
‘’Nggak panas kok, tapi kenapa lo pucat banget.’’
Ardy yang mendengarnya pun segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Andrea.
‘’Iya lo pucat banget Rea, lo sakit?’’ Tanya Ardy memastikan.
Andrea yang mendapat pertanyaan itu hanya bisa menggeleng dengan lemah lalu tak lama pingsan dan tak sadarkan diri.
‘’Rea bangun Rea.’’ Ardy menepuk pelan pipi Andrea.
‘’Ma Rea pingsan ma.’’ Teriak Anastasya dan dengan wajah paniknya mama Andrea berjalan setengah berlari ke arah mereka.
‘’Suru sopir siapin mobil Sya.’’ Ucap Ardy lalu mengangkat tubuh Andrea berniat membawa Andrea kerumah sakit.
Dirumah sakit
Ardy, Anastasya dan mama Andrea terlihat sangat panik sambil melihat pintu ruangan Andrea.
tak lama muncul seorang dokter dengan wajah yang tersenyum menyapa mereka.
‘’Apa anda suaminya?’’ Tanya dokter itu pada Ardy dan Ardy langsung menyanggahnya sambil menggeleng kepalanya.
‘’Lalu suaminya mana?’’ Tanya dokter lagi membuat ketiganya diam.
‘’Sebenarnya anak saya sakit apa dokter?’’ Tanya mama
‘Tenang aja bu, anak ibu tak sakit sama sekali melainkan dia sedang mengandung calon cucu ibu.’’
Ucap dokter memberitahu sedang mereka yang mendengarnya begitu kaget tak percaya dengan ucapan dokter itu.
‘’Astaga apa yang terjadi kenapa Andrea bisa hamil?’’
Tanya mama menangis sedang Ardy dan Anastasya berdiri diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
‘’Siapa?’’ Tanya Ardy begitu mereka tiba di ruang Andrea, Andrea menatap bingung pada Ardy tak mengerti tentang apa yang ditanyakannya.
‘’Gw tanya siapa ayah dari anak yang lo kandung itu?’’
Ucap Ardy dengan marah, seketika tubuh Andrea bergetar ketakutan, menangis berniat memukul perutnya tapi tangannya sudah lebih dulu dicegat Anastasya.
‘’Lo nggak bisa nyakitin dia Rea, dia anak lo dan dia sama sekali nggak bersalah.’’ Ucap Anastasya ikut menangis lalu memeluk Andrea.
‘’Apa yang harus gw lakuin Sya, sekarang gw hamil dan bahkan gw tak memiliki suami apa kata orang nanti Sya gw malu…. Malu Sya.’’
__ADS_1
Andrea menangis dalam pelukan Anastasya dengan tubuhnya yang bergetar.
‘’Sebenarnya apa yang terjadi Rea, tolong ceritakan pada kami.’’
Flashback
Andrea duduk santai di apartemen Meta teman SMA mereka, niatnya Andrea ingin menginap di apartemen Meta selama satu malam.
‘’Maaf Rea, tapi sepertinya lo nggak bisa nginap deh malam ini karena, gw barusan dapat Chat dan harus segera berangkat keluar kota dua jam lagi.’’ Ucap Meta dengan nada menyesal.
‘’Yaudah nggak pa-pa tapi gw mau tidur sebentar nanti gw pulang pas udah sorean.’’
‘’Lo tidur di kamar aja, gw pergi sekarang ya.’’ Pamit Meta lalu setelahnya Andrea masuk kekamar dan tidur.
Hari mulai gelap ketika Andrea bangun dari tidurnya, buru-buru Andrea keluar dari kamar berniat pulang, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang pria berdiri tegap di depannya.
Andrea berteriak saat pria itu menarik paksa dirinya memasuki kamar bahkan dengan kasar pria itu mendorong tubuh Andrea ke ranjang dan langsung merobek pakaiannya.
‘’Tolong jangan lakukan ini kak.’’ Mohon Andrea sambil menangis tapi sama sekali tak didengar oleh pria itu.
Pria itu beberapa kali menampar Andrea untuk membuatnya diam, bahkan mengambil tali untuk mengikat tangan Andrea agar tak memberontak lagi.
‘’Waw tubuhmu begitu indah, harusnya aku melakukan hal ini dari dulu.’’
Ucap pria itu lalu membuka paksa paha Andrea dan memaksa masuk kearea inti Andrea.
Pagi harinya Andrea terbangun dengan tubuhnya yang sudah menggunakan pakaian lengkap bahkan tangannya tak terikat lagi, buru-buru Andrea keluar dari apartemen itu.
Flashback end
‘’Lalu siapa pria itu?’’ Tanya Ardy yang penasaran karena dari tadi Andrea sama seklai tak menyebutkan siapa nama pria yang sudah memper**sanya itu.
‘’Hhhmm, dia kakaknya Meta.’’
‘’What!! Tapi bukannya dia udah nikah ya?’’ Anastasya menutup mulutnya karena syok dan tak percaya.
‘’Brengsek.’’ Ardy mengepalkan tangannya lalu keluar dari ruangan, bahkan Ardy sama sekali tak menghiraukan teriakan Anastasya yang memanggil-manggil namanya.
Ardy menelpon Meta menanyakan alamat rumah kakaknya dan setelah mendapat alamatnya Ardy melajukan mobilnya menghampiri pria brengsek itu.
Ardy menghentikan mobilnya tepat didepan pintu gerbang rumah Haris kakak Meta.
Dari pintu gerbang Ardy mengepalkan tangannya saat melihat Haris sedang bermain dengan seorang bocah laki-laki yang kira-kira berumur 5 tahun yang Ardy yakini sebagai anak Haris.
__ADS_1
‘’Eh brengsek.’’ tak bisa menahan diri lagi Ardy menghadiahi beberapa pukulan di wajah Haris, membuat istri Haris yang juga berada ditempat itu berteriak histeris.
‘’Siapa kamu? Kenapa memukul suamiku?’’ Istri Haris berteriak mendorong tubuh Ardy agar menjauh dari suaminya.
Ardy yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung menatap tajam pada wanita itu.
‘’Jangankan memukulnya aku bahkan bisa membunuhnya sekarang juga.’’ Ucap Ardy dengan marah lalu kembali memukul Haris.
‘’Pria brengsek seperti lo nggak berhak hidup.’’ teriak Ardy terus memukul Haris.
Melihat suaminya yang sudah babak belur, istri Haris berlutut di kaki Ardy sambil menangis dan tentu saja hal itu menghentikan aksi Ardy.
‘’Sebenarnya apa salah suamiku sampai kau memukulnya seperti ini?’’
‘’Salah suamimu?.’’ Ardy menatap remeh pada Haris lalu mencengkram rahangnya.
‘’Aku tak akan membiarkanmu hidup tenang karena kau sudah berani menghancurkan masa depan sahabatku.’’
lalu Ardy menatap wanita yang sedang menangis sambil mengusap wajah Haris.
‘’Jangan terlalu baik padanya, pria brengsek sepertinya tak berhak untuk semua itu, apa kau tau suami tersayang mu itu sudah mengkhianatimu dan menghancurkan masa depan sahabatku bahkan sahabatku sedang mengandung anaknya sekarang.’’
Haris yang dari tadi diam melotot seketika mendengar ucapan Ardy, lalu perlahan bangkit dan mendekatkan tubuhnya pada Ardy.
‘’Maksud lo Rea hamil?’’ Tanya Haris yang tak dijawab oleh Ardy.
‘’Aku akan bertanggung jawab untuknya.’’ Teriak Haris menghentikan langkah Ardy.
‘’Apa kata lo, bertanggung jawab?’’ Ardy berjalan mendekat pada Haris lagi, berdiri tepat didepan Haris.
‘’Jangan mimpi, gw sama sekali tak akan pernah membiarkan sahabat gw menjadi istri kedua apalagi harus memiliki suami brengsek seperti lo.’’
*****
‘’Lo dari mana aja?’’ Anastasya menghampiri Ardy, matanya tak sengaja menatap telapak tangan Ardy yang terlihat sedikit memar.
‘’Lo habis mukul orang.’’ Anastasya mengangkat tangan Ardy dan mengusapnya pelan sedang Andrea yang mendengarnya melihat Ardy dengan tatapan penuh selidik.
‘’Lo mukul siapa Dy?’’ Tanya Andrea.
Ardy menghampiri Andrea dan duduk di ranjang pasien ‘’gw habis mukulin pria yang udah ngancurin masa depan lo.’’
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik.....
Jangan lupa like dan komennya.....