Love By Mistake

Love By Mistake
Bertemu Al


__ADS_3

‘’Biasa aja kali lihatnya, gw tau gw cantik.’’ Anastasya mengibaskan rambutnya dengan satu tangan membuat pria itu tersenyum kecil sembari menggeleng kepalanya.


‘’Lo kenal Yo?’’ Tanya pria bersemangat tadi pada pria wajah datar itu sambil menunjuk Anastasya tapi tak ditanggapi pria wajah datar itu.


Tak ingin menanggapi pria itu lagi Anastasya membuang pandangannya melihat sekeliling.


Duar..


Anastasya kaget saat matanya tak sengaja menatap seseorang yang sedang menatap tajam padanya. Perlahan Anastasya memutar kepalanya membelakangi pria itu.


‘’OMG mati gw, berasa ketangkap pas lagi selingkuh aja. Lagian ngapain sih alien itu ada disini?’’


‘’Lo kenapa sih Sya? Kok nggak tenang gitu? Lo sakit?’’ Andrea khawatir.


‘’Lo lihat samping kanan lo, siapa yang ada disana?’’ Bisik Anastasya.


Andrea pun melihat ke arah yang dikatakan Anastasya. Cukup kaget melihat Al yang sedang menatap mereka dengan wajah yang tak bisa diartikan, lebih tepatnya Al sedang menatap Anastasya dengan mata tajamnya.


‘’Pak Al Sya, ngeri gw lihat wajahnya, berasa mau makan orang.’’


‘’Gw apalagi.. Lo mah enak tapi gw? Gw pasti bakalan dapat amukannya lagi.’’


‘’Emang lo nggak bilang pak Al pas mau kesini?’’


‘’Nggak lah begok, kalau gw bilang nggak mungkin gw disini sekarang.’’


‘’Kalian ngapain bisik-bisik sih?’’ tanya pria datar tadi.


‘’Bukan urusan lo.’’ Anastasya menarik tangan Andrea berniat pergi dari tempat itu. Tapi tangannya dicekal.


Anastasya berbalik melihat tangannya yang sedang ditahan oleh pria datar yang tak diketahui namanya itu.


‘’Benar-benar mati gw Rea. kalau sampai besok gw nggak ada kabar tolong segera kerumah gw dan suruh orang tua gw menyusul kerumah orang tua pak Al.’’ Lirih Anastasya.


‘’Kalian kenapa sih? Mau kemana?’’ Tanya pria datar itu lagi.


‘’Aduh tolong lepasin tangan lo dong.’’ Pria itu pun langsung melepas tangan Anastasya.


‘’Sorry nggak sengaja.’’ Ucapnya.

__ADS_1


Dddrrtt ddrrttt ddrrtt


Anastasya sedikit ragu menjawab panggilan itu tapi tak memiliki pilihan lain.


‘’Keluar dari tempat ini sekarang atau aku yang akan menarikmu keluar.’’ Ancam Al dan langsung mematikan telponnya.


‘’Rea gw pulang duluan ya?’’


‘’Lo yakin? Nggak mau gw anter?’’


‘’Nggak usah Rea, gw yakin paling pas gw keluar pak Al juga bakalan nyusul gw keluar.’’


Andrea mengangguk dan memeluk Anastasya.


Seperti tebakannya Al keluar begitu melihat Anastasya keluar, dengan sedikit kasar Al menarik Anastasya masuk ke mobilnya.


‘’Ngapain kamu disini? Kenapa nggak kasih tau aku. tadi aku nelpon, kamu bilang sedang dirumah dan sekarang apa ini? Apa ini rumahmu?’’ Wajah Al begitu merah menahan marah bahkan memukul setir mobil beberapa kali.


‘’Santai dong jangan marah-marah gitu aku jadi takut, lagian kan tadi kamu nanya aku sedang dimana bukan aku mau kemana, karena aku masih dirumah makanya aku mengatakan aku sedang dirumah. Jadi aku nggak bohong dong? Iya kan?.’’


‘’Aakkhh.’’ Al memukul-mukul setir mobilnya dengan sangat keras ketika mendengar jawaban Anastasya. Jawaban itu sangat menamparnya, Anastasya bahkan tak mau memberitahukan kemana dia akan pergi dan hal itu membuktikan Al sama sekali tak penting untuk Anastasya.


‘’Pak Al stop dong, setir mobilnya kan nggak punya salah kenapa dipukul seperti itu?’’ Anastasya berusaha menghentikan tindakan Al, memegang erat tangan Al.


‘’Ada apa dengan pria ini? Kenapa dia menangis? Tak mungkinkan dia menangis karena aku pergi ketempat ini tanpa memberitahunya. Cih.. seperti anak kecil saja.’’


‘’Sya.’’ Panggil Al dengan suara sedikit serak.


‘’Hhmm.’’


‘’I love you Sya, love you so much. Al menarik Anastasya kedalam pelukannya. Anastasya tidak merespon ucapan itu, tapi tidak menolak dan membalas pelukan Al. Anastasya bahkan mengusap pelan punggung Al.


‘’Pak Al apa aku bisa menanyakan sesuatu?’’


Al mengangguk sedikit menjauhkan wajahnya dari Anastasya dengan tangannya masih melingkar sempurna di tubuh Anastasya.


‘’Kenapa tadi pak Al nangis? Apa pak Al sedang punya masalah serius? Pak Al bisa berbagi cerita padaku. Walaupun aku tidak mencintai dan tidak mau menjadi istri pak Al tapi aku masih bisa untuk menjadi teman cerita yang baik.’’ Tawar Anastasya.


Al memeluk Anastasya lagi meletakan dagunya di pundak wanita itu. ‘’Jangan mimpi Sya, kamu akan tetap menjadi istriku.’’

__ADS_1


Mendengar itu, Anastasya melepaskan pelukannya dengan kasar, membenarkan duduknya dan membuang pandangannya ke arah luar jendela mobil.


‘’Sya aku tau kamu keberatan tapi aku ingin bertanggung jawab untukmu, aku sudah menghancurkan masa depanmu. Tolong beri aku kesempatan untuk melakukan semua itu Sya.’’


‘’Sya..Sya..Sya..’’ Al tersenyum mengetahui wanita itu sudah tertidur pulas.


*****


Al mengusap wajah Anastasya yang sedang terbaring disampingnya, tadi Al memutuskan untuk membawa Anastasya kerumahnya tapi terlebih dulu meminta tolong mamanya untuk mengabari keluarga Anastasya jika Anastasya akan menginap dirumah mereka.


‘’Cantik banget sih calon istriku ini.’’ Al mencium kening Anastasya, satu tangannya diletakan diatas pinggang Anastasya sedang tangan satunya bergerak bebas menyentuh wajah wanita itu.


‘’Sya bisakah kau sedikit saja membuka hatimu untukku, aku sangat mencintaimu dan kupikir aku tak bisa hidup tanpamu. Apa aku salah jika aku menginginkanmu?’’ Al masih betah menatap wajah cantik itu sampai akhirnya tertidur pulas.


*****


Hoam


Anastasya menguap, ingin melakukan peregangan, tapi tubuhnya terkunci oleh tubuh Al.


‘’Pak Al bangun, kenapa kau memelukku sekencang ini?’’ Anastasya mendorong kasar Al yang masih terlelap dalam tidurnya.


‘’Sya, apa kau bisa membangukankanku dengan cara yang lebih lembut?’’


Al kesal mendapat perlakuan kasar seperti itu tapi bahkan tak bisa memarahi Anastasya hanya karena dia mencintainya. Cinta memang gila sangat gila.


‘’Bukan salahku, salah pak Al sendiri, kenapa juga pak Al tidur dengan memeluk tubuhku.’’


Anastasya berdiri dari ranjang dan melengos kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Hari ini harus buru-buru ke kampus karena ada kuliah pagi, walaupun bukan mata kuliah dosen killer seperti pak Al tetap saja Anastasya tak ingin terlambat.


Sehabis mandi Anastasya menelpon Andrea, meminta wanita itu menjemputnya di rumah Al, dia tak ingin berurusan dengan Al lagi dan memutuskan tak ingin bertemu pria itu lagi.


‘’Pak Al, aku harap ini hari terakhir kita bertemu, aku tak ingin terlibat apapun dengan pak Al, pak Al juga lihat sendiri kan selama kita bersama tak ada tanda-tanda bahwa aku hamil jadi pak AL bisa melepasku sekarang. Aku ingin hidup tenang tanpa gangguan.’’


Anastasya sibuk memperbaiki penampilannya di depan cermin sedang Al menatap dalam padanya.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2