
Bab ini mengandung adegan (21+) jadi untuk yang tak menyukainya bisa langsung dilewati saja😁
Happy reading
Mendengar ucapan Ardy, Anastasya dan Andrea begitu sedih merasa menjadi sahabat yang tidak berguna karena Ardy selalu ada untuk mereka tapi disaat Ardy butuh mereka sama sekali tak ada disampingnya.
Keduanya memeluk Ardy dengan erat sedang Stevi sudah berlalu meninggalkan tempat itu sementara beberapa mahasiswa melihat kagum pada persahabatan Ardy, Anastasya dan Andrea dimana mereka selalu mendukung satu sama lain dan mengutamakan satu sama lain.
Dari jarak yang sedikit jauh Al menghentikan langkahnya saat melihat ketiga sahabat itu saling berpelukan. Entah kenapa tak ada lagi rasa cemburu di hatinya saat melihat Anastasya memeluk Ardy.
*****
Tak terasa empat hari sudah mereka ada di desa dan hari ini menjadi hari kepulangan mereka. Warga desa terlihat sedih mungkin karena sudah terbiasa dengan kehadiran para mahasiswa bahkan beberapa dari warga desa terlihat mengeluarkan air mata saat bus yang membawa para mahasiswa mulai menjauh, beberapa diantaranya terus melambaikan tangan sampai bus benar-benar tak terlihat lagi.
*****
‘’Hubby aku sangat…sangat capek.’’ Rengek Anastasya saat mobil Al memasuki pekarangan rumah mereka sedang Al hanya tersenyum dan mengelus kepala Anastasya saat mendengar keluhan wanita itu.
‘’Hubby gendong.’’ Rengek Anastasya lagi dengan membuka kedua tangannya sebagai tanda meminta gendongan pada sang suami. Al pun berjongkok dan dengan senang hati menggendong sang istri.
Al malah senang kalau Anastasya bersikap manja dan tergantung padanya.
Al menurunkan Anastasya di ranjang sedang ia langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
‘’Baby aku haus.’’ Al menekan-nekan pipi Anastasya dengan kedua jari telunjuknya.
‘’Haus ya minum ngapain ganggu tidurku sih?’’ Anastasya membalik badannya membelakangi Al tapi dengan cepat Al memindahkan badannya di depan Anastasya.
‘’Tapi aku mau nyusu baby.’’ Ucap Al manja dan Anastasya hanya bisa menahan tawanya mendengar ucapan suaminya tapi matanya tetap tertutup.
‘Baby kalo nggak nyusu sekarang nanti akunya kekurangan gizi loh, emang kamu mau?’’
Spontan Anastasya membuka matanya dengan disertai tawa. ‘’Astaga suamiku ini kenapa sikapnya seperti anak kecil sih?’’ Anastasya menarik gemas hidung Al.
‘’Yaudah silahkan.’’ Anastasya menyingkirkan tangannya yang tadi menutupi area dadanya dan dengan cepat Al masuk kedalam kaos yang digunakan sang istri, lalu membuka pengait bra dan dalam hitungan detik mulutnya sudah menghisap puncak bukit itu seperti orang yang benar-benar kehausan.
__ADS_1
‘’Jangan maen ke bawah, lagi merah.’’ Bohong Anastasya sebelum menutup matanya kembali karena merasa masih sangat mengantuk sedang Al sama sekali tak mendengarkan ucapan itu karena terlalu asyik dengan kegiatannya. Bahkan pria itu tertidur dengan kepala yang menempel erat pada bukit kembar kesukaannya dan tanpa mengeluarkan kepalanya dari dalam kaos.
Hari mulai sore, Anastasya bangun terlebih dulu karena perutnya sudah merasa lapar.
‘’Astaga.’’ Anastasya kaget melihat Al yang masih setia berada dalam kaosnya perlahan ia mengangkat kaosnya sampai ke atas lalu sedikit menjauhkan tubuhnya dari Al.
‘’Mau kemana bae?’’ dengan mata yang masih terpejam Al memeluk Anastasya saat wanita itu hendak turun dari ranjang. Lalu tak lama Al sudah memindahkan kepalanya di pangkuan Anastasya.
Krucuk krucuk
Al mendengar suara perut Anastasya, perlahan ia mulai membuka matanya. ‘’Kamu laper bae?’’ Tanyanya sedang Anastasya mengangguk malu.
‘’Ayo.’’ Al bangun dari tidurnya lalu menarik tangan Anastasya dan dengan gesit Al membuatkan nasi goreng untuk mengganjal perut Anastasya terlebih dulu karena wanita itu terus merengek ingin memakan pisang coklat dan tak tanggung-tanggung Anastasya ingin memakan pisang coklat yang sedang viral saat ini.
Al tidak keberatan hanya saja jaraknya sedikit jauh jadi setidaknya Anastasya harus mengisi perutnya terlebih dulu.
Bagaimana tidak jauh pisang coklat itu baru memiliki satu outlet dan itu berada di cilegon banten.
Awalnya Al berniat menyuruh orang lain yang membelikannya tapi Anastasya merengek ingin memakannya langsung di outletnya membuat Al tak punya pilihan lain.
Anastasya terus berucap tidak akan menyentuh nasi goreng itu dan akan membuangnya. Tapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya.
‘’Kenapa lihatnya begitu? Kamu nggak ikhlas buatin nasi goreng ini?’’ Tanya Anastasya dan Al hanya bisa menggeleng sambil memberikan senyum terindahnya.
‘’Oh Tuhan selama berapa lama sikapnya akan seperti ini? Istriku memang sangat menyebalkan tapi sekarang sikapnya menjadi jauh lebih menyebalkan.’’
‘’Kamu ngedumel dalam hati?’’ Anastasya menatap penuh selidik melihat Al yang sedikit bengong.
‘’Nggak bae.’’ Jawab Al. ‘’Oh Tuhan bahkan sekarang dia bisa jadi paranormal.’’
‘’Udah ah… aku jadi nggak nafsu makan gara-gara kamu.’’ Anastasya berdiri meninggalkan meja makan dan berlalu menuju kamarnya.
‘’Nggak nafsu apaan, tinggal sesuap lagi habis.’’ Al mengambil piring itu dan membawanya ke dapur.
‘’Kok tidur lagi bae, katanya tadi mau ke cilegon mau nyari pisang coklat, kamu nggak mau makan itu lagi?’’ Tanya Al saat melihat Anastasya berbaring di sofa.
__ADS_1
‘’Nggak, udah makan hati udah kenyang.’’ Jawab Anastasya dengan nada ketus.
‘’Astaga salah apa lagi aku?’’ Al memutuskan pergi ke balkon tak ingin dekat-dekat dengan Anastasya takut wanita itu malah akan tambah marah padanya.
‘’Kalau istrinya ngambek itu dibujuk bukan ditinggalin.’’ Sindir Anastasya membuat Al menghentikan langkahnya tepat didepan pintu balkon.
Al menghirup nafas lalu berbalik mendekat pada Anastasya.
‘’Aku salah apa sih bae.’’ Tanya Al sedang Anastasya memasang wajah tak suka padanya.
‘’Coba jawab jujur, kamu selingkuh sama bu Iren? Dari tadi ponsel kamu terus berdering menampilkan nama bu Iren.’’
Kening Al berkerut mendengar pertanyaan itu tapi tak lama senyum terukir di bibirnya saat tau ternyata istrinya itu sedang cemburu padanya. Perlahan Al duduk di samping Anastasya.
‘’Kamu kenapa nanya pertanyaan aneh kayak gitu sih?’’ Al mengelus sayang rambut Anastasya tapi Anastasya menepis tangannya.
‘’Aku nanya harusnya kamu jawab bukan balik nanya lagi.’’
Hahahahha
Al tertawa lalu mencubit gemas hidung Anastasya. ‘’Aku suka kamu cemburu kayak gini bae.’’
‘’Siapa yang cemburu sih, kamu ada-ada aja deh, ini pasti cara kamu buat ngalihin pembicaraan kita kan? Kenapa kamu takut ngejawab pertanyaanku?’’
‘’Gemes deh.’’ Al menggesek hidungnya pada Anastasya. Sungguh Al sangat gemas melihat Anastasya dengan wajah cemburunya. ‘’Baby i love so much.’’ Al mencium Anastasya dengan lembut tapi Anastasya mendorongnya merasa Al belum menjawab pertanyaannya.
‘’Aku butuh jawaban tentang hubunganmu sama ibu Iren bukan kata i love you.’’
‘’Aku nggak perlu jawab bae karena pada dasarnya kami memang tak memiliki hubungan apapun. Mungkin dia memang menyukaiku tapi aku sama sekali tak menyukai orang lain selain istriku yang cantik dan sangat menggemaskan ini.’’ Al mencolek dagu Anastasya.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....
__ADS_1