Love By Mistake

Love By Mistake
nasib malang Ardy


__ADS_3

PLAK… Ardy terbangun dari tidurnya dan terpaksa keluar dari mimpi indahnya.


‘’Hahahahaha.’’ Tawa kedua sahabatnya adalah suara yang pertama didengar Ardy setelah membuka matanya.


‘’Astaga kalian mampar gw? Ba**ke.’’ Ardy memegang pipinya yang sedikit sakit.


‘’Lagian masih pagi lo udah mesum aja sih.’’ Sindir Andea.


‘’Dasar ba**ke lo berdua, padahal tadi gw udah mau buka segel, kalian nggak ngerti keadaan banget sih, malah masukin garam ke mulut gw pantas saja tadi lagi enak-enak nikmatin rasa manisnya eeh tiba-tiba jadi asin, dan ini.’’ Tunjuk Ardy pada pakaiannya, ‘’Kenapa kalian nyiram gw sampe basah gini sih.’’ Protes Ardy.


‘’Sengaja Dy biar lo bangun.’’ Ucap Anastasya tanpa rasa bersalah.


‘’Lagian buka segel dalam mimpi nggak enak Dy nggak berasa. Nikmatnya kurang’’ Timpal Andrea.


Dengan sedikit kesal Ardy berdiri, berjalan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.


‘’Mau kemana? Tanya Andrea


‘’Mau ngamanin ini dulu.’’ dengan santai Ardy menunjuk sesuatu yang berdiri tegak dalam celananya, sementara Anastasya dan Andrea hanya cekikikan melihat wajah frustasi Ardy.


Hampir 40 menit Ardy belum juga keluar dari kamar mandi, Andrea mandekat dan mengetuk pintu, Ardy tak juga menyahut mungkin terlalu asyik dengan kegiatannya.


Andrea mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tak terkunci dan masuk dalam kamar mandi. Ia melihat Ardy sedang asyik memanjakan sesuatu, bukannya lari ia malah mendekat tanpa perduli dengan apa yang dilakukan Ardy.


‘’Dy kok lama banget sih, gw ama sya hampir mati kelaparan.’’ Ucap Andrea santai dengan mata tertuju pada sesuatu yang dipegang Ardy.


Andrea terlihat tak terganggu dengan semua itu. Berbeda dengan Ardy yang kaget dan sedikit salah tingkah. Walau bagaimanapun ia sedikit malu Andrea melihat apa yang dilakukannya.


‘’Dy cepat dong.’’ Ucap Andrea lagi melihat Ardy diam.


‘’Re.. Rea keluar dulu dong, nggak enak ini.’’


‘’Ih.. nanti lo lama lagi, lo asyik sendiri sementara gw ama Sya udah kelaperan.’’


‘’Oke oke lo keluar dulu, semenit lagi gw keluar.’’

__ADS_1


‘’Oke… awas aja kalo lama gw susulin lagi.’’ Andrea keluar dari kamar mandi sedangkan Ardy masih dengan perasaannya yang sulit untuk diungkapkan. Malu dan deg degan menjadi satu.


‘’Ardynya mana? Kok belum keluar juga.’’ Tanya Anastasya pada Andrea yang berjalan menghampirinya.


‘’Lagi asyik maen.’’


‘’Astaga Ardy keterlaluan banget, lagian ngapain dia maen air kayak anak kecil aja.’’


‘’Dia nggak maen air Sya tapi mainin burung kecilnya.’’


‘’What! Lo liat?’’


Andrea mengangguk tanpa kecanggungan, sedang Anastasya menggeleng melihat tingkah cuek Andrea. Tapi kalau dipikir lagi ia juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Rea.


Persahabatan mereka terlalu erat sampai pada tahap tak mungkin menyukai satu sama lain.


Menyukai sahabat sendiri seperti hal tabu bagi mereka dan dari pertama memutuskan bersahabat mereka sudah membuat janji untuk tidak merusak persahabatan dengan memiliki perasaan antara satu sama lain.


Ardy adalah pria yang sangat menarik dan digilai banyak wanita tapi tidak untuk Anastasya dan Andrea, bagi mereka Ardy hanyalah seorang sahabat yang baik dan begitupun sebaliknya.


Rasa sayang dan rasa peduli yang timbul pun murni hanya sebatas persahabatan tidak lebih.


‘’Sya… Rea. Bantuin dong.’’ Teriak Ardy yang sibuk menyediakan bahan yang akan digunakannya. Rencananya, pagi ini Ardy akan membuatkan nasi goreng dan sandwich.


Anastasya merequest nasi goreng untuk sarapan pagi ini dan Ardy juga memang sedang menginginkan makanan itu.


Untuk Andrea Ardy akan menyiapkan beberapa potong sandwich, Andrea tidak terlalu suka makan nasi goreng saat sarapan, menurutnya nasi goreng terlalu berlebihan untuk perutnya jika dikonsumsi pagi hari.


‘’Laper Dy, gw nggak bisa bantu, lo nggak liat badan gw gemeteran gini? Lo tega?’’ Bohong Anastasya dengan mata berkaca-kaca dan tangannya yang dibuat seolah gemetar.


‘’Hhhmm…hhhmm mulai deh kebiasaan buruknya, lo pasti nggak bisa nolak, nggak ada alasan kan lo?’’ Tunjuk Ardy pada Andrea.


‘’Aakk…aakkhh..aakkhh.. Tolong Sya perut gw melilit.’’ Teriak Andrea, sedang Anastasya menghampirinya untuk menyakinkan acting mereka.


‘’Hedeh.’’ Ardy memutar bola mata melihat kedua sahabatnya masih serius dengan acting pura-pura sakit padahal ia tau dengan pasti semua kepura-puraan itu.

__ADS_1


35 menit kemudian


‘’Yey.’’ Anastasya dan Andrea berlari kesenangan menuju meja makan saat Ardy memanggil.


Ketiga sahabat itu makan sambil bercengkrama, menceritakan tentang masa depan, cita-cita dan harapan untuk selalu bersama.


Sehabis makan, Anastasya dan Andrea pamit pulang, menghindari perintah Ardy untuk membersihkan dapur dan mencuci piring. Hhhm, kasian ya Ardy memiliki sahabat yang tidak berakhlak seperti kedua gadis ini. Banyak sabar ya Dy kedepannya akan banyak hal yang lebih merepotkanmu😁


Sebelum pulang dengan ditemani Andrea, Anastasya berkunjung kesalah satu tokoh kue kesukaan mamanya yang terletak tepat di depan apartemen Ardy.


Walau masih kenyang tapi Anastasya dan Andrea memesan dua jenis cake untuk mereka makan dan beberapa kue untuk dibawa pulang.


Mereka tak bisa menahan diri untuk tak mencicipi kue itu bagaimana tidak melihatnya dari balik kaca saja kue itu terlihat begitu menggiurkan seakan meminta mereka untuk segera mencicipinya.


Dan disinilah mereka sekarang disalah satu meja bundar tak terlalu besar namun juga tak terlalu kecil yang berada di dalam toko kue itu dengan dua potong cake yang mereka pesan dan ditemani satu cup americano untuk Andrea dan satu cap matcha latte untuk Anastasya.


Mereka mengobrol santai sambil memperhatikan antrian pembeli yang lumayan panjang.


Tokoh itu memang sangat terkenal hingga banyak yang mengantri hanya untuk sekedar menikmati berbagai kue bahkan Anastasya dan Andrea harus menunggu tiga puluh menit lebih untuk bisa memesan kue yang sekarang sedang mereka nikmati.


‘’Hei wanita sialan.’’ Tiba-tiba seorang wanita yang sepertinya tak asing bagi Anastasya berjalan mendekatinya dan tak segan-segan memakinya.


Anastasya mencoba mengingat-ngingat siapa wanita itu, ia merasa pernah bertemu tapi lupa kapan dan dimana.


‘’Hei dasar wanita sialan gara-gara lo sekarang Raka ninggalin gw dan nggak mau ketemu gw.’’


Seketika Anastasya tertawa dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sinis saat mendengar ucapan wanita itu bahkan karena perkataan itu ia menjadi ingat dengan jelas siapa wanita di depannya itu.


‘’Raka ninggalin lo? Hahah itu urusan lo berdua dan gw sama sekali nggak peduli.’’


‘’Lo sengaja kan, lo pura-pura ninggalin Raka biar Raka mau ninggalin gw. Dengar ya wanita sialan Raka begitu bahagia sama gw dan memperlakukan dengan gw dengan baik sampai akhirnya sikapnya berubah dan menjauh sejak kedatangan lo yang tiba-tiba yang sok-soan mau memberinya kejutan waktu itu. Lo ngancurin hidup gw tau nggak.’’ Ucapnya dengan kasar pada Anastasya sedang Anastasya hanya bisa melongo tak percaya dengan ucapan itu.


Dalam hatinya Anastasya tak habis pikir bisa-bisa ada wanita tak tau malu seperti ini.


Dia yang merusak hubungan Anastasya dan Raka malah dia yang marah dan menuduh Anastasyalah yang menghancurkan kebahagiaannya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komennya ya....


__ADS_2