
Al melirik sekilas mengamati wajah serius Anastasya.
‘’Bae..bae.. Aku jamin kamu pasti sedang menyusun rencana agar aku menyerah, tapi tenang saja bae hari ini apapun yang terjadi aku jamin aku nggak akan menyerah.’’
Sekarang Anastasya dan Al sudah berada di salah satu mall besar yang ada di kota jakarta sebelum berbelanja mereka mengisi perut terlebih dulu.
Anastasya membawa Al menuju restoran udon kesukaannya.
Restoran itu cukup terkenal di kalangan pencinta udon dan rasanya tak perlu diragukan lagi.
Setelah makan Anastasya menarik Al menuju salah satu tokoh branded internasional yang berada di mall itu.
Anastasya terus berputar-putar mencari beberapa pakaian yang diinginkannya bahkan ia beberapa kali keluar masuk fitting room.
‘’Hubby bagus nggak, Bagus nggak, Bagus nggak, bagus nggak.’’ Tak terhitung sudah berapa kali Anastasya menanyakan pertanyaan itu pada Al walau sudah mulai bosan tapi Al sama sekali tak memperlihatkannya pada Anastasya sedang wanita itu tetap semangat mengelilingi ruang yang tak terlalu besar itu.
Bahkan Al sampai heran Tokoh itu hanya sebesar ruang tamu mereka tapi Anastasya sudah menghabiskan waktu hampir dua jam disitu dan tak ada tanda-tanda akan keluar juga.
Al menunggu dengan sabar sambil memainkan game di ponselnya.
Akhirnya setelah hampir tiga jam Anastasya mengajaknya keluar dan yang membuat Al heran hampir tiga jam wanita itu berada didalam tokoh bahkan menurut Al sudah begitu banyak pakaian yang dicobanya tapi Anastasya keluar hanya dengan membawa 2 paperbag di tangannya.
‘’Hubby kesana yuk.’’ Anastasya menarik Al menuju salah satu tokoh brand makeup.
Al terus mengikuti disampingnya kemanapun ia berpindah.
Anastasya mencoba beberapa makeup untuknya dan memberikan keranjang kecil pada Al untuk meletakan makeup-makeup yang akan dibelinya nanti.
Anastasya sangat lama berdiri didepan berbagai macam warna lipstik dia beberapa kali mencoba lipstik-lipstik itu pada bibirnya dan terlihat sangat bingung memilih warna mana yang akan dibelinya padahal menurut Al semua warna yang tersedia hampir sama bahkan ketika Al menawarkan untuk membeli semua yang ada Anastasya menolaknya dan malah berpikir dengan keras warna apa yang belum dimilikinya dirumah.
Al mulai memijat pangkal hidungnya tanda tak kuat lagi menemani Anastasya berbelanja.
Setelah lama berpikir akhirnya Anastasya memutuskan untuk membeli semua warna yang ada membuat Al lebih emosi.
__ADS_1
Pasalnya kenapa mereka harus membuang banyak waktu kalau ujung-ujungnya Anastasya mengambil semua warna itu.
Setelah dari tokoh itu anastasya membawanya ke tokoh sepatu saat masuk mata Anastasya berbinar sambil melirik beberapa pasang sepatu yang menarik perhatiannya sedang Al hanya bisa membuang nafas kasar.
Ia memilih duduk di sofa panjang yang tersedia di tokoh itu.
Tak sampai 10 menit Anastasya datang padanya dengan membawa sembilan pasang sepatu.
Anastasya duduk disamping Al dan membuka sepatu yang digunakannya lalu mencoba satu persatu sepatu yang tadi dibawanya.
Tak sampai disitu ternyata dari sembilan sepatu tadi Anastasya hanya memutuskan mengambil satu sepatu saja yang diletakan disamping Al lalu ia memulangkan delapan sepatu lainnya dan tak lama ia balik lagi dengan membawa enam pasang sepatu di tangannya lalu mencobanya lagi di depan Al dan untuk kali ini ia mengambil dan berniat membeli keenam pasang sepatu itu tapi tetap saja seakan tak puas dan masih kurang ia pergi lagi dan kembali dengan membawa empat pasang sepatu karena tak tahan Al memprotes Anastasya saat wanita itu hendak mencoba empat sepatu yang tadi dibawanya.
Al berkata bahwa ia sudah cukup lelah untuk menemani Anastasya dan meminta Anastasya untuk berhenti dan memutuskan mereka akan langsung pulang setelah habis dari tokoh itu.
Saking menikmatinya Anastasya bahkan tak memikirkan lagi perjanjiannya dan Al walau ujung-ujungnya Al menyerah juga.
‘’Kamu tuh lagi hamil loh bae, tapi kenapa nggak ada capek-capeknya sih.’’ Ucap Al saat mereka masuk mobil.
‘’Huby kamu tau nggak belanja itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para wanita jadi karena perasaan bahagia itu makanya saat belanja kebanyakan wanita tidak akan merasakan lelah ya contohnya kayak aku ini.’’
‘’Tumben bae, kata mama kamu nggak suka sama makanan padang.’’
Al memang pernah berniat mengajak Anastasya ke restoran padang tapi diurungkan nya karena mama Anastasya memberitahu kalau Anastasya tidak terlalu menyukai makanan itu.
Anastasya mengangkat kedua bahunya. ‘’ mungkin anakmu ingin mencoba makanan kesukaan papanya.’’ Al memang sangat menyukai makanan padang sejak pertama ia mencobanya dua tahun lalu.
*****
Tak lama setelah sampai dirumah, setelah membersihkan diri, karena merasa capek Al memutuskan langsung tidur tapi baru saja akan memejamkan matanya Anastasya menghampirinya dengan membawa beberapa buku di tangannya, ia meletakan beberapa buku di atas dada Al.
‘’Hubby jangan tidur dulu kerjain tugas aku, ini minggu depan mau dikumpul.’’ Anastasya menggoyang-goyang tubuh Al sambil merengek sedang Al yang sudah hampir mencapai alam bawa sadarnya terpaksa harus membuka matanya kembali akibat ulah Anastasya.
Dengan mata setengah terpejam Al menarik Anastasya hingga tubuh itu jatuh disampingnya lalu Al menarik Anastasya dan mengurung wanita itu dalam pelukannya.
__ADS_1
‘’Hubby…hubby..hubby…kerjain tugas aku dulu dong.’’ Rengek Anastasya dengan wajah yang menempel sempurna di leher Al.
‘’Diam bae aku ngantuk, kamu tega banget sih suaminya ngantuk malah disuruh bikin tugas.’’ Al lebih mengeratkan pelukannya sambil mencium aroma wangi yang keluar dari rambut Anastasya.
tiba-tiba…Al membuka matanya dan melihat kebawah untuk melihat wajah Anastasya.
‘’Bae tanggung jawab dia udah bangun.’’
‘’Ha!! Nggak, nggak kamu tidur aja kan tadi katanya kamu capek banget.’’ Perlahan Anastasya memundurkan tubuhnya sedikit menjauh dari Al sungguh ia tak ingin Al memakannya malam ini.
‘’Hubby ih….’’Rengek Anastasya saat Al dengan cepat mengukung tubuhnya
‘’Baby sekali aja please.’’
‘’Disuruh kerjain tugas ngantuk pas gini aja matanya on banget.’’
‘’Bedalah bae, kalau ngerjain tugas nggak bisa nambah semangat tapi kalau makan kamu bikin aku bersemangat.’’ Al mengerlingkan matanya sungguh Anastasya malas melihat ekspresi mesum Al.
‘’Tapi aku capek habby, badanku sakit semua ditambah aku ngantuk, ingat loh kata dokter kalau ibu hamil itu nggak bisa terlalu capek.’’
‘’Alasan kamu bae.’’ dengan terpaksa Al memindahkan posisinya, berbaring di samping Anastasya dengan kedua tangannya dibuat terlentang. ‘’Tadi aja pas belanja kamu nggak capek bae.’’ Protesnya.
‘’Itu kan tadi hubby mungkin lelahnya baru kerasa sekarang.’’ Anastasya tertawa dalam hati melihat wajah Al.
Al memang paling takut melakukan sesuatu jika Anastasya sudah membawa-bawa anaknya.
Ya itu dilakukannya karena ia tak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya.
Tak lama Al mendengar suara dengkuran halus Anastasya.
Ia merasa frustasi tadinya dia merasa sangat cape hingga mengantuk tapi karena Anastasya membangunkannya tiba-tiba kantuk itu hilang dan jadilah sekarang ia hanya berbaring sambil memperhatikan wajah Anastasya karena kantuk belum kunjung menghampirinya lagi.
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....