
‘’Di dunia ini mungkin saja Ardy akan kehilangan harta atau hal lainnya tapi ada beberapa yang Ardy yakini nggak akan pernah meninggalkan Ardy dan akan selalu berada disisi Ardy sampai kapanpun itu yaitu mama, Sya dan Rea.’’
lalu Ardy menarik nafasnya.
‘’Dan jika nanti Rea menemukan seseorang yang dia cintai maka Ardy akan melepasnya untuk bersama pria itu, tapi untuk sekarang Ardylah yang akan menjaganya karena Ardy bertanggung jawab padanya sebagai seorang sahabat dan seorang suami.’’
Dengan perasaan sedih Andrea memutuskan kembali ke kamar, masuk dan mengurung diri di kamar mandi.
Andrea duduk dalam bathup kosong sambil melipat kedua kakinya yang digunakan sebagai sandaran tangannya, menenggelamkan kepalanya di cela lutut dan tangan itu.
hatinya begitu sakit mendengar ucapan Ardy, pikirannya membenarkan tapi hatinya sama sekali tak bisa menerima semua ucapan itu.
Awalnya Andrea juga tak yakin dengan pernikahan ini tapi pikiran dan perasaan Andrea berubah saat ia mengikrarkan janji pernikahannya di hadapan Tuhan, saat itu juga Andrea berjanji akan menemani Ardy sebagai suami seumur hidupnya.
Sebelumnya Andrea yakin dia dan Ardy akan memiliki pernikahan yang bahagia.
hatinya hancur benar-benar hancur dengan ucapan Ardy yang sama sekali tak mau berusaha mencintainya sebagai seorang istri.
Sakit ternyata menjadi seseorang yang tak diinginkan oleh orang lain dan itu yang dirasakan Andrea saat ini.
bahkan Andrea berpikir setelah menikah hubungannya dan Ardy menjadi sedikit renggang dan berjarak, Andrea yang dulu selalu berucap tanpa sungkan menjadi sedikit segan.
Perhatian Ardy padanya menjadi berkurang, tak seperti dulu, Ardy selalu mengirim banyak chat padanya walau hanya untuk membuatnya kesal atau sekedar menggodanya.
sekarang Ardy sama sekali tak pernah mengechatnya kecuali ada hal penting yang ingin disampaikan Ardy padanya.
Tok tok tok
Ketukan pintu kamar mandi menghentikan tangisan Andrea, dengan buru-buru ia membasuh wajahnya dengan air lalu berjalan untuk membuka pintu.
‘’Apa lo nangis lagi?’’ Tanya Ardy melihat Andrea, walau wajahnya basah tetap saja Ardy tau kalau Andrea habis menangis karena air sama sekali tak bisa menutupi mata sembab Andrea.
‘’Nangis apaan sih.’’ Andrea menghempas tangan Ardy yang akan menyentuh matanya, berjalan keluar kamar mendahului Ardy.
Andrea memperlihatkan senyumnya saat melihat mertuanya sedang duduk di meja makan, memeluk leher mertuanya dari belakang.
__ADS_1
‘’Rea kangen banget sama mama.’’ Ucapnya lalu mencium pipi kiri mertuanya kemudian melepas pelukannya dan duduk disamping mertuanya dan dengan santai Andrea mengambil piring, mengisinya dengan nasi goreng sedang mertuanya sama sekali tak bergerak dan hanya memandang wajah Andrea tepatnya memandang mata Andrea yang terlihat sembab.
‘’Kamu nangis? Kamu berantem sama Ardy? Bilang mama kalau dia bikin masalah sama kamu biar mama yang akan memberinya pelajaran.’’
‘’Enak aja, Ardy nggak mungkin buat Rea nangis ma.’’ Ucap Ardy menghampiri meja makan, duduk didepan kursi Andrea.
Andrea sama sekali tak berbicara dan hanya memberikan senyum pada mertuanya kemudian meneruskan makannya lagi.
Ardy kembali meletakan sendoknya saat melihat mamanya terus melotot padanya. ‘’Bukan Ardy ma beneran deh.’’
Setelah sarapan mama Ardy pamit pulang, Ardy dengan cepat juga berangkat ke kantor sedang Andrea yang tak tau harus berbuat apa memutuskan pergi ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil.
sejujurnya Andrea ingin meminta tolong Ardy untuk membelinya hanya saja melihat Ardy yang sepertinya sedang sibuk membuat Andrea mengurungkan niatnya.
Tiba di supermarket Andrea langsung menuju tempat susu ibu hamil, melihat beberapa susu yang tersedia lalu mengambil masing-masing satu dus dari beberapa merek susu itu.
Andrea membaca informasi nilai gizi dan lain sebagainya yang tertera pada kemasan susu dan setelah menimang akhirnya Andrea mendapatkan susu yang diinginkannya.
Ia mengambil 10 dus susu yang diinginkannya itu, tak langsung membayar Andrea memutuskan untuk berkeliling terlebih dulu siapa tau ada barang yang diinginkannya.
‘’Sam.’’ ucap Andrea dengan tersenyum sedang Sam berjalan mendekat padanya, Sam tersenyum melihat isi troli belanjaan Andrea yang dipenuhi dengan susu ibu hamil.
‘’Sini biar gw yang dorong troli nya.’’ Ucap Sam langsung mengambil alih troli belanjaan dari tangan Andrea.
‘’Mau apa lagi?’’ Tanya Sam, Andrea tak langsung menjawab, terlihat berpikir lalu tak lama menggeleng pada Sam.
Dikasir Sam terus memaksa untuk membayar semua belanjaan Andrea, Andrea menjadi tak enak hati.
begitu keluar dari supermarket tak sengaja mata Andrea memandang satu toko yang menjual aneka ice cream, Ia terlihat beberapa kali menelan saliva dengan mata yang tak berkedip terus memandang aneka ice cream itu.
Sam yang melihat itu hanya menggeleng kepala gemas dengan tingkah Andrea, menarik tangannya dan membawanya masuk kedalam toko ice cream.
tak perlu bertanya lagi, Sam melihat Andrea menunjuk beberapa rasa yang diinginkannya, setelahnya keduanya berjalan ke meja kosong sambil menunggu pesanan mereka.
Sam tertawa melihat Andrea yang masih setia melihat ke arah ice cream yang sedang tertutup kaca.
__ADS_1
‘’Re.’’ Panggil Sam membuat Andrea melirik padanya sekilas sedang Sam hanya bisa tertawa lagi dengan tingkah Andrea itu.
Sam memutuskan untuk tak mengajak Andrea berbicara lagi sebelum wanita itu memakan ice cream pesanannya.
‘’Makasih ya.’’ Ucap Andrea turun dari mobil Sam, tadi Andrea berniat pulang dengan naik taxi tapi Sam memaksa untuk mengantarnya dan Andrea juga tak tega untuk menolaknya.
‘’Ingat lain kali hubungin gw kalau mau kemana-mana, gw pasti akan selalu datang buat nemenin lo.’’
Ucap Sam lalu menghidupkan mobilnya dan berlalu meninggalkan apartemen, Andrea tak langsung masuk, masih terus memperhatikan mobil Sam sedang Sam tersenyum melihat Andrea dari kaca spion mobilnya.
*****
‘’Lagi apa?’’ Tanya Ardy mengagetkan Andrea.
Andrea mengangkat alisnya melihat Ardy lalu melihat langit masih terang setelahnya Andrea melihat jam pada ponselnya lalu kembali melihat Ardy yang kini sudah duduk disampingnya.
‘’Tumben pulang jam segini.’’ Tanya Andrea sebenarnya sedikit menyindir tapi Ardy sama sekali tak tersindir, ia malah tersenyum pada Andrea lalu menyandarkan kepalanya di punggung sofa.
‘’Lo lagi apa?’’ Tanya Ardy.
‘’Tik tok.’’ Jawab Andrea singkat lalu kembali melihat layar ponselnya, Ardy menganggukan kepalanya, tak lama Andrea melihat Ardy yang sudah tertidur.
Cape kali pikir Andrea lalu kembali melihat layar ponsel tapi sebelumnya Andrea mengecilkan volume ponselnya terlebih dulu agar tak mengganggu tidur Ardy.
Seminggu berlalu
Andrea sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Ardy, ia memutuskan untuk membuat beberapa sandwich bahkan sengaja membuat lebih untuk dibawa Ardy ke kantor.
Andrea terus bersenandung mengikuti lagu yang terputar dari ponselnya, setelah selesai membuat sandwich Andrea berjalan menuju kamar untuk memanggil Ardy.
Bersambung....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan koemnnya.....
__ADS_1