Love By Mistake

Love By Mistake
Morning kiss


__ADS_3

30 menit kemudian tidur Anastasya mulai terganggu, tubuhnya tegang merasakan hembusan nafas seseorang yang diyakininya Al menyapu lehernya, tangan Al melingkar erat di pinggangnya, kaki pria itu bahkan menindis kakinya.


Anastasya semakin tegang saat Al sesekali mengecup lehernya. Bahkan tubuhnya seakan membeku saat Al membalikan tubuhnya perlahan hingga saling berhadapan, wajah mereka sangat dekat hingga Anastasya bisa mencium aroma mint yang sangat menyegarkan dari napas Al.


Anastasya seakan terhipnotis, terdiam tanpa melakukan apapun bahkan tak menolak saat bibir lembut Al menyentuh bibirnya.


‘’Morning kiss baby.’’ Ucap Al lalu dengan cepat mencium kening Anastasya lagi.


‘’Baby gerak dong.’’ Al menggoyang pelan tubuh Anastasya saat wanita itu terdiam kaku tanpa pergerakan sedikitpun.


‘’Baby kamu kenapa sih, kamu nggak sedang tidur dengan mata terbuka kan?’’ Al mendekatkan wajahnya lagi ingin melihat mata wanita itu. Ingin memastikan apakah Anastasya sedang tidur dengan mata terbuka atau tidak.


‘’Apa sih… minggir’’ Anastasya mendorong tubuh Al saat mendapat kesadarannya dan berlari masuk ke kamar mandi. Merasa sangat malu mengingat tubuhnya menerima sentuhan Al secara sukarela.


30 menit kemudian Anastasya keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi bagian dada dan sedikit bagian pahanya.


‘’Pak Al kenapa masih disini?’’ Tanya Anastasya sambil menutupi area dadanya dengan kedua tangannya.


‘’Nungguin kamulah, aku hanya ingin memastikan kamu bangun dan tidak akan tidur lagi.’’


‘’Oke.. sekarang pak Al udah lihat kan, aku udah mandi jadi nggak mungkin tidur lagi, jadi tolong pak Al keluar dari kamar ini karena aku harus mengganti pakaian.’’


‘’Mau ganti pakaian ya tinggal diganti aja baby, gitu aja kok repot.. Nggak usah malu aku udah lihat semuanya kok bahkan aku hafal semua yang ada di tubuh kamu jadi nggak perlu ditutupi lagi.


‘’Aish.. Susah banget sih ngomong sama manusia alien ini.’’


‘’Kalo gitu pak Al diem disitu jangan kemana-mana apalagi masuk ruang ganti.’’ Anastasya memberi peringatan dengan jari telunjuknya diarahkan pada Al.


Al mengangguk cuek, matanya fokus melihat beberapa foto Anastasya yang terpampang di atas lemari kecil samping tempat tidurnya.


Anastasya masih asyik memilih pakaian yang akan digunakan, ia berdiri di depan lemari hanya menggunakan Bra dan CD berwarna merah tua handuknya bahkan sudah terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


Mengambil satu dress yang akan digunakannya disaat yang sama sebuah tangan kekar juga melingkar di pinggangnya.


‘’Apaan sih pak Al, pak Al itu dosen loh tapi kenapa nggak ada etikanya sih?’’ Anastasya membalik badannya, menghempaskan tangan Al dan menatap tajam pria itu.


Tak peduli dengan ucapan Anastasya, Al malah menarik tengkuk wanita itu dan mulai melu mat bibirnya. Al melu matnya dengan penuh nafsu bahkan di tengah aksinya itu tak lupa Al menyusupkan tangannya di salah satu bukit kembar Anastasya.


‘’Aawh.’’ Al berteriak kesakitan saat Anastasya menggigit bibirnya dengan sangat keras sampai mengeluarkan darah.


‘’Rasain.’’ Anastasya meninggalkan ruang ganti itu dan memutuskan mengganti bajunya dalam kamar mandi. Namun, sebelum itu menyempatkan untuk menginjak kaki Al dengan begitu keras membuat Al berteriak kesakitan untuk kedua kalinya.


‘’Sebenarnya kita mau kemana sih?’’ Tanya Anastasya saat sudah duduk di mobil Al.


‘’Kerumah orang tuaku, aku ingin mengenalkanmu pada mereka.’’


‘’What!! Tidak ini tidak boleh terjadi.’’ Anastasya berniat turun dari mobil itu namun tangannya sudah dicekal Al.


‘’Pak Al tolong jangan bermain-main seperti ini, aku sama sekali nggak punya niat untuk menjadi istri pak Al, pak Al menikah saja dengan wanita lain kalau pak Al susah nyarinya aku janji aku bakalan bantu pak Al untuk menemukan wanita yang pak Al inginkan.’’


‘’Pak Al please lepasin aku, lagian apa yang pak Al inginkan dariku.’’


Anastasya menggerakan tangannya mengikuti lekuk tubuhnya.


‘’Tubuh ini? Pak Al bahkan bisa mendapat wanita yang memiliki tubuh yang lebih bagus dariku yang lebih montok yang lebih aduhai dan bahkan dadaku tidak terlalu besar hanya seperti bola pimpong.''


''bukannya pria sangat menyukai pa**dara yang besar? Diluar sana banyak wanita yang memiliki badan yang lebih bagus dariku dan pastinya pa**dara mereka lebih besar dariku. Jadi apa pak Al tidak memiliki keinginan untuk memiliki wanita yang sempurna seperti itu?.’’


Anastasya sudah kehabisan cara, bahkan rela meremehkan tubuhnya sendiri untuk menolak keinginan Al berharap Al sedikit terpengaruh dengan ucapannya dan mau melepaskannya.


Al hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Anastasya tersenyum, berpikir mungkin Al mulai terpengaruh dengan ucapannya, kemudian sedikit mendekatkan wajahnya pada Al, meletakan dua tangannya di bawah rahangnya.

__ADS_1


‘’Coba pak Al perhatikan baik-baik wajahku bahkan tidak secantik itu, masih banyak wanita yang lebih cantik dariku dan pak Al pasti akan dengan sangat mudah mendapatkan mereka.''


''Lihat mataku juga tidak terlalu bagus, hidungku tidak semancung wanita lain, pipiku juga tidak setirus wanita lain dan lihat bibirku sangat tidak sexy.’’ Anastasya masih berusaha untuk merubah pemikiran Al, terus mendoktrin agar Al memandang jelek semua yang ada pada dirinya.


Hahahah tawa Al memenuhi ruang sempit itu.


‘’Kata siapa kau tidak cantik?’’ Al mengelus wajah Anastasya dengan lembut.


‘’Kata siapa tubuhmu tidak bagus?’’ Al menarik pinggang Anastasya agar lebih dekat dengannya.


‘’Kata siapa aku tidak akan menyukai pa**daramu?’’ Al melihat intens dua gunung kembar yang masih tertutup rapat.


‘’Kata siapa matamu tidak bagus? Aku bahkan sangat menyukai sinar matamu.’’ Al mencium lembut mata Anastasya.


‘’Aku menyukai hidungmu yang tidak terlalu mancung ini.’’ Al mencium pucuk hidung Anastasya.


‘’Dan pipimu sangat menggemaskan dimataku, aku bahkan ingin menggigitnya.’’ Al menarik gemas kedua pipi itu.


‘’Dan ini.’’ Al menunjuk bibir Anastasya.


‘’kata siapa bibirmu ini tidak sexy, aku bahkan sangat menyukainya, rasa bibirmu sangat candu bagiku.’’ Al melu mat pelan bibir itu. Tidak ada nafsu dalam ciuman itu.


‘’Dan satu yang harus kamu tau aku menyukaimu bukan karena tubuhmu.’’ Al kemudian menarik tengkuk Anastasya lagi dan melu mat bibir manis kesukaannya.


‘’Cih.. Dia pikir aku akan percaya pada kata-katanya, dasar munafik, jelas-jelas kau hanya menginginkan tubuhku kenapa harus berpura-pura menyukaiku segala.’’


‘’Lepasin pak.. Pak Al selalu saja mengambil keuntungan dariku. Apa ini yang diajarkan seorang dosen pada mahasiswanya?’’


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel dengan lebih baik lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2