
Dengan perasaan dongkol Anastasya meninggalkan ruangan itu, mengomel karena Al menyuruhnya datang dan dengan santainya mengusirnya.
[Love you.] Anastasya membuka chat yang baru saja dikirimkan Al bukannya senang Anastasya malah lebih emosi mendapatkan chat seperti itu.
Dengan menghentakan kakinya menghampiri Ardy dan Andrea yang sedang menunggunya di tempat parkir.
Rencananya mereka akan langsung mencari semua keperluan fashion show yang dibutuhkan Anastasya dan Andrea. Kedua wanita itu memilih tema sekretaris untuk ditampilkan di fashion show nanti.
*****
Anastasya sampai dirumah hampir jam sembilan malam, melihat Al duduk di sofa masih setia dengan laptopnya.
‘’Sya kenapa nggak kasih tau aku kamu pulang semalam ini mana ponsel kamu nggak aktif-aktif lagi.’’
Anastasya mendekati Al dan duduk ditepi ranjang. ‘’Sorry ponsel aku lowbat terus tadi keasyikan ngobrol.’’
‘’Kamu kan bisa pinjam ponsel mereka buat ngasih kabar Sya, terus tadi kamu pulang naik apa?’’
Anastasya berdiri dan meletakan barang yang tadi dibelinya disofa. ‘’Taxi, nggak mungkin diater bisa syok mereka.’’ Setelah berucap dengan santainya Anastasya masuk ke ruang ganti untuk mengambil pakaian tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi.
‘’Wanita itu…’’ Geram Al melihat Anastasya yang sudah memasuki kamar mandi.
Tak lama Anastasya keluar dengan sudah menggunakan pakaian tidurnya. Pakaian yang terlihat begitu menggoda di mata Al. pasalnya pakaian itu terlihat sangat tipis dan terbuka dan bisa Al tebak istrinya itu tidak sedang menggunakan pengaman untuk pa**daranya. Dan tebakannya itu 100% benar karena Anastasya merupakan wanita yang tidak suka menggunakan Bra saat tidur.
Perlahan Al menutup laptopnya, matanya memperhatikan istrinya yang sedang duduk di meja hias sambil mengeringkan rambut menggunakan hairdryer.
Al menyandarkan badannya di kepala ranjang, meletakan dua tangannya di belakang kepala dengan mata yang masih setia melihat aktivitas sang istri tercinta.
‘’Pak Al nanti weekend kerumah orang tuaku ya, kangen soalnya.’’ sambil mengaplikasikan krim wajah Anastasya melihat Al dari cermin yang berada di meja riasnya.
Al tak menjawab dan hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan ajakan Anastasya.
‘’Sya kenapa tadi kamu jawab kuisnya dengan menggunakan lirik lagu, kalau kamu terus seperti ini bisa-bisanya aku memberimu nilai C atau D.
__ADS_1
‘’Bukan salahku ya, itu salah pak Al udah tau otakku kecil eh pak Al malah sengaja kasih kuis tiba-tiba. Daripada aku pusing dan nantinya berpengaruh pada anak kita mending aku jawab sebisa aku aja. Iya kan? Benar kan solusiku?’’
Al membuang nafasnya, kehabisan kata menghadapi sikap Anastasya apalagi sekarang wanita itu selalu membawa-bawa anak mereka untuk apapun tindakan yang dilakukannya.
‘’Pak Al mau peluk aku nggak?’’ Tawar Anastasya saat ia menaiki ranjang membuat Al menganga sedikit tak percaya dengan pertanyaan itu. Anastasya dengan sendirinya menawarkan hal itu padanya.
Dengan senang hati Al mengiyakan tawaran itu, berbaring di ranjang memberikan satu tangannya sebagai penyangga untuk kepala Anastasya.
‘’Pak Al aku mau dicium disini sebelum tidur.’’ Ucap Anastasya dengan nada sedikit manja sambil menunjuk keningnya. Tanpa protes Al pun menuruti keinginan itu.
Al bertanya-tanya dalam hati melihat perubahan sikap Anastasya. ‘’Mungkin karena anakku.’’ pikirnya.
Pagi ini Anastasya bangun dengan begitu bersemangat, hari ini hari fashion show yang sudah ditunggu-tunggunya lalu berlari ke kamar mandi tanpa membangunkan Al.
Sejam kemudian Al bangun, melihat Anastasya sudah selesai mandi dan sedang berdandan sambil menyanyikan lagu yang Al sendiri tidak tau lagu apa itu tapi yang jelas Al tau itu adalah lagu korea. Hanya saja ia tak pernah mendengarnya dan sama sekali tak mengerti artinya.
‘’Cantik banget sih bae.’’ Al menghampiri dan memeluk Anastasya dari belakang, meletakan dagunya di kepala Anastasya.
‘’Lanjut aja bae, aku diam aja kok nggak ganggu kamu.’’
‘’Ih.. apanya yang nggak ganggu, aku nggak nyaman tau nggak.’’ Anastasya meletakkan kuas makeup yang dipegangnya lalu berbalik menghadap Al.
‘’Pak Al mandi dulu deh.’’ Anastasya membalikan tubuh Al dan mendorong kecil tubuh itu.
‘’Cium dulu, kalau nggak aku nggak mau mandi.’’ Al menundukan tubuhnya memberikan pipi kanannya pada Anastasya.
‘’Nggak ah, pak Al kan belum mandi.. Bau tau.’’ Anastasya mendorong pipi Al menggunakan jari telunjuknya lalu berbalik menghadap meja hiasnya lagi.
‘’Yaudah kalo kamu nggak mau nyium aku biar aku aja yang nyium kamu.’’ Al menangkup wajah Anastasya dan dengan cepat menyambar bibir indah itu lalu dengan cepat pula ia berlari menuju kamar mandi.
‘’Pak Al...’’ teriak Anastasya sedang Al sudah berada di kamar mandi sambil tertawa kecil membayangkan wajah jengkel sang istri.
‘’Bae, kalo kamu dandannya secantik ini bisa-bisanya semua pria yang lihat kamu bakalan jatuh cinta sama kamu.’’ Al keluar dari kamar mandi menghampiri Anastasya yang sedang memutar mutarkan tubuhnya di cermin satu badan yang berada tak jauh dari ranjang mereka.
__ADS_1
Anastasya tak merespons ucapan itu, ia malah berlari mengambil ponselnya yang terletak di lemari kecil samping ranjang lalu kembali lagi dan melakukan mirror selfie lalu mengirimkan foto itu di grup chat triple A. sedang Al masih setia ditempatnya melihat apa yang dilakukan Anastasya.
‘’Lo kok pak Al masih disini sih, cepat ganti bajunya.’’ Ucap Anastasya lalu melangkah dan duduk di sofa sambil berkirim chat dengan kedua sahabatnya.
[Wih, tumben cantik]~Ardy sebleng
[Enak aja.. Gw cantiknya tiap hari kali]~Syasya rewel
[Cantik banget Sya, jantung gw sampe dag dig dug, jatuh cinta kali ya?]~Rea sengklek
[Siapa yang bilang lo cantik tiap hari Sya? Kasih tau gw biar gw samperin tuh orang, bisa-bisanya dia fitnah lo kayak gitu]~Ardy sebleng
[Ckckckck]~Rea sengklek
[Ih.. rese banget sih lo Dy]~Syasya rewel
‘’Lagi ngapain sih serius banget kayaknya.’’ Bisik Al tepat ditelinga kanan Anastasya.
‘’Udah?’’ Tanya Anastasya, Al mengangguk, Anastasya berdiri menghadap Al dan membenarkan dasi Al yang sedikit miring. Sedang tangan Al sudah melingkar sempurna pada pinggang ramping Anastasya dan matanya melihat intens pada bola mata hitam Anastasya.
Cup
Al mencium bibir Anastasya setelah wanita itu kelar memperbaiki dasinya. Dengan cepat Anastasya mendorong tubuh Al lalu menyentuh bibirnya. ‘’Ih.. Pak Al bisa ngerusak dandananku tau nggak.. Bikin lipstik gini susah loh.’’ Anastasya menunjuk bibirnya dengan menggunakan jari telunjuk membuat Al terkekeh dengan tingkah menggemaskan sang istri.
‘’Yaudah aku ciumnya disini aja.’’ Al mendaratkan bibirnya pada kening Anastasya. Sedikit lama dan Anastasya pun tak memprotes tindakan itu.
‘’Jam berapa acaranya dimulai?’’ tanya Al saat menurunkan Anastasya di persimpangan jalan seperti biasa.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
Jangan lupa like dan komennya...
__ADS_1