
Sejam kemudian ART mengetuk pintu kamar untuk memberitahu tentang kedatangan Ardy.
‘’Pesanan gw mana?’’ Tanya Anastasya sambil berjalan menghampiri Ardy, Ardy mengangkat satu plastik berisi makanan pesanan Anastasya sambil tersenyum pada wanita itu.
‘’Makasih.’’ Anastasya duduk disamping Ardy lalu memanggil ART untuk memanaskan bakso yang tadi dibawa Ardy untuknya.
‘’Rea mana Sya? Tadi kata pak Al Rea disini makanya gw juga kesini soalnya beberapa hari ini dia sama sekali tak pernah membalas chat ataupun mengangkat telepon gw.’’
Mendengar ucapan Ardy, Anastasya semakin penasaran, sebenarnya ada apa dengan Andrea sampai wanita itu menjauh dari Ardy.
Anastasya terus berpikir sampai Ardy mengagetkannya.
‘’Lo ngelamunin apa sih?’’
‘’Ah nggak, gw cuma kepikiran aja dengan sikap Andrea soalnya nggak biasanya dia begini.’’
Ardy pun mengangguk setuju dengan ucapan Anastasya tapi keduanya sama sekali tak tau apa yang terjadi dengan Andrea karena wanita itu sama sekali tak membicarakannya pada mereka sampai mereka berpikir Andrea sedang memiliki masalah serius.
Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing sampai ART datang dan memberikan bakso yang sudah dipanaskan pada Anastasya membuat keduanya kaget dan refleks tertawa dengan tingkah mereka.
‘’Kok kita jadi melamun sih.’’ Ardy menggeleng kepala sedang Anastasya masih tertawa kecil lalu tak lama mulai memakan baksonya.
‘’Lo udah makan siang?’’ Tanya Anastasya pada Ardy yang dibalas dengan gelengan kepala, pada akhirnya Anastasya menyuapkan bakso yang dimakannya pada Ardy lalu setelahnya Anastasya protes menyalahkan Ardy setelah bakso itu habis dan dia belum kenyang juga.
‘’Ih Ardy gw masih lapar, lo kenapa datang kesini nggak makan siang dulu sih?’’
‘’Salah lo sendiri lagian lo kenapa pake acara suapin gw segala kan lo bisa minta tolong ART buat nyiapin makan siang buat gw.’’ Ardy membela diri sedang Anastasya hanya cengengesan sambil menggaruk kecil hidungnya.
‘’Lo udah kenyang apa belum?’’ Tanya Anastasya yang mendapat gelengan kepala dari Ardy, ya kali kenyang Ardy bahkan hanya makan 5 sendok
tak lama Anastasya berdiri berjalan ke dapur dan meminta ART untuk membuat makan siang untuknya dan Ardy lalu kembali lagi dan duduk disamping Ardy lalu keduanya kembali berbincang.
Tak tau apa yang mereka katakan tapi keduanya terlihat begitu senang bahkan beberapa kali Anastasya memukul pundak Ardy sambil tertawa keras.
Hari hampir sore, Ardy pamit pulang saat Al kembali ke rumah, Ardy melajukan mobilnya berniat menghampiri rumah Andrea untuk menanyakan langsung apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu.
__ADS_1
*****
‘’Andrea nya ada ma?’’ Tanya Ardy pada mama Andrea yang sedang duduk santai di teras rumahnya. Ketiga sahabat itu memang memanggil orang tua satu sama lain dengan sebutan mama.
Mama Andrea yang melihat kedatangan Ardy langsung tersenyum ceria, berdiri dari duduknya, menghampiri Ardy lalu memeluk pria itu.
‘’Kemana saja sih? Belakangan ini kamu sama Sya tak pernah datang kesini lagi.’’
‘’Maaf ma belakangan ini Ardy sibuk terus Sya juga lagi hamil besar jadi suaminya nggak mengizinkannya keluar.’’
‘’Oh gitu yaudah kamu kedalam aja Rea kayaknya lagi dikamar, entah kenapa tuh anak belakangan ini lebih sering mengurung dirinya dikamar.’’
Mama memberitahu lalu dengan cepat Ardy melangkahkan kakinya menghampiri kamar Andrea.
Dari luar kamar Ardy mendengar Andrea sedang menangis histeris dan beberapa kali terdengar bunyi barang-barang berjatuhan.
Ardy yang panik mengetuk keras pintu kamar Andrea.
‘’Rea kamu kenapa buka pintunya ini aku Ardy.’’ Ardy masih berusaha mengetuk pintu sedang Andrea yang mendengar kedatangan Ardy hanya terdiam disudut kamar sambil meringkuk menenggelamkan kepalanya di dua lututnya lalu kembali menangis.
Lalu Andrea menggaruk kasar tubuhnya hingga memerah bahkan ada beberapa bagian yang mengeluarkan sedikit darah.
Diluar Ardy berlari menghampiri mama Andrea untuk meminta kunci cadangan lalu menceritakan apa yang didengarnya dari luar kamar dan tentu saja apa yang dikatakan Ardy itu membuat mama Andrea panik dengan setengah berlari keduanya menghampiri kamar Andrea berusaha membuka kamar itu dengan kunci cadangan.
‘’Rea.’’ teriak Ardy dan mama secara bersamaan saat pintu itu terbuka, mereka sangat kaget melihat kondisi Rea.
Rea terlihat begitu lemah dengan tubuhnya yang memerah, begitu sangat menyedihkan dimata Ardy dan mama.
Keduanya mendekat untuk memeluk Andrea bahkan keduanya meneteskan air mata melihat kondisi Rea yang seperti itu.
‘’Sebenarnya apa yang terjadi?’’ Ardy bertanya sambil menyingkirkan rambut-rambut halus dari wajah Andrea sedang wanita itu masih terus menangis dan sama sekali tak mau melihat Ardy ataupun mamanya.
‘’Yaudah istirahat dulu gw akan terus berada disamping lo.’’
lalu Ardy menggendong tubuh Andrea dan membaringkannya diatas ranjang. Perlahan mata Andrea mulai terpejam sedang Ardy masih setia disampingnya sambil mengusap ngusap pelan rambut Andrea.
__ADS_1
‘’Ma sebenarnya apa yang terjadi sama Rea kenapa dia bisa jadi seperti ini?’’ Tanya Ardy pada mama Andrea yang sedang berbaring di samping Andrea.
Mama menggeleng sambil menangis karena sejujurnya mama Andrea sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi pada anaknya dan kalau bukan karena Ardy sampai sekarang pun ia tak akan mengetahui jika Andrea sedang mengalami masalah.
Tak lama keduanya dikagetkan dengan suara tangisan Andrea, wanita itu ketakutan dalam tidurnya sambil menangis.
‘’Jangan lakukan ini padaku kumohon.’’ Rancau Andrea yang didengar dengan jelas oleh Ardy dan mamanya.
‘’Sebenarnya apa yang terjadi Rea, apa ada seseorang yang menyakitimu?’’ Ardy kembali membelai rambut Andrea, pikirannya menerawang mencoba menebak apa yang terjadi pada Andrea.
Malam ini Ardy meminta izin pada mama Andrea untuk menemani Andrea dikamarnya dan mama tentu saja mengizinkannya karena ia begitu percaya pada Ardy dan jadilah malam itu Ardy tidur disamping Andrea karena Andrea yang terus memeluk pinggangnya.
*****
Ardy bangun tepat jam 6 pagi sedang Andrea masih tertidur nyenyak, dengan pelan Ardy menyingkirkan tangan Andrea yang melingkar di pinggangnya lalu menghampiri mama Andrea yang sedang sibuk memasak dan pamit pulang karena hari ini Ardy memiliki meeting penting yang tak bisa ditinggal sama sekali.
2 jam setelah kepergian Ardy Anastasya datang dengan diantar Al, tadi Ardy menelpon Anastasya dan menceritakan kondisi Andrea.
‘’Pagi ma.’’ Anastasya menyapa mama Andrea yang sedang sarapan.’’
‘’Pagi Sya, kamu udah sarapan belum?’’
‘’Udah ma, Sya ke kamar Rea ya.’’ izin Anastasya yang mendapat anggukan dari mama Andrea.
Anastasya tak mendapati Andrea di kamarnya. ‘’’Rea…. Rea…Rea….’’’Anastasya berteriak sambil mencari keberadaan Andrea, tiba-tiba matanya terhenti saat melihat pintu kamar mandi Andrea yang tertutup rapat.
Anastasya berpikir Andrea sedang mandi lalu memutuskan duduk di ranjang sambil menunggu wanita itu selesai mandi.
Hampir 30 menit menunggu tak ada tanda-tanda Andrea akan keluar, Anastasya mencoba menunggu lagi tapi hampir 20 menit Andrea belum juga keluar lalu Anastasya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi itu tapi sama sekali tak ada sahutan dari Andrea membuat Anastasya panik.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya......
__ADS_1