
Anastasya tak langsung membuka kotak itu, malah berjalan dan masuk ke kamarnya, mengganti baju dan membersihkan makeup lalu memutuskan untuk tidur tanpa memikirkan keadaan Al.
*****
Pagi ini, Anastasya bangun dan langsung memutar tubuhnya mencari keberadaan Al, tapi sama sekali tak mendapat Al disampingnya, bahkan sprei bagian tempat tidur Al terlihat masih rapi menandakan semalam Al tidak tidur diranjang itu.
Tidak terlalu peduli, Anastasya memilih untuk bersiap ke kampusnya.
‘’Pak Al mana bik?’’ Tanya Anastasya tak melihat Al dimeja makan.
‘’Semalam sepertinya bapak nggak pulang bu.’’ Ucap seorang ART.
‘’Nggak pulang?’’ Anastasya sedikit kaget, ia mengira Al tidak tidur dikamar mereka dan tidur dikamar lain yang berada dirumah itu tapi kenyataannya Al bahkan tidak pulang ke rumah semalam.
*****
‘’Sayang..’’ Panggil Raka saat Anastasya sampai di kampusnya.
Anastasya diam di tempatnya melihat Raka dengan perasaan jengkel dan rindunya yang menjadi satu.
Raka mendekat. ‘’Sayang kamu tinggal dimana sekarang? Dari kemaren aku nungguin kamu dirumah orang tua kau tapi kamu nggak pernah muncul.
‘’Eeemm…emmhh.’’ Anastasya gelagapan tak sengaja matanya menangkap Al yang tengah melihat ke arahnya dan Raka.
‘’Bukan urusan lo.’’ Anastasya berjalan berniat menghampiri Al, tapi Raka sudah lebih dulu memeluknya dari belakang.
Al yang melihat itupun hanya memperlihatkan senyum sinisnya dan berlalu meninggalkan Anastasya dan Raka sedang Anastasya merasa tak suka dengan tindakan Al yang tidak memperdulikannya.
‘’Lepasin Raka, lo mau apa lagi sih?’’ Anastasya melepaskan pelukan Raka dan memberanikan diri menatap wajah pria yang sudah sangat menyakitinya itu.
‘’Aku kangen Sya, aku minta maaf kalo dulu aku sudah begitu sangat menyakitimu, aku akui aku adalah pria brengsek dan bajingan tapi tolong Sya beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa sekarang aku akan benar-benar setia dan tak akan menyakitimu lagi, aku janji tak akan pernah lagi menyentuh wanita lain, aku janji akan sabar menunggu sampai kita menikah. Jadi tolong Sya beri aku kesempatan kedua. You know i love you.’’
‘’Maaf Raka tapi aku nggak bisa, semuanya sudah terlambat untuk kita dan mungkin saja kita memang tak berjodoh.’’
__ADS_1
‘’No..no, aku mohon Sya tolong beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan semuanya, aku sayang banget sama kamu Sya dan aku sadar sekarang kalau aku tak ingin wanita lain selain kamu dalam hidupku.’’
Raka memeluk tubuh Anastasya erat sambil terisak Anastasya pun membalas pelukan itu, melihat Raka seperti itu sejujurnya sedikit timbul rasa ingin memberi kesempatan untuk Raka tapi ia juga cukup tau diri akan posisinya sekarang yang sudah menjadi istri orang dan dari hati terdalamnya sama sekali tak ingin berpisah dengan suaminya.
Hampir lima menit berpelukan, Anastasya melepaskan pelukan itu,menghapus air mata diwajah Raka.
‘’belajarlah melupakanku Raka karena aku tak mungkin lagi kembali padamu, aku harap kau menemukan wanita yang lebih baik dariku dan kumohon jika nanti kau menemukannya jangan pernah lagi kau menyakitinya seperti apa yang kau lakukan padaku.’’ Ucap Anastasya menahan tangisnya.
‘’Aku hanya mau kamu Sya, hanya kamu… tolong berikan aku satu kesempatan lagi aku janji…aku janji hal seperti itu tak akan terulang lagi dalam hubungan kita.’’ Raka mengangkat dua jarinya diudara sebagai simbol janjinya pada Anastasya.
Anastasya menggeleng. ‘’Terlambat Rak, itu nggak mungkin lagi karena sekarang aku bukan Anastasya yang dulu lagi sekarang aku adalah istri orang."
Anastasya akhirnya memberitahu statusnya pada Raka karena tak ingin Raka terus berharap padanya. Ia juga akan berusaha menerima takdirnya yang memang tidak bisa bersama Raka, pria yang masih dicintainya sampai sekarang dan memilih untuk mempertahankan pernikahannya.
‘’Apa maksud kamu Sya?’’ Tanya Raka.
‘’Aku sudah menikah Rak, aku sudah resmi jadi istri orang sekarang, jadi tolong lupakan aku dan carilah kebahagiaanmu.’’ Anastasya memperlihatkan cincin nikahnya pada Raka.
‘’Apa ini caramu untuk menolakku Sya? Dengan berpura-pura bahwa kau sudah menikah?’’
‘’Jangan aneh-aneh Sya, aku tau kau masih mencintaiku jadi tak mungkin kau menikahi pria lain.’’ Kekeh Raka.
‘’Kau tidak perlu percaya padaku sekarang tapi suatu saat kau pasti akan sadar bahwa apa yang kukatakan sekarang memang benar dan aku sama sekali tidak pernah membohongimu.’’ Anastasya meninggalkan Raka sedang pria itu masih syok mendengar ucapan Anastasya.
‘’Mau apa lo disini?’’ Tanya Andrea yang tak suka melihat keberadaan Raka di kampusnya.
‘’Re.. Rea, tolong kasih tau gw apa yang dikatakan Sya tadi tidak benar.’’
Andrea mengerutkan keningnya, ia bahkan tak tau apa yang disampaikan Anastasya pada Raka.
‘’Rea tolong kasih tau gw kalo Anastasya hanya berbohong terkait pernikahannya.’’
‘’Oh, jadi dia udah kasih tau lo.’’ Ucap Andrea santai dan berlalu meninggalkan Raka tapi Raka mengejar dan menahannya.
__ADS_1
‘’Kalian pasti bersekongkol kan buat bohongin gw?’’
‘’Terserah lo, mau percaya atau tidak, itu bukan urusan gw yang jelas lo harus jauh-jauh dari hidup Sya karena dia sudah sangat bahagia tanpa lo di sampingnya.’’
Andrea meninggalkan Raka dan untuk kedua kalinya Raka masih syok belum bisa mencerna dengan baik semua ucapan Anastasya dan Andrea.
*****
‘’Kenapa badmood gitu Sya? Padahal kan tadi abis ketemu mantan terindah?’’ Andrea sedikit bercanda melihat wajah manyun Anastasya.
‘’Ih lagian siapa juga yang mikirin Raka sih, gw lagi mikirin pak Al Rea, semalam dia nggak pulang terus sikapnya cuek banget sama gw, dingin banget Rea.’’
Andrea yang mendengarnya pun mendekatkan kursinya pada Anastasya. ‘’Lo mikirin pak Al Sya? Lo?’’ Andrea menunjuk Anastasya tepat didada kanannya.
‘’Nggak mikirin Rea gw cuma heran aja sama sikapnya.’’
‘’Itu namanya mikirin bambang.’’ Andrea menoyor pelan kening Anastasya.
‘’Ih… lo nggak ngehibur banget sih Rea.’’
‘’Oke..oke coba kasih tau gw apa yang terjadi, gw yakin pasti lo duluan yang nyari gara-gara kalo sampai pak Al marah.’’
‘’Ih.. Astaga Rea lo itu sahabat gw atau sahabatnya sih, kenapa malah belain dia?’’
‘’Karena gw sahabat lo jadi gw tau banget sikap lo Sya dan gw menerawang sepertinya pak Al bukan tipe suami yang suka cari gara-gara, jadi coba lo kasih tau apa yang terjadi biar gw bisa bantu cari solusi.’’
Anastasya pun lebih mendekatkan wajahnya pada Andrea dan berbicara dengan suara yang sangat pelan agar tak ada yang mendengar cerita galaunya itu.
‘’Sya…Sya..Sya.’’ Andrea menggelengkan kepalanya.
‘’Kalau gw jadi pak Al gw juga pasti akan marah sama lo, gw lihat pak Al sayang banget sama lo Sya jadi udah pasti dia sangat marah saat lo bilang soal ganti suami, walau lo bercanda tapi keadaannya kan sedang tidak baik untuk bercanda Sya, apalagi lo nggak ngehargain apa yang dia siapkan buat lo, pernah nggak lo berpikir mungkin saja dia menghabiskan banyak waktu dan rencana hanya untuk menyediakan makan malam itu. Apalagi kata lo dia ngasih lo sebuah kotak kan? Apa lo udah buka kotak itu, isinya apa?’’
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
Jangan lupa like dan komennya...