Love By Mistake

Love By Mistake
Membalas Selin


__ADS_3

‘’Aku tanya sekali lagi kenapa kalian memukul sahabatku?’’ Tanya Anastasya berteriak.


‘’Kami diperintahkan untuk menculikmu.’’ jawab salah satu diantara mereka membuat Anastasya lebih mendekat padanya.


‘’Siapa yang menyuruh kalian untuk menculikku, katakan padaku maka aku akan memberi kalian 2 M.’’


diberikan tawaran seperti itu tentu saja tak disia-siakan oleh empat orang itu dan tanpa ragu mereka membeberkan siapa yang menyuruh mereka.


Mendengar nama yang tak asing, Anastasya cukup kaget lalu memperlihatkan senyum iblisnya, tak lama Anastasya melihat keempat orang itu lagi dan memerintahkan mereka untuk mengangkat tubuh Ardy dan membawanya ke mobil.


Terlebih dulu Anastasya dan Andrea membawa Ardy kerumah sakit dan setelahnya mereka meninggalkan Ardy, berniat menghampiri si penyuruh untuk memberikan pelajaran padanya.


Tadinya Anastasya berniat menghampirinya sendiri tapi Andrea kekeh ingin ikut dengannya karena merasa tak terima dengan apa yang terjadi pada Ardy dan dengan perasaan kesal yang sudah sampai di ubun-ubun Anastasya dan Andrea menghampiri si penyuruh tentu saja dengan membawa empat orang yang disuruhnya tadi.


Hampir 20 menit lalu Anastasya mendapat info bahwa si penyuruh sedang meeting di salah satu cafe dan kebetulan cafe itu berada tak jauh dari rumah sakit tempat Ardy dirawat.


Sesampainya di cafe Anastasya dan Andrea langsung menuju ke lantai dua dimana meeting sedang dilaksanakan, sebelumnya Anastasya dan Andrea dihalangi oleh beberapa staff restoran karena memang lantai dua sudah dibooking khusus untuk menyelenggarakan meeting dan entah apa yang dikatakan Anastasya sampai para staff itu membiarkannya dan Andrea masuk.


Keduanya saling melempar senyum sinis saat melihat si penyuruh sedang duduk dengan santai sambil menikmati makan malamnya, kebetulan saat ini memang sudah masuk jam makan malam dan mungkin mereka sejenak menghentikan meeting untuk melaksanakan makan malam.


Anastasya dan Andrea tersenyum satu sama lain saat mereka berada tepat di belakang si penyuruh dan dalam hitungan detik terdengar suara rintihan kesakitan dari seorang wanita membuat seluruh orang di tempat itu refleks menatap ke arah sumber suara sedang wanita itu masih terus merintih karena Anastasya dan Andrea menarik kasar rambutnya dan tak lama keduanya membalik tubuh wanita itu dan


plak plak plak plak Anastasya menampar wanita itu sebanyak empat kali di kedua pipinya hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.


‘’Bae apa yang kau lakukan? Tanya Al menghampiri Anastasya, kebetulan Al juga mengikuti meeting ini karena dialah penanggung jawab dari proyek yang sedang mereka kerjakan.


Anastasya yang sedang marah sama sekali tak mempedulikan pertanyaan Al, dia dan Andrea terus memberi wanita itu pelajaran entah sedang berpura-pura atau apa wanita itu sama sekali tak membalas perlakuan kasar Anastasya dan Andrea membuat beberapa orang berbisik-bisik mencibir perlakuan Anastasya dan Andrea sedang Al yang tak ingin Anastasya menjadi bahan perbincangan berusaha menarik tubuh Anastasya.

__ADS_1


‘’Apa yang kau lakukan bae?’’ bentak Al membuat Anastasya dan Andrea menghentikan kegiatannya.


Anastasya yang mendapat perlakuan seperti itu memandang Al dengan tatapan tak sukanya.


‘’Apa yang kau lakukan? Apa kau membela wanita ini sekarang?’’ Tanya Anastasya pada Al sambil menunjuk kearah Selin.


‘’Aku tak membelanya bae aku hanya tak ingin kau memukul seseorang seperti itu.’’ Al mencoba memegang kedua pundak Anastasya tapi langsung ditepisnya.


‘’Apa kau pikir aku adalah wanita yang suka cari gara-gara?’’ Tanya Anastasya lagi dan Al langsung menggeleng kepalanya berniat memeluk Anastasya tapi tiba-tiba…..


‘’Lalu aku harus menyebut wanita sepertimu itu apa? Kau bahkan datang memukulku dan mengganggu kegiatan kami.’’


Ucap Selin membuat Anastasya memutar tubuhnya menghadap pada Selin dan dengan perlahan Anastasya lebih mendekatkan dirinya pada selin.


‘’Apa katamu?’’ Tanya Anastasya yang sudah menarik rambut belakang Selin bahkan Al yang berusaha menghalaunya pun ditepis oleh Anastasya.


‘’Wanita sepertimu sama sekali tak pantas untuk Al aku bahkan heran kenapa Al mau menikahimu.’’


‘’Sya tolong lepasin tanganmu.’’ Al mencoba menarik tangan Anastasya yang sedang menarik rambut Selin tapi Anastasya sama sekali tak berniat melepaskannya dan malah menatap tajam pada Al.


‘’Apa? Kamu mau membantunya? Silahkan. Tapi ingat pak Al aku sama sekali tak akan berhenti sampai wanita ini merasakan sakit yang sama seperti yang tengah dirasakan Ardy.’’


lalu Anastasya menatap Selin lagi. ‘’Ingat wanita sialan aku tak akan berhenti sampai kau berakhir di rumah sakit seperti apa yang dilakukan orang suruhanmu itu pada sahabatku, kau mungkin sering melihatku bersikap manja tapi ingat aku tak akan melepaskan siapapun yang sudah berani menyakiti orang-orang yang kusayangi. Menculikku? Sepertinya kau salah target.’’


Anastasya tersenyum lalu melirik Andrea sekilas dan keduanya kembali memberi Selin pelajaran bahkan beberapa orang yang mencoba menghalangi sama sekali tak dihiraukan oleh Anastasya dan Andrea.


Keduanya tersenyum puas saat melihat penampilan Selin yang sudah sangat berantakan bahkan terlihat darah segar keluar dari sudut bibirnya.

__ADS_1


‘’Apa yang kau lakukan bae? Kenapa kau bertindak seperti preman sekarang?’’ Bentak Al pada Anastasya.


‘’Hei pak Al kenapa kau membentak Sya seperti itu?’’ Ucap Andrea jengkel dengan sikap Al.


‘’sepertinya pak Al belum mengenal Sya dengar benar, kau tau Sya tak mungkin bertindak seperti itu jika  wanita itu tak mencari gara-gara duluan.’’ Andrea menunjuk Selin.


‘’Apa maksudmu berkata seperti itu?’’ Tanya Selin berpura-pura tak tau apa yang terjadi.


‘’Jangan akting lagi dan sekarang akan ku perlihatkan siapa kau sebenarnya.’’ Anastasya lalu memberi kode dan tak lama munculah empat pria suruhan Selin.


‘’Bagaimana apa kau kenal mereka?’’ Tanya Andrea pada Selin sedang Selin terlihat pucat dan gelagapan.


‘’Ada apa ini? Coba jelaskan?’’ Ucap Al


‘’Coba kalian jelaskan.’’ Pinta Anastasya pada keempat orang itu.


Setelah mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi semua orang di tempat itu memandang Selin dengan tatapan tak suka, selama ini mereka mengenal Selin sebagai pribadi yang lemah lembut jadi mereka cukup kaget Selin bisa melakukan hal itu sedang Al terlihat geram, tak lama ia mencengkram wajah Selin bahkan tak peduli dengan beberapa kliennya.


‘’Kau, berani sekali kau berniat menyakiti istri dan anakku.’’


‘’Maaf Al, aku hanya tak ingin wanita itu terus berada didekatmu, aku mencintaimu Al sangat mencintaimu.’’ Selin menangis berusaha memeluk Al tapi Al menghempas tubuhnya hingga Selin jatuh ke lantai.


‘’Dasar wanita sialan, aku harap besok tak melihatmu lagi dikota ini atau didepan mataku kalau tidak aku sendiri yang akan membunuhmu.’’


Ancam Al lalu menggendong tubuh Anastasya dan membawanya keluar dari restoran itu, Al bahkan tak peduli lagi dengan meetingnya.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2