
Sejam kemudian Andrea dan Ardy pamit pulang, keduanya berjanji akan datang lagi saat sore atau malam hari.
‘’Kita makan siang dirumah atau di apartemen saja?’’ Tanya Ardy dengan mata yang fokus melihat jalan didepannya.
‘’Makan diluar aja ya, aku lagi pengen bakso keju.’’
‘’Oke.’’ Jawab Ardy singkat, tapi pikirannya memikirkan kandungan Rea, kalau dia tak salah ingat kandungan Andrea sudah memasuki empat bulan tapi kenapa wanita itu tak pernah meminta sesuatu padanya seperti yang biasa diinginkan oleh ibu-ibu hamil pada umumnya.
‘’Rea.’’ Panggil Ardy, wanita itu menatap Ardy menunggu apa yang akan dikatakan.
‘’Selain bakso keju ada yang lo mau lagi nggak?’’
Andrea berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya, memang saat ini ia sedang tak menginginkan hal lain selain memakan bakso keju.
Hampir dua bulan terakhir, saat Andrea menginginkan sesuatu dia akan meminta tolong mamanya, kakaknya atau Samuel untuk membelikan apa yang diinginkannya, bukannya tak mau memberi tahu Ardy tapi pria itu memang sangat sibuk dan Andrea tak mau menambah bebannya lagi.
Andrea sadar anak yang dikandungnya sekarang bukanlah anak Ardy jadi dia tak mau melunjak dan terus meminta ini itu, Ardy menikahinya untuk menutupi kehamilannya saja ia sudah merasa berterimakasih.
Sejak pertengkaran terakhir mereka dimana Ardy menyuruhnya untuk menyadari posisinya di saat itu juga Andrea berjanji dalam hatinya untuk tak tenggelam dalam hubungan pernikahan mereka, lagian pria itu juga tak akan mencintainya.
*****
‘’Pak bakso kejunya dua.’’ Ucap Ardy pada pelayan.
Andrea segera memprotes, bagaimana bisa Ardy hanya memesan dua mangkok, mana kenyang.
‘’Pesan enam mangkok pak.’’ Ucap Andrea mengganti jumlah pesanan.
‘’Banyak banget, buat siapa, mau dibungkus buat Sya?’’ Tanya Ardy, wanita itu menggeleng dengan memperlihatkan barisan giginya. ‘’Buat gw lima buat lo satu.’’
‘’Ha!! Lima, emang mampu habisin?’’
‘’Jangankan lima, lima setengah aja gw mampu.’’
Ardy mengangguk beberapa kali, ia lupa wanita itu sedang hamil, pas nggak hamil aja makannya banyak apalagi pas udah hamil.
__ADS_1
*****
Baru sampai di apartemen, Andrea mendapat telepon dari petugas paket yang ingin mengantarkan barang, wanita itu bingung, ia sama sekali tak memesan barang apapun tapi kenapa sekarang ada yang menelponnya dan menyuruhnya mengambil paket.
‘’Mau kemana?’’ Tanya Ardy melihat Andrea yang akan keluar dari apartemen.
‘’Ke bawah bentar mau ambil paket.’’ Ucap Andrea tanpa menoleh dan sedetik kemudian Ardy mendengar suara pintu tertutup.
‘’Paket apa sih ini?’’ Andrea penasaran sambil membuka paket sedang Ardy duduk disampingnya juga memperhatikan paket yang sedang dibuka.
‘’Omg.’’ Andrea menganga, hatinya begitu senang menerima paket itu, tapi kenapa Sam tidak menelponnya untuk memberi tahu?
Beberapa hari lalu, saat Andrea tau Samuel akan ke Jepang, wanita itu segera menelpon dan meminta Sam membelikan Tokyo banana untuknya.
‘’Ah enak banget.’’ Ucap Andrea girang dengan mulut yang sudah melahap cemilan itu.
‘’Ini apa, siapa yang kasih?’’ Tanya Ardy yang memang tak tau makanan apa itu, maklum ia baru pertama kali melihatnya.
‘’Ini namanya Tokyo banana, enak banget mau coba nggak?’’ Tawar Andrea, tanpa persetujuan wanita langsung menyuapkannya pada Ardy.
Sambil mengunyah. ‘’Rasanya lumayan tapi gw nggak suka.’’
‘’Yaudah, bagus deh kalo lo nggak suka biar bisa gw habisin sendiri tanpa berbagi.’’ Andrea mengambil satu lagi dan memakannya.
‘’Ini siapa yang kirim?’’ Tanya Ardy masih penasaran.
‘’Dikirim Sam, kemarin dia ke Jepang jadi gw minta tolong buat dibeliin.’’ Jawab Andrea, tak lama wanita itu berdiri, mengambil ponselnya dan menelpon Sam, ia ingin mengucapkan terimakasih pada pria itu sekaligus memberitahunya kalau paketnya sudah diterima.
Sementara Ardy masih diam di tempatnya, setahunya Andrea atau Sya tidak ada yang memiliki teman bernama Sam, lalu siapa Sam yang dimaksud Andrea?
Pria itu berdiri berniat menyusul, ia menghentikan langkahnya mendengar apa yang sedang diobrolkan Andrea.
‘’Hai Sam makasih ya, oh iya Tokyo banananya udah nyampe udah gw makan juga.’’
Hanya itu yang dapat didengar Ardy karena Andrea sudah menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
‘’Sam siapa? Kok gw nggak kenal.’’ Ucap Ardy tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakang tubuh Andrea.
‘’Oh itu, Sam itu teman club motor kakak gw Dy.’’
‘’Terus kenapa bisa ngirimin lo makanan, gw dengar juga tadi lo ngobrolnya santai banget sama dia, sejak kapan kalian kenal dan dekat, kok gw nggak pernah tau.’’
‘’Hhmm itu Dy, sebenarnya Sam mantan pacar gw, nggak putus sih sebenarnya, cuman karena gw hamil dan udah nikah juga, makanya mau nggak mau kami memutuskan untuk berteman saja.
‘’Tapi kok lo nggak pernah bilang ke gw kalo lo punya cowok, apa Sya tau?’’
‘’Andrea mengangguk. ‘’Sya tau Dy, gw hanya belum sempat kasih tau lo.’’
‘’Nggak sempat? Kenapa bisa nggak sempat, lo kan bisa chat atau telepon gw, emang susah?’’
‘’Maaf, tapi kenapa jadi bahas ini sih, lagian kan gw sama Sam udah putus juga, jadi udah nggak penting diomongin.’’ Andrea berlalu keluar dari kamar dengan cepat Ardy mengejarnya.
‘’Kata siapa nggak penting, lo nyimpan rahasia dari gw Rea, dan apa tadi lo bilang, berteman?.’’ Ardy tertawa dengan ekspresi sinisnya. ‘’Bulsyit tau nggak, gw yakin dia punya maksud lain, mantan nggak mungkin jadi teman Rea.’’ Ucap Ardy dengan nada sedikit besar.
(aduh katanya kalau Rea menemukan seseorang yang dicintainya maka babang Ardy akan melepaskannya, tapi apa ini?😀)
Andrea tak mempedulikan Ardy, biar saja pria itu berkoar-koar sendiri, toh nyatanya Andrea dan Sam hanya berteman dan tak lebih dari itu, wanita itu dengan santai memakan kembali Tokyo banana.
‘’Sudahlah dari tadi lo bicara terus, nggak capek apa?’’ Tanya Andrea akhirnya, tadinya dia ingin membiarkan tapi lama kelamaan terganggu.
‘’Lagian salah lo, kenapa bikin gw jengkel?’’ Jawab Ardy masih dengan nada tak bersahabat.
Andrea membuang kasar nafasnya, ia sudah meminta maaf dan mengaku salah tapi menurutnya masalah itu bukanlah masalah yang pantas dibesar-besarkan apalagi sampai Ardy harus mengamuk padanya.
Sudahlah gw istirahat dulu, capek.’’
Sepertinya janji, malam harinya Ardy dan Andrea kembali menjenguk Anastasya.
‘’Kalian kenapa?’’ Tanya Anastasya melihat sikap Ardy dan Andrea, ia yakin kedua sahabatnya itu pasti habis bertengkar, tapi keadaannya beda, kali ini Anastasya melihat suasana tegang dan canggung dari keduanya, padahal setahu Anastasya dulu ketika keduanya bertengkar pasti tak akan sampai 10 menit sudah berbaikan, karena masing-masing dari mereka akan langsung meminta maaf dan mengakui kesalahan, apa karena sekarang mereka sudah menikah?
Bersambung.....
__ADS_1