Love By Mistake

Love By Mistake
Memotong Arnold


__ADS_3

‘’Ardy tolong bakarin buat gw.’’ Anastasya mengambil dua jagung dan memberikannya pada Ardy dan seperti biasanya Ardy akan merasa kesal namun, tetap menurut.


Untuk mengakrabkan diri para mahasiswa duduk melingkar dan mulai berbicara satu sama lain.


‘’Gw mau nanya nih, disini ada nggak seseorang yang jatuh cinta pada sesama kita yang berada di tempat ini?’’ Tanya teman Riyo yang bernama Indra.


Beberapa mahasiswa tersenyum malu mendengar pertanyaan itu sedang Anastasya dan Andrea hanya fokus memakan jagung yang beberapa menit lalu selesai dibakar Ardy.


‘’Gw rasa sih ada nggak mungkin nggak.’’ timpal mahasiswa lain yang langsung dibenarkan oleh beberapa mahasiswa.


‘’Salah satunya loh kan?’’ tanya mereka pada mahasiswa tadi dan hanya dibalas dengan senyum malu-malu oleh mahasiswa itu.


‘’Sedang bahas apa sih?’’ tanya Ardy penasaran karena tadi ia sibuk mengurus permintaan merepotkan dari kedua sahabatnya.


‘’Menurut lo diantara para mahasiswa ada nggak yang saling menyukai?’’ Tanya indra.


‘’Pastilah.’’ jawab Ardy yakin.


‘’Dan gw yakin diantara kalian pasti ada yang tertarik sama gw.’’ ucapnya lagi dengan percaya diri sedang Anastasya dan Andrea langsung mendorong pelan kepala Ardy.


‘’Kalo lo berdua gimana? Ada nggak yang menarik perhatian menurut lo berdua?’’ Tanya indra pada Anastasya dan Andrea.


‘’’Nggak ada.’’ Jawab keduanya kompak.


‘’Mereka udah punya pasangan mungkin makanya nggak tertarik dengan pria lain.’’ Tebak salah satu mahasiswa sedang mahasiswa lain melihat kedua wanita itu dengan penasaran.


‘’Gw udah nikah jadi udah pasti dong nggak bisa lagi ngelirik pria lain.’’ Ucap Anastasya membuat beberapa mahasiswa syok.


‘’Beneran lo udah nikah?’’ Tanya seorang mahasiswa yang juga menaruh hati pada Anastasya.


Anastasya mengangguk dan memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya membuat beberapa mahasiswa kecewa termasuk Riyo.


Dari jarak tak jauh Al mengulum senyum saat mendengar ucapan Anastasya.


Hampir dua menit yang lalu Al datang, niatnya ingin bergabung dengan para mahasiswa tapi saat mendengar pertanyaan yang diarahkan pada Anastasya Al memutuskan menghentikan langkahnya untuk mendengar jawaban Anastasya.


Al senang Anastasya mengakui pernikahan mereka walau wanita itu masih belum siap untuk memperlihatkan sosok Al sebagai suami.

__ADS_1


‘’Wah...wah sepertinya kalian sedang bersenang-senang.’’ ucap pak Erik yang tiba-tiba muncul dari belakang pak Al lalu dengan santainya bergabung dengan para mahasiswa sedang Al memilih duduk di sudut yang bisa melihat wajah Anastasya dengan jelas.


[Love you so much]~My hubby


Al yang melihat Anastasya sedang memainkan ponselnya tiba-tiba mengirimkan chat yang mewakili perasaannya pada sang istri.


Anastasya melirik sekilas pada Al sambil tersenyum kecil sebelum membalas chat itu.


[Love you too nggak ya?’’]~Istriku sayang


[Love you too dong bae]~My hubby


[Pikir-pikir dulu ya]~Istriku sayang


[Kok pake mikir-mikir sih bae?]~My hubby


[terserah aku dong, semuanya tergantung kelakuanmu nanti]~Istriku sayang


[Aku janji akan selalu memperlakukanmu dengan baik]~My hubby


[Kita lihat saja nanti]~Istriku sayang


‘’Malam pak Al.’’ Sapa dokter Intan dan langsung duduk di samping Al.


Al tak menjawab dan hanya mengangguk sopan sambil tersenyum, tak lama bu Iren datang menghampiri, sedikit mendorong tubuh dokter Intan dan duduk diantara mereka.


‘’Malam pak Al.’’ Sapa bu Iren dengan senyum yang begitu lebar tapi Al sama sekali tak menghiraukannya.


Hampir satu jam berlalu, Anastasya menghampiri Al yang sedang duduk sendirian karena bu Iren dan dokter Intan sedang sibuk bercengkrama dengan para mahasiswa.


Anastasya berdiri tepat didepan Al dengan kedua tangannya berada didepan dada dan memandang Al dengan tatapan tajamnya seolah sedang mengintimidasi lawan


‘’Kenapa senyum-senyum, kamu senang ya jadi bahan rebutan bu Iren dan dokter Intan?’’ Ucap Anastasya dengan nada tak suka sedang Al yang mendengar ucapan itu lebih melebarkan senyumnya.


‘’Íh ngapain senyum sih, dasar ganjen. Ingat ya Hubby kalau sampai kamu macam-macam dibelakangmu maka aku tak segan-segan memotong kepala Arnold biar kamu tau rasa.’’


Mendengar itu spontan Al menutup dua pahanya yang tadi terbuka lebar dan degan spontan juga tangannya menutupi Arnold.

__ADS_1


Memang Al sama sekali tak memiliki niat untuk menyukai wanita lain apalagi berselingkuh tapi tetap saja Al ngeri mendengar ucapan itu.


‘’Sadis banget bae kalau Arnoldnya dipotong nanti siapa yang bakalan menyenangkan kamu tiap malam dan membuatmu mendesah keenakan.’’


‘’Cari yang barulah gitu aja kok repot.’’ Jawab Anastasya enteng membuat Al menatapnya tajam dan dengan cepat Al memukul pelan mulut Anastasya.


‘’Astaga bae kamu tuh kalau ngomong dipikir dulu dong jangan asal-asal aja.’’ Al mengeluarkan nada tak sukanya.


Anastasya menyengir mengangkat dua jarinya. ‘’Kan lagian aku bilang kalau kamu selingkuh bae nah kalo kamu nggak selingkuh kejadian itu pasti nggak akan pernah terjadi dong, iya kan?’’


Al masih menatap malas pada Anastasya sedang Anastasya mulai tertawa menyadari Al sedang berada dalam mode ngambeknya.


Anastasya berniat menjahili Al tapi satu pengganggu sudah lebih dulu menghampirinya.


‘’Anastasya kamu ngapain disini, kamu mau godain pak Al ya?’’


Bu Iren melihat Anastasya dengan tatapan tak sukanya sedang Anastasya hanya menatapnya dengan santai, perlahan Anastasya mendekat pada bu Iren dan …


PLAK


Anastasya menepuk keras kening bu Iren lalu meniup tangan yang tadi digunakannya untuk menepuk kening itu.


‘’Maaf bu tadi ada nyamuk di kening ibu, sebagai mahasiswa yang baik saya harus membantu agar nantinya bu Iren terhindar dari demam berdarah, bahaya loh demam berdarah bu karena bisa mengancam nyawa kalau bu Iren mati gimana? Jadi udah benar kan tindakan saya?’’


Anastasya tersenyum dalam hati melihat wajah bu Iren yang sedang menahan marah padanya sedang Al hanya menggeleng kepala, ada-ada saja tingkah istrinya itu.


Dengan mata tajamnya bu Iren mendekatkan wajahnya pada Anastasya.


‘’Pergi kamu dari sini dan jangan pernah mendekati pak Al lagi karena sebagai calon pacar pak Al saya tidak memberimu izin untuk mendekati pak Al.’’ Bu Iren setengah berbisik pada Anastasya.


‘’Oh gitu ya bu? Masa sih, emang pak Al mau ya sama bu Iren kalau saya lihat nih bu Iren itu bukan tipenya pak Al dan lagian bukannya pak Al udah punya istri ya?’’ Anastasya balas berbisik tapi nadanya sedikit meremehkan lalu meninggalkan bu Iren yang menatapnya geram seakan mau memakannya hidup-hidup.


‘’Sya lo dari mana aja sih?’’ Tanya Andrea karena ingin meminta tolong Anastasya untuk menemaninya ke toilet.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2