
‘’Kotaknya masih dikamar belum gw buka, soalnya semalam gw jengkel banget makanya gw tidur dan tau-taunya pas pagi ART ngasih tau gw kalo dy nggak pulang.’’
‘’Andrea mengambil dua tangan Anastasya. ‘’Sekarang kasih tau gw gimana perasaan lo sama pak Al? Lo udah cinta nggak sama pak Al?’’
Anastasya menggeleng, ia merasa tidak mencintai Al tapi memang sangat nyaman berada disamping pria itu.
‘’Lo yakin nggak punya perasaan apapun? Tapi menurut gw lo udah sayang sama pak Al Sya, terbukti dengan sikap lo sekarang, gw tau lo.. Lo nggak mungkin mikirin orang yang nggak penting buat lo, tapi hari ini lo hanya memikirkan pak Al bahkan setelah tadi bertemu Raka.’’
‘’Apa benar gw udah sayang sama pak Al?’’
‘’Lo nyaman sama pak Al?’’ Tanya Andrea yang langsung mendapat anggukan kepala dari Anastasya.
‘’Bagaimana perasaan lo kalau tiba-tiba pak Al hilang dari kehidupan lo Sya? Kan katanya tadi lo nggak cinta sama dia berarti lo udah siap dong kalau suatu saat nanti kalian pisah dan pak Al punya wanita lain lagi selain lo.’’
Anastasya menggeleng dan memukul lengan Andrea. ‘’Ih.. Lo kok ngomongnya gitu sih, jahat banget sama gw.’’
Hhahaha, Andrea tertawa kemudian berbisik. ‘’Lo udah cinta sama pak Al Sya buktinya lo bahkan takut hanya dengan membayangkan pak Al pergi dari hidup lo, saran gw mending lo minta maaf sama pak Al sebelum semuanya terlambat dan lo kehilangan pak Al dan setelah kehilangan lo baru nyesal karena sadar lo udah mencintainya. Gw nggak mau lo nyesal di kemudian hari Sya.’’ Saran Andrea.
Anastasya menganggukan kepalanya beberapa kali. ‘’Tapi kalau misalnya dia udah marah banget dan nggak mau maafin gw gimana Rea?’’ Tanya Anastasya sedikit takut dengan reaksi Al nanti.
‘’Lo berusaha aja dulu Sya, kalo dia beneran sayang sama lo gw yakin kalian akan berbaikan dengan cepat.’’ Andrea memberikan semangat menggunakan dua tangannya yang terkepal ke udara.
*****
‘’Attention please.’’ Ucap asdos Al di depan kelas.
‘’Hari ini pak Al sedang mempunyai keperluan mendadak jadi nggak bisa menghadiri kelas dan kita hanya diberikan tugas, tugasnya harus dikerjakan dan dikumpulkan sebelum jam tiga sore.’’ Ucap asdos memberitahu.
‘’Urusan penting apa? Kok gw nggak tau." Anastasya mengeluarkan bukunya sambil memikirkan kira-kira urusan penting apa yang sedang dilakukan Al.
Beberapa kali Anastasya ngechat Al tapi sama sekali tak mendapat balasan dari pria itu begitu juga dengan teleponnya yang sejak tadi tidak diangkat.
__ADS_1
Anastasya pun menghubungi mama mertuanya untuk menanyakan apakah ada hal penting yang terjadi pada keluarga itu tapi mertunya memberitahu tak ada hal penting sama sekali, membuatnya sedikit mendesah berpikir Al sengaja menghindar darinya, pasalnya tadi ia sempat keruangan Al juga tapi pria itu tak ada diruangan itu.
*****
Malam ini Anastasya menunggu Al untuk maka bersama, tapi sudah hampir jam delapan malam Al tak kunjung pulang juga. Ia kembali memutuskan menelpon mertuanya untuk menanyakan keberadaan Al dan ternyata Al sudah pulang kerumah mertuanya sejak jam lima sore tadi.
‘’Astaga pria itu benar-benar sangat menjengkelkan, sekarang bahkan menghindar dariku.’’ Anastasya masuk ke kamar dan mengganti bajunya. Ia akan melihat seberapa besar Al tak peduli padanya.
Sebelumnya Anastasya menelpon Andrea untuk menemaninya ke club malam dan Andrea pun menyetujuinya. Anastasya sengaja menggunakan pakaian yang lumayan terbuka karena tau Al sangat tak menyukai hal itu.
Niatnya nanti Anastasya akan mengirimkan fotonya yang sedang berada di club pada Al.
Anastasya dan Andrea sampai di club hampir jam 10 malam, mereka begitu menikmati berada ditempat itu bahkan Anastasya lupa dengan tujuannya mendatangi tempat itu. Anastasya terus bergoyang mengikuti irama tapi sama sekali tak menghiraukan para pria yang mencoba mendekatinya.
Al yang sibuk dengan laptopnya, merasa terganggu dengan telepon dari sahabatnya Revan, beberapa kali Al mengabaikan telepon itu tapi telepon itu tetap selalu berdering. Revan bahkan melakukan panggilan video padanya.
‘’Lo kenapa sih? sibuk gw’’ Ucap Al.
Al menggeser laptop dari pangkuannya. ‘’Istri gw? Maksud lo?’’
Revan mengarahkan kameranya pada Anastasya yang sedang asyik bergoyang mengikuti irama dengan beberapa pria di sampingnya.
‘’Sialan, club mana? Kirim alamatnya sekarang.’’ Al bergegas mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya.
Al dan Revan sudah bersahabat sejak kecil, Al juga beberapa kali bercerita tentang Anastasya pada Revan bahkan Al pernah memperlihatkan beberapa foto Anastasya pada Revan makanya Revan mengenali wajah Anastasya walau sebenarnya belum pernah sekalipun bertemu Anastasya secara langsung.
‘’Mau kemana Al?’’ Tanya mama yang melihat Al terburu-buru turun dari tangga.
‘’Jemput Sya ma.’’ Ucap Al tanpa menghentikan langkahnya.
*****
__ADS_1
Sesampainya di club, Al berkeliling mencari keberadaan Anastasya. Ia begitu marah melihat Anastasya yang dikelilingi beberapa pria. Dengan emosi Al menarik Anastasya dan menggendong wanita itu sedang Andrea yang melihat hanya tersenyum tanpa mau mengejar, toh Anastasya dibawah suaminya sendiri.
‘’Eh bro lo mau bawa dia kemana?’’ Ucap seorang pria menahan langkah Al.
‘’Bukan urusan lo dan jangan pernah melihat istri gw dengan tatapan menjijikan lo itu.’’ Al menatap tajam pria itu dan keluar dari club.
‘’Kenapa pulang sih pak, aku kan masih ingin disana.’’ Anastasya membuang wajahnya ke jendela mobil dengan senyum lebar yang terlukis di wajah cantiknya.
Al tak berbicara dengan Anastasya, ia terus mendiami Anastasya bahkan setelah mereka sampai dirumah.
‘’Mau ninggalin aku lagi? Silahkan jangan salahkan aku kalau aku kembali ketempat itu lagi.’’ Ancam Anastasya yang melihat Al tak turun dari mobil dan hendak menyalakan mobilnya meninggalkan rumah itu.
‘’Coba saja kalau berani.’’ Al keluar dari mobil dan membopong tubuh Anastasya kekamar dan sedikit membanting tubuh Anastasya di ranjang.
‘’Jangan pernah menggunakan pakaian kurang bahan seperti itu lagi, apa kau berniat menjual tubuhmu disana?’’
‘’Menjual tubuhku? Sepertinya itu saran yang bagus, jika kau yang menyarankannya maka aku akan melakukannya.’’ Anastasya sedikit emosi mendengar ucapan Al.
Al berbalik dan mencengkram rahang Anastasya. ‘’Coba saja jika kau berani, maka saat itu juga kau akan kehilangan nyawamu.’’
‘’Sakit pak.’’ Ringis Anastasya tapi Al tak mendengarnya, emosinya sudah tak bisa ditahan lagi.
Dengan cepat Al menindih tubuh Anastasya, mencium bibir wanita itu dengan kasar dan tangan yang sudah menggenggam erat aset kembar Anastasya.
Al membuka pakaian Anastasya dengan paksa kemudian membuka pakaiannya sendiri sementara Anastasya menangis dengan menutup bagian dada dan intinya dengan kedua tanganya.
Al terus mencium bibir Anastasya dan melu matnya dengan sangat rakus, perlahan ciuman itu turun ke leher bahkan Al tak lupa meninggalkan beberapa tanda cintanya disana.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...