Love By Mistake

Love By Mistake
Menemani belanja


__ADS_3

‘’Jam tiga.’’ Al berjalan dan mengambil hairdryer dari tangan Anastasya lalu membantu wanita itu mengeringkan rambut panjangnya.


Seakan lupa dengan rasa jengkel yang kemarin menghampirinya Anastasya memutar badannya menghadap Al yang sedang berdiri di depannya sambil mengeringkan rambutnya bahkan dengan manjanya tangan Anastasya melingkar dipinggang Al dengan wajahnya yang diangkat keatas untuk melihat dan mengamati wajah Al yang sedang serius dengan kegiatannya.


Al berjongkok di depan Anastasya dengan memegang kedua tangan wanita itu saat selesai mengeringkan rambut. ‘’Maaf ya kemarin aku udah buat kamu marah.’’ Al benar-benar merasa bersalah akan hal itu.


‘’Iya aku juga minta maaf karena mungkin kemarin sikapku sudah keterlaluan habisnya temanmu itu sangat genit makanya aku nggak suka.’’


‘’Aku maklumi kok bae dan kamu nggak perlu minta maaf karena semuanya memang salahku.’’ Al membawa kedua tangan Anastasya kebibirnya dan mengecup lama kedua tangan itu lalu setelahnya tersenyum dengan lebar pada Anastasya.


‘’Jadi kamu nggak marah lagi kan?’’ Tanya Al dan Anastasya menganggukan kepalanya sebagai tanda sudah memaafkan kejadian itu.


‘’Kalau udah nggak marah…’’ Al menunjuk pipi kanannya pada Anastasya meminta wanita itu untuk menciumnya dan tanpa ragu dan bimbang sedikitpun dengan cepat, dengan perasaan bahagianya Anastasya mengecup pipi kanan Al bahkan tak hanya pipi kanan Anastasya malah menangkup wajah Al dan mencium pipi kanan kiri, kening, hidung, dagu dan bibir Al membuat sang pria kesenangan.


Seakan tak puas Al menunjuk bibirnya lagi meminta Anastasya untuk kembali menciumnya, Anastasya terkekeh terlebih dulu sebelum akhirnya mendaratkan kembali bibirnya pada bibir Al dan terjadilah ciuman panas diantara mereka karena Al tak mau menyudahinya dengan cepat.


‘’Baby lanjut ranjang yuk.’’ Al bersiap menggendong Anastasya tapi tiba-tiba..


Tok..tok..tok..


‘’Bapak, ibu maaf mengganggu dibawah ada nyonya besar sedang menunggu ibu.’’ Ucap ART lagi balik pintu yang masih tertutup.


‘’Aakkhh.’’ Al mengusap kasar wajahnya karena harus menahan hasratnya lagi sedang Anastasya hanya tertawa melihat ekspresi gusar Al dan dengan suara sensual ia berbisik.


‘’Kita akan melakukannya nanti malam dan kau bisa melakukannya sampai puas.’’ Lalu Anastasya mencium telinga Al dan berlalu ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya terlebih dulu sebelum menemui mertuanya sedang Al berlalu masuk ke kamar mandi.


‘’Mama Sya kangen.’’ Anastasya menuruni tangga dengan sedikit berlari.


‘’Pelan-pelan sayang kamu sedang hamil.’’ Ucap mertuanya mengingatkan dan Anastasya mengubah langkahnya menjadi sedikit pelan.


‘’Sya kangen.’’ Anastasya memeluk mertuanya dengan manja.


‘’Mama juga kangen banget sama menantu cantik mama ini.’’ Ucap mama mengetuk hidung Anastasya sekali menggunakan jari telunjuknya.


‘’Oh ya Al mana sayang?’’


‘’Masih mandi ma.’’ dengan memegang lengan Anastasya mama menuntunnya ke meja makan.

__ADS_1


‘’Tiga hari lalu kan katanya kamu pengen makan ini jadi hari ini mama bawain khusus buat kamu.’’


Ya beberapa hari lalu Anastasya memang ingin memakan nasi goreng seafood buatan mertuanya hanya saja saat itu sang mertua sedang berada di singapura dan mertuanya baru semalam sampai di jakarta, paginya memutuskan untuk membuatkan nasi goreng tersebut untuk Anastasya.


Dan bumil itu menghabiskan semua nasi goreng yang dibawa mertuanya tanpa menyisakan sesendok pun untuk Al.


‘’Enak ma.’’ Ucapnya lalu mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya.


*****


Hampir jam setengah dua mobil Al sudah terparkir di halaman rumah orang tua Anastasya. Al begitu malas saat melihat Eva tersenyum lebar padanya saat membukakan pintu rumah.


‘’Hai kak Al apa kabar.’’ Sapa Eva tapi Al pura-pura tak mendengarnya karena tak mau berlama-lama dengan Eva, Al langsung menuju kamar Anastasya dan Eva hanya bisa mendengus kesal mendapi sikap cuek Al.


‘’Hubby kamu udah nyampe, udah makan siang belum?’’ Tanya Anastasya yang baru keluar dari ruang gantinya.


Al selalu saja terkesima melihat penampilan Anastasya dalam hati ia tak habis-habisnya memuji kecantikan sang istri.


‘’Cantik banget sih istriku.’’ Al memeluk Anastasya dan meletakan dagunya di kepala Anastasya.


‘’Ayo buruan jangan ngegombal aja nanti telat lagi kitanya.’’


Al melakukan itu karena khawatir melihat langkah Anastasya dan tentunya juga modus agar bisa menggendong sang istri.


Diruang tamu kedua orang tua Anastasya yang melihat Al dan Anastasya hanya tersenyum senang, mereka legah karena tak salah memilihkan suami untuk Anastasya.


‘’Pa Ma, Al sama Sya pergi dulu ya.’’ teriak Al dari jarak sedikit jauh.


*****


‘’Beneran dok?’’ Tanya Al kesenangan saat dokter memberitahu bahwa anak yang dikandung Anastasya berjenis kelamin laki-laki.


‘’Iya pak Alvaro anak bapak berjenis kelamin laki-laki.’’


‘’Oh Tuhan.’’ tanpa rasa malu Al mencium seluruh wajah dan perut Anastasya beberapa kali ia mengucapkan syukur pada Tuhan dan terima kasih pada Anastasya yang sudah bersedia mengandung anaknya.


Bahkan dokter yang menangani kehamilan Anastasya merasa begitu iri melihat Anastasya yang begitu dicintai oleh suaminya.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang Al terus menggenggam tangan Anastasya dan tak mau melepaskannya bahkan disaat Anastasya memintanya.


Ia terus bersenandung mungkin karena terlalu senang saat mengetahui anak pertama mereka berjenis kelamin laki-laki.


Dari dulu Al memang menginginkan anak laki-laki sebagai anak pertamanya karena menurutnya kakak laki-laki akan sangat bisa diandalkan untuk menjaga adik-adiknya kelak.


Dan dalam beberapa bulan lagi keinginannya itu akan terwujud.


‘’Kamu mau sesuatu nggak bae, mau makan apa? Atau kamu mau belanja mungkin?’’ Tawar Al


‘’Aku mau dua-duanya jadi kita makan dulu terus belanja sepuasnya terus abis itu makan lagi baru setelahnya kita pulang deh.’’


‘’Oke.Terserah kamu hari ini aku akan mengikuti semua kemauanmu tanpa protes sedikitpun.’’


‘’Oke beneran ya? Udah janji loh awas saja ngomel-ngomel karena aku belanjanya lama.’’


Tunjuk Anastasya pada Al karena berdasarkan pengalamannya jika ia berbelanja ditemani Al pasti pria itu akan komat kamit karena tak ingin menunggu lama sedang pada dasarnya namanya wanita tidak mungkin bisa berbelanja dengan waktu singkat.


‘’Iya aku janji.’’ Al mengangkat dua jarinya.


‘’Oke kalau misalnya diingkarin gimana?’’


‘’Aku nggak mungkin ingkar bae.’’


‘’Aku kan bilang seandainya hubby.’’


‘’Yaudah hukumannya terserah kamu deh kalau misalnya nanti ngingkarin janjiku.’’


‘’Beneran ya terserah aku, Anastasya tersenyum penuh arti pada Al membuat pria itu sedikit curiga karena pasti Anastasya sedang memikirkan sesuatu yang bisa sangat menguntungkannya.’’


‘’Kalau kamu ingkar nanti kamu yang ngerjain semua tugas aku selama dua minggu ya.’’ tanpa menunggu persetujuan Anastasya mengambil jari kelingking Al dan mengaitkannya pada jari kelingkingnya.


‘’Tuh kan udah aku duga.’’ Ucap Al dalam hati.


Saat Al fokus menyetir otak Annastasya dipakainya untuk memikirkan cara membuat Al menyerah dan mengingkari janjinya agar nanti ia bisa bebas dan tidak mengerjakan tugas.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2