Love By Mistake

Love By Mistake
Direstui


__ADS_3

‘’Kamu bicara apa sih Al, om tau ini pasti akal-akalanmu supaya kami tidak membatalkan rencana pernikahan kalian."


Al menggeleng, mendekat pada kedua orang tua Anastasya kemudian dengan perlahan mulai menceritakan apa yang terjadi padanya dan Anastasya di awal pertemuan mereka.


Papa Anastasya terlihat marah mendengar pengakuan Al tapi sadar itu bukan sepenuhnya kesalahan Al.


‘’Sebenarnya om kecewa padamu tapi mau diapakan lagi mungkin begitu cara Tuhan untuk menyatukan kalian.’’ Ucap papa Anastasya.


‘’Jadi om tidak akan membatalkan pernikahan Al kan?’’ tanya Al memastikan dan mendapat anggukan kepala dari papa Anastasya.


‘’Makasih om, makasih tante.’’ Al mencium tangan kedua paruh baya itu bergantian.


‘’Al janji akan memperlakukan Sya dengan baik.’’ Al tersenyum lebar pada orang tua Anastasya lalu berbalik memperlihatkan senyumnya pada kedua orang tuanya.


‘’Ma, pa, om, tante, bagaimana kalau Al nikahnya besok aja kayaknya tiga hari kelamaan deh.’’ ucap Al yang langsung ditolak.


‘’Nggak sabar ya Al?’’ papa Al menggoda dengan senyum genitnya.


‘’Al cuma pengen bisa tidur sambil meluk istri dan anak Al doang’’ Manja Al seperti anak kecil membuat semua yang melihat tingkahnya itu tertawa.


‘’Tapi nggak apa nih kita menikahkan mereka sementara Sya sama sekali tidak tau dengan rencana ini?’’ Mama Al sedikit khawatir takut Anastasya syok di hari pernikahannya atau kemungkinan Anastasya akan melarikan diri di hari perrnikahannya itu.


‘’Kamu tenang aja Amy, Sya nggak punya alasan buat menolak, apalagi yang akan menikahinya adalah ayah dari anaknya.’’ Papa Anastasya santai sambil meminum kopi panas yang sudah dingin yang hampir sejam lalu diletakan diatas meja tamunya.


‘’Om, tan, Al bisa lihat Sya nggak?’’ izin Al hendak berdiri tapi ditahan mamanya.


‘’Biarkan dia beristirahat Al.’’


‘’Ma, Al tidak akan mengganggu tidurnya, Al hanya akan mencium keningnya sedikit aja.’’  Al mempraktekan kata sedikit aja dengan jari telunjuk dan ibu jarinya yang hampir bertemu.


‘’Alasan aja kamu, nggak ada…nggak ada….’’ Mama Al menarik tangan Al agar duduk kembali.


‘’Ih.. mama nggak pengertian banget sih, Al kan kangen ma.’’ Rengeknya pada sang mama. Namun, tak diperdulikan.


Saat kedua orang tuanya dan Anastasya tengah Asyik berbincang Al terlihat begitu fokus pada layar ponselnya. membuka dan membaca beberapa artikel terkait kehamilan.


‘’Pa.. ma...’’ suara Anastasya mengalihkan perhatian semua orang. Anastasya terlihat turun dari tangga dengan langkah yang sangat pelan.

__ADS_1


‘’Kamu kenapa sayang?’’ Mama Anastasya menghampirinya dan menuntunnya duduk.


‘’Sya nggak bisa tidur ma, nggak enak bawaannya gelisah.’’


Mamanya tersenyum, tau apa yang bisa membuat putrinya itu tidur nyenyak karena dulu mamanya juga merasakan apa yang dirasakan Anastasya sekarang. Kemudian mama melirik Al yang terdiam ditempatnya sambil menatap Anastasya tanpa kedip.


‘’Al.’’ mama Anastasya memanggil Al untuk mendekat.


‘’Astaga dia ngapain disini sih, Kemarin pagi bilangnya mau lepasin gw sekarang udah ada dirumah gw aja, ucapannya sama sekali nggak bisa dipegang.’’ Anastasya menarik baju mamanya dan menggeleng memohon mamanya untuk tidak memanggil Al.


‘’Sayang kamu ingin tidur nyenyak kan?’’ Tanya mama lagi dan Anastasya pun mengangguk.


‘’Mama aneh deh, mau aku tidur nyenyak tapi manggil orang yang bisa bikin aku mimpi buruk.’’ Dumel Anastasya.


‘’Al bisa temani Sya sampai tidur nggak?’’ Kalimat mama sukses membuat mata Anastasya melotot sempurna, tak habis pikir dengan mamanya, bagaimana bisa mamanya membiarkan pria yang begitu dibencinya itu untuk menemaninya.


Sedang Al yang mendapatkan tawaran seperti itu, mengangguk dengan semangat kemudian duduk disamping Anastasya sedang mama menghampiri orang tua lainnya dan meninggalkan mereka berdua.


‘’Pak Al ngapain disini sih? Bikin aku tambah bete aja.’’ Anastasya bersandar pada punggung sofa, membuang wajahnya ke arah yang berlawanan.


Al tersenyum melihat tingkah Anastasya yang masih saja tak menyukai keberadaannya. Dengan lembut Al memutar kepala Anastasya agar menghadap padanya.


‘’Ngapain senyum-senyum?’’


‘’Jangan marah-marah deh, aku cuma mau bantu kamu biar bisa tidur.’’ Al menarik Anastasya dalam pelukannya.


Anastasya memberontak, menggigit dada Al hingga Al meringis. Namun, tak melepaskan pelukannya.


‘’Kamu seperti macan aja sih, sukanya menerkam, sabar ya baby kalau kita sudah resmi kau bisa menerkamku kapan saja kau mau.’’ Goda Al sedang Anastasya lebih memperlihatkan wajah jengkelnya.


‘’Yaudah ah, sekarang kamu tidur aja, aku hanya akan memelukmu seperti ini dan akan pergi setelah kau tertidur nanti.’’ Al mengeratkan pelukannya dan pura-pura memejamkan matanya.


Anastasya pun tak memberontak lagi dan malah melingkarkan kedua tangannya dengan erat pada pinggang Al, entah kenapa mencium aroma tubuh pria itu membuatnya begitu nyaman dan tidak sampai 10 menit Anastasya sudah tidur dengan lelap.


Al membuka matanya saat mendengar dengkuran halus Anastasya, mengusap lembut wajah cantik wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


‘’Sekarang kau tidak bisa jauh dariku bahkan jika kau menginginkannya.’’ Al tertawa kecil lalu mengelus perut rata Anastasya.

__ADS_1


‘’Terimakasih sudah hadir di perut mamamu sayang, bekerjasamalah untuk membuat mamamu terus menempel pada papa seperti ini.’’ Al kegirangan lalu melepaskan pelukannya dan menggendong tubuh Anastasya ke dalam kamar.


‘’Sya-nya udah tidur Al?’’ Tanya mama Anastasya begitu melihat Al diruang tamu.


Al mengangguk dan tak lama keluarga mereka pun pamit pulang.


*****


Pagi harinya Anastasya kembali terbangun dengan rasa mual yang begitu hebat, cepat-cepat ia berlari ke kamar mandi.


Mama dengan sabar menepuk-nepuk pelan punggung Anastasya sedang Anastasya masih terus muntah.


Saat yang tepat Al muncul di kamar Anastasya. Ia berlari ke kamar mandi saat mendengar suara seseorang yang sedang muntah-muntah.


‘’Sya kamu kenapa?’’ tanyanya panik, berjalan mendekat pada wanita itu, mengambil alih menepuk-nepuk punggung Anastasya.


Anastasya berbalik melihat Al, seketika rasa mualnya hilang hanya dengan mencium aroma tubuh Al lalu mendekatkan kepalanya pada dada bidang Al dan menghirup aroma pria itu dengan begitu bersemangat.


‘’Kamu kenapa?’’ tanya Al khawatir mencoba menjauhkan kepala Anastasya.


Anastasya merengek melingkarkan tangannya di punggung Al dengan wajah yang terbenam di dada bidang itu.


‘’Jangan gerak-gerak, aku pengen peluk kamu, cium aroma tubuh kamu bikin aku nggak mual lagi.’’


Al tersenyum, lalu mengangkat tubuh Anastasya, mereka duduk di sofa dengan Anastasya yang duduk diatas pangkuannya sedang kepala Anastasya terus menempel pada dada bidang Al.


‘’Anakku pintar sekali, masih dalam perut saja sudah bisa diajak kerjasama.’’


‘’Hari ini kamu kuliahnya jam berapa Sya?’’ Ucap Al sambil merapikan anak rambut Anastasya.


‘’Jam 10, semoga saat itu mualku sudah hilang.’’


Al melihat Anastasya dengan sedih, tak tega jika harus melihat Anastasya muntah-muntah seperti itu apalagi hal itu cukup sangat mengganggu aktifitas Anastasya.


‘’Maaf ya.’’ ucapnya pada Anastasya.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini lebih baik lagi....


Jangan lupa like dan komennya..


__ADS_2