Love By Mistake

Love By Mistake
Mengerjai Al


__ADS_3

Bab ini terdapat adegan (21+) jadi untuk yang tak menyukainya bisa langsung dilewati saja😁


Happy readyng


‘’Beneran ya? Aku bakalan potong kepalanya Arnold kalau sampai kamu ketahuan selingkuh.’’


‘’Idih seram banget bae.’’ Al tertawa dan membawa Anastasya dalam pelukannya.


‘’Baby you know how much i love you.’’ Al manatap wajah Anastasya dengan tangannya yang masih memeluk punggung Anastasya.


‘’Jadi bagaimana aku bisa selingkuh saat seluruh hatiku sudah terisi namamu dan aku juga bukan pria yang suka selingkuh jadi kamu tenang saja.’’ Al mencium sekilas bibir manis Anastasya lalu tersenyum lagi sambil mengusap wajah cantik itu.


‘’Baby i love you.’’ Ucap Al lagi.


‘’Hhmm.’’


‘’Kenapa jawabannya gitu? Harusnya jawabnya i love you too dong bae.’’ Protes Al sedang Anastasya sudah terlebih dulu kabur dan masuk ke kamar mandi.


Sekarang sepasang pengantin baru itu sedang bersantai sambil menonton TV dengan posisi Anastasya duduk sedang Al berbaring dipangkuannya sambil mengusap-ngusap perut rata Anastasya.


‘’Baby setelah dipikir-pikir kita belum honeymoon loh.’’ Ucap Al membuat Anastasya tertawa.


‘’Untuk apa honeymoon hubby orang punya kita udah jadi.’’


‘’Iya juga sih, tapi aku pengen honeymoon sama kamu bae.’’


‘’Lain kali aja lagian aku juga harus ngurus skripsi jadi ngapain buang-buang waktu buat honeymoon segala.’’


‘’Yaudah kita honeymoonya pas bikin anak kedua kita aja. Baby aku mau anak yang banyak dari kamu kalau boleh tujuh atau delapan.’’


‘’Enak aja kamu pikir melahirkan itu gampang apa mana harus mengandung selama sembilan bulan, kalau mau anak banyak kamu aja yang hamil aku nggak mau. Cukup dua atau tiga."


‘’Semoga kali ini kamu mengandung anak kembar bae.’’ Ucap Al dengan wajah senang.

__ADS_1


‘’Bagaimana bisa kembar sedang kita berdua nggak ada keturunan yang punya anak kembar hubby.’’


‘’Berusaha aja bae pasti bisa.’’


‘’Terserah kamu ajalah.’’ Anastasya malas menanggapi omongan Al karena pasti akan lebih panjang dan merembes kemana-mana.


‘’Baby.’’ panggil Al lagi, Anastasya tak menjawab dan hanya menatap Al.


‘’Besok aku ke kantor papa, kamu ikut ya.’’


‘’Buat apa? Yang ada aku ganggu kegiatan kamu lagi.’’


‘’Nggaklah aku malah senang, lagian apa kamu nggak takut kalau nanti suamimu ini digoda sama wanita-wanita centil disana


‘’Ayolah bae, aku pengen kamu ikut biar aku tambah semangat nanti.’’


‘’Nggak ah….yang ada mereka akan berpikir kalau aku ini istri yang posesif karena selalu mengikutimu.’’ Tolak Anastasya padahal sebenarnya besok ia sudah memiliki rencana lain dengan kedua sahabatnya.


Anastasya akui dirinya begitu senang saat bisa memuaskan sang suami apalagi setiap sentuhan Al bisa membuatnya terbang dengan kenikmatan tiada tara tapi kalau harus melakukannya sampai pagi Anastasya juga tak mau karena pasti akan membuat seluruh badannya sakit dan akhirnya akan mempengaruhi berbagai aktivitas yang akan dilakukannya.


‘’Hubby kau pergi saja sendiri dan jika nanti ada yang menggodamu maka kau wakilkan saja kemarahan dan kecemburuanku.’’ Anastasya berucap dengan santai tapi dalam hatinya ingin sekali tertawa melihat ekspresi Al yang seperti tak terima dengan ucapannya.


Al meninggalkan Anastasya sendirian dan masuk ke kamarnya. ‘’Dasar istri nggak peka, aku kan hanya pengen dekat-dekat kamu aja.’’


Anastasya mematikan TVnya dan berlari menyusul Al, melihat Al yang sudah berbaring di ranjang menimbulkan ide aneh di kepala Anastasya.


Sekarang Anastasya sudah duduk dibawah kaki Al, perlahan ia membaringkan tubuhnya dengan kepalanya menyentuh si Arnold aset kesayangan Al sedang Al yang tadinya menutup mata seketika membuka mata saat belakang kepala sang istri menyentuh bagian bawahnya.


Lalu dengan santai Anastasya membalikan tubuhnya hingga wajahnya berhadapan dengan Arnold yang masih terbungkus celana yang digunakan Al.


Anastasya yang melihat Arnold mulai berdiri hanya bisa tertawa dalam hati lalu dengan cepat berdiri dan keluar dari kamar.


Dibalik pintu kamar Anastasya terus terbahak membayangkan wajah gusar suaminya yang pastinya sedang menahan hasratnya.

__ADS_1


Tak lama Anastasya masuk lagi ke kamar, mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa dengan laptop di depannya masih dengan misi yang sama yaitu mengerjai Al.


Perlahan Anastasya mendekat dan tengkurap dipangkuan Al.


‘’Lagi apa hubby?’’ tanya Anastasya santai dengan dagu yang berada tepat diatas Arnold sedang Al mulai memejamkan matanya menahan hasratnya perlahan tapi pasti Arnold mulai berdiri tegak membuat Anastasya langsung berdiri dan berlalu ke kamar mandi.


‘’Hahah, maafkan istrimu ini hubby.’’ Anastasya berucap kecil sambil tertawa dibalik pintu kamar mandi.


Sekarang Al sedang berdiri dan bersandar di balkon sambil berbicara di telepon.


Anastasya berjongkok di depan Al dengan wajahnya tepat berada didepan Arnold, Anastasya mengikat rambutnya yang panjang dan mendekatkan wajahnya pada Arnold, Al yang melihat itu langsung mematikan ponselnya dan bersiap membuka kancing celananya tapi saat kancing itu terbuka dengan santainya Anastasya menggeser tubuh Al dan mengambil lap kecil dari bahunya untuk melap bunga yang tadinya berada di belakang Al.


‘’Oh. ****.’’ Al mengumpat dalam hati saat tau istri nakalnya itu sedang mengerjainya. Dengan senyum mesumnya Al mengangkat paksa tubuh Anastasya dan membaringkannya di ranjang.


Al berbisik di samping telinga Anastasya dengan suara yang begitu sensual .’’Kau harus bertanggung jawab karena sudah berapa kali membangunkannya.’’


Perlahan Al mendudukan tubuh Anastasya sedang ia berdiri didepan Anastasya dengan menggunakan lututnya, karena tak tahan Al langsung melepaskan celananya dan membuangnya asal lalu membuka kain terakhir penutup Arnold sedang Anastasya hanya bisa menganga melihat Arnold yang sudah berdiri tegak di depan wajahnya.


‘’Baby aku kau menyukai permen? Dulu kau pasti sering menghisap permen loli kan?’’ Tanya Al dengan senyum mesumnya sedang Anastasya hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali tak mengerti kenapa Al berbicara tentang permen padanya.


‘’Baby buka mulutmu dan anggaplah dia sebagai permen loli. Al mendorong kepala Anastasya agar lebih dekat dengan Arnold.


‘’What!! Kau gila ya?’’ Anastasya memundurkan kepalanya tapi tak bisa karena Al sudah lebih dulu menahan kepalanya dan sekarang Arnold sudah berada di depan mulutnya tapi Anastasya masih menutup mulutnya dengan rapat sambil menggeleng kepalanya.


‘’Baby please… aku tak bisa lagi menahannya ini sangat menyiksaku.’’ Ucap Al dengan nada sendu membuat Anastasya tak tega dan dengan ragu-ragu mulai membuka mulutnya dan jadilah malam itu mereka melakukan olahraga panas lagi.


Ini baru namanya senjata makan tuan, niatnya ingin mengerjai suaminya malah dia yang harus bekerja keras untuk memuaskan Al.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....

__ADS_1


__ADS_2