Love By Mistake

Love By Mistake
Menemui calon mertua


__ADS_3

Untuk sekali lagi Anastasya tertawa memandang remeh pada wanita itu.


Padahal wanita itu terbilang lumayan cantik tapi bisa-bisanya sikapnya begitu murahan, bahkan sampai rela menyerahkan tubuhnya pada Raka hanya untuk mendapatkan hati dan perhatian Raka.


‘’Gw nggak butuh pria brengsek itu jadi kalo lo mau ambil aja dan satu lagi jangan terlalu percaya pada kata-katanya gw aja yang sudah dikenalkan pada keluarganya bahkan hampir tiap hari dia nyatain cinta ke gw tetap aja tuh gw diduain apalagi lo.. ‘’Anastasya menunjuk wanita itu.


‘’Gw yakin Raka lembut dan mengatakan cinta hanya saat sedang berada di atas ranjang saja.’’


Anastasya tertawa penuh kemenangan sedang wanita itu pergi meninggalkan Anastasya karena terlalu malu dengan apa yang dikatakan Anastasya karena sesungguhnya seperti itulah yang terjadi, Raka tak pernah peduli padanya kecuali saat Raka ingin membawanya ke ranjang.


*****


‘’Ma, pa’’ teriak Anastasya menghampiri kedua orang tuanya.


‘’Ada tamu ya? Sia__.’’ Anastasya kaget, melihat pria yang sedang berbicara serius dengan orang tuanya, entah apa yang dibicarakan yang jelas Anastasya berubah pucat takut pria itu akan mengatakan apa yang terjadi.


Ia belum siap melihat wajah kecewa dari papa dan mamanya, selama ini kedua orang tuanya selalu membebaskannya melakukan apapun dan selalu percaya pada apapun yang dilakukannya.


Tapi kesalahan satu malam itu pasti akan sangat menghancurkan hati jika diketahui oleh orang tuanya.


‘’Kesini sayang…’’ Mama menggerakan tangannya seraya memanggil Anastasya mendekat.


‘’Sayang kenapa nggak bilang kalo pacar mu akan kesini?’’ Tanya mama lagi saat Anastasya mendudukan tubuhnya di sofa.


‘’Pacar?.’’ Tanya Anastasya heran.


Al mendekati Anastasya dan mengelus rambut wanita itu.’’Nggak usah disembunyikan lagi baby, aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada orang tuamu jadi tidak ada yang perlu ditutupi lagi, aku juga sudah meminta izin pada orang tuamu untuk segera menikahimu.’’


‘’What.. Kamu gila ya?’’ Anastasya tak habis pikir pada pria itu, bisa-bisanya ia menceritakan tentang kesalahan satu malam itu pada orang tuanya.


Padahal apa yang dipikir Anastasya berbeda dengan apa yang disampaikan Al pada orang tuanya, tidak mungkin juga Al akan mengatakan semua rahasia mereka itu pada orang tua Anastasya yang ada dia akan mendapatkan amukan besar dari kedua paruh baya itu.

__ADS_1


‘’Baby mikirin apa sih?’’ Al menyentuh wajah Anastasya sedikit gemas melihat reaksi wanita itu.


Dengan takut Anastasya melihat papa dan mamanya. Namun, kedua paruh baya tak menunjukan reaksi apapun kecuali reaksi papa yang tak nyaman dengan kedatangan Al dirumah mereka.


‘’Pak Al cerita apa pada orangtuaku?’’ Bisik Anastasya.


‘’Ada deh, KE PO yang jelas aku nggak cerita tentang malam indah yang telah kita berdua lalui.’’ Ucapan itu berhasil membuat Anastasya bernafas legah, setidaknya untuk sekarang dia masih aman, pikirnya.


‘’Baby, hei lagi lamunin apa sih?’’ Al menggoyang kecil lengan Anastasya.


‘’Nih orang gila kali ya, sembarang aja manggil gw baby pengen gw tabok mulutnya, untung dosen.’’


‘’Bapak ngapain disini pulang aja deh aku mau istirahat.’’ Anastasya berdiri meninggalkan ruang tamu tanpa menoleh sekalipun.


‘’Maaf ya nak, memang sikapnya sedikit keras kepala dan sedikit kasar.’’ Ucap mama tidak enak.


‘’Ngapain minta maaf sih ma, memangnya apa salah anak kita? Diakan hanya ingin beristirahat, memangnya kamu keberatan kalau Anastasya beristirahat?’’ Tanya papa dengan wajah tak bersahabat pada Al, tentu saja Al membalas dengan gelengan kepala.


Untuk sekarang ia harus berusaha meluluhkan dua hati, selain Anastasya ada papanya yang sepertinya juga susah ditaklukan.


Pernah sekali, sewaktu Anastasya duduk dikelas dua SMP ada seorang pria yang mengolok dan mengerjai Anastasya dengan tikus mati sampai Anastasya pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Papanya yang saat itu berada di luar negeri untuk urusan bisnis memilih pulang menemani putrinya tak peduli dengan berapapun kerugian yang harus ditanggungnya.


Bahkan sang papa menghampiri orang tua dari anak yang berani mengerjai putrinya, mengancam akan membalas dengan sangat kejam bahkan bisa mengambil nyawa pria itu jika terjadi sesuatu pada putrinya.


Karena kejadian itu pria iseng itu beserta keluarganya memilih pindah keluar negeri.


Apalagi sekarang tiba-tiba seorang pria datang kerumah mereka mangaku sebagai kekasih putrinya dan mengatakan akan segera melamar putrinya, tentu saja papanya tidak akan segampang itu menyerahkan Anastasya pada seorang pria yang bahkan tidak diketahuinya.


Papanya pasti akan memikirkan seribu cara untuk menguji kesungguhan pria itu. Sejauh ini hanya Ardylah satu satunya pria yang dipercaya sang papa untuk menjaga Anastasya.

__ADS_1


Tak perduli kemanapun Anastasya pergi jika itu bersama Ardy maka papa tidak pernah keberatan. Buktinya seperti semalam papanya sama sekali tidak mengkhawatirkan Anastasya yang tidak pulang kerumah karena tau putrinya itu sedang bersama Ardy.


Di kamarnya Anastasya sedang asyik berbaring di ranjangnya, perhatiannya teralih saat mendengar pintu kamarnya terbuka dan tertutup dengan pelan. Matanya melotot sempurna melihat pak Al berada dalam kamarnya.


Secepatnya Anastasya bangun dari ranjang, berjalan menghampiri pria itu.


‘’Pak Al ngapain di kamar saya?’’


Tanpa menjawab pak Al menghimpit tubuh Anastasya di tembok.


‘’Lepaskan aku, apa yang mau pak Al laku_ emmpphh.’’ Kalimatnya terputus karena pak Al menciumnya tiba-tiba.


Anastasya mendorong tubuh pak AL tapi tidak berhasil, kemudian dia mengangkat tangannya berniat menampar pak Al. Tapi dengan sigap tangan itu ditangkap pak Al.


Tak kehabisan akal, Anastasya mengangkat kakinya berniat menendang aset berharga pak Al. Tapi gagal juga karena pak Al sudah lebih dulu menghimpit kedua kakinya.


‘’Manusia alien ini, apa dia sengaja membuatku kehabisan napas?’’


Anastasya mengambil napas sebanyak-banyaknya saat pak Al melepaskan ciuman mereka.


‘’Dasar dosen gila, aku hampir saja mati karena kehabisan napas. Bagaimana jika aku mati muda gara-gara kau menciumku?’’ Maki Anastasya dengan penuh emosi.


Tak memperdulikan makian itu pak Al menarik pinggang Anastasya, ‘’jangan terlalu marah Sya, bisa saja sekarang di perutmu sudah hadir buah cinta kita, jadi jangan buat dia kaget dengan teriakanmu.’’ Pak Al mengelus lembut perut Anastasya yang masih rata, tak lama karena Anastasya sudah menepis tangannya.


‘’Jangan gila ya, aku nggak hamil.’’


‘’Kamu pasti sedang hamil baby hanya saja kau belum merasakannya.’’


‘’Dasar gila, keluar dari kamarku sekarang, kalau nggak aku teriak.’’


‘’Oke-oke, aku keluar sekarang, selamat beristirahat calon istri, calon ibu dari anak-anakku.’’ Pak Al mengecup kening Anastasya dan berlalu meninggalkannya.

__ADS_1


‘’Kau sangat menyebalkan, dasar alien…’’


Bersambung.....


__ADS_2