
‘’Baiklah semoga kalian tidak menyesal mendengar suara saya.’’ Semua orang terdengar tertawa mendengar ucapan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Awal ku mengenalmu tersita seluruh hatiku
Oh, indahnya dirimu ku jatuh hati padamu
Tak terasa waktu berlalu kini kau t'lah jadi milikku
Betapa bahagianya aku saat kau ada di sisiku
Kini tiba saatnya kita harus melangkah
Temani diriku di sisa waktumu genggamlah tanganku, bersamaku
Kau 'kan menentukan arah bersama diriku yang 'kan s'lalu
Menjaga dirimu yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkahku ku di sini, di sampingmu
Ku 'kan s'lalu ada untukmu kini tiba saatnya
Kita harus melangkah temani diriku di sisa waktumu
Genggamlah tanganku, bersamaku kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku di setiap langkah-langkahku
Ku di sini, di sampingmu ku 'kan s'lalu ada untukmu
Genggamlah tanganku, bersamaku kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku di setiap langkah-langkahku
Ku di sini, di sampingmu ku 'kan s'lalu ada untukmu
Genggamlah tanganku, bersamaku kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku di setiap langkah-langkahku
__ADS_1
Ku di sini, di sampingmu ku 'kan s'lalu ada untukmu
Ku di sini, ku 'kan s'lalu ada untukmu.
‘’Aduh pengen deh pak Al menyanyikan lagu itu untukku lagi.’’
‘’Kupikir pak Al menyanyikannya untuk seseorang yang istimewa.’’
‘’Mungkin untuk kekasihnya kali.’’
‘’Ah bisa nggak ya aku jadi pacarnya pak Al?’’
Seperti itulah reaksi beberapa orang saat melihat Al bernyanyi membawakan lagu yang begitu so sweet bagi mereka.
Hampir jam 11 malam Anastasya yang sudah mulai mengantuk mengajak Andrea tidur, hampir satu jam Anastasya terus berputar-putar ditempat tidur karena tak bisa memejamkan matanya.
‘’Nggak bisa tidur ya Sya?’’ Tanya Andrea.
‘’Iya Rea, gw ngantuk tapi sama sekali nggak bisa tidur.
‘’Lo chat pak Al dan minta baju yang sudah dipakainya setelah itu gw jamin pasti lo bakalan bisa tidur nyenyak.’’ Saran Andrea.
‘’Masa sih?’’ Tanya Anastasya sedikit tak percaya.
‘’Iya Sya istri kakak gw waktu hamil juga gitu kalo ditinggal susah banget buat tidur tapi saat dikasih pakaian bekas kakak gw, baru bisa tidur nyenyak.’’
Dan benar kata Andrea setelah memeluk baju Al barulah Anastasya bisa tidur bahkan tidurnya sangat nyenyak.
*****
‘’Sya....Rea bangun dong.’’ Ardy menepuk-nepuk pipi kedua wanita itu pasalnya semua orang sudah bangun dan bersiap sarapan tapi kedua wanita itu masih asyik dalam tidurnya.
Tak lama Ardy keluar dan masuk lagi dengan membawa segelas air ditangannya lalu Ardy membasahi tangannya dengan air dan melap tanganya pada wajah kedua wanita itu dan akhirnya keduanya terbangun juga.
‘’Dasar kebo.’’ Ucap Stevi saat Anastasya dan Andrea menghampiri meja makan.
‘’Emang lo pernah lihat kebo yang cantiknya kayak gw?’’ Anastasya tersenyum remeh menendang pelan kaki Stevi lalu dengan santainya duduk di meja makan sedang Stevi geram mendapat perlakuan seperti itu.
‘’Hai.’’ Sapa pria yang duduk disamping Anastasya dan Anastasya hanya melirik sekilas pada pria itu tanpa membalas sapaannya.
‘’Nama lo Anastasya kan? Gw Riyo.’’ Ucap Riyo memperkenalkan dirinya lagi walau kemarin sebenarnya mereka semua sudah saling berkenalan.
‘’Oke Riyo tolong berhenti ngajak gw ngobrol karena gw sangat lapar sekarang dan gw butuh ketenangan untuk menikmati makanan gw.’’ Ucap Anastasya lalu mulai memasukan satu sendok makanannya ke dalam mulut sedang Riyo hanya diam mendapat tanggapan seperti itu dari Anastasya tapi menurutnya itulah pesona Anastasya yang tidak dimiliki wanita lain.
‘’Selamat pagi semuanya.’’ Sapa Al pada seluruh mahasiswa saat memasuki tempat itu.
Sebenarnya kedatangan Al hanya untuk memastikan keadaan Anastasya karena memang dosen dan mahasiswa tinggal ditempat yang berbeda sekalian juga ingin mengenalkan seorang dokter wanita yang bertugas di desa itu pada seluruh mahasiswa.
__ADS_1
Pak Al menepuk tangannya meminta perhatian seluruh mahasiswa lalu mempersilahkan dokter itu untuk memperkenalkan diri.
‘’Perkenalkan saya dokter Intan kepala puskesmas di desa ini.’’ Ucapnya singkat.
‘’Jadi begini, nanti dokter Intan juga akan membantu kegiatan kita, karena beliau satu-satunya dokter didesa ini. Jadi kalian tak perlu sungkan bertanya padanya jika menemukan suatu kendala, iya kan dokter Intan?’’ Ucap Al yang diangguki oleh dokter itu.
Sebelum meninggalkan tempat itu. ‘’Kalian semua jangan lupa sarapan yang baik karena setelah ini kita akan langsung ke tempat ibadah dan kegiatan pertama kita dimulai dengan membersihkan tempat ibadah di desa ini." Ucap Al sambil sesekali melirik pada Anastasya yang sedang menikmati sarapannya.
‘’Baiklah silahkan teruskan sarapan kalian.’’ Lalu Al dan dokter Intan meninggalkan tempat itu karena harus mengurus semua barang sumbangan yang mereka bawa, mulai dari bahan makanan, obat, alat kesehatan dan lain sebagainya.
Semua mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, ada yang ditempatkan di masjid dan ada yang di gereja.
Anastasya mendapatkan kelompok masjid, Rea dan Ardy mendapat kelompok gereja.
Pekerjaan mereka selesai hampir jam tiga sore dan dari tadi pula Riyo terus berusaha mendekati Anastasya tapi wanita itu sama sekali tak menghiraukannya.
[Mau es kelapa muda nggak bae]~My hubby
Al sedang berada dipinggir pantai dengan beberapa dosen serta kepala desa dan tak sengaja ia melihat pedagang yang menjual es kelapa muda hingga teringat akan Anastasya.
[Mau hubby, tapi sekalian sama kue ya kalau ada]~Istriku sayang.
Al yang membaca chat itupun tak leluasa menyembunyikan senyumnya membuat para rekan dosen menggodanya.
*****
‘’Ardy’’ Al menghampiri Ardy yang sedang duduk didepan balai desa sambil bermain gitar, untung saja Ardy sedang duduk sendirian hingga Al leluasa meminta tolong Ardy untuk memberikan es kelapa muda dan beberapa jenis kue yang dibawanya pada Anastasya.
Al sengaja membeli banyak karena tau Anastasya pasti akan membagi makanan itu dengan kedua sahabatnya serta teman-teman yang berada di balai desa.
*****
Hari mulai malam.
‘’Hai Riyo.’’ Stevi menghampiri Riyo yang sedang duduk termenung sambil melihat bintang dilangit.
‘’Hai.’’ Jawab Riyo tersenyum ramah tapi sebenarnya ia tak tau siapa yang sedang menghampirinya karena sejujurnya ia tidak begitu mengingat nama-nama dari beberapa orang yang tidak berasal dari kampus yang sama dengannya.
‘’Sendiri ya?’’ tanya Stevi basa basi sambil menata rambutnya berusaha menarik perhatian pria tampan itu namun Riyo sama sekali tak menanggapinya.
‘’Kedepan yuk.’’ Ajak Ardy pada Anastasya dan Andrea dan kedua wanita itu langsung berdiri mengikuti ajakan Ardy.
Didepan rumah ternyata para mahasiswa sedang membakar jagung membuat Anastasya begitu bersemangat.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....