Love By Mistake

Love By Mistake
Kalung pemberian Al


__ADS_3

‘’Bagaimana penampilanku? Sempurna bukan?’’ Anastasya berdiri, memutar-mutar badannya di depan Al beberapa kali merapikan rambutnya serta mengedipkan kedua matanya dengan genit membuat Al gemas dan menggigit ujung hidung Anastasya.


‘’Ih kebiasaan deh, kalau hidungku patah gimana?’’ Anastasya memegang hidungnya menatap Al dengan wajah cemberutnya. ‘’Untung saja hidungku buatan Tuhan bukan buatan dokter bedah plastik.’’


Al tertawa berniat mencubit hidung Anastasya tapi wanita itu langsung menutupi bagian hidungnya dengan kedua tangan. ‘’Mau apa lagi?.’’


‘’Habisnya kamu gemesin bae, yaudah aku nggak pegang hidung kamu lagi tapi ini.’’ dengan cepat Al mencium bibir Anastasya lalu berjalan mengambil kotak yang ada di lemari kecil samping ranjang.


‘’Kotaknya belum kamu buka ya bae?’’ Al memperhatikan kotak kecil itu sambil berjalan menghampiri Anastasya lagi, Anastasya menjawabnya dengan anggukan kepala.


Dari kotak itu Al mengeluarkan sebuah kalung yang bertuliskan Alvaro dengan huruf A yang berukuran lebih besar daripada huruf lainnya. Tulisan Alvaro hanya akan terbaca saat melihat kalung itu dari jarak sangat dekat dan dari jarak jauh hanya bisa dilihat huruf A yang begitu besar.


‘’Gimana suka nggak sama kalungnya?’’ Tanya Al sembari melihat kalung itu sudah tergantung dengan indah dileher Anastasya.


‘’Nggak suka-suka banget sih tapi makasih.’’ canda Anastasya.


*****


Mungkin karena sudah kebiasaan tanpa diminta lagi Anastasya mencium bibir Al saat Al menurunkannya di persimpangan.


*****


‘’Hai monyet cantik dan upik abu kesangan pangeran Ardy yang tampan.’’ Sapa Ardy menghampiri Anastasya dan Andrea.


‘’Lo kenapa senyum-senyum sih Dy, horor gw lihatnya.’’ Ucap Andrea.


‘’Gw lagi senang banget.’’ Ardy tersenyum sangat lebar pada kedua wanita itu, menarik kepala keduanya dan membisikan sesuatu.


‘’What!!.’’ Anastasya berteriak keras membuat hampir seluruh penghuni kelas melihat padanya sedang Rea hanya diam tanpa ekspresi.


‘’Aduh Dy apa gw harus bahagia dan memberikan selamat buat hubungan lo itu?’’ Tanya Anastasya.


‘’Of course Sya, dan karena gw lagi senang hari ini gw bakalan traktir lo berdua.’’ Ardy merangkul pundak kedua sahabatnya itu. Anastasya melepas tangan Ardy dari pundaknya.


‘’Lebay banget sih… biasa aja kali.. Lagian gw nggak mau terima traktiran lo, masa gw harus ditraktir karena lo jadian sama Stevi sih, nggak mau gw.’’ Tolak Anastasya sedang Andrea masih tetap diam tak mengeluarkan suara.

__ADS_1


[Pak Al aku pulang kerumah mama ya, soalnya hari ini sepupu aku dateng nanti pak Al jemput aku pas udah pulang kerja]~Istriku sayang


[Oke, tapi mungkin aku jemputnya sedikit terlambat bae soalnya nanti sore aku rapat sama jajaran dosen lainnya.]~ Pak Al


[Oke, ditunggu jemputannya suamiku]


Al beberapa kali membaca chat terakhir dari sang istri sambil senyum senyum sendiri. Ini pertama kalinya Anastasya menyebutnya dengan kata suamiku membuat Al begitu bahagia. Hanya membacanya saja terasa sangat membahagiakan bagaimana jika mendengar Anastasya mengatakan kata itu secara langsung padanya.


Tok..tok..tok terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan Al dari luar dan Al pun mempersilahkannya untuk masuk.


‘’Ada apa bu Iren?’’ Tanya Al heran dengan kedatangan bu Iren pasalnya mereka sudah selesai membahas semua materi baru yang akan disampaikan pada para mahasiswa.


‘’Saya hanya ingin menanyakan apa pak Al akan menghadiri pertemuan antara rekan dosen nanti?’’


‘’Iya.’’ jawab Al santai dengan mata yang hanya fokus pada laptopnya.


‘’Apa pak Al sibuk? Saya ingin mengajak pak Al makan siang ingin membicarakan sesuatu juga.’’


‘’Maaf, saya sangat sibuk sekarang dan untuk makan siang, istri saya sudah menyiapkan bekal untuk saya.’’ Tolak Al langsung.


Ibu Iren pun meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kecewanya, ia sangat berharap bisa makan siang dan mengobrol santai dengan Al.


*****


‘’Malam ma, pa.’’ sapa Al saat memasuki rumah mertuanya.


‘’Masuk Al.’’ Al masuk dan duduk disamping ayah mertuanya.


‘’Oh iya Al ini kenalin sepupunya Sya namanya Eva.’’


Al pun tersenyum ramah pada Eva sedang Eva yang melihat senyum itu menjadi deg degan sendiri. Senyum Al bisa langsung memikatnya bahkan Eva terus saja mencuri pandang pada Al dan Al menjadi risih dengan hal itu.


‘’Oh ya ma, Sya-nya mana?’’ Tanya Al pada mama mertuanya.


‘’Mungkin di kamar lagi mandi.’’

__ADS_1


‘’Al susul Sya ke kamar dulu sekalian mau mandi juga.’’ ucap Al pamit pada tiga orang yang ada di ruangan itu.


Sampai dikamar Al langsung membaringkan tubuhnya di ranjang empuk milik istrinya. Mungkin karena lelah Al tertidur dengan cepat saat kepalanya menyentuh bantal.


Anastasya yang baru menyelesaikan ritual mandinya tersenyum melihat pria yang sedang terbaring ditempat tidurnya, Anastasya mendekat, tersenyum melihat Al yang sudah tertidur pulas. Anastasya tak membangunkannya hanya mencium kening Al sekilas lalu mengganti bajunya dan turun kebawah bergabung dengan kedua orang tua dan sepupunya.


‘’Mana Al sayang?’’ Tanya papa.


‘’Tidur pa kayaknya kecapean.’’ Anastasya duduk di samping papanya dan memeluk papanya dengan manja.


‘’Memangnya kak Al itu siapa, kenapa dia memanggil om sama tante mama dan papa?’’


‘’Al itu suaminya Sya.’’ Jawab papa Anastasya.


‘’What the hell, dia suaminya Sya?’’


‘’Kenapa Va?’’ Tanya Anastasya melihat wajah terkejut Eva.


‘’Nggak kok, cuma speechless aja.’’


Ketiga orang yang mendengarnya hanya mengangguk tersenyum dan kembali membahas tentang Eva yang memutuskan melanjutkan kuliah di jakarta, semula Eva ingin meneruskan kuliahnya di surabaya tapi entah kenapa tiba-tiba ingin meneruskan kuliahnya di jakarta.


Mama dan papa Anastasya pun tak keberatan dengan keputusan itu dan Eva akan tinggal dirumah mereka selama Eva di jakarta karena memang hanya mereka keluarga Eva yang berada di jakarta sedang yang lainnya berada di malang.


Hampir jam sembilan Anastasya yang sudah mulai mengantuk memutuskan masuk ke kamarnya tak lupa membawa sepiring makanan dan segelas minuman untuk Al jika pria itu terbangun dan lapar tengah malam. Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur Anastasya naik ketempat tidur dan masuk kepelukan Al. entah sejak kapan tapi ia merasa sangat nyaman tidur dalam pelukan Al.


*****


Pagi ini Al terbangun lebih dulu, tersenyum melihat Anastasya yang tidur dengan nyaman dalam pelukannya.


‘’Love you.’’ Bisiknya seraya mencium kening Anastasya lalu masuk kekamar mandi membersihkan diri dan turun untuk sarapan terlebih dulu. Maklum semalam Al melewatkan makan malam jadi wajar saja pagi ini ia merasa begitu lapar.


‘’Bik, bisa buatkan nasi goreng untukku?’’ ucap Al yang sudah duduk manis dimeja makan sambil melihat beberapa dokumen lewat layar ponselnya.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like sama komennya.....


__ADS_2