Love By Mistake

Love By Mistake
Tak suka bulu tipis


__ADS_3

Al tertawa pelan melihat ekspresi lucu dari wajah Anastasya, perlahan tapi pasti ia mendekat, menarik pinggang Anastasya ingin mencium wanita itu tapi apesnya ia malah mencium telapak tangan Anastasya karena wanita itu sudah menutup mulutnya dengan tangannya.


‘’Sedikit aja bae, sekilas aja nggak pake lidah.’’ mohonnya.


‘’Nggak ah, nanti aja sekarang aku mau pesan gojek dulu mau ngirim bakso bakarnya buat Ardy dan Andrea kalo kelamaan nanti rasanya nggak enak lagi.’’


‘’Hhmm.’’ Ardy tak protes lagi dan mendudukan tubuhnya disamping Anastasya sambil mengusap-ngusap pelan belakang kepala Anastasya.


‘’Sayang banget kayaknya sama sahabat kamu, kamu lebih sayang mereka atau aku Sya?’’ Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Al.


Tanpa menoleh sedikitpun, dengan mantap Anastasya menjawab. ‘’Merekalah, mereka adalah dua orang terpenting dalam hidupku setelah kedua orang tuaku.’’


‘’Aku salah nanya ya?’’


Anastasya mengangguk cepat.


‘’Bae.’’ Al meletakan dagunya di bahu kanan Anastasya.


‘’Hhmm.’’


‘’Kalian sudah bersahabat berapa lama?’’


‘’Hampir enam tahun.’’ Anastasya menengok ke sisi kanannya seketika rambut Al memenuhi seluruh wajah wanita itu. Tanpa protes Anastasya malah menghirup wangi rambut suaminya.


‘’Pak Al pake shampoo apa? Aku suka banget sama wanginya.’’ Anastasya masih setia menghirup wangi itu.


Al mengangkat kepalanya, wajahnya sangat dekat dengan wajah Anastasya, bahkan hidung mereka sudah saling bertemu sapa. Dengan jahil Al menggesek- gesekan hidungnya di pipi Anastasya.


‘’Pak Al ih…’’ Anastasya mendorong wajah Al yang sedang cekikikan akibat ulahnya.


Anastasya menangkup wajah Al lalu mendekatkan wajahnya pada Al, Al langsung memejamkan matanya berpikir Anastasya akan menciumnya. Beberapa detik menunggu tak ada sapaan sama sekali pada bibirnya, Al malah merasakan tangan Anastasya bermain di bawah dagunya. Perlahan ia mulai membuka mata.


‘’Pak Al, ini nanti dicukur ya, aku nggak suka nggak enak dilihatnya.’’ Anastasya mengelus lembut rambut-rambut yang tumbuh di bawah dagu Al. ia memang tergolong wanita yang tidak menyukai pria berkumis atau berjenggot dan lebih suka melihat pria dengan wajah bersih tanpa ada bulu sedikitpun.

__ADS_1


‘’Kamu nggak suka? Padahal kalo memiliki sedikit jenggot itu terlihat lebih manly bae, aku lihat banyak wanita-wanita yang suka prianya memiliki sedikit jenggot.’’ Al ikut mengelus rambut tipis di bawah dagunya.


‘’Wanita mana? Yang istri kamu itu kan aku dan aku nggak suka kamu numbuhin rambut-rambut itu diwajah kamu ya, kalau misalnya mau numbuhin jenggot atau kumis ya silahkan kamu ganti istri aja.’’


‘’Astaga bae kamu ini ada-ada aja sih, mana ada orang ganti istri hanya karena masalah sepele seperti itu.’’ Al menggeleng tak habis pikir dengan istrinya yang selalu punya pemikiran aneh menurutnya, tapi itulah salah satu daya tarik istrinya yang membuatnya mencintai wanita itu.


‘’Yaudah kalo gitu dicukur… dicukur.’’ Anastasya manarik geram dagu Al.


‘’Siap ibu boss.’’ Al tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya di samping pelipisnya mempraktekan gaya hormat pada sang istri.


Saat sedang asyik bercanda keduanya dikagetkan dengan kedatangan salah satu ART yang mengatakan di depan sudah ada dua gojek yang menunggu.


Dengan cepat Anastasya berdiri meminta tolong pada Al untuk membawa dua kotak yang berisi bakso bakar lalu memberikannya pada abang gojek setelahnya tak lupa ia menelpon kedua sahabatnya itu untuk memberi tahu.


Mereka melakukan video call bertiga, sementara Al dengan santai berbaring dipangkuan Anastasya sambil menenggelamkan wajahnya pada perut Anastasya.


‘’Sya lo dimana? Sepertinya itu bukan dirumah lo deh.’’ Tanya Ardy sedikit peka melihat ruangan asing tempat Anastasya berada.


‘’Ah lo kepo aja kayak dora.’’


‘’Ada deh nanti kalau lo lagi nggak sibuk gw ceritain.’’


Ardy mengangguk tak ingin menanyakan hal itu lagi. yakin pasti ada sesuatu dan akan menunggu Anastasya menceritakannya.


‘’Dy besok lo sibuk nggak? Temenin ya buat nyari keperluan fashion show.’’ Anatasya memperlihatkan wajah menggemaskannya sambil mengedip-ngedipkan matanya. Sebelumnya janji mereka batal karena Anastasya sering mengalami morning sickness.


‘’Hahahah takut gw Sya lihat wajah lo kalo udah gitu.’’


Tak lama, ‘’Ah gitu Sya lo lebih cocok dengan wajah itu lebih menggemaskan.’’ Ardy cekikikan melihat wajah Anastasya yang berubah menjadi sebal.


‘’Ah.. Lo rese banget sih, gw kan lagi sebel masa malah dibilang menggemaskan.’’ Protes Anastasya.


‘’Yaudah memangnya besok jam berapa, biar gw bisa atur jadwalnya.’’ Tanya Ardy serius.

__ADS_1


‘’Cie… iya tau gw lo sekarang orang sibuk, tapi Dy sesibuk sibuknya lo jangan lupa buat merhatiin gw ama Rea.’’


‘’Sialan banget sih gw pikirnya tadi lo mau bilang sesibuk sibuknya jangan lupa makan eeh tau-taunya….’’


‘’Yaiya dong gw kan nggak mau kalah sama kerjaan lo, masa kerjaan terus yang diperhatiin terus gw sama Rea kapan, lo bahkan udah jarang ketemu kita.’’


‘’Hedeh.. jangan lebay deh. Walau nggak ketemu kan tiap hari gw ngechat atau telpon lo berdua. Sama pekerjaan gw aja lo berdua protes gimana kalo gw punya istri nanti.’’


‘’Istri? Ah ngomong-ngomong soal istri, lo sama Stevi gimana Dy? Kalo nggak berhasil ganti yang lain aja ya,  nanti gw cariin deh asal nggak Stevi aja.’’


‘’Eh bambang baru juga gw mau berjuang lo udah maen suruh ganti aja. Lo pikir perasaan gw mirip pewarna kuku lo apa yang bisa diganti kapan lo mau?’’


‘’Jangan nyolot dong gw kan ngasih saran doang, eh ngomong-ngomong Rea mana? Kenapa dari tadi suaranya nggak ada.’’ Ucap Anastasya sadar dari tadi hanya mengobrol berdua sama Ardy sedang Rea tak pernah mengeluarkan suaranya dan dikamera hanya menampilkan ruangan kamarnya.


‘’Paling ketiduran lagi.’’ tebak Ardy yang diangguki Anastasya. Padahal dari tadi Andrea mendengar apa yang dibicarakan kedua sahabatnya itu hanya saja ia malas untuk menimpali.


*****


Anastasya mengusap kepala Al dengan lembut setelah meletakan ponselnya di meja depan sofa tempat mereka duduk.


‘’Pria menyebalkan ini terlihat sangat menggemaskan kalau sedang tidur, tapi kalau bangun kenapa begitu sangat menyebalkan?’’


Tangan Anastasya yang tadi hanya menyentuh rambut Al perlahan turun menyentuh wajah pria itu. Mata Al yang tadi terpejam terbuka secara perlahan membuat Anastasya sedikit gelagapan karena tertangkap basah sedang menyentuh wajah Al.


Al menangkap tangan Anastasya saat wanita itu berniat menyingkirkan tangannya. Satu tangan Al menggenggam tangan Anastasya dan meletakkannya di atas dadanya sambil sesekali menciumnya sedang tangan satunya memutar-mutar ujung rambut Anastasya.


‘’Bae, apa kau pernah menyukai sahabat priamu itu?’’ satu pertanyaan itu sudah sangat lama ingin ditanyakannya akhirnya sekarang bisa ditanyakan langsung pada sang istri.


‘’Ardy maksudnya?’’ Tanya Anastasya dan Al pun mengangguk dengan posisi yang masih sama.


Anastasya berpikir sejenak sambil beberapa kali mengedipkan matanya. Membuat Al membuang nafas kasar, berpikir istrinya itu pasti memiliki perasaan pada Ardy karena tak langsung menjawab pertanyaannya dan malah berpikir dulu.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan krituk dan saran kalian agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya..


__ADS_2