Love By Mistake

Love By Mistake
Kedatangan Al


__ADS_3

Anastasya terbahak. ‘’Lagian siapa yang bilang lo bau badan Dy. maksud gw tuh lo bau, bau bau kesibukan Dy.’’


‘’Dasar ba**ke, kirain tadi lo bilang gw bau badan.’’


‘’Udah ah, gw ama Rea pamit pulang aja. Lo lanjutin kerjaan lo aja.’’ Anastasya hendak berdiri diikuti Andrea.


‘’Oke, tapi nanti besok abis kuliah ikut gw kesini lagi ya.’’


‘’Nggak aah.’’ Tolak Anastasya dan Andrea kompak secara spontan.


‘’Gw sama Rea sibuk Dy, emang lo doang yang punya kesibukan, kita berdua juga punya kali.’’ sanggah Anastasya.


Beberapa karyawan yang melihat tingkah Ardy, menjadi yakin kalau dua wanita itu adalah istri dari atasan mereka. Ardy yang biasanya sangat dingin menjadi begitu ramah saat sedang bersama dua wanita itu.


‘’Gw pikir pak Ardy masih single, eh taunya istrinya udah dua aja, mana pada cantik-cantik lagi.’’


‘’Iya, mana kelihatannya pak Ardy sayang banget sama istri-istrinya itu.’’


‘’Hebat sih pak Ardy punya dua istri dan dua-duanya akur banget.’’


‘’Kira-kira gw bisa nggak ya jadi istri ketiganya.’’


Kira-kira begitulah tanggapan beberapa karyawan di kantor Ardy.


*****


Seperti perkataannya, malam ini Al datang menghadiri undangan makan malam orang tua Anastasya, tepatnya undangan mamanya.


‘’Malam tante, om, baby.’’ Ucap Al mengalihkan perhatian keluarga kecil yang sedang asyik bercanda di ruang tamu rumah mereka.


Mama berdiri menyambut kedatangan Al sedangkan Anastasya dan papanya duduk diam dengan perlihatkan wajah tak ramah mereka.


Al masuk, menghampiri Anastasya dan memberikan buket bunga mawar yang dibawanya pada Anastasya.


‘’Bunga cantik untuk wanita paling cantik.’’ Al tersenyum begitu lebar pada Anastasya.


Bukannya terpesona, Anastasya malah takut menerima bunga yang diberikan Al.


‘’Dia tidak menaruh serbuk racun pada bunga ini kan? Siapa tau dia dendam dan ingin membunuhku secara diam-diam.’’ Anastasya menelisik dengan cermat bunga itu.

__ADS_1


Al tersenyum melihat wajah serius Anastasya yang mengamati bunga yang dibawanya. Al mendekat dan berbisik tepat di telinga wanita itu. ‘’Tenang saja bunga itu tidak berduri atau beracun.’’


Anastasya menatap tajam wajah Al yang sedang tersenyum ceria sambil menatapnya juga.


‘’Oh Tuhan ingin ku cabik-cabik wajahnya agar tak bisa lagi tersenyum seperti itu, eeh jangan deh wajahnya terlalu tampan untuk kurusak, mending ku gadaikan atau kujual pada orang yang membutuhkan.’’ Anastasya tersenyum geli membayangkan apa yang dipikirnya.


‘’Baby kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa kau sedang membayangkan yang tidak-tidak? Tenang aja nanti setelah kita menikah kau bisa terus melihat wajah tampanku ini, bahkan nanti semua yang ada padaku akan menjadi milikmu.’’


‘’Apaan sih, ngawur aja.. Pak Al punya otak kan? Jadi lain kali kalau bicara itu pakai otak biar masuk akal sedikit.’’ Anastasya membuang kasar mawar yang tadi diberikan Al dan menyusul orang tuanya yang sudah lebih dulu ke meja makan.


‘’Wanita yang menyebalkan, untuk cinta kalau nggak udah kulempar di pulau terpencil biar dimakan hewan buas.’’ Al berjalan menyusul Anastasya dan duduk dikursi tepat di samping wanita itu.


‘’Oh ya, kamu bisa makan malam disini bukan berarti saya sudah merestui mu.’’ Ucap papa Anastasya dengan masih memandang tidak suka pada Al.


‘’Nama kamu siapa?’’ Tanya papa lagi.


‘’Alvaro Kennard.’’ Al tersenyum ramah pada pria paruh baya yang sudah dilabeli calon mertuanya.


‘’Kenard? Jangan bilang kau anaknya Yoga dan Ami.’’ Tebak papa yang 100% benar.


Al mengangguk. ‘’Iya om, apa om mengenal orang tua saya?’’


‘’Astaga apa kabar orang tuamu?’’ Papa terlihat bersemangat dan tak melihat Al dengan wajah tak suka lagi.


‘’Sangat baik om.’’


Papa memberikan ponselnya pada Al. ‘’Catat nomor papamu.’’


Al menerima ponsel itu dengan sopan sekarang jarinya bergerak indah diatas ponsel itu sambil menuliskan nomor ponsel orang tuanya. Setelahnya ia memberikan kembali ponsel itu pada papa.


‘’Sudah berapa lama mengenal anak bandel om ini?’’ Tanya papa disela makannya.


‘’Hampir 4 minggu om.’’ Jawab Al dengan jujur.


Papa menghentikan makannya dan menatap Al membuat Al menghentikan makannya sejenak. ‘’Hampir 4 minggu katamu? Waw.. kalian bahkan belum sebulan saling mengenal dan kau sudah datang pada kami untuk melamar putri kesayangan kami.’’


‘’Maaf om kalau sebelumnya saya lancang melamar anak om tanpa persiapan, tapi saya tulus mencintai anak om sejak pertama kami bertemu. Jadi saya pikir untuk apa berlama-lama, karena saya serius makanya saya memberanikan diri datang kerumah ini, saya ingin memperlihatkan bahwa saya tidak main-main dan saya berbeda dari pria-pria yang pernah menyukai anak om. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti tapi saya janji akan selalu berusaha membuatnya bahagia.’’


Al berucap dengan sangat yakin tanpa keraguan sedikit pun. Ia hanya ingin membuktikan seberapa besar ia mencintai putri dari kedua paruh baya di depannya itu dan berharap mereka akan mempercayakan Anastasya padanya.

__ADS_1


‘’Pintar sekali pria ini merangkai kata.’’ Anastasya sama sekali tak peduli dan tak percaya dengan apa yang disampaikan Al.


Menurutnya Al hanya penasaran saja tentangnya dan mungkin juga menginginkan tubuhnya lagi. Pikirnya.


Hhahahahaha


Tawa papa Anastasya bergema di ruangan itu.


‘’Saya suka jawabanmu, kau memang sangat mirip papamu. Mulai sekarang saya dan istri saya menerimamu sebagai calon menantu kami.’’


‘’What!! Papa bercanda ya? Kenapa cepat sekali menyetujuinya?’’


Anastasya tak terima dengan papanya yang bisa secepat itu menerima Al padahal biasanya papanya sangat susah untuk membiarkannya dekat dengan pria lain.


Bahkan dari SMA setiap pria yang ingin mendekatinya mundur duluan karena ulah papanya. Raka saja tidak pernah diterima dengan baik saat datang berkunjung kerumah mereka.


‘’Sudah sayang, pokoknya yang jelas papa senang untuk hubungan kalian berdua.’’


‘’Habis ini aku akan pulang kerumah dan berterimakasih pada orangtuaku, hedeh kalau tau begitu dari pertama datang langsung saja kukatakan kalau aku anak Yoga Kennard.’’


Sedang asyik makan Anastasya dikagetkan dengan tangan Al yang memegang pahanya. Tubuhnya sedikit bergetar saat tangan nakal Al bergerak naik hampir mencapai area intinya.


Sebelum terbuai dengan tindakan itu, Anastasya menginjak kaki Al hingga Al meringis kesakitan.


‘’Kamu kenapa Al? Tanya mama.


‘’Nggak pa-pa tan tadi ada semut nakal yang menginjak kaki Al.’’


Mama dan papa hanya menggeleng, cukup tau siapa yang dimaksud.


‘’Semutnya besar ya Al?’’ Goda papa sambil melihat pada putri tercintanya yang sedang asyik dengan makannya.


‘’Ih apaan sih pa, bukan aku ya pelakunya.’’


‘’Papa  nggak nuduh kamu loh sayang, lagian kan tadi kata Al yang menginjak kakinya itu semut nakal, emangnya kamu semut?’’ goda papa lagi.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komennya ya😉

__ADS_1


__ADS_2