Love By Mistake

Love By Mistake
Juara dua


__ADS_3

Sesudah Andrea kembali, sekarang terdengar nama Anastasya yang bergema di ruangan itu.


‘’Giliran gw.’’ Anastasya keluar dari ruangan itu meninggalkan Ardy.


Anastasya memang tidak seprofesional Andrea tapi penampilannya cukup menakjubkan di mata para juri dan penonton.


Seperti Andrea, Anastasya pun tak terlihat gugup dan menampilkan senyum terindahnya pada seorang penonton yang juga sedang tersenyum padanya. Tapi tak ada yang tau untuk siapa senyum indah itu. Hanya Anastasya, orang yang bersangkutan dan author lah yang tau😁.


akhirnya tibalah pengumuman siapa yang akan menjadi pemenang acara fashion show itu. MC mulai mengumumkan dari juara ketiga.


‘’Yang menempati juara ketiga adalah.’’ MC sedikit menjeda ucapannya untuk sedikit memberi rasa penasaran pada penonton.


‘’Menurut kalian siapa yang akan menempati posisi ketiga?’’ MC mengarahkan mikrofon pada penonton dan penonton pun mulai menyebutkan beberapa nama para kandidat yang menurut mereka akan menjadi juara ketiga.


‘’Yang akan menjadi juara ketiga adalah…….. Selamat pada kak Stevi Angelica.’’ MC memanggil Stevi untuk maju kedepan.


‘’Oke sekarang kita akan mengumumkan siapa yang menempati juara kedua.. Ayo silahkan para penonton menebak siapa juara keduanya, yang berhasil menebak dengan benar akan mendapatkan voucher hadiah untuk keluar dari tempat ini dengan selamat.’’ Ucap MC sedikit bercanda membuat satu ruangan tertawa.


‘’Juara keduanya jatuh pada…. Ah sejujurnya saya sedikit grogi sekarang karena yang menjadi juara kedua merupakan kandidat favorit saya.’’ Ucap MC lagi sambil melihat pada penonton.


‘’Apa kalian sudah bisa menebaknya?.’’ Tanya MC dan penonton pun kompak meneriakan nama Anastasya. Ya yang menjadi MC sekarang adalah penggemar berat dari seorang Anastasya Daley dan hampir satu kampus tau akan hal itu.


‘’Benar sekali, juara duanya jatuh pada wanita tercantik di kampus ini, kak Anastasya Daley.’’ Ucap MC itu dengan sangat heboh. Dan memanggil Anastasya untuk maju kedepan lalu MC itu mendekat pada Anastasya. ‘’Selamat kak Sya.’’ Ucapnya lalu kembali lagi pada tempat semula dimana ia berdiri.


‘’Sekarang kita akan mengumumkan siapa juara pertamanya, saya rasa tidak perlu menebak kalian semua sudah tau siapa juaranya.’’ Ucap MC dan penonton dengan begitu heboh meneriakan nama Andrea.


‘’Ya, juara pertama jatuh pada kak Andrea Hermawan.’’ Andrea maju ke depan bahkan sebelum MC memanggilnya.


Setelahnya, Rektor naik untuk memberikan piagam perhargaan kepada tiga pemenang itu lalu masing-masing dari mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata.


saking senangnya, Ardy memberanikan diri naik ke panggung dan memberi bunga pada ketiga wanita itu. ‘’Selamat Stev.’’ Ucap Ardy dengan senyum malu-malu tapi tak lama.


‘’Selamat upik abuku yang menjadi cinderella.’’ Ardy memberikan bunga lalu memeluk Anastasya dan Anastasya pun membalas pelukan itu dengan satu tangannya memukul punggung Ardy dan satu tangannya menggenggam bunga yang diberikan Ardy, bibirnya sedikit dimonyongkan sebagai tanda protes untuk ucapan Ardy.

__ADS_1


‘’Enak aja.’’ Ucap Anastasya masih dalam pelukan Ardy. ‘’Hahaha.’’ Ardy tertawa sambil menarik ujung hidung mancung Anastasya lalu beralih pada Andrea.


‘’Selamat monyet cantik ku.’’ Ucap Ardy pada Andrea sambil memberikan bunga terakhir yang dibawanya. Ucapannya mendapatkan pelototan dari Andrea sedang Anastasya tertawa mendengarnya.


‘’Sini gw peluk’’ Ardy menarik Andrea karena Andrea tak mau untuk dipeluk.


‘’Lagian lo nyebelin banget sih, masa gw dikatain monyet cantik.’’ Protes Andrea lalu mereka melepaskan pelukan itu dan menarik Anastasya hingga sekarang mereka bertiga saling berpelukan.


Pemandangan itu tak luput dari mata Al, ingin sekali ia melakukan hal yang tadi Ardy lakukan, ia juga ingin menjadi orang pertama yang memberi selamat pada sang istri dan memeluk sang istri.


‘’Gw nggak bisa lama-lama harus balik lagi ke kantor.’’ Ucap Ardy saat mereka melepas pelukan diantara mereka.


Anastasya dan Andrea mengangguk, mereka mengerti tentang kesibukan Ardy dan tanggung jawab yang harus dipikul pria itu.


Sebelum pergi Ardy mengeluarkan black cardnya dan memberikannya pada kedua wanita itu.


‘’Sebagai ucapan selamat dari gw, hari ini lo berdua bisa belanja apapun yang lo berdua mau.’’


‘’Ah.. Gw iri sama persahabatan mereka.’’ Ucap seorang mahasiswa yang dari tadi memperhatikan interaksi ketiga sahabat itu.


‘’’Baru jadi juara satu dan dua fashion show jurusan aja belagu banget.’’ Cibir Stevi


‘’Owh.. Owh ada yang cembekur nih.’’ dengan gaya sombongnya Anastasya berjalan menghampiri Stevi.


‘’Kenapa lo nggak terima karena selalu kalah dari gw sama Rea?’’


‘’’Hahahah jangan terlalu memandang diri lo tinggi deh, lagian untuk apa wanita seperti gw, nih lihat gw Stevi wanita yang begitu cantik dan mempesona ini untuk apa gw iri sama lo berdua yang nggak ada apa-apanya.’’


‘’Oh ya, masa sih?.’’ Andrea juga mendekat pada Stevi.


‘’Faktor luck aja belagu.’’ Cibir Stevi dan dengan wajah sombongnya lalu meninggalkan tempat itu.


‘’Woy… iri bilang bos nggak usah pake banyak alasan segala.’’ Teriak Anastasya tak terima dengan ucapan Stevi.

__ADS_1


‘’Sudah Sya ucapan Stevi nggak usah dipikirin kan lo tau dia orangnya gimana.’’ Andrea menenangkan walau sebenarnya ia juga merasa geram dengan ucapan Stevi itu.


*****


[Pak Al dimana?]~Istriku sayang


Tak mendapat balasan Anastasya mencoba menelpon nomor ponsel Al. namun, Al juga tak mengangkat panggilan teleponnya.


‘’Rea tunggu bentar ya, gw mau keruangan pak Al dulu.’’ Anastasya pergi setelah mendapat persetujuan dari Andrea.


Dengan perasaan senang Anastasya menghampiri ruangan Al, entah kenapa ia ingin membagi kebahagiaannya dengan suaminya.


Ceklek..


Anastasya membuka pintu ruangan Al tapi ruangan itu kosong tak ada penghuninya.


‘’Pak Al.. pak Al..’’ Panggil Anastasya. Ia mencari Al sampai ke kamar mandi yang berada di ruangan itu tapi sama sekali tak mendapat Al diruangan itu.


‘’Pak Al dimana sih?’’ Anastasya berniat keluar dari ruangan Al tepat saat Al akan memasuki ruangan itu.


‘’Pak Al dari mana sih?’’ Anastasya menutup mulutnya saat melihat Al tidak datang sendiri tapi bersama seorang wanita yang merupakan rekan dosennya.


Dosen wanita itu melihat tak suka pada Anastasya sedang Al tak tau harus mengatakan apa, ia sungguh tak tau Anastasya akan datang ke ruangannya. Tadinya ia dan ibu dosen yang bernama Iren akan membahas tentang beberapa materi baru yang akan diajarkan pada para mahasiswa.


‘’Maaf pak Al saya permisi dulu, tadi ada yang mau saya tanyakan pada pak Al tapi sepertinya pak Al sedang sibuk.’’  Anastasya menatap tak suka pada Al dan dosen cantik di samping Al lalu beranjak meninggalkan tempat itu sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Andrea, menyuruh Andrea menunggunya di halaman depan kampus.


[Mau kemana kamu?]~Pak Al


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...


Jangan lupa like dan komennya...

__ADS_1


__ADS_2