
‘’Rea.’’ Ardy memberanikan diri memegang bibir wanita itu. ‘’Gw pengen cium lo sekarang boleh nggak?’’ Tanya Ardy dengan mata yang terus memandang bibir Andrea.
‘’Cium?’’ Andrea kaget dengan permintaaan pria itu, tak mau terbawa suasana, ia bangun, duduk di samping Ardy dan melihat pria itu.
‘’Nggak bisa Dy, mana ada orang mencium sahabatnya sendiri.’’ Ucap Andrea lalu beranjak meninggalkan Ardy, sedang pria itu terdiam ditempatnya, benar juga apa yang dikatakan Andrea, tapi kenapa dia merasa kecewa dengan ucapan itu?
Ardy termenung dengan pikirannya sendiri, apa benar kata Anastasya kalau dia sudah menyukai Andrea? Tapi bagaimana bisa? Andrea adalah sahabatnya yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri.
Ardy mengambil ponsel dan mengirim chat pada Anastasya.
[Sya besok gw kerumah lo ada yang mau gw tanyain]~Ardy sebleng
[Ada apa nih? Mau curhat tentang Rea ya?]~ Syasya rewel
[kepo]~ Ardy sebleng
[Kan besok lo juga cerita Dy]~Syasya rewel
[iya tapi besok bukan sekarang, mending lo tidur aja, istirahat]~Ardy sebleng
[Oke sipp, sampai ketemu besok ya jangan lupa bawain gw kue depan apartemen lo👍🤗]~Syasya rewel
Ardy menaiki ranjang, tak langsung tidur pria itu terus memperhatikan wajah Andrea, tak pernah dilakukannya, kali ini ia mengelus lembut wajah Rea yang tertidur dan mencium kening wanita itu sebelum ikut membaringkan dirinya disamping Andrea.
Paginya Andrea kembali terbangun lebih dulu, ia menatap Ardy terlebih dulu sebelum masuk ke kamar mandi.
Kini Ardy dan Andrea duduk di meja makan, menikmati sandwich buatan Andrea, sejak menikah sepertinya Andrea tak pernah membuat menu sarapan lain selain sandwich, bukannya tak mau membuat makanan lain tapi Andrea memang tak bisa membuatnya.
‘’Rea kita ke rumah mama siangan ya soalnya gw punya kegiatan lain.’’
Jam sembilan pagi Ardy mendatangi rumah Anastasya, ia menceritakan semua yang dirasakannya pada sahabatnya itu.
Dari ceritanya Anastasya yakin Ardy memang sudah menyukai Andrea.
Tapi Ardy masih menolak, menurutnya bagaimana bisa ia menyukai Andrea sekarang sedang dari dulu mereka bersahabat Ardy tak pernah merasakan sesuatu padanya.
Al yang juga berada di ruangan itu mendekat dan duduk disamping Anastasya. ‘’kamu ragu sama perasaanmu?’’ Tanya Al yang diangguki Ardy dan Anastasya.
__ADS_1
‘’Kalau bisa saran, kalian kan suami istri nggak bakalan dosa juga kalau melakukan hal yang lebih tapi saya mau tanya dulu, apa kalian sudah pernah berciuman?’’ Tanya Al yang mendapat gelengan kepala dari Ardy sedang Anastasya menganga tak percaya, pasalnya Ardy dan Andrea sudah menikah beberapa bulan.
‘’Beneran Dy?’’ Tanya Anastasya memastikan yang kembali diangguki Ardy.
‘’Kalau saran saya, bangun hubungan kalian secara perlahan, kau bisa memberinya ciuman singkat sebelum tidur dan pada pagi harinya, saya pikir setelahnya kau akan sadar tentang perasaanmu.’’
Anastasya dan Ardy yang mendengarnya memberikan respon berbeda, Ardy dengan senyum dan anggukan sedang Anastasya dengan raut wajah bingungnya.
‘’Maksudnya gimana hubby, aku nggak ngerti.’’
‘’Sudahlah lo nggak bakalan ngerti.’’ ucap Ardy cengengesan, berdiri, mengacak rambut Anastasya setelah itu pamit pulang karena harus mengantar Andrea ke rumah orang tuanya.
*****
‘’Siang ma.’’ teriak Andrea begitu masuk kerumah mamanya.
‘’Siang ma.’’ Ucap Ardy ikut menyapa
‘’Bagaimana kandungan kamu sayang?’’ Tanya mama menarik tangan Andrea untuk duduk dengan Ardy yang mengikut di belakang mereka.
Ketiganya asyik mengobrol sampai tak sadar hari sudah sore.
Hampir jam 6, Andrea dan Ardy pamit pulang, biasanya mereka akan menginap tapi entah kenapa hari ini Ardy mengatakan tak bisa menginap karena memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di apartemen.
*****
Di apartemen, mata Ardy terus fokus melihat Andrea yang sedang membersihkan wajahnya di depan meja hias.
‘’Lo kenapa? Apa ada yang mau lo omongin?’’ Tanya Andrea melihat Ardy dari cermin.
‘’Apa yang harus gw katakan, nggak mungkin kan gw bilang mau cium dia, kalau ditolak lagi gimana?’’ Guman Ardy, pria itu tak sadar Andrea sedang berjalan menghampirinya.
‘’Dy mikirin apa sih?’’ Andrea menjentikan jarinya tepat didepan wajah pria itu.
Bukannya menjawab, Ardy malah menatap Andrea. Pria itu memberanikan diri mendekatkan wajahnya pada Andrea.
‘’Sorry kalau lancang tapi gw pengen nyium lo sekarang.’’ Ucap Ardy langsung menarik tengkuk Andrea tanpa menunggu jawaban dari wanita itu.
__ADS_1
‘’Ardy menyesap dengan penuh kelembutan sedang Andrea membuka lebar dua matanya karena kaget dengan tindakan Ardy. Tak lama Andrea mulai terbuai dan membalas ciuman itu, keduanya saling bertukar saliva dan menghentikannya saat pasukan oksigen mulai habis.
Ardy tersenyum, tangannya terangkat untuk mengusap bibir Andrea yang masih basah dengan saliva sedang Andrea langsung menunduk kaarena malu menatap Ardy.
‘’Rea lihat gw dong.’’ Ardy menangkup wajah Andrea hingga wanita itu menatapnya, mata keduanya bertemu, Ardy memiringkan kepalanya dengan perlahan mendekatkan kembali bibirnya, pria itu terus menyessap rasa manis yang disajikan bibir Andrea.
Andrea pun tak menolak, wanita itu menerima dengan baik bibir Ardy yang datang bertamu. Seakan tak puas keduanya terus berciuman tanpa ingin menyudahinya.
Setelah ciuman panjang, keduanya terdiam tak tau harus bertindak seperti apa, keduanya merasa malu hanya untuk saling berpandangan, apalagi kalau mengingat ciuman hot mereka tadi.
‘’Rea, mau tidur nggak?’’ Tanya Ardy pada akhirnya setelah hampir 45 menit keduanya diam.
‘’Iy.. Iya Dy.’’ Jawab Andrea terbata dan mengatur posisi tidurnya, Ardy pun melakukan hal yang sama, mereka mengatur posisi tidur saling membelakangi, tak lama Ardy membalik badannya, ia menatap punggung Andrea, entah sadar atau tidak pria itu mendekat dan memeluk Andrea.
‘’Dy.’’ Andrea menarik satu tangan Ardy dan meletakkannya didadanya.
‘’Dy jantung gw.’’ Ucapnya.
Ardy membeku, matanya fokus melihat ke tempat tangannya berada, dalam hitungan detik tubuh Ardy sudah berada diatas Andrea.
‘’Lo mau apa Dy?’’ Tanya Andrea sedikit takut
‘’Gw minta hak gw boleh?’’ Tanya Ardy dengan nafas beratnya.
Andrea menggeleng. ‘’Nggak Dy kita nggak bisa ngelakuin hal itu, lo nggak cinta sama gw dan katanya lo hanya menganggap gw sahabat, lagipula mana ada orang yang melakukan hubungan intim dengan sahabatnya.’’
‘’Tapi gw pengen Rea.’’
‘’Nggak bisa Dy, lo bakalan terjebak dalam pernikahan ini kalau lo mau melakukan hal itu sama gw.’’ Ucap Andrea yang sama sekali tak dipedulikan Ardy, pria itu kembali menyerang bibir Andrea, sama sekali tak berhenti dan tak mendengar ucapan Andrea yang memintanya berhenti, sampai akhirnya wanita itu terbuai dalam permainan Ardy.
Dan jadilah malam itu mereka melalui malam yang panas untuk pertama kalinya setelah menikah, saking semangat keduanya terus melakukan lagi dan lagi bahkan mereka tak sadar susah melakukannya selama hampir 4 jam.
*****
Pagi harinya Andrea masih setia menatap wajah Ardy, ia sedikit takut kalau Ardy menyesali apa yang semalam terjadi.
Bersambung.....
__ADS_1