
‘’Pak Al nanti turunin aku dipersimpangan jalan ya.’’
‘’Kenapa nggak sampe kampus aja sih bae tujuan kita kan sama.’’
Anastasya menggeleng. ‘’No, nanti kalau ada yang lihat gimana? Aku nggak mau ya kalau satu kampus tau tentang pernikahan kita.’’
‘’Kenapa kau ingin menyembunyikannya apakah kau malu menikah denganku?’’ Al sedikit emosi karena Anastasya berniat menyembunyikan pernikahan mereka.
Tepat lampu lalu lintas berubah menjadi merah, Anastasya mendekat pada Al dan menangkup wajah pria itu. berucap dengan begitu lembut pada Al.
‘’Bukan itu alasanku menutupi pernikahan kita, aku hanya ingin bisa kuliah dengan nyaman. Kau tau sendiri di kampus begitu banyak mahasiswi yang menyukaimu, aku pasti akan terus menjadi bahan gosip jika mereka tau dosen yang mereka sukai sudah menjadi suamiku.’’
Al mengangguk pelan, menyentuh lembut wajah halus Anastasya. ‘’Tapi kau jangan menebar pesona di kampus, ingat kau itu sudah menjadi istri orang.’’
Anastasya melepas tangannya dari wajah Al dan membenarkan duduknya, Al pun melajukan kembali mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau.
‘’Ih.. Lagian aku tuh nggak pernah menebar pesona ya karena dasarnya mereka yang nggak bisa menolak daya tarikku ini.’’
Ucap Anastasya bangga, Al melirik sekilas dengan satu tangannya mengelus belakang kepala Anastasya, kemudian mengambil satu tangan Anastasya untuk digenggamnya. Namun, tak lama Anastasya melepaskan genggaman tangan itu, mengambil ponsel dari tasnya dan terlihat sangat serius mengotak ngatik ponselnya sambil sesekali tertawa.
Al tak keberatan malah terlihat senang melihat istrinya itu tertawa.
Tak sengaja Al melihat jari manis Anastasya yang masih setia menggunakan cincin pernikahan mereka.
Al tersenyum dalam hati, walau menyembunyikan pernikahan mereka setidaknya dengan cincin itu orang lain akan mengetahui Anastasya sudah ada pemiliknya.
‘’Pak Al stop..stop.’’ Anastasya sedikit menepuk-nepuk lengan Al.
‘’Sya.’’ Al menahan tangan Anastasya saat wanita itu hendak turun dari mobilnya.
‘’Apa lagi?’’ Anastasya memutar kepalanya menghadap Al.
Cup
Al mengecup singkat bibir Anastasya. ‘’Good by kiss bae.’’ Ucapnya sambil nyegir.
‘’Good by kiss apaan sih, orang pisahnya juga nggak lama.’’ Anastasya mendengus kesal lalu turun dari mobil itu dan langsung memasuki taxi yang berada tak jauh darinya.
‘’Kennard university pak.’’ Ucap Anastasya begitu mendudukan dirinya di kursi penumpang taxi.
__ADS_1
*****
‘’Woi.’’ Teriak Anastasya sambil mendorong kecil kepala Ardy yang duduk sambil memainkan ponselnya.
‘’Dy kekantin yuk, gw laper belum sarapan.’’ Ajak Anastasya sambil mengaplikasikan lipstik pada bibirnya menggunakan kaca kecil yang selalu dibawanya.
‘’Yaudah ayo, gw juga nggak sempat sarapan tadi.’’ Ardy berdiri dan berjalan terlebih dulu dengan tangan dan mata yang asik pada ponselnya.
‘’Lo kenapa sih dari tadi sibuk sama ponsel doang?’’ Anastasya mendudukan dirinya di depan Ardy saat mereka sampai di kantin.
Mendengar komplain dari Anastasya, Ardy mematikan layar ponselnya dan meletakan ponsel itu diatas meja. ‘’Lagi lihat dokumen buat meeting nanti sore Sya.’’
‘’Yaudah lo mau pesan apa? Nanti gw aja yang pesanin.’’ Tawar Anastasya.
‘’Eh Sya, ngomong-ngomong Rea lagi sibuk apa sih, beberapa hari ini dia jarang banget bales chat gw, kadang juga gw nelpon nggak diangkat.’’ Tanya Ardy sambil terus menikmati soto yang tadi dipesan Anastasya.
‘’Ah masa sih? Dia malah sering ngechat dan nelpon gw, lo punya salah kali makanya dia ngambek.’’ Tebak Anastasya.
Ardy sedikit berpikir apa yang membuat Andrea ngambek, setaunya ia sama sekali tidak melakukan kesalahan yang membuat sahabatnya itu marah atau ngambek. Mereka bahkan terakhir kali bertemu saat Anastasya dan Andrea mengunjungi kantornya hampir seminggu lalu.
‘’Sudah nggak usah dipikirin, nanti lo tanya aja langsung terus minta maaf deh, gampang kan?’’
‘’Jadi dong Dy biar sekalian dapat traktiran, kan sekarang lo udah jadi bos besar.’’ Anastasya memohon dengan menaik turunkan kedua alisnya.
‘’Belum juga gajian, udah tekor aja gw.’’
‘’Emang bos besar pake tanggal gajian juga Dy?’’
‘’Menurut lo?’’
Anastasya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
‘’Dy lo duluan aja ke kelas, gw mau ke toilet dulu.’’
Anastasya berlalu meninggalkan Ardy, kemudian tak berapa lama kembali ke kantin lagi saat melihat Ardy tak lagi berada ditempat itu.
Anastasya menghampiri penjual soto untuk mengambil soto yang tadi sudah dipesannya kemudian mengantarkan soto itu pada Al.
Ketika sampai di ruangan Al Anastasya tak melihat Al diruangan itu hingga memutuskan meletakan soto yang dibawanya diatas meja kemudian kembali ke kelasnya.
__ADS_1
*****
‘’Selamat pagi.’’ Ucap pak Al menginterupsi penghuni kelas yang terlihat ricuh.
‘’Pagi pak.’’ jawab mereka kompak dan beberapa siswa berjalan ke tempat duduk mereka.
‘’Hari ini kita kuis ya.’’ Ucap pak Al.
‘’Kuis? Astaga gw sama sekali nggak belajar lagi.’’
‘’OMG, gw jawab apa nanti.’’
‘’Kok mendadak sih pak?’’
‘’Belajar aja gw nggak bisa ngisi kuis dengan baik apalagi pas nggak belajar gini.’’
Semua penghuni kelas begitu ricuh mendengar kuis mendadak dari pak Al tak terkecuali Anastasya dan Andrea sedang Ardy terlihat sangat santai.
‘’Nggak usah berpikir keras kali ya toh ujung-ujungnya kita ngulang juga.’’ Andrea cengengesan sambil melihat Anastasya yang dibalas cengengesan oleh Anastasya lalu kedua wanita itu cengengesan bersamaan.
‘’Kebiasaan deh.. Orang lain pada panik lo berdua cengengesan aja.’’ Ardy menoyor kening kedua wanita itu membuat mereka menatap Ardy dengan kesal.
‘’Ih.. Lo ganggu kesenangan aja sih Dy, gw sama Rea kan lagi mikirin strateginya biar kuis ini nggak menguras otak kita berdua.’’ Anastasya melirik Ardy tak lama lalu kembali berbincang dengan Andrea. Sedang Ardy hanya bisa menggeleng kepalanya.
Sepanjang kuis Al terus memperhatikan Anastasya yang terlihat begitu santai sambil terus menulis di kertas jawaban. Bahkan kertas jawaban Anastasya sudah terisi hampir penuh.
Tak sampai satu jam Anastasya terlihat sudah meletakan pulpennya diatas meja kemudian meletakkan kepalanya diatas meja sambil menunggu berakhirnya jam kuliah pak Al.
Sehabis mata kuliah, sebelum mencari perlengkapan fashion show Anastasya terlebih dulu menghampiri ruangan Al karena sebelumnya Al mengirimkannya chat yang menyuruhnya keruangan Al.
‘’Permisi, ada apa ya pak?’’ Tanya Anastasya sopan karena di ruangan itu terdapat satu rekan dosen Al.
‘’Al hanya bisa menatap Anastasya, sejujurnya sangat ingin berbicara dengan sang istri namun, rencananya harus pupus karena lima menit lalu rekan dosennya datang menghampiri untuk mengajaknya makan siang.
‘’Kamu bisa kembali lagi nanti, sekarang saya mau makan siang dulu.’’ Ucap Al dengan tegas tapi hatinya tak ikhlas membiarkan sang istri pergi begitu saja.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...