Love By Mistake

Love By Mistake
Tak jadi ketoprak


__ADS_3

‘’Auh.’’ Anastasya sedikit meringis menahan perih pada area intinya, bagaimana nggak perih kalau Al terus menggempurnya tanpa ampun.


‘’Sakit bae?’’


‘’Anastasya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


‘’Nggak pa-pa kok pak.’’ lalu berusaha berdiri lagi, berjalan tertatih sedang Al yang melihat itu menjadi tak tega dan langsung menggendong tubuh Anastasya kedalam kamar mandi dan meletakkannya dalam bathtub.


Bahkan dengan telaten Al membantu Anastasya mandi walau harus menahan hasratnya karena tentu saja ia menjadi begitu sangat bergairah saat melihat tubuh polos istrinya hanya saja harus bisa menahan diri karena istrinya sedang merasa sakit pada bagian favoritnya itu.


Hampir jam sembilan malam Al dan Anastasya baru keluar dari rumahnya untuk mencari ketoprak karena Anastasya bersikeras untuk memakan makanan itu malam ini.


Awalnya Al ingin mencari makanan itu sendirian karena kasihan melihat Anastasya yang sedikit kesakitan saat melangkah tapi istrinya itu sungguh sangat keras kepala, merengek ingin ikut membuat Al tak tega dan akhirnya mengajaknya juga.


‘’Ah segarnya….’’ Teriak Anastasya dengan girang sambil mengeluarkan satu tanganya dari jendela mobil.


Al tersenyum melihat tingkah Anastasya yang belakangan ini sangat menggemaskan. Anastasya sering bertingkah seperti anak kecil didepannya.


Mungkin karena Anastasya sudah merasa nyaman dengan kehadiran Al hingga tingkah menggemaskan yang biasanya hanya diperlihatkan pada orang-orang terdekat juga mulai diperlihatkannya pada Al.


‘’Pak Al stop..stop.’’ Ucapnya saat melihat warung sate. Al tak protes dan mengikuti Anastasya memasuki warung yang terlihat lumayan rame itu.


‘’Nggak jadi makan ketoprak Sya?’’ tanya Al


‘’Jadi dong tapi aku mau sate juga.’’ Ucap Anastasya bersemangat dan langsung berjalan cepat memesan sate.


Tak tanggung-tanggung Anastasya bahkan memesan 300 tusuk sate.


Al duduk manis menunggu Anastasya sementara beberapa kaum hawa yang sedang berada ditempat itu menatap kagum pada sosok Al. mereka mengira Al datang sendiri karena pria itu sedang duduk sendiri.


‘’Tu cowok ganteng banget.’’ Bisik salah satu wanita pada temannya yang langsung melihat ke arah Al.


‘’Waw, sempurna.’’ timpal temannya dengan senyum genit.


Sementara Al menanggapi dengan cuek semua mata yang memandang kagum padanya. Ia tak perlu tatapan itu dari wanita lain selain istri tercintanya.

__ADS_1


Tak lama Anastasya menghampirinya dengan membawa dua minuman dan satu piring gorengan.


‘’Bae jangan gorengan, nggak baik buat anak kita.’’ Cegah Al saat Anastasya akan memasukan satu gorengan dalam mulutnya.


‘’Tapi anakmu menginginkannya pak Al.’’


‘’No, itu sama sekali tak baik untuk kalian.’’


‘’Anastasya memandang Al dengan mata yang sudah berkaca-kaca. merengek agar Al membiarkannya memakan gorengan itu dan berjanji hanya akan memakan satu saja dan tidak lebih membuat Al akhirnya menyetujui hal itu.


Oh Tuhan Al sama sekali tak bisa menolak keinginan istrinya saat istrinya mulai merengek dengan mata berkaca-kaca.


Berawal dari satu biji gorengan, Anastasya akhirnya menghabiskan semua gorengan yang tadi dibawanya sedang Al hanya bisa menggeleng karena tak bisa melawan Anastasya saat wanita itu menggunakan kehamilannya sebagai alasan.


‘’Mbak, mas satenya.’’ Seorang pelayan menghampiri Al dan Anastasya untuk memberikan 300 tusuk sate yang tadi dipesan Anastasya dan Al pun langsung membayarnya.


Al sengaja memberi lebih sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah menyenangkan istrinya dengan 300 tusuk sate itu.


Begitu keluar dari warung sate, mata Anastasya nampak berbinar, menarik tangan Al dengan langkah sedikit besar.


‘’Pak Al aku mau ini juga.’’ Anastasya menunjuk gerobak martabak yang sudah ada didepan mereka dan tanpa menunggu jawaban Al, Anastasya sudah memesan beberapa rasa yang diinginkannya sedang Al hanya bisa menggeleng kepala.


‘’Muah… ‘’ Anastasya membuka plastik yang berisi martabak itu dan menghirup aromanya lalu tersenyum begitu lebar pada Al. Anastasya memesan martabak dengan rasa coklat kacang + wijen, oreo keju dan red velvet.


Mereka kembali ke mobil dengan tujuh kantong makanan yang dibawa Al sedang Anastasya membawa satu cup jagung susu keju yang sedang dimakannya.


Yang niat awalnya membeli ketoprak sekarang tergantikan dengan berbagai jenis makanan ada sate, martabak, jasuke, mie ayam, sosis goreng, nasi goreng dan kebab.


‘’Kita pulang sekarang ya pak aku capek.’’ Anastasya berucap dengan menopang kepalanya menggunakan satu tangannya di jendela mobil yang dibiarkan terbuka.


‘’Loh… terus ketopraknya gimana bae?’’ Al melirik sekilas.


‘’Nggak ah.. Udah nggak mood.’’ Ucap Anastasya dengan suara pelan dengan mata yang mulai terpejam.


*****

__ADS_1


Mata Anastasya mulai terbuka, ia membalikan badannya untuk melihat wajah pria yang sedang memeluk pinggangnya dengan begitu posesif.


Semalam ia tertidur lelap di mobil Al bahkan Al harus menggendongnya ke kamar karena wanita itu sama sekali tak mau bangun.


Beberapa kali Al mencoba membangunkannya untuk mengingatkan tentang makanan yang tadi belinya tapi wanita itu hanya menggeliat tanpa mau membuka matanya.


Perlahan tangan mungil Anastasya mengelus wajah tampan Al, ia menyentuh bibir Al sedikit lebih lama. Saat berniat mendekatkan bibirnya pada bibir Al, mata pria itu seketika terbuka membuat Anastasya gelagapan sambil tersenyum kikuk.


‘’Wajahnya biasa aja bae.’’ Al tertawa menggoda Anastasya saat melihat wajah wanita itu mulai berubah merah akibat menahan malu.


Al kemudian menarik pinggang Anastasya hingga wajah keduanya menempel kemudian Al mencium singkat bibir Anastasya setelahnya Al menempelkan keningnya ke kening Anastasya.


‘’Nggak perlu malu bae, kau bisa menciumku kapanpun kau mau karena aku akan senang jika kau terus melakukannya terlebih dulu tanpa aku memintanya.’’


Anastasya menyentuh bibir Al menggunakan jari telunjuknya sambil menggerakan jari itu ke sudut kiri dan kanan bibir Al.


‘’Benarkah? Bisakah aku melakukannya?’’ bahkan tanpa mendengar jawaban dari pertanyaannya Anastasya sudah lebih dulu mengecup bibir Al tak lama, lalu tersenyum menatap Al dan sedetik kemudian mencium bibir Al lagi dan ciuman kali ini membuat Al begitu bersemangat karena Anastasya terlihat sedikit agresif bahkan lidah wanita itu sudah mengekspor setiap sudut rongga mulut Al dan tentu saja Al membalas ciuman itu dengan tak kalah hot.


Saat bibir Al akan turun menikmati dua bukit kembar kesukaannya dengan pelan Anastasya mendorong tubuh Al.


‘’Kenapa bae?’’ Tanya Al sedikit bingung.


Anastasya mengembungkan pipinya dengan satu tangannya mengelus perutnya. ‘’Laper pak.’’


Dengan senyum yang mengembang Al menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. ‘’Mau makan apa bae?’’ tanyanya dengan suara yang begitu lembut.


‘’Mau makan makanan yang semalam kita beli pak, pak Al taruh makanannya dimana?’’


‘’Makanan semalam?’’ Al tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Anastasya mengangguk lalu mendudukan badannya sambil menunggu jawaban Al.


‘’Taruh dimana pak, aku lapar nih.’’


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2