ‘’Perasaan lo gimana ke dia? Lo suka atau?’’


Andrea berpikir sejenak lalu menggeleng kepalanya. ‘’Gw nggak tau Sya tapi anaknya baik dan enak diajak ngobrol, menurut lo kalo gw coba buat buka hati ke dia gimana?’’


Anastasya berpikir, mengetuk ngetuk lima jarinya diatas meja.


‘’Sepertinya nggak ada salahnya jika lo mau mencoba gw belum ketemu sama pria itu dan belum tau juga gimana sikapnya tapi kalo menurut lo dia pria yang baik maka lo bisa mencobanya karena gw bakalan selalu dukung apapun yang lo mau asal nggak menyesatkan aja.’’


Andrea memeluk Anastasya sedang Ardy melirik sekilas melihat kedua sahabatnya itu sedang berpelukan lalu pamit pada Stevi dan menghampiri kedua wanita itu, awalnya Stevi menahannya tapi Ardy tak terlalu menanggapinya.


‘’Lo berdua kok pelukan nggak ngajak-ngajak gw.’’


Ardy memasukan kepalanya diantara kedua wanita itu membuat Anastasya dan Andrea memindahkan tangan mereka dan memeluk leher Ardy.


*****


‘’Sore sayang.’’ Raka menghampiri Anastasya yang akan memasuki mobil Ardy


niatnya sore ini Ardy yang mengantar Anastasya dan Andrea pulang.


Ardy tersenyum sinis melihat Raka di depannya dan tanpa aba-aba Ardy melayangkan bogemnya beberapa kali hingga sudut bibir Raka mengeluarkan darah segar, kemudian dengan kasar Ardy menarik kerah kemeja Raka.

__ADS_1


‘’eh brengsek masih punya nyali lo buat ketemu Sya setelah apa yang lo lakuin.’’


‘’Ini urusan gw sama Sya dan nggak ada hubungannya sama lo.’’


‘’Cih...’’ Ardy membuang ludahnya lalu menatap Raka marah dengan tatapan tajamnya.


‘’Urusan Anastasya selalu menjadi urusan gw dan gw nggak akan segan-segan ngabisin lo kalo lo berani datang dan menemuinya lagi.’’


Ardy menghempas tubuh Raka dengan kasar lalu membalik badannya meninggalkan Raka tapi baru beberapa langkah Ardy kembali membalikan badannya menghadap Raka.


‘’Ingat apa yang gw bilang tadi.’’ Tunjuknya pada Raka lalu memutar badannya lagi dan menghampiri Anastasya dan Andrea yang menunggunya dalam mobil.


‘’Kenapa dipukul Dy kalo dia dendam gimana?’’ Tanya Andrea panik sambil membolak balik wajah Ardy memastikan pria itu baik-baik saja.


‘’Gw nggak takut sama dia.’’ Ucap Ardy dengan nada marah dan Anastasya langsung memeluk tubuh Ardy, merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang begitu menyayanginya.


Ardy memang selalu menjaganya dan Andrea dengan sangat baik dan jika ada yang menyakiti kedua wanita itu maka Ardy tak segan-segan memberi pelajaran pada orang-orang itu.


‘’Jangan terharu semua itu nggak gratis.’’ Ucap Ardy membuat Anastasya mencebik kesal lalu memukul punggung Ardy.


‘’Lo tenang aja Sya sebagai sahabat gw akan selalu menjaga lo dan semua itu nggak akan berubah walau lo udah punya suami.’’ Ardy mengusap kepala Anastasya lalu menghidupkan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Seminggu berlalu, hari ini mereka akan pergi ke desa terpencil untuk melakukan kegiatan amal.


Anastasya sedang berdiri disamping Andrea dan Ardy sambil terus memperhatikan orang-orang disekelilingnya.


Kegiatan amal itu ternyata diikuti oleh hampir seratus lima puluh orang dari berbagai kampus dan mereka dibagi menjadi enam desa.


Untung saja ketiga sahabat itu berada di desa yang sama hingga pastinya kegiatan amal ini akan begitu menyenangkan Karena selain melakukan kegiatan amal mereka menganggap kegiatan itu sebagai perjalan bersama untuk mempelajari hal-hal baru.


Di bus Al duduk di kursi paling depan, tadinya ia ingin duduk di kursi paling belakang sambil mengawasi Anastasya tapi beberapa dosen memaksanya untuk duduk didepan dan akhirnya Al pun menyetujui hal itu. Toh ada Ardy dan Andrea yang pasti akan menjaga istrinya dengan baik.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2