Love By Mistake

Love By Mistake
Cemburu


__ADS_3

‘’Siapa tadi?’’ Andrea membuka percakapan diantara mereka.


‘’Nanti gw jelasin, jangan sekarang ceritanya panjang nanti kita telat ke kelas.’’


Andrea tidak berkata lagi dan melajukan kembali mobilnya. Sampai di kampus mereka setengah berlari menuju kelas. 10 menit lagi kelas pertama pak Al dimulai.


*****


Hosh..host..host..


Kedua wanita itu mengambil nafas sebanyak-banyaknya saat berhasil duduk dalam kelas tanpa terlambat.


Ardy memberi minum untuk kedua wanita itu. ‘’Lagian kenapa kalian harus lari-larian, pak Al memberitahu akan terlambat sekitar 5 menit.’’


‘’Ha?’’ Ucap Anastasya dan Andrea kompak dengan mulut menganga.


‘’Sejak kapan dia mengatakannya?’’ Tanya Anastasya.


‘’Kalau nggak salah hampir 25 menit yang lalu, makanya baca WA dong.’’


‘’Dasar Alvaro brengsek, egois, gila, psychopath.’’ Maki Anastasya dalam hati.


Pasalnya tadi sebelum Anastasya turun dari mobil, Al mengatakan bahwa akan masuk tepat waktu di kelas jadi jangan berani-berani terlambat, begitulah katanya pada Anastasya.


Tapi ternyata Al memundurkan waktu selama 5 menit untuk mengerjai Anastasya dan membuat Anastasya jengkel.


Ardy memberikan tisyu pada dua wanita itu saat melihat keduanya dipenuhi keringat.


Ardy mengoceh karena kedua wanita itu memintanya untuk melap keringat mereka.


‘’Masih pagi lo berdua udah ngerjain gw… bagaimana kalian kalo nggak ada gw, ngelap keringat sendiri aja nyuruh gw. Merepotkan sekali sih..’’


‘’Kenapa ngomong gitu sih? Lo nggak bisa ninggalin kita.’’ Ucap Anastasya dan Andrea manja sambil memeluk tangan dan menyandarkan kepala mereka masing-masing di pundak kiri dan kanan Ardy.


Ardy mendorong kepala kedua wanita itu. ‘’Ih kalian sengaja ya.. Nih lihat keringat kalian nempel di kaos gw.’’


Anastasya dan Andrea hanya tertawa dan memeluk Ardy lagi dengan erat sambil mengusap wajah mereka di kaos Ardy.


‘’Astaga Sya, Rea, nanti kaos gw kotor, jorok banget sih..’’ Ardy berusaha mendorong tapi kedua wanita itu memeluknya dengan sangat erat sambil terbahak.


Khem. Deheman yang berasal dari depan kelas membuat mereka menghentikan tawa.


‘’Bercandanya tolong dihentikan, ini sudah jam kuliah.’’ Ucap pak Al dengan wajah tak bersahabat.


Ditengah pembelajaran Anastasya dan Andrea malah asyik saling menukar catatan kecil.

__ADS_1


‘’Tuh dosen kenapa sih?’’ Tulis Andrea.


‘’PMS kali.’’


‘’Wkwkwwk, berantem kali ya sama pacarnya.’’


‘’Memangnya ada wanita yang tahan sama pria aneh begitu.’’


‘’Wkwkwk jangan ngomong gitu, kalo penggemarnya tau bisa habis lo, secara pak dosen kan banyak penggemarnya.’’


‘’Nggak usah ngomongin dia nggak penting, nanti habis kelas kita kemana? Ke cafe depan kampus aja yuk sekalian cuci mata wkwkwk.’’


‘’Boleh juga, sekalian nyari target buat besok malam.’’


‘’Emang besok malam lo mau kemana?’’


‘’Buat nemanin malam mingguan bambang, makanya cari pacar lagi biar bisa malam mingguan. Jomblo sih lo’’


‘’Enak aja, kayak lo nggak aja.’’ Anastasya berniat memberikan kertas itu pada Andrea tapi Andrea tak bergeming dan tak mau menerimanya.


Khem, suara yang tak asing di telinga Anastasya, pelan-pelan ia memutar tubuhnya ke belakang.’’


‘’Eh pak Al.’’ Ucap Anastasya salah tingkah. ‘’Sejak kapan sih dia berdiri disitu? Apa dia tau apa yang dari tadi gw tulis? Omg mati gw.’’


‘’Anastasya Daley, kamu keruangan saya sehabis mata kuliah ini.


‘’Saya hanya melihatmu, jangan melibatkan orang lain untuk kesalahan yang kau lakukan.’’ Al berpindah posisi dan kembali ke depan kelas.


Anastasya menyenggol lengan Andrea. ‘’Lo kenapa nggak bilang kalo dia di belakang gw.’’


‘’Berhenti berbicara dan kerjakan tugas yang saya berikan.’’


Mata kuliah sudah berakhir. Namun, Al belum keluar dari kelas.


Beberapa mahasiswa sudah berjalan keluar untuk melakukan kegiatan masing-masing, sementara triple A masih duduk di tempatnya.


‘’Ah Andrea rese.’’ Anastasya mengeluh, melingkarkan tangannya dileher Ardy kemudian menyandarkan kepalanya pada dada Ardy.


‘’Rasain, lagian ngapain lo berdua kirim kiriman surat saat jam kuliah.’’ Ardy menyentil pelan kening Anastasya membuat Anastasya mengerucutkan bibirnya.


‘’Anastasya Daley, keruang saya sekarang.’’ Ucap Al menghentikan interaksi Ardy dan Anastasya.


Panas .. panas.. sepertinya ada yang panas padahal ruangan itu memiliki pendingin ruangan.


‘’Baik pak.’’ Anastasya berjalan mengikuti Al dari belakang.

__ADS_1


*****


‘’Maaf pak tadi saya salah.’’ Anastasya menunduk mengakui kesalahannya.


‘’Tanganmu mana?’’ Anastasya sontak mengangkat kepalanya, heran.


‘’Mana tanganmu.’’ Al menarik paksa tangan Anastasya, membuka telapak tangan Anastasya dan melap tangan itu menggunakan tisu seolah tangan Anastasya sangat kotor baginya.


Al bahkan melakukannya dengan sedikit kasar sampai menimbulkan tanda kemerahan di tangan Anastasya.


‘’Pak Al apa-apaan sih? Perih tau nggak.’’


‘’Salahmu sendiri, jangan pernah lagi kau berdekatan atau menyentuh pria lain.’’


‘’Apa hakmu? Kau bukan siapa-siapa untukku jadi tak pantas kau mengaturku.’’


‘’Dengar Anastasya sudah berapa kali kukatakan, kau adalah calon istriku, aku tak segan-segan menghancurkan pria itu jika kau berani memeluknya lagi.’’ Ucap Al dengan marah, wajahnya terlihat sangat menakutkan dimata Anastasya membuat wanita cantik itu bergidik ngeri.


Al mendorong tubuh Anastasya sampai jatuh diatas sofa, seringai tampak tersungging di bibirnya, sedetik kemudian ia sudah menempelkan bibirnya pada bibir Anastasya.


Melu matnya dengan kasar meluapkan semua rasa kesal, emosi, cemburunya dalam ciuman itu. ‘’Kau milikku, kau hanya bisa tersenyum, menangis dan manja denganku bukan dengan pria lain. Kau mengerti!!’’ Al kembali mencium Anastasya tapi kali ini ciumannya lebih lembut.


‘’Brengsek.’’ Anastasya berhasil menampar pipi Al dan keluar dari ruangan itu.


‘’Dasar pria gila, memangnya dia siapa sampai memperlakukanku seperti itu, calon suami katanya? Cih… memangnya siapa yang mau jadi istrinya. Bisa pendek umur gw kalau punya suami model begitu.’’ Anastasya terus mengomel sampai tak sadar menabrak punggung seseorang.


‘’Aawwhh.’’ Ringis Anastasya.


Pria yang ditabrak itu berbalik badan menatap Anastasya yang sedang meringis sambil memegang keningnya.


‘’Lo ngapain sih berdiri diam disini? Kening gw sakit tau nggak nabrak punggung lo yang keras itu.’’ Omel Anastasya.


Pria itu mengerutkan keningnya, bingung dengan tingkah Anastasya. Anastasya yang menabraknya dan seharusnya Anastasya merasa bersalah dan meminta maaf tapi apa yang terjadi? Wanita itu malah mengomel dan menyalakannya.


‘’Kenapa diam aja? Lo tuli ya?’’ Omel Anastasya lagi.


Pria itu masih diam di tempatnya.


‘’Sya..Sya..cepat dong.’’ Panggil Andrea dari jarak sedikit jauh.


Anastasya menatap tajam pada pria didepannya. ‘’Untung aja gw buru-buru kalo nggak abis lo.’’ Anastasya berjalan meninggalkan pria itu dengan sedikit membenturkan bahunya pada bahu pria itu.


‘’Aawwh sakit, bahu lo keras banget sih sakit gw.’’ Omel Anastasya lagi lalu meneruskan langkahnya meninggalkan pria itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya😉


__ADS_2