
‘’Nggaklah, lo ada-ada aja sih.’’ Ucap Ardy menyingkirkan tangan Andrea dengan pelan kemudian menyuruh wanita itu untuk meminum susu, setelahnya meminta Andrea beristirahat lagi sedang dirinya kembali meneruskan pekerjaannya.
Paginya Andrea bangun lebih dulu, menatap Ardy sekilas lalu berlalu menuju kamar mandi, hari ini ia memiliki jadwal kelas ibu hamil.
Hampir sebulan terakhir Andrea rutin mengikuti kelas ibu hamil, hal itu dilakukannya atas saran Anastasya.
Sehabis mandi, Andrea berjalan menghampiri ranjang, berniat membangunkan Ardy, nggak biasanya pria itu bangun terlambat.
‘’Dy, Dy bangun, lo nggak ke kantor udah mau jam 7 loh ini.’’ Andrea sedikit menggoyang lengan Ardy membuat sang empunya menggeliat dan perlahan membuka matanya.
Pria itu melihat Andrea sambil mengucek satu matanya.
‘’Ngapain masih diam aja, mandi sana.’’
‘’Iya-iya gw mandi.’’ Ardy bangun dari tidurnya, turun dari ranjang, baru dua langkah pria itu berbalik lagi dan menatap Andrea.
‘’Mau bantuin nggak?’’ Tanyanya bercanda dengan mengerlingkan satu matanya.
‘’Mandi Dy.’’’Andrea mengambil bantal berniat memukul Ardy.
‘’Mandi nggak lo.’’ Gertak Andrea membuat Ardy cekikikan
‘’Aduh istriku ini, masih pagi udah galak aja sih.’’ Ardy menggelik bawah dagu Andrea, membuat wanita itu menganga dengan kedua mata yang melotot, bukan karena geli tapi karena apa yang baru saja diucapkan pria itu, istri? Apa dia tak salah dengar?
‘’Dy ini beneran lo kan?’’ Tanya Andrea dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah pria itu.
‘’A…a, lo bilang apa tadi?’’ Tanya Ardy sedikit gelagapan dan sedikit memundurkan langkahnya.
‘’Lo siapa? keluar dari tubuh sahabat gw.’’ Andrea memukul tubuh Ardy menggunakan bantal yang tadi dipegangnya sambil berteriak. ‘’Keluar, keluar, keluar, keluar dari tubuh Ardy atau lo bakalan mati ditangan gw.’’
‘’Rea lo apa-apaan sih?’’ Akhirnya Ardy berhasil menangkap bantal yang dari tadi digunakan Andrea untuk memukulnya.
‘’Keluar, keluar dari tubuh Ardy.’’ Andrea melepas bantal itu dan berganti memukul Ardy menggunakan kepalan tangannya.
__ADS_1
‘’Rea lo apa-apaan sih, apa yang keluar.’’ Bentak Ardy menghentikan aksi Andrea, wanita itu mengangkat kepalanya, menatap wajah Ardy.
Andrea menangis. ‘’Hiks hiks hiks hiks, tuan jin tolong keluar dari tubuhnya, carilah tubuh lain yang lebih bagus dari tubuhnya, coba om jin pikirkan baik-baik diluar sana banyak sekali pria yang memiliki tubuh yang berkali kali lipat lebih bagus darinya dan lagian asal om jin tau tubuhnya ini dipenuhi dengan banyak panu dan kakinya juga dipenuhi kutu air, emang om jin mau turun pamor hanya karena salah memilih tubuh?’’ Ucap Andrea masih dengan tangisnya.
Pletak pletak
Andrea menerima dua sintilan lumayan keras pada keningnya yang tentu saja berasal dari pria di depannya.
‘’Enak aja kalo ngomong, badan gw bersih mulus kali nggak ada panu sama kutu airnya dan apa tadi tubuh gw kurang bagus? Coba buka mata lo baik-baik, bagian mana dari tubuh gw yang nggak bagus?’’ Ucap Ardy dengan geram.
Bukannya menjawab, Andrea malah tersenyum ceria pada Ardy, sedetik kemudian memeluk tubuh pria itu. ‘’Akhirnya lo kembali lagi.’’
‘’Lo ngomong apa sih?’’
Andrea melepaskan pelukannya, menatap Ardy dengan memegang kedua tangan pria itu.
‘’Jangan kaget ya Dy.’’ Ucapnya menjeda kalimat sedang Ardy masih setia mendengarkannya. ‘’Dari semalam lo kemasukan om jin.’’ Bisiknya tepat disamping telinga Ardy membuat pria itu menautkan kedua alisnya, sebenarnya apa yang dipikirkan Andrea, bagaimana bisa wanita itu mengatakan hal itu.
‘’Kemasukan jin kelapa lo peyang.’’ Mendorong kecil kening Andrea membuat sang empunya mencibik kesal.
Ardy kembali mendorong kening Andrea. ‘’Itu gw bego, dan lagian apa anehnya gw bikinin susu buat lo, itu kan hal sepele dibanding apa yang sering gw lakuin dulu, dan hari ini gw lagi nggak punya banyak kerjaan jadi gw mutusin buat datang sedikit siang.’’
Wanita itu manggut manggut, benar juga yang dikatakan Ardy, dari dulu sudah banyak hal yang dilakukan Ardy untukya dan Sya, jadi kenapa dia harus heboh dan menyangka Ardy kemasukan jin hanya karena pria itu membuatkannya susu.
Tapi dia tak salah juga, perlakuan Ardy padanya memang sedikit berubah saat mereka menikah, pria itu tak seperhatian dulu saat mereka masih benar-benar bersahabat tanpa adanya hubungan pernikahan.
‘’Sudah ah, gw mandi dulu.’’
Andrea tak mengangguk, membawa kakinya menuju ruang ganti.
‘’Ah sepertinya gw kehabisan baju.’’ Ucapnya menelisik semua pakaian ibu hamil yang dimilikinya.
Akhirnya dengan terpaksa ia mengambil satu dres yang menurutnya sudah pernah digunakannya beberapa minggu yang lalu.
__ADS_1
Ardy keluar dari kamar mandi setelah 15 menit berlalu. ‘’Mau kemana?’’ Tanya Ardy memperhatikan Andrea yang sedang berdandan didepan meja hias.
‘’Hari ini gw ada kelas ibu hamil.’’
Bukannya ke ruang ganti, Ardy malah berjalan mendekat pada Andrea, pria itu menelisik wajah Andrea yang seperti tak biasa, melihat pipi Andrea yang dipenuhi oleh pewarna wajah yang lebih tebal dari biasanya, dan sejak kapan wanita itu mau menggunakan bulu mata palsu dan menggambar keningnya?
‘’Lo mau kelas ibu hamil atau mau ke diskotik, kenapa dandanannya heboh gitu?’’ Tegur Ardy tak suka dengan penampilan Andrea.
Bukannya menjawab, Andrea malah membalik badannya, sedikit mengangkat kepala melihat Ardy yang sedang berdiri, wanita itu mengedip ngedipkan matanya dengan gaya centilnya.
‘’Gimana, cantik nggak?’’ tanyanya yang ingin dipuji Ardy.
‘’Cantik apanya, mirip ondel-ondel gini.’’ Ardy mengambil tisu basa diatas meja hias Andrea dan dengan sengaja mengusap wajah wanita itu.
‘’Hapus makeup lo dan mulai sekarang gw bakalan nemenin lo ke kelas ibu hamil." Memberikan tisu basa yang tadi digunakannya pada Andrea lalu berlalu masuk ke ruang ganti.
‘’Dasar Ardy ******, nyebelin, pria aneh.’’ Teriak Andrea, pria itu sungguh membuatnya jengkel, bagaimana bisa Ardy merusak makeup yang dibuatnya dengan susah payah.
*****
‘’Selamat datang mbak Andrea.’’ Sapa beberapa ibu hamil dengan kompak saat Andrea memasuki kelas.
‘’Suami mbak Andrea ya?’’ Tanya salah satu ibu hamil pada Ardy yang dibalas dengan anggukan kepala dari pria itu.
‘’Beruntung banget sih mbak, suaminya ganteng banget.’’ sambung ibu hamil lainnya.
Andrea tak menjawab, ia memberikan senyumnya pada mereka semua.
‘’Yang ini ya suaminya mbak Andrea, saya pikir yang kemarin jemput, habisnya terlihat mesra banget.’’ Ucap ibu hamil lainnya yang sepertinya tak menyukai Andrea.
Mendengar itu, Ardy menatap Andrea meminta penjelasan wanita itu.
‘’Sam yang jemput gw kemaren Dy.’’ Ucap Andrea memberitahu.
__ADS_1
Bersambung.....