Love By Mistake

Love By Mistake
Malaikat pencabut nyawa


__ADS_3

‘’Kamu nggak makan makanannya hubby?’’ Anastasya menunjuk makanan yang dibawa Selin dengan dagunya.


‘’Nggak bae aku biar makan nasi goreng aja.’’ Tolak Al lalu memasukan sesendok penuh nasi goreng dalam mulutnya.


‘’Kenapa nggak dimakan jangan-jangan kamu takut ya kalau makan makanan itu bakalan kangen sama orang yang membuatnya.’’


Anastasya menatap Al dengan tatapan penuh selidik dan mengintimidasi.


karena Al tak ingin berdebat lagi akhirnya ia mengambil dua sendok lauk yang tadi dibawakan Selin lalu dengan santai memakannya sedang Anastasya sudah menatapnya dengan jengkel.


‘’Enak?’’ Tanya Anastasya penuh maksud tapi Al masih belum peka dan memasukan makanan itu lagi dalam mulutnya bahkan tak segan-segan Al menambah dua sendok lagi lauk itu dan menaruhnya dalam piringnya.


‘’Kayaknya benar ya kata mbak Selin kalo kamu tuh bahagia banget saat dia masakin makanan buat kamu, tadi aja nolak eh sekarang malah nambah.’’


Srek


Tiba-tiba Al merasa ada sesuatu yang salah dari nada bicara Anastasya, wanita itu terlihat kesal padanya.


‘’Astaga Tuhan tadi dia bersikap seolah nggak pa-pa kalau aku memakan makanan ini tapi sekarang dia menatapku seolah-olah ingin membunuhku.’’


Al bergidik ngeri, buru-buru ia menghentikan makannya lalu meninggalkan meja makan sebelum Anastasya mengamuk padanya.


‘’Untung, untung.’’ Al mengelus dadanya saat berhasil kabur dari Anastasya.


‘’Aaaa.’’ Al terlonjak kaget akibat getaran ponsel dari saku celananya dan untuk kedua kalinya ini mengelus dadanya kembali.


‘’Eh ba**ke lo ngagetin aja sih, bilang dong kalo mau nelpon.’’ Ucap Al pada seseorang diseberang teleponnya.


‘’Eh bego gimana caranya gw ngasih tau lo, sengklek otak lo.’’ Ucap Revan sahabat Al.


‘’Yaudah apa yang mau lo omongin?’’


‘’Oh iya hampir lupa gw, eh lo apain sih si Selin tadi dia nelpon gw sambil nangis-nangis.’’


‘’Nggak gw apa-apain gw cuma ngasih tau aja buat jaga sikap habisnya tadi pagi dia kerumah gw bawain sarapan yang bikin gw sebel dia sama sekali nggak ngehargain istri gw. Kalau gw nggak langsung bertindak bisa-bisa gw yang kena getahnya. Lo nggak tau aja kalo istri gw ngambek, Oh Tuhan dia bisa berubah menjadi menakutkan melebihi malaikat pencabut nyawa.’’ Jelas Al


‘’Hahahah, tapi gw nggak pa-pa sih kalau ketemu malaikat pencabut nyawa yang cantiknya mirip istri lo.’’


‘’Jangan macam-macam lo.’’ Sewot Al

__ADS_1


‘’Hahahha, benar-benar udah move on ya lo sekarang, bucin banget malah’’ bukan tanpa alasan Revan mengatakan hal itu pasalnya dulu Al begitu sangat menyukai Selin bahkan selalu mengutamakan Selin dibanding apapun.


Al sudah menyukai Selin sejak mereka SMA dan rasa suka itu bertahan selama hampir 9 tahun tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Revan, bahkan Al begitu sedih saat Selin memutuskan untuk tinggal di singapura.


‘’Sekarang mah perasaan gw udah 100% buat istri gw udah nggak ada tempat lagi buat wanita lain apalagi mengharapkan masa lalu.’’ Jawab Al percaya diri.


‘’Oke, oke terus kapan lo kenalin gw sama istri lo.’’


‘’Eh ba**ke lo kan lagi di Aussie.’’


‘’Oh iya ya lupa gw.’’ Ucap Revan lalu Al mendengar suara tawanya.


Dan tanpa mengatakan apa-apa Al menutup teleponnya.


‘’Aaaaa.’’’ Al refleks berteriak saat mendapati Anastasya berada di belakangnya bahkan wajah wanita itu tepat berada di belakang telinganya.


‘’Ha.’’ Anastasya mempraktekan gerakan yang siap mencakar pada Al dengan kedua tangannya dan dengan refleks Al sedikit memundurkan badannya, hanya badannya tapi kakinya tidak bergerak sama sekali dari tempatnya berpijak.


‘’Alvaro Kennard aku adalah malaikat pencabut nyawa yang akan mencabut nyawamu sekarang juga.’’


Ucap Anastasya masih dengan gerakan mencakarnya, wajahnya dibuat semenakutkan mungkin untuk mengerjai Al.


Bukannya takut Al malah menarik Anastasya, memeluknya lalu mencium singkat bibir Anastasya.


‘’Ih gemesin banget sih.’’ Al menggigit gemas hidung Anastasya.


‘’Kalau wajah kamu kayak gitu yang ada malah menggemaskan bae, kamu tuh menakutkan kalau lagi kesal aja kalau nggak kesal mah malah sangat menggemaskan buatku.’’


‘’Aakkhk.’’ Al berteriak karena Anastasya mencubit perutnya.


‘’Sakit bae.’’ Al meringis tapi tangannya tak mau lepas dari pinggang Anastasya.


‘’Udah Ah mau siap-siap dulu.’’ Anastasya melangkah ke meja rias masih dengan Al yang memeluknya tapi kali ini Al memeluknya dari belakang.


‘’Emang mau kemana sih bae?’’ Tanya Al sembari mencium-cium kepala Anastasya.


‘’Mau keluar sama Rea, bisa kan hubby?’’


Al tidak langsung menjawab malah mencium leher Anastasya beberapa kali.

__ADS_1


‘’Iya tapi nanti aku yang anter terus nggak bisa lama cukup tiga jam abis itu aku jemput lagi.’’


‘’Nggak bisa aku rencananya mau belanja sama Rea, mau beli sepatu sama baju yang mau dipake ke acara reuni nanti.’’


‘’’Tapi semalam kamu kan udah beli bae.’’


‘’Yabedalah, semalam kan aku beli baju buat dipake santai-santai, jadi nggak mungkin aku pake baju itu ke reuni nanti nggak cocok soalnya, terus semalam aku cuma beli high heels dan rencananya aku mau pake flatshoes jadi harus beli lagi.


‘’Oh ya Tuhan ribet banget jadi wanita.’’


‘’Pelukannya dilepas dulu, aku mau dandan hubby.’’


Anastasya sedikit menggoyangkan badannya meminta Al melepaskan pelukannya tapi pria itu bersikeras tak mau melepaskan pelukannya, mau tidak mau Anastasya berdandan dengan Al yang memeluknya sambil sesekali mencium lehernya.


‘’Dandannya jangan cantik-cantik bae, aku cemburu loh kalau banyak yang lihatin kamu.’’


Anastasya tak mempedulikan ucapan itu, ia terus mempoles wajahnya dengan make up.


Walau dengan menggunakan make up tipis tapi kecantikan yang terpancar dari wajah Anastasya membuat Al tak suka jika ada pria lain yang melihat kecantikan itu.


Ingin sekali ia mengurung Anastasya hingga tak ada seorang pun yang bisa melihat dan menikmati kecantikan istrinya itu selain dirinya.


Pria bucin dan posesif memang berbeda ya cara berpikirnya🤭.


‘’Baby jangan pake lipstik yang itu.’’ Al mengambil lipstik yang sedang di pegang Anastasya lalu menggantikannya dengan warna lipstik yang tak terlalu mencolok.


‘’Hubby warna lipstiknya nggak cocok sama makeupku.’’ Protes Anastasya.


‘’Apanya yang nggak cocok? Orang cantik gini kok.’’ Al mengecup bibir Anastasya yang sedang mengerucut mengeluarkan protes padanya.


‘’Hubby aku ganti ya lipstiknya, ini benar-benar nggak cocok, warna lipstik sama makeupnya berantem hubby nggak cocok.’’ Rengek Anastasya.


‘’Yaudah kamu bisa ganti warnanya.’’ Anastasya tersenyum mendengar ucapan itu tak lama ia kembali cemberut. ‘’Tapi abis itu kamu harus pake masker biar nggak ada yang lihat.’’


‘’Dasar nyebelin, ngapain aku susah-susah pake lipstik kalau ujung-ujungnya ditutup pake masker.’’ Anastasya berdiri meninggalkan Al menuju ruang gantinya niatnya untuk mengganti lipstik diurungkannya daripada ia harus tersiksa dengan menggunakan masker.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2