Love By Mistake

Love By Mistake
Selin


__ADS_3

‘’Baby.’’ Saat membuka pintu ruangan dengan cepat Al menghampiri dan memeluk Anastasya yang sedang berbaring dengan kepalanya diletakan di tangan sofa.


‘’Baby aku kangen.’’ Al mencium seluruh wajah Anastasya untuk melepaskan rasa kangennya.


‘’Udah hubby aku laper.’’ Anastasya menahan bibir Al dengan telapak tangannya karena dari tadi pria itu tak henti-hentinya mencium wajahnya.


‘’Mau makan apa?’’ Al menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Anastasya dengan satu tangannya memegang pundak Anastasya.


‘’Hhhm.. Bagaimana kalau dimsum? Sepertinya anakmu sedang ingin makan itu sekarang.’’ Anastasya menyengir membuat Al gemas dan langsung menggigit kecil hidung wanita itu.


‘’Gemes banget deh bae, makin hari kamu makin menggemaskan bae.’’ Al memeluk Anastasya sambil menggoyang-goyangkan badannya sedang Anastasya hanya bisa tersenyum senang.


*****


Sekarang mereka sudah tiba Wing Heng Hongkong Dimsum, Anastasya memang sangat menyukai dimsum dari restoran ini tapi karena waiting list maka Anastasya harus sedikit menahan laparnya.


Tak sampai 20 menit Anastasya dan Al sudah masuk ke dalam restoran, Anastasya terus saja tersenyum bahagia sambil sesekali menggoyangkan badannya saat menikmati beberapa jenis dimsum yang mereka pesan.


Al mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk memvideo tingkah lucu Anastasya tapi buru-buru Anastasya merampas ponsel itu dan meletakan di meja.


‘’Mau apa Hubby?’’


‘’Mau ngambil video kamu kalau lagi makan menggemaskan banget tau bae.’’ Al membuat ekspresi wajah menggemaskan membuat Anastasya tersenyum tipis.


‘’Berasa jadi food vlogger aku makan harus di videoin.’’ Anastasya tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Tiba-tiba


‘’Hai Al lo disini juga.’’ Seorang wanita cantik tiba-tiba dan tanpa permisi duduk di samping Al.


Kedatangan tamu tak diundang itu tentu saja mengalihkan perhatian Al dan Anastasya yang sedang menikmati waktu berdua mereka.


‘’Eh Sel lo sama siapa kesini?’’


‘’Sama teman, Tuh.’’ Selin menunjuk satu teman wanitanya yang sedang berjalan ke arah mereka.


Selin terus berbicara tanpa melihat Anastasya yang duduk di depan Al.

__ADS_1


‘’Al bisa gabung nggak duduknya, kita kan udah lama nggak ketemu biar sekalian ngobrol-ngobrol.’’


Al melihat Anastasya untuk meminta pendapat dan Anastasya hanya mengangguk kecil tapi dalam hatinya sebenarnya berharap agar Al tak menyetujui permintaan itu.


Selin terus saja mengajak Al mengobrol bahkan sekali kali ia bersandar di lengan Al dan Anastasya sama sekali tak menyukai hal itu.


Rasa jengkelnya semakin tinggi saat melihat Al yang menerima dengan santai semua perlakuan Selin tanpa keberatan sedikitpun bahkan Al terus meladeni obrolan Selin dan seperti melupakan kehadirannya.


Teman Selin juga menjadi tak enak karena merasa kehadirannya dan Selin sudah sangat mengganggu ia hanya bisa berbisik mengucap maaf pada Anastasya.


Hampir 30 menit duduk diam tak dihiraukan akhirnya…


‘’Sudah reuninya?" Sindir Anastasya membuat Al kaget dalam hati ia memaki dirinya sendiri karena keasyikan mengobrol dan melupakan kehadiran Anastasya.


‘’Masih banyak yang mau diceritain lagi? Aku bisa kok pinjamin suami aku sekalian dibawa pulang aja nggak usah dikembaliin juga nggak pa-pa.’’ Ucap Anastasya sesantai mungkin tapi Al tau kalau istrinya itu sedang marah padanya.


‘’Ngomong apa sih bae?’’ Al memindahkan posisinya menjadi duduk disamping Anastasya dan menggenggam kedua tangan Anastasya untuk meminta maaf.


‘’Maaf bae.’’ Al mengecup tangan Anastasya yang sedang digenggamnya tapi karena sedang kesal Anastasya menepis tangan Al dan pura-pura tersenyum dengan begitu lebar.


‘’Maaf udah nyuekin kamu tadi aku nggak sengaja bae.’’


‘’Jadi maksudnya kamu lupain aku gitu? Parah banget aku lagi didepan kamu aja bisa kamu lupain gimana kalau aku jauh udah ditalak kali ya?’’


Anastasya tersenyum remeh sambil menggeleng kepalanya lalu melirik sekilas pada Selin yang sedang memandang malas padanya.


‘’Ngomong apa sih bae, aku nggak suka ya kamu ngomong gitu.’’


‘’Itu kan cuma perumpamaan hubby, kamu balik deh ketempat duduk kamu.’’


Anastasya mendorong tubuh Al lalu mengambil ponselnya dan Al yang tadi diletakan di meja dan memasukkannya kedalam tas dan berniat keluar dari restoran itu.


‘’Hubby aku pergi dulu ya.’’ Anastasya mencium singkat bibir Al dengan sengaja untuk memperlihatkannya pada Selin lalu dengan santai ia menghadap selin


‘’karena sepertinya banyak yang mau kamu omongin aku pinjamin deh suami aku selama satu jam tapi jangan lupa dikembaliin ya, karena suamiku ini nggak bisa lama-lama jauh dariku.’’

__ADS_1


Ucapnya dengan nada meremehkan disertai dengan senyum dan ekspresi meremehkan lalu berjalan keluar dari restoran itu dan tentu saja dengan cepat Al mengejar Anastasya dan menepis tangan Selin yang menahannya dan tak mempedulikan Selin yang berteriak memanggilnya.


Baginya ia harus dengan cepat membujuk Anastasya agar masalah ini tak mempengaruhi hubungan mereka.


Sepanjang perjalanan pulang bahkan setelah sampai dirumah Anastasya sama sekali tak menanggapi ucapan Al.


Al sedang berdiri di balkon sambil termenung tak tau lagi bagaimana caranya untuk membujuk Anastasya dari tadi sudah berbagai cara yang dilakukannya tapi istrinya itu sama sekali tak bergeming


dan yang lebih membuat Al frustasi Anastasya selalu tersenyum padanya dan berbicara dengan lembut tapi Al sangat tau kalau Anastasya sedang marah padanya karena walaupun berbicara lembut seringkali kata-kata yang diucapkan merupakan kata sindiran pada Al.


‘’Baby kenapa gulingnya di tengah-tengah?’’ Tanya Al saat melihat istrinya mempersiapkan tempat tidur dan dengan sengaja meletakan dua guling sebagai pembatas diantara mereka.


‘’Hari ini aku cape banget hubby dan biasanya kalau lagi cape tidurku itu jadi nggak karuan dan sering nendang-nendang makanya aku letakan guling diantara kita biar nanti aku nggak nendang kamu pas lagi tidur.’’


Alasan yang cukup tak masuk akal itu disampaikan Anastasya lalu dengan santainya ia duduk dan bersandar pada kepala ranjang sambil memainkan ponselnya.


Al hanya meliriknya sekilas lalu berbaring dengan memunggungi Anastasya.


Hampir dua jam berlalu Al sama sekali tak bisa tidur dan begitupun dengan Anastasya perlahan wanita hamil itu menyingkirkan dua guling yang tadi diletakannya lalu mendekatkan badannya pada Al dan memeluk Al dari belakang.


Al bersorak gembira saat tangan Anastasya melingkar dengan sempurna di pinggangnya dengan mata yang dipejamkan perlahan Al membalikan badannya dan menarik Anastasya masuk dalam pelukannya dan barulah mereka bisa tertidur nyenyak tanpa merasa gelisah.


*****


‘’Baby jangan lupa hari ini kita harus cek up kehamilan kamu lagi."


Al memberitahu karena dua hari yang lalu ia sudah membuat janji dengan dokter kandungan yang menangani Anastasya.


‘’Jam berapa? Tapi nanti kamu jemput aku dirumah papa ya soalnya nanti siang aku mau kesana kangen masakan buatan mama.’’


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....

__ADS_1


__ADS_2