
‘’Yang ini ya suaminya mbak Andrea, saya pikir yang kemarin jemput, habisnya terlihat mesra banget.’’ Ucap ibu hamil lainnya yang sepertinya tak menyukai Andrea.
Mendengar itu, Ardy menatap Andrea meminta penjelasan wanita itu.
‘’Sam yang jemput gw kemaren Dy.’’ Ucap Andrea memberitahu.
‘’Iya mbak suami saya yang ini kalau yang kemarin itu teman saya.’’ Ucap Andrea menjawab wanita hamil itu. Dalam hatinya, apaan sih, lagian siapapun suami gw nggak ada hubungannya sama lo.
Setelah kelas ibu hamil, Ardy mengajak Andrea ke kantornya, kebetulan juga wanita itu sudah lama tak menginjakan kaki di kantor Ardy hingga ia sama sekali tak menolak.
*****
Andrea duduk diam di ruangan Ardy sambil memperhatikan Ardy yang sedang asyik memeriksa beberapa dokumen.
Satu jam berlalu, Andrea mulai bosan
‘’Dy gw keliling-keliling kantor lo nggak pa-pa ya, soalnya gw bosan disini.’’ Izin Andrea, Ardy tak langsung menjawab, ia menelpon sekretarisnya terlebih dulu.
‘’Suruh satu OG keruangan saya sekarang.’’ Perintahnya
‘’Dy bisa nggak?’’ Tanya Andrea lagi
‘’Tunggu bentar.’’
Tak lama masuklah seorang OG
‘’Permisi pak, bu ada yang bisa saya bantu?’’ Tanya OG itu dengan hormat.
‘’Namamu siapa?’’ Tanya Ardy
‘’Tania pak.’’
‘’Tania tolong kamu temani istri saya berkeliling kantor.’’
Andrea bengong, untuk kedua kalinya ia mendengar Ardy menyebutnya dengan kata istri.
‘’Rea, Re.’’ Panggil Ardy menyadarkan Andrea.
‘’Kenapa bengong?’’
‘’Ah nggak, yaudah gw keluar dulu ya.’’ Ucap Andrea sedikit kelabakan lalu menggandeng tangan OG itu keluar.
*****
‘’Jadi kamu udah berapa lama kerja di perusahaan Ardy?’’ Tanya Andrea pada OG sambil menikmati mie ayam, sekarang keduanya sedang berada di warung kecil yang menjual mie ayam, letaknyanya tepat berada didepan perusahaan Ardy.
‘’Hampir 4 tahun bu.’’
‘’Jangan panggil bu aku jadi berasa tua banget, kalau aku lihat kayaknya umur kita nggak beda jauh deh jadi kamu panggil aku mbak atau kakak aja.’’ Saran Andrea.
__ADS_1
‘’Iya mbak.’’ Ucapnya sedikit sungkan.
Hari hampir sore, Ardy menelpon Andrea karena wanita itu tak kunjung balik keruangannya
‘’Hallo Rea, kamu dimana?’’
‘’Aku di mall Taman Anggrek Dy.’’
‘’Kok sampai ke mall, tadi katanya cuma mau keliling kantor.’’
‘’Keliling kantor ternyata ngebosenin Dy jadi gw ajak Tania ke mall.’’
‘’Yaudah tunggu, gw jemput sekarang.’’
‘’Loh kok udah mau dijemput sih, gw kan baru sejam disini, hallo Dy, Dy.’’ Panggil Andrea karena Ardy mematikan panggilan teleponnya.
*****
‘’Kamu mau yang mana?’’ Tanya Andrea memilih beberapa pakaian untuk Tania sebagai rasa terima kasihnya karena telah menemaninya.
‘’Nggak usah bu.’’ Tolak Tania dengan sopan sedang Andrea masih bersikeras, wanita itu langsung memberikan dua pakaian yang dipilihnya dan mendorong Tania masuk ke fitting room.
‘’Wah Tania kamu cantik banget.’’ Puji Andrea saat melihat Tania menggunakan pakaian yang tadi dipilihnya sedang yang dipuji menunduk malu, ia tak menyangka akan mendapat pujian dari Andrea.
Sejam kemudian, ponsel Andrea kembali berbunyi
‘’Gw udah nyampe mall lo dimana?’’
Andrea meletakan ponselnya di dalam tas, menatap berbinar pada berbagai makanan yang sudah tertata rapi di meja sedang Tania terkejut dengan semua makanan itu, pasalnya Andrea memesan begitu banyak makanan bahkan meja mereka hampir tak muat untuk semua makanan itu.
‘’Kenapa bengong, ayo makan.’’ Ucap Andrea mempersilahkan
Tania masih diam, ia sungkan untuk makan bersama Andrea, sebaik apapun Andrea tetap saja wanita itu adalah istri atasannya.
‘’Makan Tan, kenapa diam aja.’’ Ucap Andrea lagi dan dengan rasa sungkan yang begitu besar Tania mulai menyendokan makanan kedalam mulutnya, ia berdecak senang karena rasa makanan yang menurutnya sangat enak sedang Andrea menanggapinya dengan tersenyum.
‘’Dy gw disini.’’ Teriak Andrea pada Ardy yang sedang celingak celinguk mencari keberadaannya.
Ardy menghampiri dan duduk disamping Andrea.
‘’Lo udah makan belum?’’ Tanya Andrea yang langsung menyuapkan satu sendok makanan pada Ardy, pria itu tak menjawab dan menerima makanan yang disuapkan padanya.
‘’Rumahmu dimana? Biar kami yang mengantarmu pulang.’’ Tanya Andrea pada Tania begitu mereka menyelesaikannya yang tentu saja langsung ditolak Tania, bagaimana bisa atasannya mengantarnya pulang, ia tak nyaman untuk itu.
‘’Sudahlah Rea jangan terus memaksanya.’’ Ucap Ardy saat Andrea terus memaksa untuk mengantar Tania.
‘’Kami pamit ya Tania.’’ Ucapnya lalu menarik keluar Andrea, mau tidak mau Andrea mengikuti Ardy dan membiarkan Tania pulang sendirian.
Diperjalanan pulang, Andrea terus bercerita tentang apa yang dilakukannya tadi bersama Tania, Ardy tersenyum menanggapinya, pria itu menyetir sambil sesekali melirik Andrea yang bercerita tanpa lelah.
__ADS_1
Wanita itu berhenti bercerita saat ponselnya berdering.
‘’Hallo Sam ada apa?’’
‘’Mamaku lagi bikin sup iga sapi, lo mau nggak?’’ Tawar Samuel.
Tak langsung menjawab, Andrea melirik Ardy terlebih dulu, meminta izin lewat matanya.
‘’Lo baru makan loh Rea, emangnya nggak kenyang.’’ Ucap Ardy dengan nada tak sukanya, Andrea pun mengerti lalu menolak tawaran Samuel. Wanita itu sadar sepertinya Ardy tak terlalu menyukai Samuel.
‘’Dy lo nggak suka ya sama Sam?’’ Tanya Andrea setelah Sam mengakhiri panggilan teleponnya.
‘’Nggak ah biasa aja.’’
‘’Oh gitu, gw pikir lo nggak suka sama dia tapi baguslah lagian Sam itu orangnya baik banget Dy, perhatian juga, terus asyik lagi.’’ Puji Andrea, wanita itu terus memuji Sam tanpa memperhatikan Ardy yang sedang melihatnya dengan tatapan tak suka.
*****
Brak
Ardy menutup kencang pintu apartemen, Andrea terlonjak kaget sambil memegang dadanya, menatap Ardy yang sudah berjalan memasuki kamar.
‘’Dia kenapa sih?’’ Ucap Andrea heran melihat mood Ardy yang tiba-tiba berubah.
‘’Lo kenapa?’’ Tanya Andrea menghampiri Ardy yang sedang menonton tv, pasalnya dari tadi Ardy terus mendiaminya.
Ardy tak menjawab, pria itu terus diam dengan mata yang setia melihat layar tv
‘’Dy lo kenapa sih, kenapa diemin gw?’’ Tanya Andrea menangkup wajah Ardy, tentu saja perlakuan itu menimbulkan rasa tak nyaman bagi Ardy, tanpa menjawab Ardy melepas tangan Andrea dan sedikit menggeser tubuhnya.
‘’Dy lo kenapa sih, lo marah sama gw?’’
‘’Rea please jangan dekat-dekat gw.’’ Ucap Ardy pada akhirnya tapi Andrea sama sekali tak peduli, ia menggeser tubuhnya lebih dekat pada Ardy, toh mereka sudah terbiasa dengan jarak sedekat itu.
Andrea tak tau saja kalau pikiran Ardy sedang bertraveling karena adegan yang sekarang ditayangkan di layar tv.
‘’Bilang dulu lo marah kenapa?’’
‘’Gw nggak marah cuman lagi banyak pikiran aja.’’
‘’Oh bilang dong, kirain gw lo marah sama gw.’’ Ucap Andrea lalu dengan santainya wanita itu berbaring dengan kepalanya berbantalkan paha Ardy, mengambil kripik kentang yang sudah tersedia diatas meja kecil depan sofa dan mulai ikut menonton.
‘’Waw tontonan lo Dy.’’ Andrea cekikikan melihat film yang sedang di tonton Ardy.
‘’Dy besok kerumah mama ya.’’ Andrea melirik Ardy karena pria itu tak menjawab ucapannya.
‘’Dy, Dy.’’ Dengar gw nggak?’’
Bukannya menjawab, Ardy malah memperhatikan bibir Andrea, entah pikiran dari mana, ia ingin sekali mengecup bibir itu, apa karena dari tadi ia beberapa kali menonton adegan ciuman yang ditampilkan di layar tv?
__ADS_1
Bersambung.....