
‘’Rea kau ingin kita honeymoon kemana?’’
‘’Honeymoon, bukannya lo bilang nggak mau?’’
‘’Kata siapa?’’ Tanya Ardy mendekat dan duduk disamping Andrea yang sedang asyik menonton konser online di tv.
‘’Menurut lo?’’
‘’Ngarang lo, perasaan gw nggak pernah tuh ngomong kayak gitu.’’ Ucap Ardy pura-pura lupa, sebenarnya ia sedikit malu kalau harus mengingat kata-katanya pada Andrea dulu di awal-awal pernikahan mereka.
Pria itu malu dengan ucapan sendiri yang selalu mengatakan tak ingin melakukan sesuatu yang lebih pada Andrea dan selalu mengatakan tak akan menganggap Andrea lebih dari seorang sahabat.
Tapi apa yang terjadi, bahkan belum setengah tahun sejak pernikahan mereka Ardy sudah dibuat kelimpungan dan tak bisa jauh dari wanita itu.
‘’Rea, Re.’’ Panggil Ardy dengan lembut tapi wanita itu tak menggubrisnya, matanya hanya fokus menatap layar tv.
‘’Dy apa yang lo lakuin?’’ Tanya Andrea menepis tangan Ardy yang sudah mulai masuk merambat ke dalam kaos yang digunakannya.
‘’Main bentar yuk.’’
‘’Main aja sendiri gw sibuk Dy, lo nggak lihat suami gw lagi konser.’’ Tunjuk Andrea pada layar tv yang sedang menampilkan konser boyband kesukaannya.
Sama seperti Anastasya, Andrea juga merupakan penggemar dari boyband exo, jika Anastasya menyukai Chanyeol, Andrea sangat menyukai Sehun bahkan bukan rahasia umum lagi, setiap pagi, wanita itu akan mengirimkan Dm instagram mengucapkan selamat pagi pada Sehun.
‘’Suami apaan.’’ Cibir Ardy dengan nada tak sukanya, pria itu tak mengganggu Andrea lagi dan membiarkan wanita itu menonton dengan tenang.
10 menit setelah konser berakhir, Ardy membaringkan badannya dengan kepalanya berbantalkan paha Andrea sedang Andrea tersenyum sambil mengelus rambut Ardy.
‘’Rea, kalau misalnya idola lo itu muncul didepan lo apa yang bakalan lo lakuin?’’
__ADS_1
‘’Ah benarkah?’’ Ucap Andrea kegirangan dengan mata yang berbinar.
‘’Nggak usah senyum senyum gitu, gw kan bilang misalnya bukan berarti bakalan terjadi.’’
‘’Ih merusak suasana aja sih.’’
Mendengar itu Ardy tertawa tak lama Andrea juga ikut tertawa bersamanya.
‘’Dy kalau gw ketemu Sam bisa nggak?’’ Tanya Andrea
Ardy menjawab dengan cepat. ‘’Nggak, gw nggak ngizinin.’’ Ardy cukup yakin kalau Sam masih belum bisa melupakan Andrea, Ardy dapat melihatnya dari cara Sam memandang Andrea.
Beberapa bulan berlalu
‘’Selamat ya Rea, Dy.’’ ucap Anastasya bergantian memeluk kedua sahabatnya, Al juga mengucapkan selamat pada keduanya.
Mama Ardy dan Andrea terus mencium kening Andrea, kedua wanita paruh baya itu sangat senang karena cita-cita mereka untuk menjadi seorang nenek akhirnya bisa terwujud juga, sama seperti Ardy, mamanya juga menerima anak itu dengan baik walau bukan anak kandung Ardy.
‘’Febby Mahesa.’’
‘’Ada artinya nggak?’’ Tanya Anastasya cengengesan mengingat dulu ia memberikan nama Ryan pada putranya hanya karena menyukai nama itu.
‘’Adalah, emangnya lo.’’ Ucap Ardy membuat orang diruangan itu tertawa sambil melihat Anastasya.
‘’Seperti arti namanya, semoga nanti putriku tumbuh menjadi pribadi yang baik yang peduli pada sekitarnya dan selalu membuat siapapun nyaman berada didekatnya.’’ Ucap Ardy lagi.
Anastasya tak mendengar, wanita itu mengalihkan pandangan matanya pada bayi mungil dan cantik.
‘’Menantuku pasti akan tumbuh menjadi wanita yang cantik.’’
__ADS_1
‘’Menantu, apa kalian ingin menjodohkan anak kalian?’’ tanya mama Ardy, Anastasya dan Andrea pun kompak mengangkat kepalanya.
‘’Mama harap kalian tidak memaksakan kehendak pada anak kalian, jika nanti setelah besar mereka tak saling menyukai maka biarkanlah mereka memilih dengan siapa yang mereka inginkan.’’ Ucap mama Andrea memberi nasihat yang kembali dijawab anggukan kepala oleh kedua wanitanya itu.
Hari berganti hari, tahun berganti tahun tak terasa 3 tahun telah berlalu, Andrea kembali melahirkan seorang anak perempuan hasil buah cintanya bersama Ardy yang diberi nama Viona Angelica Mahesa. Viona yang berarti memiliki kepribadian baik dan menyenangkan, Angelica yang berarti seperti malaikat, penuh semangat, cerdan, jujur dan mahesa yang diambil dari nama keluarga Ardy.
‘’Ah menantuku cantik sekali.’’ ucap Anastasya sedikit heboh melihat Vio.
‘’Dulu waktu Febby lahir kau menyebutnya menantumu sekarang pas Viona lahir kau juga mengatakan hal yang sama, apa kau ingin Rayn memiliki dua istri?’’ Tanya Andrea sedikit bercanda.
‘’Enak saja, aku melakukan hal itu bukan tanpa sengaja, kau kan memiliki 2 putri, aku ingin Rayn sendiri yang memilih dengan siapa ia mau dijodohkan.’’
‘’Harus sama Febby Sya, Febby kan putri sulungku.’’
‘’Baiklah tapi nanti jika ditengah jalan Rayn memilih Vio maka saat itu kuharap kau tak melarangnya, oke.’’ Ucap Anastasya yang diangguki oleh Andrea sedang Al dan Ardy hanya mengobrol santai tak mau ambil pusing dengan perjodohan yang dilakukan istri mereka.
Sementara Rayn memandang si kecil Vio dengan wajah tersenyumnya, Vio kecil begitu menggemaskan dimata Rayn. tanpa ada yang melihat, Ryan mencium singkat pipi kirinya, setelahnya ia kembali menampilkan senyumnya.
Setelah kelahiran Vio, hampir setiap hari Rayn akan berkunjung ke rumah Ardy dan Andrea hanya untuk melihat si kecil yang menggemaskan itu.
Dua tahun berlalu, kebiasaan Rayn masih tetap sama, setiap hari dia masih selalu mendatangi rumah Ardy dan Andrea untuk melihat atau menemani Vio bermain.
Tapi siapa sangka seminggu lagi ia tak akan bisa lagi bermain dengan si kecil Vio, hal itu dikarenakan Ardy dan Andrea yang memutuskan pindah dan menetap di Prancis dan tentu saja mereka juga akan membawa Vio pergi bersama mereka.
*****
‘’Rayn mana?’’ Tanya Andrea tak melihat Rayn di bandara untuk mengantar mereka.
‘’Entahlah katanya dia tak ingin ikut mengantar.’’ Ucap Anastasya memberitahu, sebenarnya Anastasya dan Al cukup tau tentang kesedihan Rayn makanya mereka tak memaksa Rayn untuk ikut mengantar.
__ADS_1
... ---------------- TAMAT ----------------...