Love By Mistake

Love By Mistake
Exo Chanyeol


__ADS_3

‘’Ih kamu apa-apaan sih, dia itu idolaku dan nomor satu bagiku, bahkan menurutku aku bisa hidup tanpamu tapi aku tak bisa hidup jika sehari saja tak melihat foto atau videonya.’’


Anastasya cengengesan bermaksud bercanda namun, Al menganggapnya serius, dengan kasar Al mengembalikan ponsel pada Anastasya lalu berdiri dari tempat itu sedang Anastasya yang melihatnya sama sekali tak peduli dan melanjutkan kembali kegiatannya.


Sejam kemudian Anastasya menyusul Al kekamar. Anastasya melihat Al sudah berbaring di ranjang.


Anastasya naik keranjang berniat memeluk Al tapi Al sudah lebih dulu mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Anastasya.


Anastasya yang tak nyaman dengan posisi itu memindahkan tubuhnya di depan Al dan seketika itu pula Al mengubah posisi tidurnya lagi dan membelakangi Anastasya lagi.


Hal itu tentu saja membuat Anastasya  geram, tak lama Anastasya duduk dan menarik lengan Al untuk duduk bersamanya.


‘’Kamu kenapa sih? Kamu marah sama aku? Emangnya aku salah apa sama kamu?’’


Mendengar ucapan itu Al menatap Anastasya tajam, Al tak habis pikir Anastasya bahkan tak tau apa alasannya marah.


‘’Ngapain kamu meluk aku, pergi aja cari pria yang tadi kamu puja-puja dan peluk dia nggak usah lagi peluk aku.’’


sehabis mengatakan itu Al membaringkan tubuhnya lagi dengan hati yang masih dongkol tak lama Al mendengar suara tawa yang begitu keras dari Anastasya.


‘’Kamu kenapa ketawa sih bae?’’ Al masih menatap Anastasya dengan tatapan tak sukanya.


‘’Kamu lucu tau nggak.’’ Anastasya mendekatkan tubuhnya pada Al, menangkup wajah Al lalu mengecup bibir Al sekilas.


‘’Ceritanya kamu lagi cemburu nih?’’ Goda Anastasya membuat Al semakin geram.


Al berniat bangkit dari ranjang tapi Anastasya sudah terlebih dulu menahan tangannya dan melingkarkan tangannya dileher Al.


‘’Kamu lucu banget sih kalo cemburu kayak gini, aku suka.’’ Ucap Anastasya masih menggoda Al.


‘’Lepasin tangan kamu.’’ dengan paksa Al melepas tangan Anastasya dari lehernya, ketika tangan itu terlepas dengan cepat Anastasya melingkarkan tangannya lagi tapi kali ini bukan di leher melainkan di pinggang Al.


‘’Oke-oke aku nggak bercanda lagi, sini aku jelasin.’’

__ADS_1


Anastasya menarik tangan Al untuk duduk di depannya.


‘’Gini lo hubby, tadi itu namanya Park Chanyeol dia adalah biasku sejak 8 tahun lalu dan aku begitu menyukainya bahkan dia selalu menjadi motivasi untukku dalam melakukan hal apapun.’’


kening Al mengerut belum mengerti dengan ucapan Anastasya.


‘’Jadi Chanyeol itu idol korea kesukaan aku hubby dia berasal dari boyband EXO dia itu idol serbabisa.’’


Anastasya berhitung dengan jarinya. ‘’’Dia bisa nyanyi, bisa memainkan banyak alat musik, bisa ngerap, bisa akting, gantengnya nggak ketulungan, tinggi, badannya bagus, suara laki banget aku suka terus kaya juga dong.’’ Anastasya cengengesan sedang wajah Al terlihat lebih tak bersahabat lagi mendengar semua pujian yang dilontarkan Anastasya pada pria lain.


‘’’Bae aku nggak suka ya kamu muji pria lain di depan aku.’’


‘’Astaga hubby, kamu masih cemburu juga dia itu cuma idola aku loh sedang kamu kan suami aku masa depan aku.’’ Anastasya setengah membujuk dan terbukti ucapannya itu membuat Al tersenyum seketika.


‘’Kamu udah nggak marah lagi kan?’’ Anastasya melingkarkan tangannya di leher Al sedang Al masih diam tak mengangguk tapi wajahnya sudah sedikit tenang.


‘’Bae menurut kamu siapa yang lebih ganteng dia atau aku?’’


Diruang kerjanya Al mengambil ponselnya dan menghubungi papanya.


‘’Hallo Al ada apa?’’ Tanya papa Al


‘’Hallo pa papa kenal kan sama orang yang biasa mendatangkan artis luar negeri untuk konser di negara kita?’’


‘’Iya, memangnya kenapa apa ada yang ingin kau undang? Jika ada nanti papa akan menyampaikan padanya.’’


‘’Al cuma mau minta papa buat nyampein untuk tak mengundang boyband EXO dari korea karena Al kurang menyukainya.’’


‘’Loh…loh kok gitu.’’ mamanya yang berada disamping papa dengan cepat merampas ponsel itu.


‘’Kamu apa-apaan sih Al, mama nggak setuju ya. kami para EXO-L udah nunggu hampir 3 tahun untuk itu jadi kamu jangan berani-berani berbuat yang aneh-aneh atau mama nggak mau ngomong lagi sama kamu.’’ Ancam mama


‘’Astaga mama sama aja sama Sya, nyebelin tau nggak.’’ Lalu Al mematikan ponselnya dan kembali ke kamar.

__ADS_1


Al tak memandang sama sekali pada Anastasya yang sedang duduk manis di sofa. Melihat itu Anastasya menggeleng dan menyusul Al ke balkon lalu memeluk Al dari belakang.


‘’Masih marah sama aku?’’ Tanya Anastasya sedang Al hanya diam saja.


‘’Hubby jangan marah lagi dong.’’ Anastasya membalik badan Al menjinjitkan kakinya, melingkarkan kedua tangannya dileher Al dan mencium bibir Al, hampir semenit tapi Al sama sekali tak membalas ciumannya.


‘’Jangan marah lagi dong, lagian kan dia cuma sekedar idola hubby dan bagaimanapun kau adalah suamiku dan akan selamanya seperti itu. Lagian aku hanya mengaguminya saja tak lebih dari itu jadi jangan marah lagi ya.’’


Anastasya berusaha membujuk tapi tak ada respon sama sekali dari Al membuat Anastasya malas dan meninggalkan tempat itu.


Sudah hampir jam 10, lebih baik tidur dulu dan besok baru memikirkan kembali bagaimana cara membujuk Al.


*****


Pagi harinya Anastasya tersenyum karena mendapati dirinya yang bangun dalam pelukan Al. dengan lembut Anastasya mengusap wajah Al sambil terus tersenyum menatap wajah tampan Al.


‘’Ganteng banget sih suamiku ini.’’ Karena gemas Anastasya mencium bibir Al membuat sang empunya terbangun dari mimpi indahnya.


‘’Morning.’’ Anastasya tersenyum dan tanpa rasa malu lagi ia kembali menenggelamkan bibirnya di bibir Al dan kali ini Al membalasnya, bahkan tangan Al tak tinggal diam, satu tangannya sudah memegang aset Anastasya dan meremasnya pelan lalu tak lama tubuh Al sudah berada di atas tubuh Anastasya dengan bibir yang masih menempel sempurna dan dengan tidak sabarnya Al membuka semua pakaian Anastasya dan melemparnya asal.


Perlahan ciumannya turun ke leher putih mulus Anastasya dan tak lupa Al meninggalkan beberapa tanda cintanya disitu lalu bibirnya semakin bergerak ke bawah hingga mencapai bagian yang paling disukainya, lidahnya bermain main di sana.


Tak tahan lagi, dengan cepat Al membuka pakaiannya lalu memposisikan Arnold didepan sarang kenikmatannya dan pagi itu terjadilah pergulatan panas di antara mereka tapi tak lama karena Al memiliki jadwal mengajar pagi ini.


Sore harinya


‘’Sedang masak apa, hhmm?’’ Al memeluk Anastasya dari belakang saat melihat wanita itu tengah sibuk membuat sesuatu di dapur.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya....

__ADS_1


__ADS_2