
Al berjalan mendekat dan memeluk Anastasya dari belakang.
"Sudah berapa kali kukatakan kau adalah milikku apa kau tidak mengerti dengan kalimat itu?" Tanya Al yang kini sudah berhadapan dengan Anastasya.
‘’Sudah berapa kali juga kukatakan bahwa aku sama sekali tidak menyukai pak Al dan tak akan pernah menyukai pria menyebalkan seperti pak Al.’’
Al mendengus kesal menatap mata hitam Anastasya dengan tatapan tajamnya dan tanpa diduga Al mencengkram rahang Anastasya sedikit kuat hingga punggung Anastasya membentur meja hias.
‘’Kita lihat saja nanti, akan kubuat hidupmu menderita jika kau berani meninggalkanku.’’
Al menghempas wajah Anastasya dan mendorong tubuh itu hingga hampir jatuh dari duduknya, untung saja Anastasya sigap menahan beban tubuhnya dengan satu tangannya hingga tubuhnya tak langsung jatuh ke lantai.
‘’Aku tak ingin hidup denganmu, itu akan membuatku lebih menderita.’’
‘’Oke kita lihat saja berapa lama kau bisa tahan.’’
Dengan perasaan marah Al berjalan meninggalkan Anastasya. Sama sekali tak akan melepaskan wanita itu hanya saja ingin sedikit memberi kebebasan pada Anastasya sebelum pernikahan mereka nanti.
‘’Benarkah kau akan membebaskanku?’’ Teriak Anastasya begitu bersemangat tapi tubuh Al tak terlihat lagi dikamar itu.
~Kantin kampus~
Anastasya dan Andrea sedang makan siang di kampus tanpa Ardy yang memang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Ardy hanya datang ke kampus untuk mengikuti mata kuliah lalu setelahnya akan kembali ke kantornya lagi, hingga jarang berkumpul bersama Anastasya dan Andrea.
‘’Sya lo ikut nggak acara fashion show yang dilaksanakan jurusan kita?’’
‘’Ikutlah, gw ingin memperlihatkan kecantikan yang luar biasa ini pada semua orang.’’
Anastasya menghadap Andrea meletakan satu tangannya di bawah dagunya dan mengedipkan matanya dengan centil pada Andrea.
‘’Ih... lo genit banget sih Sya, ingat lo udah ada yang punya sekarang, nanti pak dosen ngamuk lagi lihat sikap genit lo ini.’’
Anastasya tertawa girang, menggoyang tubuhnya dengan genit jari telunjuknya bergerak kekiri dan kekanan.
‘’No.. No.. sekarang gw udah bebas dari pria alien itu, gw bebas Rea gw bebas sekarang, nggak akan ada lagi pria gila yang memperlakukan gw seenaknya.’’
__ADS_1
Anastasya kegirangan memegang kedua tangan Andrea dan menggoyang-goyang kedua tangan itu.
‘’Lo yakin nggak bakalan nyesel ngelepas pak Al Sya?.’’
Anastasya melepas tangan Andrea yang tadi dipegangnya lalu meletakan dua tangannya yang sudah terlipat erat diatas meja kantin.
‘’Untuk apa menyesal Rea, gw malah senang bisa bebas dari pria alien menyebalkan itu, lo tau nggak selama ini dia selalu seenaknya saja, ini itu nggak boleh, semua yang gw lakuin harus atas izinnya. Mana tahan gw apalagi sikapnya? Astaga Rea sikapnya itu sungguh sangat menyebalkan.’’
Cerocos Anastsya panjang lebar sembari mengeluarkan kekesalannya.
‘’Yaudah kalo memang itu yang lo rasain, semoga nanti lo nggak nyesel lepasin pria seperti pak Al Sya.’’
‘’Gw nggak mungkin nyesel, lagian gw juga pasti bisa mendapatkan pria yang lebih baik darinya yang sikapnya tak menjengkelkan seperti alien itu.’’
‘’Yaudah nggak usah dibahas lagi, Sya gimana kalau kita kekantor Ardy, udah hampir 3 hari nggak ngumpul gw jadi kangen.’’ Usul Andrea yang langsung diangguki Anastasya.
Anastasya berdiri menghampiri pedagang siomay yang biasa mereka makan kemudian kembali duduk.
‘’Lo ngapain tadi?’’ Tanya Andrea.
‘’Pesan siomay, gw mau sogok Ardy pake siomay biar besok dia bisa meluangkan waktu buat kita, gw pengen dia ikut pas kita nyari kostum atau baju buat fashion show nanti.’’ Anastasya nyengir pada Andrea mengingat ide konyolnya.
tapi jika Anastasya yang menginginkannya maka semua pasti bisa terwujud. Wanita itu selalu punya 1001 cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya bahkan selama persahabatan mereka Andrea dan Ardy tidak pernah bisa menolak semua keinginan wanita itu.
Dari jarak tak jauh Al sedang makan siang bersama satu rekan dosennya.
Al terus memperhatikan Anastasya yang terus mengobrol dengan Andrea.
Wanita tercintanya itu terlihat sangat cerewet, ia terus saja mengobrol tanpa lelah bahkan terlihat sangat bersemangat seperti sedang berjulid tentang seseorang.
‘’Pak Al.’’ Ucap dosen di depannya mengalihkan pandangan Al.
‘’Iya pak Erik.’’
‘’Saya hanya ingin menanyakan pertanyaan beberapa dosen wanita di kampus kita, mereka sangat penasaran apa pak Al sudah memiliki seorang kekasih?.’’
Erik memberanikan menanyakan hal privasi itu karena beberapa dosen wanita sering mendesaknya menanyakan hal itu pada Al karena diantara dosen yang lainnya hanya Eriklah yang dekat dengan Al.
__ADS_1
Al tersenyum lebar memperlihatkan gigi gigi putihnya.
‘’Saya tidak memiliki kekasih pak Erik, tapi dalam waktu dekat saya akan menikahi wanita yang saya cintai.’’
Ucapnya tak ingin memberi harapan pada dosen-dosen wanita itu, sejak awal Al memang mengetahui beberapa dosen wanita selalu mencari perhatian padanya tapi sayang dia sama sekali tak menyukai wanita lain karena hatinya sudah penuh akan nama Anastasya.
Pak Erik hanya mengangguk beberapa kali untuk merespon ucapan Al.
Sedikit penasaran dengan wanita yang dicintai Al pasalnya dosen-dosen wanita di kampus mereka terkenal akan kecantikan mereka tapi Al sama sekali tidak tertarik pada wanita-wanita itu sedang dirinya tak bisa mendapatkan salah satu dari dosen wanita itu.
*****
‘’Siang mbak apa kami bisa menemui suami kami tanpa prosedur yang ribet seperti beberapa hari lalu?’’ Tanya Anastasya yang kini tengah menyandarkan badannya di meja resepsionis kantor Ardy.
Belum sempat resepsionis itu menjawab Ardy terlihat memasuki kantor bersama sekretarisnya.
‘’Ardy.’’ Anastasya berteriak memanggil Ardy yang berjalan melewati mereka, membuat Ardy menghentikan langkahnya dan menghadap sumber suara.
‘’Sya..Rea.’’ Ucap Ardy masih di tempatnya berdiri.
‘’Keterlaluan banget deh, nggak liat gw ama Rea berdiri disini nungguin lo, malah lewat aja lagi tanpa permisi.’’ Omel Anastasya masih tak bergeming dari tempatnya.
Andrea menganga melihat Anastasya yang mengomel pada Ardy didepan banyak karyawan Ardy.
Tanpa merasa malu pada karyawannya Ardy menghampiri kedua wanita itu. Berdiri di depan Anastasya, menarik bibir Anastasya yang sengaja dimanyunkan.
‘’Udah ngomelnya?’’ Tanya Ardy masih dengan tangan yang menarik bibir Anastasya.’’
‘’Beyyumyah, uwe sebbal.’’ Ucap Anastasya yang terdengar tak jelas karena bibirnya yang belum dilepas Ardy. Merasa pegal berbicara dengan bibir seperti itu, Anastasya menghempas tangan Ardy sedikit kasar.
‘’Ih rese banget sih lo, gw kan lagi ngambek.’’ Anastasya mencebikan bibirnya, mengembungkan kedua pipinya dan melipat kedua tangannya didepan dada membuat Ardy dan Andrea tertawa kompak.
Wajah Anastasya terlihat begitu lucu dan menggemaskan dimata mereka. Wanita itu memang cenderung memperlihatkan sikap manjanya saat sedang bersama Ardy.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya..