Love By Mistake

Love By Mistake
Anastasya melahirkan


__ADS_3

‘’Lo lagi apa?’’ Tanya Andrea heran melihat Ardy yang sedang merapikan bajunya dan meletakannya dalam koper kecil.’’


Ardy tak melihat Andrea dan masih sibuk dengan kegiatannya. ‘’Jam 10 nanti gw ke Jogja.’’ Ucap Ardy santai sedang Andrea kaget mendengarnya.


‘’Kok lo nggak pernah ngomongin ini sama gw sih.’’


‘’Lah ini sekarang kan gw lagi ngomong dan bukannya dari dulu gw selalu kasih tau lo sama Sya tepat sejam sebelum keberangkatan gw.’’ Ucap Ardy menghentikan kegiatannya lalu menatap Andrea.


‘’Tapi itu dulu Dy sekarang gw istri lo.’’


‘’Lo memang istri gw Rea tapi nggak akan ada yang berubah diantara kita selain status pernikahan kita, lo sahabat gw dan selamanya akan seperti itu.’’


‘’Sahabat, sahabat, sahabat selalu saja persahabatan lo bawa-bawa dalam hubungan pernikahan kita, persetan dengan semua itu gw sama sekali tak peduli.’’ Teriak Andrea


‘’Lo apa-apan sih Rea.’’ Ardy menahan tangan Andrea saat Andrea akan meninggalkan kamar itu. ‘’Kenapa lo jadi aneh gini.’’


‘’Terus kenapa kalau gw aneh, ingat Dy nggak ada wanita yang ingin dianggap sebatas sahabat oleh suaminya dan gw pun sama.’’ Lalu Andrea menghempaskan tangan Ardy.


‘’Lo harus sadar posisi lo Rea, gw sama sekali nggak bisa nganggap lo lebih dari sahabat.’’


‘’Sadar posisi? oke kalau itu mau lo.’’ Ucap Andrea lalu keluar dari kamar, wanita itu mendatangi cafe langganannya, sekarang dia merasa seperti tak memiliki siapapun, tak mungkin baginya menceritakan masalahnya dan Ardy pada Anastasya.


‘’Mikirin apa sih?’’ Tanya Samuel, entah kapan datangnya, pria itu sudah duduk santai disamping Andrea dengan memperlihatkan senyum manisnya, perlahan tangan Andrea terangkat, menyentuh lesung pipi pria itu, dulu sewaktu mereka bersama, Andrea sangat suka menyentuh wajah Samuel.


‘’Sam lo nggak marah kan sama gw?’’ Tanya Andrea.


‘’Lo ada-ada aja sih, kalau gw marah nggak mungkin gw duduk disamping lo sekarang, yang terjadi diantara kita sama sekali bukan salah lo jadi untuk apa gw marah?’’ Ucapnya sambil mengacak rambut Andrea, kebiasaan yang belum hilang darinya.


‘’Ih kebiasaan deh.’’ protes Andrea menepis tangan Samuel, pria itu terbahak, menarik bibir Andrea yang sedang dimonyongkan.


Andrea memukul kecil tangan Samuel, menyingkirkan tangan itu dari bibirnya sambil mencibik kesal, wanita itu mengomel, dari dulu setiap kali bertemu tak pernah sekalipun Samuel tak mengacak rambut dan menarik bibirnya, bagi samuel semua itu menggemaskan tapi tidak untuk Andrea, baginya perlakuan Samuel itu merusak penampilannya.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sekarang kandungan Anastasya sudah menginjak 9 bulan, ingin menjadi suami siaga, hampir dua minggu terakhir Al memutuskan cuti dari semua kerjaannya dan fokus menemani sang istri.

__ADS_1


‘’’Hubby kalau pas lahir anak kita laki-laki maka aku yang akan memberikannya nama dan jika yang lahir anak perempuan maka kau yang akan memberinya nama.’’ Ucap Anastasya tak masuk akal, jelas-jelas dokter mengatakan calon anak mereka berjenis kelamin laki-laki, tapi karena Al tak mau bertengkar dia hanya mengangguk setuju dengan ucapan istrinya.


Malam harinya Al sedang memasak menyiapkan makan malam, tiba-tiba ia mendengar Anastasya berteriak kesakitan.


‘’Ada apa bae?’’ tanyanya dengan panik


‘’Aakkhh sakit, hubby sepertinya aku mau melahirkan sekarang.’’


Mendengar itu Al langsung menggendong tubuh Anastasya, membawanya ke mobil, walau berat.


Ditengah perjalanan Al menelpon orang tua, mertua dan kedua sahabat Anastasya.


‘’Dokter, dokter tolong istri saya.’’ Teriak Al begitu masuk rumah sakit.


‘’Aakkhh sakit.’’ teriak Anastasya menjambak rambut Al.


‘’Owe….owe…owe’’ Terdengar suara tangisan bayi, Al mencium seluruh wajah Anastasya dengan terus mengucapkan terimakasih dan i love you.


‘’Selamat ya Sya.’’ Ucap Andrea dan Ardy sambil memeluknya.


‘’Bagaimana apa kalian sudah menyiapkan nama untuknya?’’ Tanya mama Al mengambil alih bayi itu dari gendongan Al.


‘’Sudah ma, namanya Rayn Kennard.’’ Ucap Anastasya tersenyum.


‘’Namanya bagus, artinya apa bae?’’ Tanya Al


Tak langsung menjawab, Anastasya malah cengengesan tak jelas.


‘’Nggak tau artinya apa yang jelas aku menyukai nama itu.’’ Ucapannya yang membuat seisi ruangan menggeleng kepala, lagian apa yang mereka harapkan dari seorang Anastasya, wanita itu pasti akan melakukan apa yang disukai tanpa memikirkan hal lainnya.


Hampir jam satu malam, Anastasya terbangun dari tidurnya, ia melihat kedua orang tuanya, mertuanya, suaminya dan kedua sahabatnya masih mengobrol dengan santai.


‘’Sudah hampir pagi apa kalian tidak akan pulang?’’ Tanyanya.

__ADS_1


‘’Nggak.’’ Jawab semuanya kompak, sudahlah tak ada gunanya menyuruh mereka pulang karena pasti tak akan didengarkan, Anastasya memilih tidur kembali karena merasa sangat mengantuk.


‘’Morning bae.’’ Ucap Al begitu Anastasya membuka mata, pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium kening Anastasya. Anastasya tersenyum setelahnya melihat sekeliling yang tampak sunyi. ‘’Yang lain mana?’’ Tanyanya.


‘’Lagi pada sarapan, kamu juga harus sarapan sekarang.’’ Al mengambil makanan yang tadi diantarkan oleh petugas pramusaji rumah sakit dan berniat menyuapi, Anastasya menggeleng, menutup mulutnya dengan satu tangannya. ‘’Hubby tapi aku belum gosok gigi.’’


Al menggendong Anastasya kekamar mandi, membantu wanita itu membersihkan wajahnya dan menggosok gigi setelah merasa bersih dan segar barulah Anastasya mau memakan sarapannya.


‘’Anak ciapa cih, ganteng banget.’’ Anastasya berbicara dengan gemas, melihat Rayn yang berada dalam gendongannya.


‘’Anak aku sama kamulah bae, kok pake ditanya lagi sih, kan kamu yang ngelahirin kemarin.’’ Jawab Al.


‘’Ya aku tau hubby, aku cuma lagi ngajak dia berbicara aja sambil bercanda.’’


‘’Anak kamu tuh belum bisa bicara apalagi nanggepin candaan kamu.’’


‘’Astaga hubby, aku malas deh ngomong sama kamu.’’ Anastasya jengkel, ia tak habis pikir dengan suaminya, tanpa peduli dengan Al, Anastasya kembali berbicara dengan Rayn.


‘’A…aaa, apa sayang?’’ Ucap Anastasya dengan mulut yang menganga, hatinya sangat bahagia melihat putranya lahir dengan sempurna tanpa kekurangan apapun.


‘’Boleh aku peluk nggak Sya?’’ tanya Andrea yang muncul tiba-tiba


‘’Anastasya mengangguk, memberikan Rayn pada Andrea, kedua wanita itu tersenyum memandangi wajah Rayn, bahkan keduanya tak sadar sudah menghabiskan waktu hampir dua jam.


‘’Ganteng banget cih. a..aa…aaa.’’ Ucap Andrea.


‘’Kalau besar jangan jadi playboy ya sayang.’’ Ucap Andrea lagi.


‘’Nggak dong tante, Rayn pasti akan menjadi pria yang setia sama seperti papa.’’ Balas Anastasya seakan-akan dia adalah Rayn, lalu keduanya cekikikan, melihat Rayn, Andrea jadi tak sabar menanti hari kelahiran anak yang sedang dikandungnya sekarang.


Asyik bermain dengan si kecil Rayn, ponsel Andrea berdering, Anastasya melirik sekilas, wanita itu menyatukan alisnya, kenapa Samuel masih menghubungi Andrea? Apa Andrea belum memberitahu Samuel tentang pernikahannya?


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2